
Pagi harinya,Laura tak bisa bangun lagi karna seluruh tubunnya terasa diremak habis2an.
Justin tak berani meminta jatah melihat sang istri tak berdaya meladeninya.
Pria itu membantu Laura bangun dan menggendong menuju kamar mandi.
" Dia benar2 buas " Gumam Laura tak habis pikir dengan kekuatan Justin.
Lelaki itu seperti tak ada lelahnya bercinta,pinggang Laura terasa encok mengimbangi Justin.
" Sayang udah belum ?" Tanya Justin mengedor pintu dari luar.
" Bentar " Jawab Laura sedikit buru2,perempuan itu membasuh wajahnya agar sedikit cerah.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,Laura keluar sambil mengapit pahanya terasa nyeri.
" Kamu ngak papa ?" Tanya Justin khawatir.
" Aku rasa luka deh Kak,sakit kena air " Jawab Laura memasang wajah sedih.
" Masa sih padahal aku udah pelan " kata Justin heran.
" Pelan ?" Pekik Laura melongo.
" Iya sayang,aku pelan banget mainnya " Kata Justin polos.
" Astaga aku mau pingsan aja " kata Laura lelah.
" Eehh jangan dong " Tahan Justin.
" Aku hampir mati kamu bilang pelan ? kalo pelan ny segitu terus cepatnya gimana ?" Tanya Laura tak sanggup membayangkan.
" Hehe paling kamu teriak minta lagi " Jawab Justin menggaruk kepalanya malu.
" Ihhh ngak mau " Kata Laura menggeleng cepat.
Justin tertawa ngakak melihat wajah panik istrinya itu.
" Dulu kamu sering begituan ya ?" Tanya Laura menyelisik.
" Iya,kan mantan " kata Justin mengakui.
" Pantesan jago banget " Gumam Laura pelan.
Justin terkekeh dan menggendong Laura kekasur mereka.
" Darah apa itu Kak ?" Tanya Laura kaget melihat bercak diseprei.
Justin membuka cepat seprei dan menggulungnya menaruh di keranjang kotor.
" Darah kamu " Jawab Justin tenang.
" hah aku berdarah ?" tanya Laura syok.
" Iya,tapi ngak papa itu artinya hanya aku yang boleh sentuh kamu " Jawab Justin.
Laura sibuk melihat tangan dan kakinya mencari luka,perempuan itu sangat polos membuat Justin gemas.
" Nyari apaan sayang ?" tanya Justin terkekeh.
" Kamu bilang luka ? tapi mana ?" Tanya Laura dengan tampang bodohnya.
" Nanti aku obatin " Jawab Justin tersenyum geli.
" Hah emang bisa ?" Tanya Laura.
Justin mengangguk cepat.
" Mandi yuk gerah nih " Ajak Justin membuka kaosnya hingga goresan kuku terlihat didada lelaki itu.
Laura menutup mulutnya kaget.
" aduhh perih " Gumam Justin sedikit meringis meraba dadanya yang luka.
" Nanti aku potong ya kukunya,kamu nyakar " kata Justin sedikit kesal.
" Aku ?" Tanya Laura menunjuk dirinya.
__ADS_1
" iya,terus siapa lagi yang teriak semalam minta ampun sambil nyakar " kata Justin menggoda.
Laura bersemu merah menahan malu.
Memang semalam Laura antara sadar dan tidak mencakar lelaki itu karna Justin menghentak tanpa ampun membuatnya hilang kendali.
Tapi meski terkesan kasar tapi Justin masih menyeimbangi Laura yang sangat kaku,Justin juga bisa membuat Laura melayang dengan rasa nyamannya.
" Sini aku obatin " Kata Laura menarik tangan Justin duduk.
" Ntar aja aku mau mandi dulu " balas Justin berdiri.
" Ya udah aku keluar kamar dulu ya,bikin sarapan " Pamit Laura.
Justin mengangguk mengerti dan berjalan duluan ke kamar mandi.
Laura keluar kamar sambil celingak celinguk.
Terlihat rumah sangat sepi bahkan tak ada suara Mamanya yang biasa bersenandung ria sambil mengurus sang Papa.
" Mereka kemana ?" Gumam Laura bingung.
Perlahan Laura keluar berjalan sedikit menyeret kakinya karna terasa sakit diarea paha.
" Loh Vero,sendirian aja Mama sama Papa mana ?" tanya Laura kepada adiknya yang sedang makan.
" Joging " Jawab Vero mendongak sebentar.
" Joging bareng Mama ?" tanya Laura.
" Iya,Mama mau kurus katanya " Jawab Vero malas.
" Hah Mama diet ?" Tanya Laura syok.
" Iya,mulai hari ini Mama ngak mau makan berlemak,jadi ngak usah masak mie depan dia " Jawab Vero.
Laura tersenyum mengerti dan berjalan kearah kompor.
Vero menatap perempuan itu aneh apalagi Laura terlihat meringis setiap melangkah.
" Kakak kenapa jalan ngesot ?" Tanya Vero penasaran.
" Malam pertama ?" Tanya Vero polos.
Laura mengangguk malu.
" Astaga,untung aku tidur diluar " Kata Vero mengusap dadanya.
" Hehe,diem2 ya " Kata Laura malu.
" Kak Justin mana ?" Tanya Vero kembali makan.
Deg...
Laura tersentak mendengar Vero memanggil suaminya Kakak.
" Em maksud aku..
" Mandi " Jawab Laura cepat.
Vero mengangguk dan kembali makan dengan tenang.
Tak lama Justin pun keluar dan duduk dihadapan Vero yang kini menyesap coklat panas.
" Kenapa ?" Tanya Justin heran Vero menatapnya aneh.
" Enak ngak ?" Tanya Vero pelan.
" Apanya ?" Tanya Justin bingung.
" Skidap " Ucap Vero sedikit berbisik.
Justin melotot kaget dan melirik istrinya yang sedang mengambil makanan di kompor.
" Kamu tau ?" Tanya Justin ikut berbisik.
" Kak Laura yang bilang " Jawab Vero santai.
" Apa !" pekik Justin kaget.
__ADS_1
" Kenapa Kak ?" Tanya Laura kaget.
" Hah ngak papa sayang " Jawab Justin tersenyum canggung.
Vero cengengesan melihat lelaki itu mati kutu.
" Ehm,kamu pernah coba ?" Tanya Justin kecil.
" Ngak sampe sana " Jawab Vero tenang.
" Hahah mending nikah enak puas mau ngapain aja " Bisik Justin pelan.
" Belum ketemu yang pas " Balas Vero lesu.
Justin tertawa pelan.
" Kalo dah coba sekali beh,langsung awet muda " Kata Justin terkekeh.
" Beneran ?" Tanya Vero polos.
Justin mengangguk,Vero kembali melanjutkan pertanyaan tapi Laura dan orangtuanya datang membuat 2 lelaki itu kaget.
" Hayyy selamat pagi " Sapa Cila sambil bergerak lincah kiri dan kanan.
" Pagi " Jawab anak2nya tersenyum.
" Gimana Justin,obat mama manjur gak ?" Tanya Cila menyenggol lengan lelaki itu.
" Banget Ma,makasih ya " Jawab Justin bahagia.
Laura,David,dan Vero melongo melihat 2 ibu dan menantu itu saling berbisik bisik.
" Kamu ngak papa ?" Tanya David khawatir dengan putrinya.
Laura menghela nafas panjang mengangguk lemah.
" Ternyata Mama biang keroknya " Gumam Laura tak percaya.
" Wawahahha,makanya percayakan semua kepada Mama " Kata Cila bangga menepuk dadanya.
" Aku juga mau Ma " kata Vero semangat.
" Ehhh " Pekik Justin,Cila dan David serentak.
" Jangan ngadi2 kamu " Kata David menjitak kepala lelaki itu.
" Aku juga mau kuat Pa,masa ngak boleh " Protes Vero.
" Kamu belum cukup umur " Kata Cila terkekeh.
" Aku udah dewasa Ma " Kata Vero tak terima.
" Ya percuma dewasa kalo ngak ada pasangannya " Cibir Laura.
" Ck,kemarin2 kan ada " Kata Vero kesal.
" Cih,paling cinta monyet " Hujat Cila.
Laura dan Justin menahan senyum,Vero menghentakkan kakinya kesal dan pergi dari dapur.
" Kamu sih,merajuk tuh anak kamu " Kata David memarahi Cila.
" Hehe ntar juga baikan Pa kalo aku ajak ketoko depan yang banyak ceweknya " Kata Cila santai.
David menggeleng pelan dan meminta air putih.
Cila dengan cepat melayani lelaki itu dengan sepenuh hati membuat Laura banyak belajar.
Siang harinya,Justin berpamitan kepada Laura untuk menemui orang tuanya mengurus rumah mereka yang akan disita bank.
" Kamu jangan emosian ya,harus sabar " Kata Laura menasehati lelaki itu.
" Iya sayang,aku pergi dulu ya " Pamit Justin mencium kening Laura lembut.
Laura pun melambaikan tangannya melihat sang suami menjauh dari rumah.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1