Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mood Banget


__ADS_3

Sebelum kejadian David di pecat,pria itu sudah mendapat teguran sebelumnya,tapi David tak bisa memaksa keadaan,dirinya benar2 diambang kebingungan.


" Lo pikirin lagi Vid,jika lo nekad ngak masuk besok,gue takut lo benar2 dipecat " Kata Rehan membujuk.


" Gue ngak tau lagi Han mau gimana,mertua gue mau krumah buat ngurus masalah gue kemarin,itu ngak bisa dikerjakan sendiri karna gue yang bersangkutan " Kata David lesu.


" Jadi lo bener2 nekad nih ?"


" Mau ngak mau lah,gue juga sebenarnya ngak enak sama kalian semua,apalagi Lo kerjaan gue banyak lo yang tangani,tapi gue bisa apa,gue bener2 mau rebut milik orang tua gue lagi,gue udah lemah selama ini sama mereka,dan mereka seenaknya sama gue,sekarang gue udah punya peganggan buat bantu bangun,masak gue nyerah lagi "


" Iya juga sih,apalagi mertua lo rela bolak balik gitu demi lo " Kata Rehan mengerti.


" Makanya gue ngak mau ngecewain Ayah mertua gue " Kata David sedih.


" Coba lo ngomong sekali lagi sama Bos,kali aja dikasih " Kata Rehan tersenyum.


" Gue bakal coba sekali lagi,tapi kalo masih ditolak ya udah gue nyerah " Kata David ikut tersenyum.


" Ya udah,gih sana mumpung sepi "


David mengangguk dan meninggalkan sahabatnya.


" Maafin gue Vid,gue ngak bisa bantu lo sebagai sahabat " Gumam Rehan menatap iba pria itu.


David menghampiri Bosnya yang sedang duduk santai bersama 2 karyawan perempuan disana.


" Kenapa Vid ?" Tanya wanita itu heran melihat David berdiri diam.


" Ada yang mau David omongin Bu " Kata David pelan.


" Mau izin lagi ?" Tebak wanita itu.


David mengangguk.


2 perempuan itu memasang wajah malas mereka dan pamit kebelakang.


" David mohon Bu,ini masalah serius " Kata David memelas.


" Maafkan Ibu Vid,Ibu ngak bisa lagi bantu kamu,suami ibu udah marah karna sering ngasih kamu izin,anak2 disini juga iri2an sama kamu " Kata wanita itu serius.


" Tapi David benar2 sedang butuh Bu " Kata David menunduk.


" Maafkan Ibu Vid,ibu harus mengambil keputusan ini,ibu ngak bisa lagi nolong kamu dan kamu ibu pecat " kata wanita itu tak tega.


Deg...


David melotot kaget dan melihat wanita itu dengan mata berkaca kaca.


" Dipecat Bu ?" Tanya David lirih.


" Iya,ibu akan bayar gaji kamu beberapa hari ini dari sisa utang yang kamu pinjam dulu "


" Apa David tak memiliki kesempatan lagi untuk bekerja disini Bu ?" Tanya David berusaha tenang.


Wanita itu menggeleng lemah..


" Ibu tak mau kamu selalu menjadi bahan omongan karyawan lain,mereka mengira ibu pilih kasih selama ini "


" Maafkan David Bu " Kata David menunduk.

__ADS_1


" Tidak apa2,ibu juga minta maaf karna tak bisa menolong kamu,ibu harap semoga kamu bisa menyelesaikan masalah kamu dengan cepat "


" Iya Bu,terima kasih " Kata David tersenyum getir.


Lelaki itu pun menerima gaji terakhir nya.


" Ya udah Bu,kalo gitu David permisi,terima kasih selama ini sudah menolong David " Kata David tersenyum.


Wanita itu mengangguk lemah,David pun berlalu dari sana dengan amplop putih gaji terakhirnya bekerja..


2 perempuan yang bersembunyi dibelakang karung sagu itu pun tersenyum miring melihat David berjalan kegudang.


" Makanya jangan belagu jadi orang,di pecat kan ujung2 nya " Kata wanita itu jijik.


" Iya,aku antara kasihan dan senang sih wkwkw " kata wanita satu lagi mengoloki.


" Dia pikir ini toko nenek moyang nya apa bisa seenak nya aja keluar masuk "


" Dah la,mending kita kerja aja lagi siapa tau bulan ini gaji kita ditambah "


" Yuk "


2 gadis itu pun kembali bekerja seperti biasa.


Didalam gudang David menaruh sisa uang dalam saku celananya.


" Hanya 300 ribu,mana cukup untuk kedepan " Gumam David sedih.


" Ya Tuhan,kuatkan aku " kata David tabah.


" Hei Vid,dah selesai lo gimana ?" Tanya Rehan kaget melihat David digudang.


" Dah game over " Kata David tersenyum.


" Gue dipecat Bro "


" Astaga beneran lo ??" Pekik Rehan terkejut.


" Iya,ibu ngak mau karyawan yang lain iri karna gue sering izin keluar " Kata David lesu.


" Ini pasti kerjaan Nindi sama Resi " Kata Rehan geram.


" Udah lah,ngak usah salahin orang,ini memang salah gue "


" Jadi lo sekarang gimana ?"


" Gue mau pulang dulu buat ngasih tau Cila,terus gue mungkin ngurusin masalah itu dulu,sekalian cari kerja yang baru " Kata David menghela nafas.


" Lo yang kuat ya,gue yakin lo bisa " Kata Rehan iba.


" Makasih ya,lo selalu ada buat gue " Kata David menepuk pundak pria itu..


" Iya,gue seneng kok sahabatan sama lo " Kata Rehan memeluk gentle pria itu.


" Lo harus sukses habis ini Vid,buktiin sama mereka semua kalo David Alexander Praja bukan pria lemah " Kata Rehan semangat.


" Iya,lo juga harus sukses Raìhana " Kata David terkekeh pelan.


" Brengsek lo,nama gue bukan Raihana ****** " Kata Rehan kesal.

__ADS_1


David tertawa renyah melihat wajah emosi sahabatnya.


" Ya udah gue pulang dulu ya,ntar kalo gue udah sukses gue bakal hubungin lo " Kata David mengoloki pria itu.


" Baek2 lo,awas lo ilang kabar " Kata Rehan menunjukkan tinjunya.


David mengangguk dan pergi dari sana..


Pria itu mengendarai motor nya pulang kerumah kontrakkan mereka..


Saat sampai disana,pria itu menghela nafas melihat rumah mereka terkunci rapat,David yakin Cila sedang berada diruko saat ini.


Pria itu pun masuk kedalam rumah,David mengambil sapu dan mulai membersihkan rumah sederhana nya,saat kedatangan Cila rumah sederhana itu terlihat berwarna.


Foto pernikahan mereka terpampang rapi di dinding ruang tamu,teras mereka juga dihiasi bunga yang entah dari mana Cila mendapatkannya.


" Ya ampun " Pekik David kaget saat mau menyapu kamar.


Pakaian mereka bertumpuk belum sempat dicuci istri kecilnya itu.


David tersenyum dan mengangkut baju2 itu kekamar mandi dan merendamnya di ember.


Pria itu membersihkan rumah sederhana nya hingga bersih..


Ditempat lain,Cila sibuk dengan barang2 dagangannya.


Karna beberapa hari tidak masuk,pekerjaan nya menumpuk,Siti tak bisa mengoperasikan komputer jadi tak bisa menginput barang2 yang masuk dan keluar.


" Ante ini minum dulu " Kata Laura memberi Cila segelas air yang hampir tumpah.


Cila melepas kacamatanya dan tersenyum kepada gadis itu.


" Makasih sayang,kamu baik banget " Kata Cila terharu.


" Sama2 Ante " Kata Laura malu dan kembali berlari menemui ibunya yang sibuk packing barang.


" Jangan gangguin Bos " Tegur Siti kepada gadis itu.


" Lala ngak ngangguin kok Bu,Lala cuma kasih Ante minum " kata Laura sedih.


" Ya udah,duduk diem2 jangan diberantakan " Kata Siti tersenyum..


gadis kecil itu mengangguk dan mengambil plastik,membantu ibunya memasukkan barang.


Cila tersenyum haru dan mengusap perut ratanya.


" Kapan aku dikasih anak yang penurut seperti Laura " Gumam Cila pelan.


Saat dirinya sibuk menghayal,yang muncul diotaknya bukan lah Laura yang kalem,imut dan lucu,melainkan wajah sangar Ana dengan senyum menjengkelkannya.


" Astaga " Pekik Cila langsung menggeleng kepalanya cepat.


" Uh jangan sampai anak aku nanti gesrek nya kayak Ana " Gumam Cila takut.


Terasa tingkah gadis kecil itu berlarian dikepalanya,membuat Cila ketakutan sendiri.


" Non kenapa ?" Tanya Siti heran.


" Eh ngak papa Bu " Kata Cila cepat mengipas2 kepalanya agar bayang2 anak bungsu Nisa itu hilang dari otaknya saat ini.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys mana nih dukungan buat authorrrr😭


__ADS_2