
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi,Laura sudah bersiap siap untuk pulang kerumahnya,Justin pun sudah siap dengan pakaian kantor lengkap.
Pria itu benar2 membuat Laura terkesima,bagaimana tidak Justin mengenakan setelan jas yang sangat keren,tubuh tinggi menambah aura tegas pria itu.
Justin memasangkan dasi ke kerah kemejanya,Laura hanya diam melihat diranjang,gadis itu sangat malu jika basa basi untuk menolong.
" Mulut nya ditutup,ntar kemasukan laler " Kata Justin melihat Laura dari cermin besar didepannya.
" Hah,em iya " Balas Laura kelabakan dan mengatup mulutnya.
Justin tersenyum lembut,setelah pria itu selesai mereka pun keluar dari kamar.
" Ada yang ketinggalan ?" tanya Justin memegang tas kantornya.
" Ngak ada,tas udah aku bawa " Kata Laura menunjuk tas selempang berisi buku2 pelajaran.
" Beneran ?" tanya Justin mengangkat sebelah alis.
Laura mengangguk yakin.
Pria itu mendekat dan merentangkan tangannya.
" Kenapa ?" tanya Laura bingung.
" Kasih peluk dulu biar aku semangat nyetir " Kata Justin manja.
" Hah !" Pekik Laura aneh.
" Cepetan,nanti kita ngak ketemu satu minggu " Kata Justin menarik tangan gadis itu.
Deg..
Laura terdiam dan berdiri tepat didepan Justin.
" Kenapa ?" Tanya Laura mendongak.
Justin menaruh tangan Laura dipinggangnya dan merengkuh tubuh gadis itu.
" Aku akan keluar negeri mengurus usaha ku disana " Kata Justin menunduk.
Laura mendongak menatap manik pria itu,gadis itu masih diam.
" Apa kamu tak merindukan aku ?" Tanya Justin memegang pipi Laura.
" Ngak tau,kan belum dijalani " Kata Laura mengulum senyum.
" Iya juga sih hahah " Kata Justin tertawa.
" Jangan nakal ya,jangan deket2 sama lelaki lain aku ngak suka " Lanjut Justin serius.
" Emang aku siapa Kakak ?" tanya Laura polos.
Justin menghela nafas dan semakin mengeratkan pelukannya.
" Aku tak tau harus menganggap kamu apa,tapi yang pasti aku ngak suka liat kamu sama lelaki lain "
" Apa ini yang dinamakan pacaran ?" Tanya Laura polos.
Justin tersenyum.
" May be,apa kamu belum pernah merasakannya ?" tanya Justin serius.
Laura menggeleng pelan.
" Aku baru tau,apa semua orang pacaran melakukan hal seperti semalam ?" Tanya Laura lagi.
Justin melotot dan langsung tertawa.
" Kebanyakan mereka melakukan itu bersama pasangannya,tapi ada juga yang tidak " Jawab Justin mengangkat bahu.
" Kakak tipe yang mana ?" Tanya Laura.
Deg..
Justin kembali tersentak,pria itu tak perlu pacaran jika ingin begituan,bahkan lebih pun bisa Justin dapatkan dengan mudah.
" Apa kamu ingin mencoba ?"Tanya Justin mengalihkan.
" Hah,ngak mau rasanya aneh bikin aku lemes,capek " Kata Laura mengkrucut.
" Itu belum seberapa sayang " Batin Justin sangat gemas.
__ADS_1
" Hm,nanti ngak gitu lagi " Kata Justin tersenyum.
" Iya,kalo ketahuan Papa sama Mama pasti aku dimarahin " Kata Laura takut.
" Tunggu aku ya,jika semua urusan ku sudah selesai kita akan menikah " Kata Justin serius.
Deg...
Laura terbelalak kaget dan mendorong dada lelaki itu.
" Kenapa ?" tanya Justin mengernyit.
" Aku ngak bisa " Jawab Laura mundur.
" Bisa,jangan pikirkan apapun,aku yang akan mengurus semuanya " Kata Justin memegang tangan Laura.
Laura mengerjabkan matanya dan detik kemudian mengangguk lemah.
Justin kembali memeluk gadis itu,karna ia sadar jika sudah keluar dari apartemen,Laura akan sangt menolak mereka bermesraan.
" Apa yang barusan gue omongin,kenapa gue bisa ngomong nikah sama nih bocah " Batin Justin merutuki dirinya.
Pria itu tak tau apa yang ia bicarakan,Justin terbawa suasana hingga kata menikah keluar begitu saja dari mulutnya,padahal sebelumnya Justin tak ada niatan mau menikah,dirinya hanya ingin main2 menikmati setiap wanita yang menarik baginya.
Tapi kenapa dengan Laura yang baru ia kenal,mulutnya dengan lancang mengucapkan hal sakral itu,sungguh Justin bingung sendiri.
Mereka pun memutuskan untuk pulang,karna Justin juga harus bekerja menyiapkan bekal untuk ke luar negeri.
Didalam rumah,Vero sudah bangun dan kembali bertanya dimana sang Kakak.
Semalamam,Vero tak bisa tidur lelaki itu memikirkan Laura yang tak pulang2 dari siang kemarin,bahkan pria itu nekad mencari Luara diluar sana,tapi beruntung David dapat mencegah dan memberi pengertian hingga Vero bisa tenang.
" Mama,Zaiva belum pulang juga ?" Tanya Vero menunggu diteras.
" Bentar lagi juga nyampe sayang,udah kangen ya sama Kakak kamu ?" Tanya Cila menjemur pakaian diluar.
" Iya Ma " Jawab Vero jujur
" Sabar ya Nak,Papa tadi udah nelfon " Celetuk David dari belakang membawa secangkir kopi hitamnya.
Vero mengangguk tersenyum.
" Yank,kopi kamu ajib banget sih " Kata David menggoda Cila.
" Hahahaha,bisa jadi Yank,hampir meleleh tau aku minumnya " Kata David tertawa.
" Hahaha,bisa ae lu wadoyok " Kata Cila malu.
David kembali ngakak.
Meski tampilan Cila layaknya emak2 yang lain,tapi vibes perempuan itu membuat David terpesona.
Cila mengenakan daster setengah tiang dengan rambut cepol asal,begitu pun David yang hanya mengenakan kaos oblong serta kain sarung andalan pria itu.
Mereka pasangan yang sangat serasi.
" Ntar tambah lagi ya Yank,kamu hebat banget " Kata David menyesap kopinya memberi kode.
" Boleh,tapi uang belanja tambahin ya aku mau beli baju baru " Kata Cila semangat.
" Aman lah itu,apa pun yang kamu minta pasti aku kabulkan " Kata David santai.
Vero bertopang dagu melihat kegesrekan kedua orang tuanya.
" Oke Yank,laksanakan " Kata Cila tertawa ngakak.
Tak lama sebuah mobil mewah masuk kepekarangan rumah mereka.
" Loh Yank,itu Laura ?" Tanya Cila kaget.
" Ngak tau " Jawab David mengangkat bahu acuh.
Mereka belum pernah melihat teman Laura mengantar dengan mobil mewah,biasanya Sumi hanya memakai motor bebek saja.
Vero bangun dari duduknya dan berkacak pinggang didepan tangga menunggu si empu mobil turun.
" Assalamualaikum " Sapa Laura tersenyum saat pintu mobil canggih itu terbuka dengan sendirinya.
" Waalaikumsalam " Jawab mereka serempak.
Cila mendekati suaminya dan menerima salam dari sang putri..
__ADS_1
" Itu siapa ?" tanya Cila memonyongkan bibirnya kedepan.
" Kak Justin " Kata Laura gugup.
" Justin ?" Pekik Cila dan David bersamaan.
" Kamu tidur dirumah dia ?" Tanya David melotot.
" Eh ngak Pa,aku ketemu Kak Justin dijalan,kebetulan dia lewat saat aku cari taxi " Kata Laura terpaksa berbohong.
Justin mendekat dengan gagahnya.
Cila sampai melongo melihat pria tampan itu.
" Ganteng banget Pa " Bisik Cila girang.
" Hust,gantengan aku !" kata David tak terima.
Cila mengkrucut dan tersenyum kepada Justin yang mengucap salam.
" Maaf Om,aku nganterin Laura pulang " Kata Justin sopan.
" Heh iya makasih ya " Kata David tersenyum.
" Ayo masuk dulu " Ajak Cila semangat.
" Hehe ngak usah Te,langsung mau berangkat kerja " Tolak Justin sopan.
" Oh,iya " kata Cila cengengesan.
" Aku pamit dulu ya Om,Tante " Kata Justin menyalami pasangan itu.
David dan Cila mengangguk tersenyum.
" Nanti aku kabari ya " Kata Justin saat melewati Laura.
Gadis itu bersemu merah..
Vero menatap nyalang Justin yang membisiki kakaknya diam2.
Justin pun pamit,David and the genk masuk kerumah.
" Justin itu anak orang kaya ya Kak ?" Tanya Cila kepo.
" Ngak tau Ma " kata Laura melepas tasnya di sofa.
" Mobilnya ganti2 mulu,kemarin beda sekarang beda lagi,dia punya showroom ?" Tanya Cila semangat.
" Aku ngak tau Mama,Kak ngak Justin ngak cerita dia kerja apa " Kata Laura tersenyum.
" Yaah,tanyain dong Nak,siapa tau dia mau sama kamu,terus nikah deh,dari pada kamu jomblo terus " Kata Cila memainkan alisnya.
" Yankk,ngak boleh gitu " Tegur David.
" Aku cuma kasih saran aja Mas,kalo Justin nya mau kan lebih baik "
" Iya,tapi harus lihat dulu keluarganya,jangan asal kawin2 aja,kalo keluarga nya tau asal usul Laura terus ngak mau terima gimana ?" Kata David memikir kedepan.
Laura menunduk dalam.
" Justin udah tau belum ?" Tanya Cila kepada Laura.
Gadis itu mengangguk lemah.
" Kamu pernah dibawa ke orang tuanya ?" tanya Cila lagi.
Laura menggeleng.
Cila dan David menghela nafas panjang.
"Jangan terlalu berharap ya Nak,Papa lihat Justin bukan pria sembarangan,dari penampilan nya aja udah menunjukkan kalau dia anak orang kaya,Papa takut nanti kamu kecewa,keluarga kita sama dia mungkin ngak sepadan" Kata David menepuk pelan pundak putrinya.
" Iya Pa,aku tau aku siapa " Kata Laura tersenyum.
" Kalau jodoh ngak bakal kemana sayang tenang aja " Kata Cila menyemangati gadis itu.
Laura mengangguk tersenyum.
Vero hanya menjadi pendengar,pria itu tak mau ikut campur.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya