
Vero terus mendekap Hani hingga gadis itu melemah.
" Hani " Panggil Vero pelan.
Diam tak ada pergerakan.
" Hani " Panggil Vero lagi merasa ada yg aneh.
Pria itu melepaskan uraian tangannya dan terkejut melihat manik Hani tertutup.
" Ya Tuhan dia pingsan " Ucap Vero kaget.
Pria itu seketika kelabakan sendiri melihat Hani tak sadarkan diri.
" Hani bangun sayang,kamu kenapa ?" Tanya Vero panik.
Hani tak menjawab,wajahnya terlihat sayu dengan mata tertutup rapat.
" Haniiiiiiiiiiiiii " pekik Vero kencang.
Dengan gerakan cepat,lelaki itu menghidupkan mobilnya dan melesat meninggalkan lokasi.
Vero begitu panik dengan apa yg terjadi apalagi Hani tadi sempat menangis histeris seperti saat pertama ia berjumpa dengan gadis malang tersebut.
Rasa bersalah begitu ia rasakan,Vero berkendara seperti kesetanan sesekali melihat Hani yg masih dengan posisi tak sadarnya.
****
Kebesokan paginya,disebuah kamar gadis itu terbangun dengan kepala yg begitu sakit.
" Aku dimana ?" Ucap Hani mengernyit.
Gadis itu terbangun dengan keadaan berbeda dari biasanya.
Hani mencoba duduk tapi rasa sakit kembali menyerang membuat ia harus berusaha sekuat tenaga menahan.
" Loh ini baju siapa ?" Gumam Hani kembali kaget melihat penampilannya berubah.
Wanita itu mengenakan baju tidur dan celana panjang besar.
Hani bangun dan berjalan tertatih menuju kearah pintu.
Saat pintu terbuka,gadis itu terdiam melihat sebuah keluarga kecil sedang adu debat diruang keluarga.
" Menikah kau bilang ? jangan harap Mama kasih restu !" ucap Cila emosi meledak2.
" Ma aku harus menikahinya karna dia sedang hamil " Jawab Vero tegas.
" Apa hamil kau bilang ?" Ulang David terbelalak.
Cila langsung terdiam dengan wajah melongo.
David bangun dan Bugh....
Hantaman mentah dilayangkan dengan sukses kewajah putra tunggalnya.
Vero terjatuh kebawah dengan sudut bibir berdarah.
" Mas " Ucap Cila menahan David yg terlihat emosi.
" Berani2nya kau menghamili anak orang ! siapa yg mengajari mu Hah !" bentak David mengibas tangan Cila.
" Mas jangan Mas " Kata Cila terus menahan.
Hani yg melihat drama itu menutup mulut tak percaya.
Ia pikir semalam hanyalah mimpi buruk tapi nyatanya pagi ini Vero kembali menegaskan bahwa semuanya memang nyata.
" Maaf kan aku Pa,Ma aku mengecewakan kalian " Kata Vero menunduk.
" Dasar anak kurang ajar !" Bentak David kembali menghajar Vero.
" Assala....Papaaaa " Pekik seseorang dari luar kaget.
__ADS_1
Cila dan David menoleh kaget lalu mendapati putri angkat mereka berlari dengan wajah terkejut.
" Vero astaga kamu gak papa ?" Tanya Laura membantu adiknya bangun.
Vero menyeka darah yg terus keluar dengan wajah datar.
" Apa yg terjadi ?" Tanya Justin mendekat seraya menggendong putranya.
" Kamu kenapa hah ? apa yg terjadi ?" tanya Laura mendesak Vero.
" Dia akan menikah " Ucap Cila datar.
" Hah menikah sama siapa ? Hani ?" Tanya Laura cepat.
Mendengar nama Hani membuat Cila dan David tersadar,pasangan itu melihat kearah kamar dan terdiam saat mengetahui gadis yg barusan disebut berdiri diambang pintu.
" Hani " Ucap Cila nanar.
Tes....
Air mata Hani menetes lagi,belum hilang sembabnya semalam kini rasa perih itu kembali dirasakan..
" Hani sayang,kemari Nak " Ajak Cila lembut.
Hani mendekat dengan wajah tertunduk.
Vero mendongak melihat Hani nanar.
" Apa kau sudah mengetahuinya Hani ?" Tanya David serius.
Hani diam memainkan tangannya.
" Apa yg terjadi ?" tanya Laura ketinggalan info.
" Jawab Papa Hani !" Kata David tegas.
Justin terkejut mendengar David yg memasang tampang berbeda.
" Iya Pa " jawab Hani mengangguk.
Hani diam tak menjawab.
" Anak ini...!" Ucap David kembali baran melihat Vero.
" eeehhhh " pekik Laura melindungi adiknya.
" Aku tak menyentuh Hani Pa " Kata Vero membela diri.
" Lalu kenapa semalam baju Hani sobek hah ?" Tanya Cila geram.
" Itu...." Ucap Vero menggantung.
" Kenapa baju Hani ?" tanya Laura makin kesal karna tak dapat info jelas.
" Sayang sabar " Tegur Justin gemas kepada istrinya yg begitu kepo.
" Aku penasaran Yank " rengek Laura.
" Dia menyerahkan diri " Lanjut Vero hati2.
" Apa !" Pekik Cila terbelalak.
Hani menunduk dalam membuat semua pandangan beralih kepadanya.
" Maksudnya menyerahkan diri bagaimana ?" tanya Laura masih bingung.
Justin memutar mata,sungguh istrinya begitu polos.
Justin yg diam saja sudah tau jalan cerita yg sedang diperankan oleh Vero dan Hani.
" Mengapa kau melakukan itu Hani ?" tanya Cila menampar bahu gadis malang tersebut.
" Ma " Panggil Hani berkaca kaca.
__ADS_1
" Mama tidak pernah mengizinkan kamu seperti itu " Ucap Cila nanar.
" Aku datang kesini dengan keadaan kotor,aku begitu Hina..." Ucap Hani tersendat.
" No sayang,kamu masih anak suci yg baik untuk Mama " Balas Cila ikut menangis.
Hani terus menangis tak sanggup mengeluarkan kata2nya.
" Jika itu bisa membuat Vero menerima aku,aku akan melakukannnya Ma " kata Hani begitu lugu.
" Ya Tuhan " ucap David menyugar rambutnya.
Laura menganga lebar mendengar penuturan Hani yg tak masuk akal baginya.
Wanita polos itu pelan2 sudah tau jalan cerita yg ia tonton dari tadi.
" Itu jalan yg tidak benar Hani,jangan pernah merendahkan harga diri kamu demi cinta " Ucap Justin tegas.
Hani terus menangis merasa sesak didadanya.
" Puas kamu Vero !" Ucap Cila emosi disela tangisnya.
" Maafin Vero Ma,Vero gak pernah bermaksud begitu " Kata Vero bersalah.
" Papa gak tau wanita seperti apa yg kamu cari,Hani begitu baik dan setia nungguin kamu tapi kamu malah ah sudahlah " kata David tak sanggup melanjutkan.
" Aku tidak punya pilihan,dia cucu kalian dan aku harus bertanggung jawab " Kata Vero tegas.
" Lalu bagaimana dengan Hani ?" tanya Laura polos.
Vero diam memperhatikan Hani yg masih menangis dipelukan ibunya.
" Maaf,aku tidak bisa " Ucap Vero sungguh2.
David bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
" Masss " Panggil Cila panik.
David tak menoleh,lelaki itu terus berjalan dengan pikiran yg memenuhi otak..
" Kamu keterlaluan !" Kata Laura menampar bahu Vero.
" Aku gak tau ini bakal terjadi Kak " kata Vero memelas.
" Harusnya kamu bisa menahan diri bukan terjerumus makin jauh !" Kata Laura marah.
Vero diam,detik berikutnya lelaki itu bangkit dari duduknya berjalan cepat menuju kamar.
Laura melihat Hani dengan tatapan iba,sungguh menjadi Hani saat ini sangatlah sulit.
Ia bisa merasakan rasa sakit yg dialami gadis malang tersebut.
Hening...
Justin berjalan keluar menemui mertuanya yg mungkin merasa sangat kecewa.
" Ma " Panggil Hani memegang tangan Cila.
" Iya sayang " Jawab Cila menatap wajah sembab Hani.
" Jika ini yg terbaik untuk Hani dan Vero,maka Hani akan menerimanya dengan lapang dada " Ucap Hani bergetar.
Cila menggeleng pelan tanda tak mau.
" Ini sulit untuk Hani Ma,tapi Hani pernah dengar seseorang berkata kepada Hani bahwa cinta paling tulus itu ketika kita mengikhlaskan semua yg sudah terjadi " Lanjut Hani tersenyum.
" Siapa yg bilang gitu Nak ?" tanya Cila sedih.
" Ibu Hani,dulu sebelum ibu pergi saat Hani kecil dan sering nangis karna Ayah,Ibu selalu menguatkan Hani dengan kata lembut seperti itu " Ucap Hani meneteskan air matanya.
Cila memejamkan matanya sejenak dan langsung mendekap anak malang tersebut penuh kasih sayang.
" Sekarang Hani paham,bahwa Hani juga harus melakukan itu agar Hani dan Vero sama2 bahagia dengan cinta masing2 hiks hiks " Ucap Hani penuh sesak didadanya..
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guysss duuhhh mendungg nihhh kasih Vote like dong biar semangat lagiii💦