Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Vero mendekat,pria itu cukup terkejut melihat Hani ada dirumahnya.


Ia berusaha bersikap biasa dan mendekati sang putri.


" Kamu gak papa Nak ?" Tanya Vero lembut.


" Kenapa Papa gak jemput Via ??" Tanya Sofia nanar.


" Maafin Papa sayang,Papa kira tadi kamu udah dijemput Nenek " Kata Vero lembut.


" Aku malu sama temen2 sama bu Guru Pa,mereka kira aku dibuang " Kata Sofia menunduk.


Deg...


Semua orang terkejut mendengar ucapan gadis kecil itu.


" Gak ada kayak gitu,kamu anak Papa gak mungkin Papa buang kamu " Kata Vero tak suka.


" Iya sayang,gak ada yg begituan " Sahut Cila.


Sofia mengangguk pelan dan melihat kedua polisi yg menatap dirinya.


" Baikla Ibu bapak,saya rasa ini hanya kesalahpahaman saja " Kata Rekan Hani tersenyum.


" Iya Pak,hanya salah paham saja anak kami tidak hilang " Kata Justin tersenyum.


" ya sudah kalau begitu kami pamit dulu " Ucap polisi itu ramah.


Justin meñgangguk,keduanya berjabatan tangan tanda perkara sudah selesai.


Hani mendekati Cila dan David dan menyalami pasangan tersebut.


" Hani " Ucap Cila lembut.


Sungguh takjub dan rasa tak menyangka bisa melihat perubahan Hani yg luar biasa.


" Baik2 ya Nak,maafkan semua kesalahan kami " Ucap Cila lembut mengusap kepala gadis itu.


" Iya Bu " Jawab Hani tersenyum.


Deg....


Cila tersentak mendengar kata asing yg diucapkan mantan kekasih anaknya.


Cila melihat David,pria itu memberi kode agar tenang.


" Makasih juga Pak " kata Hani kepada David.


" Iya Nak,hati2 ya " Kata David ikut mengusap kepala Hani.


Gadis itu pun berpamitan bersama rekannya.


Setelah mobil polisi menjauh,Cila menghela nafas panjang.


" Hani banyak berubah Pa " Kata Cila lesu.


" Iya Ma,dia sungguh luar biasa " Jawab David.


" Aku merasa sangat bersalah,kita terlalu meremehkan dirinya " Kata Cila merasa menyesal.


" Dia memang tangguh " Balas David.


" Ayo masuk Pa,Ma " Tegur Justin melihat mertuanya mematung melihat keluar.


Vero sudah masuk duluan menggendong Sofia untuk diberi makan.


Lelaki itu tak perduli dengan kedatangan Hani karna ia masih khwatir dengan kondisi anaknya..

__ADS_1


David masuk duluan,sedangkan Cila masih diluar.


" Kenapa aku merasa asing dengan panggilan Hani tadi,aku merasa kecewa sendiri " Batin Cila pelan.


" Tapi memang itu kenyataannya,aku bukan siapa2 dan dia pun begitu,sekarang kehidupan sudah berubah,aku juga tak bisa memaksa Vero untuk kembali kepada Hani " Lanjut Cila sedih.


Dengan langkah gontai Cila masuk kerumah dan berkumpul bersama keluarganya.


Dimobil Hani banyak diam,bertemu dengan Cila dan David merupakan hal yg ia rindukan tapi pertemuan kali ini membuat hatinya terluka lantaran waktu mengubah segalanya.


Dulu hanya ada kebahagiaan tapi kini,ia merasa ingin menangis mengenang semua moment.


" Han " tegur pria disebelahnya.


" Hah iya Bang " Jawab Hani tersentak.


" Kamu tadi kenal ya sama keluarga itu ?" Tanya pria tersebut kepo.


" hm sedikit " Jawab Hani berbohong.


" Sepertinya kalian pernah dekat,apa pria tadi mantan kekasih mu ?"


" Hah gak Bang,aku gak kenal anaknya " Jawab Hani asal.


" Beneran ? masa gak kenal " Ucap lelaki itu tak percaya


" Hm,mereka dulu pernah menolong ku jadi aku gak lupa sama mereka " Balas Hani.


Lelaki itu mangut2 mengerti.


Asik bercerita tentang keseharian ini akhirnya mereka tiba dikantor.


Hani turun dari mobil dan melangkah masuk.


Saat akan duduk dikursi,gadis itu dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


Yap,Daniel pria yg sudah lama tak ia lihat kini berdiri memunggunginya seraya bercengkrama dengan polisi lain.


Daniel yg merasa ada yg memanggilnya menoleh kebelakang.


" Hani " Ucap Pria itu lirih.


Keduanya saling melihat.


Lelaki itu terlihat begitu tampan dengan setelan kemeja hitam dan celana bahan hitam.


Wajah lugu dan mempesonanya sungguh menggetarkan semua yg ada disana.


" Dan,istri lo udah didepan tuh " Panggil seorang aparat diambang pintu.


Deg...


Hani tersentak begitupun Daniel.


Dengan anggukan pelan Daniel berjalan,maniknya menatap Hani tak putus begitupun gadis tersebut.


Hingga berapa langkah lagi sampai,pria itu berhenti sejenak.


" Yank " Panggil seseorang wanita.


Daniel dan Hani menoleh.


Terlihat seorang wanita dengan perut besar berdiri diambang pintu masuk.


Manik Hani melotot terkejut tapi dengan cepat ia merubahnya menjadi biasa.


Daniel menatap gadis itu dan istrinya bergantian.

__ADS_1


Rasa bimbang mulai ia rasakan,Hani membuang muka dan bangkit dari duduknya.


" Ha... " Ucap Daniel menggantung.


" Yank ayoo nanti Papa keburu pulang " Tegur wanita hamil tersebut.


Hani yg sempat menunda langkahnya langsung pergi begitu saja.


Daniel memejamkan mata sejenak,rasa sakit dan rindu bercampur menjadi satu.


Ingin sekali ia mendekati Hani dan mendekap hangat gadis itu tapi apa daya dirinya terperangkap oleh permainan sendiri.


" Maafin aku Han " Ucap Daniel dalam hati.


Dengan langkah berat pria itu pun meninggalkan lokasi.


Di kamar mandi,Hani menatap wajahnya dicermin dengan senyum getir.


" Gak papa Han,ini hanya sementara " Ucap Hani gemetar.


Air matanya ingin turun tapi berusaha sekuat tenaga ia tahan.


" Its Oke,ini hanya angin lalu,kamu kuat kamu bisa " ucap Hani lagi.


Gadis itu diam sejenak,sekilas kejadian dirumah Vero terlintas dikepalanya dimana lelaki itu sudah mempunyai putri yg cantik dan pintar,dan rasa sakit Hani belum berakhir karna dalam waktu bersamaan Hani harus menyaksikan lelaki yg meminta dirinya menunggu kini membuktikan penghianatan yg sesungguhnya.


" Its Oke.Hani " Ucap Hani makin bergetar hingga air mata suci itu keluar dengan sendirinya.


" Ternyata kamu belum sembuh Hani hiks hiks " Ucap Hani lirih.


Ia merasa kasihan kepada nasibnya sendiri,selama ini ia harus bertahan ditengah hiruk pikuk kebahagiaan orang lain.


Sekilas gadis itu terlihat sangat kuat dan banyak yg memuji hasil kerja kerasnya tapi hanya Hani yg merasakan bagaimana sakitny dia bertahan.


Hampir 10 menit berada dikamar mandi akhirnya Hani keluar.


Ia sudah berdandan cantik lagi agar tak siapapun yg tau tentang kelemahannya.


" Aku gak boleh sedih,orang harus tau bahwa aku bahagia " Kata Hani semangat.


Gadis itu melangkah lagi dan mengerjakan tugasnya hingga selesai.


Diruangan lain,seorang pria diam melihat seorang ayah dan anak bercengkrama.


Daniel tak banyak bicara karna otaknya sedang kabut.


" Jadi lahirannya nanti mau dimana ?" tanya si Ayah kepada sang putri.


" Terserah Pa,aku ngikut Kak Daniel aja " Jawab Nial tersenyum.


" Gimana Niel ?" Tanya sang mertua.


" Hah " Kata Daniel baru sadar.


" Mau lahiran dimana nanti istri mu ?" tanya Lelaki tua itu tegas.


" Oh terserah Pa,dimana aja asal aman " Jawab Daniel mencoba tenang.


" Hm nanti dirumah sakit Papa aja kalau begitu,Papa bakal kasih pelayanan terbaik untuk cucu pertama ini uahahayaha " Ucap lelaki tua itu semangat.


" Ah Papa bisa aja " Kata Nial malu.


Daniel tersenyum getir,ntah mengapa dirinya tak semangat sama sekali.


" Apa aku akan bisa menjadi seorang ayah,jika aku saja tak bisa menentukan pilihan " Batin Daniel sedih.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2