
Hari keberangkatan pun tiba,Laura diantar keluarganya bersama Abraham ke bandara,bahkan pria itu menyediakan jet pribadi untuk mengantar Laura.
Keluarga Laura yang melihat pesawat itu pun hanya bisa menganga apalagi Cila yang menampilkan wajah udiknya membuat Vero kesal.
" Mingkem napa Ma,udik banget sih " Bisik Vero.
" Ini luar biasa Vero,apa Bapak itu sepupunya Kak Reno ya ?" Gumam Cila.
" Hah emangnya kenapa ?" tanya Vero kaget.
" Soalnya mereka beradu kaya,Mama pernah naik pesawat kayak gini milik Om kamu isi didalamnya mewah banget bahkan ada tempat tidurnya " Cerita Cila.
" Tenang aja Ma nanti aku bakal beli 1 buat Mama " Kata Vero memasang dada tegap.
" Ppffftttt " Cila ingin menyembur melihat anaknya yang sangat sombong.
" Diaminin napa Ma " Kesal Vero.
" Iya amin,moga kamu punya gini satu nanti " Kata Cila mengulum senyum.
" Hm " Jawab Vero malas.
David menggeleng pelan melihat ibu dan anak itu berbisik2.
" Ma aku berangkat dulu ya " Kata Laura menegur.
" eh iya kamu hati2 disana ya kabarin Mama tiap hari okey " Kata Cila menerima salam anaknya.
" Iya Ma,Mama jaga kesehatan ya,Papa sama Vero juga " Kata Laura sedikit sedih.
" Hm jangan nangis dong,harus ceria " Kata Cila mengusap kepala anak itu.
Laura mengangguk dengan senyum kecilnya.
Vero memeluk Kakaknya yang pernah ia cintai dulu,Vero juga sedih harus berpisah dengan Laura demi kesembuhan orang lain.
" Jangan nakal ya,harus nurut sama Mama dan Papa " Ucap Laura tajam.
" Hm " Jawab Vero terkekeh.
" Baiklah Pak David,Laura harus berangkat sekarang karna pesawatnya sudah siap " ucap Abraham menegur.
" Iya Pak,tolong pantau Laura ya " Pinta David serius.
" Bapak bisa pegang omongan saya "Balas Abraham tegas.
David mengangguk dan memeluk sekali lagi putri angkatnya.
Laura pun melangkah menaiki pesawat mewah itu.
Gadis itu pun siap untuk merawat lelaki yang pernah ada dihatinya.
" Semoga berkah Nak " Ucap Cila lembut.
Abraham tersenyum melihat keluarga Laura yang sangat menyayangi gadis itu.
Keluarga David pun pulang mengantar Cila karna mereka harus kembali bekerja.
Dipesawat Laura terlihat termenung menatap awan2.
Ada rasa rindu dihatinya untuk Justin tapi Laura menepis karna ia merasa hanya kasihan saja kepada lelaki itu.
" Silahkan Nona " Ucap Pramugari memberi salad buah untuk Laura.
" Terima kasih " Ucap Laura tersenyum.
" Beruntung sekali gadis ini,andai aku bisa aku juga ingin merawat Justin " Batin pramugari menatap Laura dari bawah hingga atas kepala.
" Ada apa ?" Tanya Laura menyadari wanita itu menyelisiknya.
" Ah tidak apa2,saya permisi " Ucap Pramugari itu tersadar.
Laura mengangguk tersenyum canggung.
Selama di perjalanan,Laura dilayani dengan sangat baik,hingga beberapa jam kemudian gadis itu pun sampai di kota besar New york Amerika serikat.
Sebuah kota yang menjadi salah satu wilayah metropolitan terpadat didunia.
__ADS_1
sebuah kota global terdepan,new york memberi pengaruh besar terhadap perdagangan,keuangan,media,budaya,seni,mode,riset,penelitian dan hiburan dunia.
Gadis itu langsung disambut dengan mobil mewah disamping pesawat saat benda itu berhenti.
" welcome to New York miss, i'm Briant who will take you to mr. Justin's residence (selamat datang di New York nona, saya Briant yang akan membawa Anda ke kediaman tuan Justin )" Ucap pria berpakaian jas rapi itu sopan.
Laura mengangguk tersenyum.
Lelaki itu pun membuka pintu dan menyuruh Laura masuk kedalam mobil.
Laura menurut dan duduk tenang disana.
Mereka pun langsung berangkat melesat cepat keluar dari area bandara.
Laura membuka kaca mobil dan melihat orang2 serta bangunan tinggi menjulang kota itu.
Gadis itu pun teringat pertama kali ia datang kesana dan merasa udik seperti ibunya bahkan dulu sempat ditegur Justin.
Hampir 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di apartemen Justin.
Laura menelan ludah kasar,pria itu membantu Laura membawa koper dan melangkah bersama.
Mereka pun tiba disebuah pintu dengan nomor yang Laura ingat sering masuki.
" Huh aku pasti bisa " Gumam Laura menyemangati dirinya.
Lelaki itu mengetuk pintu membunyikan bel,hingga seseorang membuka pintu untuknya.
" Silahkan masuk " Ucap seorang wanita menggunakan baju khusus seperti asisten rumah tangga.
Laura mengangguk dan masuk kedalam rumah.
Terlihat rumah itu tidak ada yang berbeda semua masih tertata rapi.
Laura langsung melihat kearah kamar yang sering ia tiduri.
Kamar itu terkunci rapat sunyi tak ada suara.
" Aku harus bagaimana sekarang ?" Gumam Laura bingung.
Ceklek...
Laura melihat wanita itu dan langsung menunduk takut.
" Kau sudah datang " Ucap Sandra melihat penampilan Laura.
" Maaf " Ucap Laura pelan.
Sandra mendekat dan memberi pecahan piring itu kepada artnya.
Art pun membawa pecahan itu ke tong sampah.
" Ayo ikut " Ucap Mama Justin tenang.
Laura mengangguk dan mengikuti langkah angkuh wanita tua itu.
Mereka pun duduk disofa dengan Laura yang menunduk memainkan tangannya.
" Apa kamu serius ingin merawat Justin ?" Tanya Sandra menyilangkan kaki.
" Saya tidak bisa memastikan Nyonya " Ucap Laura pelan.
" Tidak usah memanggil ku Nyonya,suami ku bahkan hampir bersujud kepada mu demi merawat Justin " Kata Sandra sedikit kesal.
Laura hanya menunduk dalam.
" Baiklah,tidak usah banyak basa basi kita langsung melihat Justin " Kata Sandra bangun.
Laura mengangguk dan ikut lagi langkah wanita itu.
Saat pintu terbuka,nampaklah seorang lelaki berbaring lemah diranjangnya dengan tangan berbalut perban.
Laura terdiam melihat kondisi Justin yang benar2 mengenaskan.
" Lihat lah,dia seperti mayat hidup " Kata Sandra menghela nafas melihat sang putra.
" Boleh saya mendekat " Pinta Laura pelan.
__ADS_1
Sandra mengangguk mempersilahkan.
Laura pun mendekati Justin dan menatap tubuh lelaki itu.
Justin kini sedikit kurus meski tubuhnya tetap terawat dengan sempurna.
" Kak " Panggil Laura menyentuh pundak Justin.
Pria yang ingin tertidur itu mengernyit mendengar suara panggilan gadis yang sangat ia rindukan.
" Laura " Gumam Justin pelan.
" Iya,ini aku " Kata Laura berkaca kaca.
Justin melotot dan langsung berbalik badan.
" Laura " Pekik Justin terbelalak melihat gadis itu benar2 nyata.
" Iya " Jawab Laura tersenyum dengan menitikkan air mata.
" Laura " Justin langsung bangun dan ingin memeluk gadis itu.
Laura duduk diranjang dan menerima pelukan Justin.
" Aku merindukan mu Laura " Kata Justin memeluk erat Laura.
" Iya Kakak kenapa begini ?" Tanya Laura lembut.
Justin tersadar dan langsung melepaskan pelukannya..
" Mengapa kamu ada disini ?" Tanya Justin berubah dingin.
Laura dan Sandra terkejut dengan perubahan Justin yang sangat cepat.
" Justin " Tegur Sandra pelan.
" Bawa dia pergi Ma " Pinta Justin.
" Kakak " Panggil Laura memegang tangan Justin.
" Jangan menyentuh ku,aku pantas mendapatkan kesialan ini,kembali lah kekeluarga mu,dan menikahlah dengan pria yang kamu cintai " Kata Justin dingin.
Sandra menutup mulutnya tak percaya dengan ucapan anaknya yang sangat berbeda.
" Kakak aku tidak akan pergi lagi,maafkan aku " Kata Laura menatap lelaki itu.
" Aku tidak pantas untuk mu Laura,aku membuat semua kekacauan ini,menjauhlah agar kau tak terkena sial " Kata Justin mendorong Laura.
" Bisa tinggalkan kami berdua " Pinta Laura kepada Sandra.
Wanita itu mengangguk dan melangkah keluar.
Saat pintu tertutup Justin menyingkap selimutnya dan berusaha mengangkat kakinya yang sudah mati rasa.
" shitttt akhhhhh " Teriak Justin kesal.
Laura kembali menangis melihat Justin mulai mengamuk memukul kakinya.
" Aku mohon jangan,jangan lakukan itu Kak huhu " kata Cila memeluk tubuh Justin.
" Lepaskan aku " Teriak Justin mendorong Laura hingga terjatuh kedepan dan menghantam pinggiran nakas.
" akhhhh " Pekik Laura meraba kepalanya.
" Laura " Pekik Justin kaget melihat Laura terduduk dilantai.
Pria itu pun berusaha menolong hingga ikut terjatuh disana.
Meski kesakitan Justin merangkak menyeret kakinya mendekati Laura.
Gadis itu langsung menghambur memeluk Justin dengan erat.
" Aku akan disini,aku akan merawat kakak hingga sembuh,ayo berjuang bersama Kak,kita pasti bisa Kakak pasti kembali lagi hiks hiks " Bisik Laura mendekap lelaki itu.
Justin pun ikut menangis dan memeluk Laura dengan sangat erat mencurahkan semua perasaan rindu terpendamnya selama ini.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.