Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Membawa Pulang


__ADS_3

Didalam rumah Cila menangis sesegukkan mendengar Barra lari dari rumah,Cila tau bagaimana hancurnya hati Nisa saat ini apalagi tadi Nisa sempat memberitahu bahwa Andrew juga terluka akibat Bara yang mengamuk.


" Hiks hiks kamu dimana Bara ?" Gumam Cila sedih.


gadis itu menyusun baju2 nya di dalam koper,rencananya Cila akan berangkat malam ini juga,bukan hanya Cila yang menangis Clara sama juga histerisnya mendengar Bara hilang,gadis beranak satu itu sampai pingsan saat tak tega mendengar suara tangisan pilu Kakak nya.


" Ya Tuhan,selamatkan adikku huhuhu "


Hari hampir malam,David belum juga pulang Cila mulai panik.


Gadis itu tak bisa keluar rumah jika David belum pulang,meski tadi dirinya sudah menelfon suami nya itu,tapi David belum memberikan jawaban apakah David mengizinkan atau tidak.


Tak lama terdengar suara motor didepan rumah,Cila berlari keluar membuka pintu.


Alangkah terkejutnya Cila,suami nya pulang tak sendirian ada remaja yang ia tangisi barusan duduk di depan David.


" Barraaaa....." Pekik Cila kaget.


" Kakak " Lirih Bara pelan.


" Ayo turun " Ajak David turun dari motornya.


Cila berlari kearah Bara dan membantu adiknya turun.


" Baraa huhuhu kamu dari mana aja sayang,Bunda kamu nyariin kamu dirumah " Kata Cila memeluk Bara dengan lembut.


Bara menunduk membiarkan Cila memeluk nya.


" Ayo masuk dulu,sudah magrib ini " Tegur David mendengar suara azan.


Cila mengangguk dan menganjak Bara masuk.


Bara hanya diam menunduk,mengikuti Cila yang merangkul nya.


" Aku mandi dulu,pintu rumah di kunci " Titah David sebelum masuk kekamar mandi.


Cila mengangguk meski bingung dengan ucapan suaminya,biasanya mereka jarang mengunci pintu jika tidak sedang tidur dan keluar.


David menatap tajam Bara seolah memberi peringatan tegas kepada pria itu.


Bara terus menunduk takut.


" Aku bawa Bara kekamar ya Mas " Kata Cila meminta izin.


David mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi.


" Ayo ikut Kakak " Ajak Cila lembut.


Bara mengangguk kecil dan mengikuti Cila.


Didalam kamar,Bara terbelalak kaget melihat banyak sekali medali basket di kamar itu.


" Waah keren " Gumam Bara pelan mengambil medali yang di gantung.


" Itu punya Mas David " Kata Cila tersenyum seraya mencari sesuatu.


" Ayo buka bajunya,kenapa kamu pakai baju berlapis ? "


Bara kembali diam menunduk.


Cila menghela nafas,Bara tau mau membahas itu.


" Kakak telepon Bunda kamu ya,Bunda kamu nangis2 dirumah sama adik kamu,mana Papa kamu masih dijalan,kasihan Bunda kamu Bara " Kata Cila lembut.


" Jangan Kak,aku ngak mau lagi repotin Bunda " Kata Bara menggeleng cepat.

__ADS_1


" Kenapa ? Ada apa sama kamu cerita sama Kakak " Kata Cila mengusap kepala adiknya.


David masuk kekamar dengan handuk sepinggang.


Cila bangkit menemui David yang pede saja di depan Bara.


Sedangkan Bara kembali takjub melihat tubuh kekar Abang iparnya itu.


" Wah keren gila,aku juga mau punya bentuk tubuh gitu " Batin Bara tak kedip melihat lengan kekar David.


" Mas,kamu kok gak pake baju gini,malu lah sama Bara " Tegur Nisa mencubit perut lelaki itu.


" Aduh,apa yang mau dimalu dia juga laki2 " balas David cuek,seraya mengusap perutnya.


" Kamu ngak malu sama aku ? " Goda Cila tersenyum mesum.


David langsung mundur selangkah dan berencana keluar dari sana.


" Ett mau kemana,baju kamu disini " Kata Cila menarik tangan pria itu.


Bara menatap aneh mereka berdua yang berbisik bisik didepannya.


" Ya udah minggir,aku mau ganti baju " Kata David menyilangkan dadanya di depan gadis licik itu.


" Kamu sexy Mas,jangan sering2 godain aku gitu nanti aku khilaf " Kata Cila mencolek dagu David.


Pria itu menelan ludahnya kasar dan menyenggol Cila agar menjauh dari nya.


Cila terkekeh pelan dan menjauh dari David yang ingin berganti pakain.


" Buka tuh baju lo,mau belajar gila ya ? " Tanya David kepada Bara yang masih diam.


Bara menelan ludahnya kasar takut dengan Kakak iparnya itu.


Bara pun membuka bajunya satu persatu.


Cila dan David menggeleng pelan ada 5 baju yang langsung Bara pakai sekaligus.


" Solat dulu " Titah David membawa sajadah keluar.


" Mau solat ? Tanya Cila kepada Bara.


" Kaki aku sakit Kak " Kata Bara lirih.


" Hah,kamu terluka ? " Tanya Cila panik.


Bara mengangguk dan menunjuk luka di kakinya,bahkan celana panjang yang dia kenakan pun sobek di dengkul.


" Ya Tuhan,Kakak ngak tau,tunggu sebentar " Kata Cila panik mencari obat merah.


David diam saja menatap Bara dengan iba.


" Ada apa sebenarnya dengan anak ini " Batin David menelisik wajah Bara yang murung.


Cila mengambil celana bokser milik David dan meminta Bara berganti celana.


Meski David kaget bukan main,tapi pria itu hanya pasrah saja melihat Istrinya yang bisa dibilang kurang ajar.


" Hehe minjem ya Mas,ngak mungkin kan Bara pake celana aku,ntar kamu tau lagi warna daleman aku " Kata Cila cengengesan.


David hanya melongos kesal,terheran heran Cila masih sempat menggodanya.


Bara berganti celana meski agak kedodoran.


Cila mengambil air hangat dan membersihkan luka Bara yang sudah mengering.

__ADS_1


" Ssstttt sakit Kak " Kata Bara meringis Cila membersihkan lukanya.


" Udah diem,bentar juga ilang " Kata Cila fokus.


David masih solat magrib seorang diri,karna Cila sedang halangan.


Setelah selesai diobati dan David sudah selesai solat,pasangan itu menganjak Bara makan malam.


Meski canggung dengan David tapi Bara tetap mengangguk karna Cila selalu membujuknya.


Mereka pun makan malam,Cila tak mau memaksa Bara menceritakan semua masalah nya saat ini,pasangan itu memang menunggu saat santai saja bertanya pada Bara.


" Tambah lagi " Titah David kepada Bara.


Bara terus mengangguk patuh meski dirinya kurang berselera makan bersama David yang tegas.


" Ngak papa jangan takut,sini Kakak ambilin " Kata Cila mengusap kepala Bara.


Bara menyerahkan piringnya dengan tangan bergetar.


David menjadi salah satu orang yang masuk kedalam daftar pria yang ia takuti selain Reno dan Beni.


David makan dengan tenang dilayani Cila.


Setelah semua selesai mereka pun duduk di ruang tamu.


Bara sudah yakin dirinya saat ini pasti akan di introgasi oleh Cila dan David.


" Mas,tolong kamu hubungi Kak Nisa diluar,bilang Bara ada sama kita " Bisik Cila lirih.


" Hp nya mana ?" Bisik David juga.


Cila menunjukkan kamar dengan mulutnya.


David mengangguk, bangkit dari duduknya mengambil hp Cila dan berjalan keluar menghubungi Nisa.


" Ayo sekarang cerita sama Kakak,apa yang membuat kamu nekad kabur ? " Tanya Cila lembut.


Bara terus menunduk dalam,seraya memainkan baju nya.


" Ngak papa,ayo cerita biar Kakak bisa bantu kamu,kamu tau kan Kakak penjaga rahasia" Kata Cila mencoba membujuk Bara.


Bara mendongak dan menatap Cila dengan nanar.


" Ada apa sayang jangan sedih " Kata Cila mengusap air mata Bara yang sudah menetes menatap nya.


" Bara ketemu Papa kandung Bara Kak " Kata Bara lirih.


Jedeeeerrrrrr....


Cila terkejut bukan main.


" Maksud kamu ?" Tanya Cila bingung.


" Hiks hiks hiks Bara bukan anak Papa Reno Kak huuhuhuh " Bara menangis sesegukkan menghambur memeluk Cila.


" Ya Tuhan " Kata Cila lirih.


❤❤❤❤


Selamat pagi guysssss....


Jangan lupa terus dukung author ya,biar author semangat Up.


VOTE,LIKE,COMENT nya harus ngalir terus ya.

__ADS_1


__ADS_2