
Keluarga Salders terlihat ketar ketir,para lelaki sibuk mengurus perusahaan mereka termasuk Reno yg kini sudah lanjut usia.
Nisa mendatangi suaminya yg seperti orang galau,pria itu duduk disamping kolam ikan dengan helaan nafas berat.
" Doorrr " Ucap Nisa mengagetkan suaminya tersebut.
Reno tersentak dan hampir masuk kedalam kolam.
" Kamu ihh,untung ga nyungsep " Ucap Reno melihat Nisa dengan manik side eyes nya.
" Hehehe " Nisa cengengesan menggaruk kepala.
Reno melihat lagi kekolam lalu menghela nafas berat.
" Berapa kilo ?" Tanya Nisa gamblang.
" Apa ?" Tanya Reno balik.
" Beban yg kamu pikul " Jawab Nisa.
Reno diam melihat wajah istrinya yg tetap cantik meski sudah menua,maklum ibu peri tersebut selalu menggunakan skincare awet muda hehe.
" Ga ada " Jawab Reno tersenyum.
" Kalo ga ada kenapa murung ?" tanya Nisa lagi dan ikut duduk disamping kolam.
" Yank " Panggil Reno pelan.
" Hmm " Jawab Nisa seraya memberi makan ikan2 cucunya.
" Kamu mau hidup didesa ga ?" Tanya Reno hati2.
Nisa berhenti bergerak dan melirik Reno
" Maksudnya ?" Tanya Nisa bingung.
" Kita kan udah tua dan udah lama juga tinggal di kota,rasanya aku ingin pindah ke desa dan hidup sederhana " Jawab Reno cengengesan.
" Mas bangkrut ?" tanya Nisa polos.
" Ehhh ngga " Jawab Reno kaget.
" Terus tumben2an kamu ngajak aku buat tinggal didesa,mau ngapain ?" tanya Nisa.
Reno diam dan melihat lagi ke kolam ikan2 yg berubutan makanan.
" Aku rasanya udah capek yank,tiap hari ngadepin orang2 bermuka dua bahkan 3 dan 4 " Ujar Reno dengan helaan nafas berat.
Nisa tersenyum geli,ini adalah kali pertamanya Reno mengeluh urusan pekerjaan selama mereka menikah.
" Bukannya kamu seneng dikenali banyak orang ?" Pancing Nisa.
" Dulu iya,tapi makin kesini aku rasanya ga butuh itu lagi " Jawab Reno pelan.
Nisa menepuk bahu Reno membuat pria itu sedikit merasa tenang.
" Ulu tayank2,udah cape keljaa yaa,sini pelukkk dulu " Kata Nisa meniru suara anak kecil.
Reno menatap wanita itu seperti kegelian.
" Itupun kalo kamu mau sih " Lanjut Reno.
" Hmmm,terus yg ngurus2 siapa ? Hewan2 kesayangan kamu mau dibawa juga ?" Tanya Nisa mengingat banyaknya hewan buas Reno dipenangkaran.
__ADS_1
Dulu Nisa tidak banyak tau tentang bisnis suaminya,tapi kini wanita itu sudah legowo dan Reno pun memberitahu Nisa banyak hal.
" Ya kali dibawa ke desa,ntar yg ada malah dicincang sama warga " kata Reno tak bisa membayangkan.
" Iya,maklum kalo tinggal dikampung hewan paling besar diliat dan dimaklumi mungkin cuma anjing " Asumsi Nisa.
Reno mengangguk setuju,meski dari kecil selalu hidup dikota tapi Reno bisa memahami situasi dikampung.
" Kalo hewan2 itu ada Aktam yg urus,paling kalo ga dikasih makan,Aktam yg dimakan " Ujar Reno asal.
" Haiisst mana boleh gitu,aku sembelih nanti hewan2 tersebut " Ancam Nisa tak terima.
" hahahah emaknya jelous amat " Goda Reno menyentil dagu Nisa.
Nisa mengibas tangan pria itu dan bersedekap dada.
" Oh iya Mas,kamu beneran mau paksa Arshad ?" tanya Nisa teringat.
Reno diam sesaat.
" Arshad itu keras loh,dia ga ngomong aja apa yg dirasain " Ujar Nisa.
" Iya,kayaknya Arshad juga nolak banget,soalnya kemarin dia bawa Angel ketemu gadis itu dan ngaku kalo Angel pacarnya Arshad " Kata Reno kesal.
" Hah beneran ?" Tanya Nisa syok.
" Iyaa,gila ga,dan Angel mengiyakan " Jawab Reno setres.
" Hahahahahhahah " Nisa langsung ngakak mendengar lelucon suaminya.
" Isshhh ga lucu Yankk,kesel aku ini " Rengek Reno.
Nisa masih saja tertawa,sungguh wanita itu merasa tingkah cucunya sangat kocak dan Nisa bisa membayangkan bagaimana drama Angel..
" Kalo jujur ntar,dikira Arshad ga bener,kalo boong juga aku lagi yg kena " Curhat Reno bingung.
Nisa lagi2 tertawa,hatinya sungguh tergelitik.
" Bagai buah simalakama ga tuhhh " Ucap Nisa disela tawanya.
Reno mengangguk dengan wajah mengkrucut.
" Ya udah sihhh,ga perlu jodoh2an,kalo emang takdirnya ya bagus,kalo ga ya udah ga papa " Kata Nisa kembali serius.
" Iya cumaa...." Balas Reno menggantung.
Nisa menggeleng pelan,wanita itu bisa paham perasaan Reno,tapi disisi lain mereka juga harus paham dengan perasaan Arshad.
Nisa mendekat dan memegang tangan Reno.
" Kalo kamu lakuin ini karna ingin perusahaan makin maju karna melibatkan mereka,aku rasa kita sudah lebih dari cukup " Ucap Nisa lembut.
" Kamu dan anak2 sudah sangat berjuang,cukup kita menteror mereka dengan keuntungan yg ga ada habisnya,mereka udah sama2 dewasa,paham apa yg harus dilakukan kalo beras dirumah habis,dan istrinya juga paham harus melakukan apa jika anak dan suaminya lapar,jadi kita sebagai orang tua suhu disini mantau aja dari kejauhan,kalo mereka bawanya baik ya syukur,kalo ngga pun ya itu buat mereka juga "Ucap Nisa dengan penuh rasa sabar dan syukur yg tak pernah habis.
" Kamu bener sayang,aku mungkin terlalu cemas dengan masa depan mereka " Balas Reno menunduk.
" Inilah masa depan mereka Mas,aku tau kamu mungkin ga ikhlas jika apa yg sudah kamu bangun akan menjadi runtuh dan sia2,tapi aku yakin anak2 kita semuanya orang2 hebat,mereka bisa mengendalikan segala hal " Balas Nisa tersenyum.
" Tapi 1 yg mereka ga bisa kendalikan " Kata Reno serius.
" Apa ?" tanya Nisa mengernyit.
Reno menatap Nisa dalam,wanita tua itu merasa bingung dan penasaran maksud ucapan suaminya.
__ADS_1
" Kalo lagi ngambek,bingung mau cari obat dimana " Kata Reno seraya terkekeh.
Nisa langsung terdiam,sungguh Reno diluar expetasi.
" Apaan sih,keluar jalur kamu nih " kata Nisa mengibas tangan Reno.
" wahahah,tuh kan ngambek " Olok Reno memegang dagu Nisa.
" Ihsshhh Mas ihhh " kata Nisa kesal.
Reno makin menjahili wanita tersebut,aksi tarik menarik pun terjadi hingga salah satu cucu keduanya lewat dan menganga lebar dengan apa yg ia lihat.
" Tua2 ngambekkk huuuuuu " olok Reno membuat Nisa emosi.
" Issshh kamu juga tua,jelek banyak ubannya !" Balas Nisa tak mau kalah.
" biarinn,uang aku banyakkk,nambah bini 1 lagi juga bisa ueeekkk " kata Reno menyobongkan diri.
Nisa terbelalak,darah 45 nya pun naik seperti bendera yg berkoar2 diterpa angin badai.
Aksi kejar2an pun terjadi,Reno sangat suka menjahili istrinya yg kadang masih bertingkah seperti anak2.
" Jackk " Pangggil seseorang membuat bocah lelaki yg sedang memegang kertas hasil sekolahnya menoleh.
Terlihat sang kakak menghampiri sang adik yg masih mematung didepan pintu.
" Kamu ngap....." Ucap Angel terhenti saat melihat aksi tak terduga didepan mata.
" Astagaaa,kenapa Nenek ngejer kakek gitu ?" Tanya Angel ikut syok.
" Ga tau Kak,tadi kakek ngatain nenek tua terus Nenek ga terima " Balas Jack dengan wajah polosnya.
" Lah,kan udah sama2 Tua,salahnya dimana ?" Tanya Angel bingung.
Jack mengangkat bahu tidak tau.
" Oh iya Kak,tolong tanda tangani ini dong " Kata Jack menyerahkan hasil rapotnya dengan hati2.
" Kenapa aku ? Minta Mama aja " Jawab Angel melihat adiknya.
" Jangan Mama Kak,nanti yg ada malah aku dikejar juga " Balas Jack ngeri.
Angel melihat bocah itu dengan menyelisik,jika Jack berkata demikian bearti ada yg tidak beres.
" Kamu dapat nilai merah ?" tanya Angel tajam
" Tadinya iya,cuma warna penanya aku ganti hijau hehe " jawab Jack sambil menggaruk kepala.
" Apa !" Pekik Angel terbelalak.
Wanita itu merampas rapot adiknya dan melihat isi tersebut.
" Astagfirullahhh Jackkk " Ucap Angel syok akut.
Terlihat tinta yg tadinya merah bergaris rapi kini berubah warna hijau seperti angka diatasnya.
" Hehe,tolong ya Kak " Rengek Jack berharap.
Angel menggeleng tak percaya dengan tingkah adik tersayangnya tersebut.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1