
Malam ini David tak tenang,meski Cila sudah tidur pulas,pikiran pria itu berkelana jauh.
David memandang wajah istrinya dengan nanar,wajah ketakutan Cila tadi membuat dirinya merasa was was meninggalkan sang istri sendirian.
" Aku janji tak akan terjadi apapun sama kamu Cila" Gumam David mengusap punggung Cila.
David menghela nafas lelah,pikirannya sedang kacau balau,masalah tak henti2 nya datang menghampiri mereka membuat David selalu merasa dirinya tak pantas untuk Cila.
" Aku bakal cari siapa dalang ini " Kata David tajam.
Pria itu pun mulai memejamkan matanya seraya mendekap Cila dengan hangat.
Kebesokan paginya,tanpa sepengetahuan David,Cila menelpon Beni menceritakan apa yang terjadi semalam.
Saat David keluar rumah,pria itu mendapati lagi kotak yang sudah berlumur darah disana.
Dengan cepat pria itu menyingkirkan kotak itu agar Cila tak melihatnya.
" Kamu kenapa Mas ?" Tanya Cila selesai mandi.
" Ngak papa Beb,cuma menghirup udara segar " Kata David tersenyum.
Cila ikut tersenyum dan masuk kekamar mengganti bajunya.
Mereka berangkat bekerja seperti biasa,Cila tak sarapan pagi ini karna perutnya mual mengingat bangkai tikus semalam.
" Mas,aku udah laporin ke Ayah tentang kotak semalam " Kata Cila memeluk David di motor.
" Terus apa kata Ayah ?" Tanya David tenang.
" Ayah bilang jangan dibuang dulu dia mau lihat "
" Kamu mau nyimpan bangkai dirumah ?" Tanya David gemas.
" Ya ngak mau Mas,lihatnya aja aku dah jijik " kata Cila mirinding.
David diam fokus berkendara,beberapa menit kemudian mereka sampai,terlihat Laura sedang mengggores tanah dengan kayu di depan ruko itu.
" Wah Om David datang lagi " Pekik Laura heboh.
" Halo Lala " Sapa David turun dari motor.
" Halo Om,ayo buka pintu Om kita bekerja " Kata Laura semangat.
Mereka terkekeh pelan mendengar celotehan Laura yang menggemaskan.
Drt drt...
Hp Cila berbunyi,perempuan itu merogoh tasnya mengambil hp.
" Hallo Kak " Sapa Cila hangat.
" Cila,kapan kalian mau kesini ?" Tanya Reno diseberang.
" Em aku masih ngurus ruko Kak,palingan hari selesa kami kesana " Kata Cila melihat Siti dan David.
" Ya udah Kakak tunggu ya,suami kamu udah bisa kerja sekarang "
" Iya,makasih ya Kak " Kata Cila tersenyum.
Tut.
__ADS_1
Panggilan dimatikan,Cila menghampiri David dengan senyum cerah.
" Siapa yang telepon ?"
" Kak Reno,dia nyuruh kita kesana " Kata Cila semangat.
" Jadi kita beneran pindah ?" Tanya David pelan.
Deg..
Laura dan Siti mendongak melihat sepasang suami istri itu.
" Iya dong Mas " Kata Cila tersenyum.
" Om dan Ante mau kemana ?" Tanya Laura pelan.
David dan Cila menoleh,kaget melihat Laura menitikkan air mata.
" Tante dan Om mau pindah sayang " Kata Cila mensejajarkan tinggi mereka.
" Telus kami bagaimana ?" Tanya Laura sedih.
Siti hanya menunduk mendengar pertanyaan polos anaknya.
David dan Cila saling bertatapan bingung juga.
" Em gimana Mas ?" Tanya Cila takut menyakiti hati gadis itu.
" Kalo Om dan Ante pindah,ibu kerla apa ?" Tanya Laura mulai menangis.
Siti hanya menunduk tak berani melihat Cila.
" Maafin Tante ya sayang,Tante harus pindah kekota untuk menyelesaikan masalah Tante " Kata Cila tak enak.
Cila mengangguk lemah.
" Huhuhuhu jangan pelgi Ante " Kata Laura menangis memeluk Cila.
David merasa kasihan dengan gadis kecil ini,dia begitu malang.
" Maafkan Tante ya,nanti Tante balik lagi kesini " kata Cila ikut menangis.
Laura menggeleng tidak mau.
" Mas,gimana ?" Tanya Cila bingung.
" Maafkan anak saya Non " Kata Siti mengambil Laura dari Cila.
" Ndak mau,Lala ngak mau pisah sama Ante huhuhu,Lala ndak ada teman Ante huhu " Kata Laura menangis kencang.
" Laura hiks hiks " Siti menangis sedih melihat anaknya yang tak mau pisah dengan Cila.
" Gimana kalo ibu ikut kami pindah ?" Tanya David tiba2.
Deg..
Siti mendongak melihat David yang berdiri menjulang.
" Kami ngak ada kenalan disana Den " Kata Siti menunduk.
" Dsini juga kalian sebatang kara kan ?" Tanya David pelan.
__ADS_1
Siti mengangguk meneteskan air matanya.
" Jika ibu mau,ibu boleh ikut kami pindah,tapi untuk tempat tinggal kami juga belum tau mau tinggal dimana,Ruko ini mau Cila jual nanti sewa lagi di kota " Kata David hati2.
" Tapi saya ngak punya kerjaan disana Den "
" Nanti kalo ruko udah dapat,kita bakal buka lagi usaha ini dan ibu kalo mau bisa tinggal disana " Kata Cila menyahuti.
" Beneran Non ?" Tanya Siti girang.
" Iya Bu tapi untuk sekarang kami juga sedang cari rumah kontrakan yang baru " Kata Cila tersenyum malu.
" Ngak papa Non,ibu masih punya simpanan buat ngontrak nanti " Kata Siti semangat.
" Jadi ibu mau ikut ?" Tanya David memastikan.
" Iya Om,kami ikut " Kata Laura menjawab dengan semangat.
David terkekeh pelan dan mengangguk.
" Holeeeee ndak jadi pisah sama Ante dan Om " Pekik Laura meloncat girang.
Siti tersenyum haru melihat Laura kembali tersenyum.
" Ya udah,kalo gitu mari kita kerja " Pekik Cila semangat.
" Hayoooo " Pekik Laura tak kalah semangat.
Mereka pun mulai berpencar mulai mengerjakan pekerjaan masing2.
Pulang bekerja seperti kemarin,David kembali mendapatkan kotak ancaman.
Darah pria itu merasa mendidih melihatnya,dengan kesal David menendang kotak itu keluar.
" Benar2 ngak bisa dibiarin " Gumam David emosi.
Pria itu mengambil hp nya dan memfoto tiap ancaman yang tertulis disana.
Malam harinya David sibuk berbicara dengan Beni diseberang.
Pria itu menjelaskan semua hal yang terjadi 2 hari ini kepada mertuanya itu.
" Aku ngak tau siapa pengirimnya Yah,tapi aku yakin ini pasti kerjaan Om dan tante aku " Kata David kesal.
" Biarkan mereka lakukan apapun,kamu pantau Cila terus karna istri mu yang menjadi target mereka,karna mereka tau Cila kelemahan mu kali ini " Kata Beni tenang diseberang.
" Mereka udah keterlaluan Yah,Cila sampe ngak mau makan karna takut " Kata David lesu.
" Kamu tenang aja,nanti kalo Reno udah ngasih kabar kita langsung serang mereka " Kata Beni santai.
" Ya udah Yah,kalo gitu aku tidur dulu ya " Kata David hormat.
Tut..
Panggilan terputus,David menghela nafas.
" Kalo aku menemui mereka,akan sangat bahaya jika aku meninggalkan Cila sendirian " Gumam David menyugar rambutnya kesal.
Pria itu tak bisa berkutik,karna Cila harus bekerja untuk menghidupi mereka sementara,jika David pergi sendirian akan sangat bersiko Cila di serang di rukonya..
" Semoga Kak Reno cepat mengurus masalah warisan itu,aku udah ngak sabar liat mereka nangis darah " Kata David kesal.
__ADS_1
" Jika aku mendapatkan hak ku,lihat saja kalian tak akan aku biarkan kalian hidup dengan tenang." Gumam David penuh tekad.