
" Maaf Ma aku harus pergi " Ucap Hani melepas tangan Cila saat mereka berada didepan mall.
" Kamu tinggal sama siapa Nak ?" Tanya Cila masih menggenggam tangan gadis itu.
" Aku tinggal em sendiri " Jawab Hani melirik Daniel.
Pria itu masih betah disamping Hani tanpa bicara,mereka sudah selesai belanja meski sedikit ada kesalahpaham disana.
" Kenapa harus disini ? kenapa gak dikota yg sama kayak kita ?" Tanya Laura mengernyit.
Hani tersenyum miris,terlihat wajah Laura begitu polos tak mengetahui alasan kenapa ia berada dikota berbeda.
Sebenarnya Laura sudah tau,hanya saja ia tak mau membuat ibunya curiga.
" Iya Nak,Mama sering kangen sama kamu " Lanjut Cila mengkrucut.
" Nanti aku main kesana Ma,Kak " Jawab Hani tersenyum..
Cila dan Laura memeluk gadis itu,Hani menghela nafas panjang dan membalas pelukan.
Hani juga merasa sangat merindukan keluarganya dulu,tapi gadis itu tau diri bahwa ia tak berhak berada disana.
" Kita pulang dulu Ma " Kata Hani melambaikan tangan.
Cila mengangguk kecil dan melihat Daniel yg menjulang tinggi.
" Permisi Bu " Ucap Daniel sopan.
Cila kembali mengangguk diikuti oleh Laura.
Keduanya pun menaiki motor,kali ini Hani berpegangan dipinggang Daniel membuat manik Cila menyelisik.
Daniel yg dipegang pun ikut kaget lantaran merasa heran dengan tingkah gadis tersebut berbeda terbalik dengan waktu mereka pergi tadi.
Motor melaju,Cila melambaikan tangan dengan wajah sedihnya.
" Gak papa Ma,setidaknya kita bertemu Hani dengan keadaan baik2 saja " Ucap Laura menepuk bahu ibu angkatnya.
" Iya La,tapi Mama masih belum rela " Balas Cila.
" Dia akan baik2 saja Ma dan sekarang dia juga punya pengganti Vero " Kata Laura tersenyum.
" Semoga lelaki itu baik untuk Hani ya La,Mama khwatir dia kenapa2 " Kata Cila menghela nafas.
" Iya Ma " Balas Laura hangat.
Keduanya pun ikut keluar dari mall.
Cila dan Laura datang ke kota itu lantaran ada salah satu kerabat mereka yg menikah.
Bukan cuma mereka berdua,Sintia dan Beni juga berada disana ditempat acara.
Dijalan,Hani merengkuh tubuh Daniel dengan erat.
Ntah apa yg dipikirkan gadis itu sampai membuat Daniel menjadi tempat pelariannya.
" Kakak " Panggil Hani pelan.
" Hm " Jawab Daniel tenang.
" Bisa bawa aku pergi jauh ?" Tanya Hani.
" Hah kemana ?" Tanya Daniel kaget
" Terserahh aku gak mau pulang " Jawab Hani.
Daniel diam memikirkan apa yg diinginkan gadis dibelakangnya.
Hani menambah erat pelukannya membuat Daniel menelan ludah kasar.
" Duhh mau dibawa kemana nih bocah ?" Batin Daniel bingung.
Pria itu terus berkendara hingga mereka tiba disebuah pantai.
__ADS_1
Hani diam menatap suasana gelap dengan bunyi demburan ombak yg menerpa.
Angin sedikit kencang,pria itu melepas jaketnya dan memasangkan ke tubuh Hani.
" Jangan dilepas sampai kita masuk kesana " Ucap Daniel tegas.
" Iya Kak " Jawab Hani setuju.
Mereka pun melangkah cepat.
Hani tak banyak bicara dan protes.
Daniel mendekati receptionist dan memesan satu kamar villa disana..
" Kita mau tidur disini ya Kak ?" Tanya Hani mendongak.
" Iya,apa kau mau ?" Tanya Daniel.
Hani mengangguk.
" Udaranya seger,aku pengen jalan kesana " Jawab Hani menunjuk pantai.
Daniel mengangguk pelan.
Setelah selesai reservasi,keduanya pun pergi melihat kamar.
" Wah ini bagus " Ucap Hani takjub.
Kamar dengan 1 bed besar itu terlihat mewah apalagi dilengkap dengan lemari dan tv yg lumayan besar.
Daniel menaruh barangnya disamping nakas dan duduk sejenak diranjang.
" Kenapa diam disana ?" Tanya lelaki itu mengernyit melihat Hani diam saja.
" Iya Kak " Jawab Hani mengangguk.
Dengan langkah kecil ia pun mendekat dan duduk disebelah Daniel.
Pria itu memperhatikan Hani dari ujung kaki hingga kepala.
" Kenapa kau ingin pergi jauh ?" Tanya Daniel tenang.
" Aku ingin menghilang " Jawab Hani pelan.
" Untuk apa ?" tanya Daniel lagi.
" Biar mereka tidak menemukan aku lagi " Jawab Hani menoleh.
Deg...
Manik keduanya bertemu,lelaki itu menatap bola mata Hani dengan wajah seriusnya.
" Apa yg terjadi dengan mu ? dan apa yg tadi itu sebagian dari masa lalu juga ?" Tanya Daniel.
" Ya,mereka sangat baik dan aku tidak bisa melihat mereka menderita " Jawab Hani menunduk.
Daniel diam,wajah Hani malam ini begitu berbeda ntah mengapa ia merasa ada sesuatu yg mengganggunya saat ini.
" Oh iya ayo keluar " Ajak Hani semangat.
" Hm " Jawab Daniel mengangguk.
Mereka pun bangkit dan berjalan keluar.
Hani merentangkan tangan menikmati angin malam berdesis ditelinganya.
rambut gadis itu pun terbang2 membuat Daniel terpana.
" Dikuncir saja " Ucap Daniel gemas melihat Hani merapikan rambut.
" Iya " Jawab Hani mengangguk.
Mereka berhenti sejenak,Hani pun merapikan rambutnya dengan tangan dan kuncir yg digigit.
__ADS_1
Serrrrr.....
Darah Daniel berasa terdesir melihat pemandangan indah tersebut bagaimana tidak,batang leher Hani yg mulus dengan gerakan tangan membuat gadis itu seperti menggodanya.
Bagaimana pun Daniel juga seorang pria yg punya hasrat buas.
" Huh sudah selesai " Kata Hani menghela nafas lega.
Gadis itu tersenyum manis melihat Daniel yg diam menatapnya dalam..
" Udah ya ?" tanya Daniel tersadar.
Hani mengangguk,keduanya duduk diatas pasir sambil menatap kearah lautan yg menghitam.
" Apa Kakak punya keluarga ?" tanya Hani menoleh.
" Hm " Jawab Daniel mengangguk.
" Tapi mereka tak ada disini,mereka ada dikota lain "
" Jadi Kakak juga perantau ?" Tanya Hani lagi.
" Ya bisa dibilang begitu,aku memulai semuanya sendiri " Jawab Daniel tersenyum.
" Waah Kakak pasti sangat pintar " Ucap Hani takjub.
" Tidak juga,jika kita kerja keras gak bakal menghianati hasil kok " Balas Daniel bijak.
" Iya Kak,aku juga pengennya gitu gak mau nyerah " Balas Hani.
" Hm makanya pas aku lihat kamu malam itu aku rasa kita juga punya nasib yg sama " Kata Daniel terkekeh.
" Aku tidak seberuntung Kakak " Kata Hani menghela nafas.
" Kakak enak punya kerjaan tetap,kebutuhan terisi dan dompet tetap tebal,lah aku...." Kata Hani mengkrucut.
" Jangan nyerah aja,kamu harus tetap ikut pelatihan itu Kakak bakal bantuin " Kata Daniel serius.
" Gak ada biaya Kak " Balas Hani lesu.
" Kakak bakal bantu,jangan nyerah aja " Kata Daniel tenang.
Hani diam,lelaki itu memang memaksanya ikut tes tapi Hani merasa tak mampu.
" Ya udah " Kata Hani mengangguk pasrah.
Daniel tersenyum dan mengusap kepala gadis itu lembut.
Hani merebahkan kepalanya dibahu Daniel,pria itu tak melarang.
Keduanya masih duduk ditepi pantai tanpa suara, hingga Daniel menyadari bahwa gadis disampingnya sudah tak bergerak.
" Lahh malah molor " Ucap Daniel melongo.
Hani tertidur dengan tenang masih menyender dibahu lelaki itu.
" Han " Panggil Daniel pelan.
Greb...
Kepala Hani oleng membuat gadis itu hampir terjatuh jika tak ditahan oleh Daniel.
Pria itu mendekap Hani hangat seraya memperhatikan wajah polos tersebut.
Angin malam semakin kencang membuat jiwa lelakinya membara.
" Han " Panggil Daniel lembut.
" Emmm " Lenguh Hani melingkarkan tangannya dileher lelaki tersebut.
" Astaga " Ucap Daniel terbelalak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.