
Motor Hani dipepet dari samping membuat gadis itu sulit menyeimbangkan diri.
" Ayo Pa " Pekik Sofia heboh.
Vero diam mencoba meminta Hani untuk berhenti.
Hani yg kesal langsung menghentikan motornya.
Gadis itu turun dengan wajah geram.
" Lihat tuh Tantenya marah !" kata Vero kesal dengan Sofia.
Sofia tak membalas,gadis itu segera turun dari mobil dan mendekati Hani.
" Maaf Tante,Tante gak papa ?" Tanya Sofia tersenyum.
" Kenapa dipepet gitu ? bahaya " Jawab Hani tegas.
" Papa yg pepet Te,aku gak bisa pake mobil " Kta Sofia menunjuk Vero yg masih dalam mobil.
" Astaga " Ucap Hani menepuk jidatnya.
Vero keluar dengan wajah tak enak hati.
" Em maaf Han " kata Vero menggaruk kepala.
" Lain kali jangan gitu,bahaya " kata Hani tegas.
Vero mengangguk kecil.
" Oh iya Te,Tante dari mana ? Via udah lama gak ketemu Tante " kata Sofia tersenyum lebar.
" Dari sana " Jawab Hani menunjuk jalan.
Sofia melihat telunjuk Hani dan terkekeh pelan.
" Em sekarang mau kemana ?" tanya Sofia lagi.
" Mau pulang " jawab Hani tenang
Vero diam melihat penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala.
" Apa dia baru pulang bekerja ?" Batin Vero menerka.
Lelaki itu cukup salfok dengan bawaan Hani yg cukup banyak dimotor.
" Hm pulang ya ?" Ulang Sofia lagi.
Hani mengangguk kecil.
" Kamu dari mana ?" tanya Hani tersenyum.
" Aku dari toko buku Tante " jawab Sofia.
" Tapi bukunya gak ada " Lanjut Sofia lesu.
" Buku apa ?" tanya Hani mengernyit.
" Buku cerita,gak ketemu disana " Jawab Sofia.
Hani melirik Vero yg menatap mereka berdua.
" Hm ya udah nanti Tante bantu cari " Kata Hani mengusap kepala Sofia.
" Beneran Te ?" Tanya Sofia girang.
" Iya,tapi sekarang Tante mau pulang dulu " Kata Hani lembut.
" krorkrorkrkrk....
Suara perut terdengar nyaring.
Hani dan Sofia terkejut dan saling melihat.
" Bukan aku Te " Kata Sofia menggeleng.
Hani menoleh kearah Vero begitupun Sofia,naas lelaki itu sedang memegang perutnya.
" Hehe itu suara dari sini " kata Vero menunjuk perutnya sendiri.
__ADS_1
" Papa laper ?" tanya Sofia mengernyit.
" Hm sedikit " Jawab Vero menunjukkan jemarinya.
" Sedikit tapi rame banget " Cibir Sofia.
Hani mengulum senyum,gadis itu ingin tertawa melihat Vero yg menahan malu.
" Ya udah deh,ayo kita cari makan " Kata Sofia memutuskan.
" Ehhh " Kata Syok tangannya malah ditarik.
" Kenapa Te ?" tanya Sofia polos.
" Kenapa tangan Tante yg ditarik,Tante mau pulang " jawab Hani.
" Loh kok pulang,kan mau makan dulu " Kata Sofia heran.
" Tante gak laper sayang,Tante mau pulang aja " Kata Hani menolak.
" Yahhh gak seru " kata Sofia mengkrucut.
" Sofia yg sopan Nak " tegur Vero.
" Gak asih ah,Via mau makan sama Tante juga " kata Sofia merajuk.
" Tante nya gak mau " kata Vero pelan.
" Papa bujuk dong sampe Tante mau " Kata Sofia kesal.
" Hah !" pekik Vero melotot.
" Pokoknya Tante harus ikut kita makan !" Kata Sofia kekeh.
" Ya gak bi....em Han " Kata Vero bimbang.
" Aku udah kenyang " kata Hani tau maksud Vero.
Vero diam sejenak melihat Hani yg juga menatapnya.
" Via kita berdua aja ya,Tante mau pulang " kata Vero membujuk Hani.
" Nanti kapan2 kita makan sama2 " balas Vero.
Sofia tetap merajuk,Hani yg melihat drama bapak dan anak itu menghela nafas panjang.
" Han kali ini aja boleh ?" tanya Vero tak enak hati.
" Tapi aku kenyang " jawab Hani bingung.
" em gimana ya...
" Ya udah aku temani " kata Hani memutuskan.
" Ah beneran ?" tanya Sofia kedengeran.
" Iya sayang " Jawab Hani mengusap lagi kepala gadis itu.
" Asikkkk,,ayo Pa " kata Sofia semangat.
Vero menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.
" Motor aku gimana ?" tanya Hani melihat benda berharganya
" Rumah kamu jauh gak ?" tanya Vero.
" Gak sih,berapa meter lagi " jawab Hani.
" Ya udah,gimana kalo makan dirumah kamu aja,aku beliin " kata Vero memberi ide.
" Wah boleh itu Pa " Sahut Sofia.
Hani diam sejenak,jujur gadis itu merasa terkejut dengan ide tiba2 Vero yg terkesan tak tau malu.
" Ya udah ayo " kata Hani mengalah.
Vero tersenyum kecil,Sofia langsung mendekati Hani dan bergelayutan manja.
" Ayo Te,aku ikut Tante aja naik motor " Kata Sofia tanpa canggung
__ADS_1
" Hah " kata Hani kaget dan melihat Vero.
" Kamu sama Papa aja kita beli makanan " Kata Vero syok.
" Gak ah,mau sama Tante,Papa ssndiri aja beli makanannya " Tolak Sofia.
" Loh kok gitu ?" tanya Vero melongo.
Sofia tak mengubris dan menganjak Hani menaiki motor.
Gadis itu melihat Vero dengan wajah aneh,sungguh keduanya tak bisa berkutik dengan keinginan bocah kecil tersebut.
" Gak papa,dia ikut aku aja deket kok " kata Hani kembali mengalah.
" Maaf Han " Kata Vero merasa bersalah.
Hani mengangguk,Sofia pun sudah duduk dibelakang memeluk pinggang Hani.
Motor melaju meninggalkan lelaki tampan itu sendirian.
" Hadehhh bisa2nya Sofia lakuin ini sama gue " Ucap Vero mengacak rambutnya.
Pria malang itu dicampakkan 2 perempuan sekaligus didepan umum,Vero berjalan gontai memasuki mobilnya yg masih setia menunggu.
Pria tersebut langsung melaju mencari makan untuk sang anak.
Dijalan,Sofia terus memeluk pinggang Hani dengan erat.
Gadis kecil itu terlihat bahagia,Hani yg memboncenginya pun tersenyum kecil dan sesekali mengelus tangan mungil tersebut.
" Kamu senang ?" tanya Hani.
" Apa Te ?" Pekik Sofia tak kedengeran.
" Kamu senang gak ?" tanya Hani lagi.
" Aku gak tidur Te " Teriak Sofia.
" lah siapa yg nanya gitu ?" Gumam Hani terkekeh dengan jawabannya.
" Beneran Te,Via gak ngantuk " Jawab Sofia makin meracau.
" Hahaha " Hani tertawa geli begitupun Sofia ikut tertawa meski tak tau apa yg lucu.
" Ya Tuhan,bisa2nya Vero punya anak sekocak ini " Batin Hani gemas.
Suara angin mengalahkan obrolan mereka,Hani memutuskan untuk diam saja sambil fokus berkendara.
Sesampainya dirumah,Sofia langsung turun dan merapikan rambutnya yg sudah berantakan.
" Kusut ya ?" tanya Hani terkekeh.
" Iya Te " Jawab Sofia tersenyum.
" Ya udah nanti Tante rapiin didalam ya " kata Hani mengusap kepala Sofia.
Gadis kecil itu tersenyum mengangguk.
Sofia berjalan duluan sambil melihat2 rumah,Hani menatapnya dari belakang dengan wajah yg sulit dimengerti.
" Kasihan sekali Sofia,dia masih kecil dan membutuhkan sosok ibunya " Gumam Hani iba.
Hani tau sekarang Yuna dipenjara oleh Vero,tapi wanita itu belum tau bahwa sebenarnya apa yg menjadi penyebab terberat tersebut.
Wanita itu berjalan sambil membawa tas kotor milik Vero.
" Enak ya disini Te " Kata Sofia duduk diteras.
" Iya tapi lebih enakan rumah kamu,gede " Kata Hani menggoda.
" Gak Te,Via lebih suka rumah Nenek rame,dirumah Papa sepi,Via gak ada temen " Kata Sofia sedih.
Hani diam sejenak dan mencoba menenangkan gadis kecil tersebut.
" Gak papa,nanti kan Mama Via pulang " Kata Hani lembut.
Sofia mengangguk kecil.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.