
Hani dan Vero sampai dirumah Cila,terlihat sang Mama sedang menyerumput es dawat didepan teras.
" Assalamualaikum " sapa Hani mendekat.
" Waalaikumsalam " jawab Cila tersenyum.
" Sendirian aja Ma " kata Hani basa basi.
" Iya,kalo berdua udah dikamar " jawab Cila terkekeh.
Hani langsung melotot begitu pun Vero yang kesal mendengar celetukan mesum ibunya.
" Dah sana ganti baju habis itu kesini lagi " Titah Cila.
Hani mengangguk patuh dan masuk kedalam rumah.
Vero mendekat dan duduk didepan ibunya.
" Bagi Ma haus " Kata Kata Vero mengambil gelas sang ibu.
" Gak ah,Mama kurang,kamu beli sana " Kata Cila menyembunyikan gelasnya.
" Pelit banget sih Ma,minta dikit doang " Cibir Vero kesal.
" Biarin " kata Cila mendengus dan membawa gelasnya sedikit menjauh.
" Ya udah,minta duit " Pinta Vero menadahkan tangan.
Cila morogoh saku bajunya dan memberikan uang pecahan seribu dan 500 king.
" Nih beli 2 buat Hani " kata Cila tersenyum.
" Apaan ini Ma,ngak berlaku lagi " kata Vero melotot melihat uang ditangannya.
" Ck siapa bilang gak laku,dah sana 5 ribu sorang kalian berdua " kata Cila santai.
" Emang Mama kira aku anak SD apa jajan pake uang beginian " Gerutu Vero kesal.
" Mama seumuran kamu becari uang itu susah payah,gak usah banyak koment deh " Kata Cila gemas.
" Ya kan sekarang udah beda Mama " kata Vero ingin menangis.
Cila mengangkat bahu tak perduli dan kembali menyesap es nya dengan gaya sensual.
Vero menghentak kaki kesal,meski Vero punya uang sendiri tapi lelaki itu masih sering minta2 ke Cila.
" Wajah kamu kenapa ?" tanya Hani kaget saat keluar kamar berpapasan dengan Vero yang berjalan mayun.
" Aku minta uang sama Mama tapi dikasih ini " Jelas Vero mengkrucut.
Hani melihat uang ditangan Vero dan terkekeh geli.
" Kenapa minta uang sama Mama ?" tanya Hani.
" Pengen beli es juga " Jawab Vero sedih.
" Yaelah,cuma perihal es doang ?" tanya Hani menggeleng pelan.
" Hm " jawab Vero jujur.
" Ckck ayo kita beli es,aku punya uang " Ajak Hani semangat.
" Dapat uang dari mana ?" tanya Vero.
" Nabung,kan tiap hari dikasih Mama jajan " jawab Hani malu.
" Heehe aku ada sih uang tapi di atm " jawab Vero menggaruk kepala malu.
" Gak papa,pake uang aku aja " Kata Hani santai.
" Ntar aku ganti ya " Balas Vero cengengesan.
" Ck iya,gantinya pake mahar " Jawab Hani sambil berjalan.
__ADS_1
" Hah " Pekik Vero syok.
" Rugi bandar dong aku hahahaha " Kata Vero tertawa ngakak.
Hani mengulum senyum dan berjalan kedepan.
" Mau kemana ?" tanya Cila melihat pasangan itu mendekati garasi.
" Beli es " Jawab Vero sombong.
" Emang punya uang ?" tanya Cila bersedekap dada.
" Ada lah,uang pacar ku banyak " Jawab Vero mendengus.
Hani mengeluarkan uang 20 ribu sambil tertawa pelan.
" Cih 20 ribu aja bangga " Cibir Cila.
" Biarin,daripada punya Mama pelit " Cibir Vero balik.
Hani tertawa renyah,pasangan itu pun mengendarai sepeda motor meski tokohnya sangat dekat dengan rumah.
" Modus banget tuh anak,si Hani juga mau banget dimatrein sama Vero " Gerutu Cila heran.
Wanita itu pun kembali duduk membuka kresekannya mengambil beberapa biskuit dan kembali makan menikmati hidup.
Ditempat lain,sepasang suami istri sedang berada dirumah sakit.
Laura di bawa Justin kesana karna perempuan itu mengaduh sakit perut.
Justin yang saat itu sedang bekerja memutuskan untuk pulang karna dirinya sangat khawatir.
" Anak saya gimana dok ?" Tanya Justin khawatir.
Keringat pria itu bercucuran,terlihat wajah paniknya tak bisa disembunyikan.
" Apa istri anda ada jatuh ?" tanya Dokter kandungan itu tenang.
Laura menutup wajahnya saat manik sang suami menatapnya tajam.
" Kamu ada jatuh ?" tanya Justin menyelisik.
" Hah gak " Jawab Laura gugup.
" Beneran ?" tanya Justin tak percaya.
" Iya,cuma hampir aja " Jawab Laura takut.
" Hampir !" Pekik Justin syok.
" Aku gak sengaja kepleset dikamar mandi tapi gak sampe jatuh " jawab Laura ketakutan.
" Mungkin itu bisa menjadi penyebab Pak " Ucap Dokter menerka.
" Apa berbahaya ?" tanya Justin.
" Kandungannya lemah mungkin karna terkejut atau ada benturan,saya sarankan untuk berhati2 " Kata Dokter serius.
Justin menghela nafas paham,setelah mendapat banyak petuah dari Dokter keduanya langsung pulang.
Selama diperjalanan,Justin hanya diam lelaki itu juga terlihat cuek tak seperti biasanya.
" Sayang " Panggil Laura membuka suara.
Justin diam,pria itu memutar stir untuk berbelok.
" Kamu marah ya ?" tanya Laura memegang tangan Justin tapi naas lelaki itu mengangkat tangannya ke atas tanda tak ingin disentuh.
" Maaf,aku sebenarnya mau cerita sama kamu tapi aku lupa " Jelas Laura sedih.
Justin masih diam.
" Kak,maafin dong janji gak bakal ngulang lagi " Kata Laura memelas.
__ADS_1
Justin memberhentikan mobilnya kesamping dan menatap Laura nanar.
" Harusnya kamu jaga diri,kalau terjadi apa2 itu kasih tau bukannya diumpetin gini " Kata Justin berusaha tenang.
" Iya aku tau aku salah " Kata Laura menunduk.
Justin mengusap wajahnya kasar,dari tadi dada lelaki itu naik turun ingin sekali membentak sang istri tapi Justin menahan semuanya mati2an karna ia tak ingin Laura dan anaknya terluka.
" Selain itu apalagi yang kamu sembunyiin dari aku ?" tanya Justin menarik nafas.
Laura menggeleng pelan.
" Jujur " Kata Justin tegas.
" Gak ada Kak " Jawab Laura takut.
" Baiklah,lupakan " Kata Justin kembali memakai mobilnya menuju rumah.
Sesampainya disana Mood Justin belum juga kembali,lelaki itu langsung masuk keruangan kerja tanpa bicara sepatah katapun.
" Huh dia masih marah " Gumam Laura sedih.
Laura masuk kedalam menyusul suaminya,terlihat Justin duduk di kursi kebesaran dengan menutup matanya.
Lelaki itu terlihat banyak pikiran yang menumpuk dikepala.
Laura mendekat dan duduk dipangkuan Justin.
" Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Justin kaget.
" Pengen manja " jawab Laura malu.
Justin membenarkan duduknya dan diam melihat sang istri yang mengusel wajahnya didada lelaki itu.
" Kamu lagi banyak pikiran ya ?" tanya Laura meraba dada Justin.
" Hm " jawab Justin pelan.
" mikirin apa ?" Tanya Laura penasaran.
" Hari ini tepat Mama meninggal " Jawab Justin lesu.
" Apa !" Pekik Laura kaget.
" Kau membuat ku sangat takut Laura " Ucap Justin berkaca kaca.
" Takut kenapa ?" tanya Laura lembut.
Justin meraba wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Hari ini bagaikan mimpi buruk untuk ku,mendengar kamu kesakitan tadi otak ku sudah menerawang jauh,aku takut kehilangan kalian berdua,kalian belahan hati ku Laura,aku tidak sanggup membayangkan hidup tanpa kamu dan calon anak kita " Ucap Justin berkaca kaca.
" Kak " Panggil Laura lembut.
" Aku baik2 saja anak kita pun baik,masalah maut tak ada yang tau " kata Laura mengusap ujung manik suaminya yang sudah berair.
" Aku belum siap " Kata Justin sedih.
Laura memeluk lelaki itu penuh kelembutan.
" Aku akan tetap berada disisi Kakak sampai maut memisahkan kita " ucap Laura sungguh2.
Wanita itu melihat wajah Justin dan tersenyum hangat.
Justin mendekatkan wajah perempuan itu lalu mengecup wajah Laura berulang2.
Laura pun membalas kecupan hingga keduanya berakhir dengan adegan panas disiang bolong.
Justin bermain dengan sangat hati2 karna ngeri anaknya kagetan.
❤❤❤❤
Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya😭😭😭
__ADS_1