Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Nasi Bungkus


__ADS_3

Seorang pria terlihat mondar mandir didepan gedung 2 tingkat tempat pacarnya bekerja.


Siang ini Justin menemui Laura,pria itu membawa 2 bungkus nasi untuk Makan siang bersama.


" Waah siapa pria itu ?" Tanya seorang gadis bergoncengan dengan kawannya mendekati parkiran gedung.


" Loh itu kan cowok ganteng yang pake mobil tempo lalu " Ucap gadis lain yang sempat menawari Justin.


" Yang mana ?" tanya gadis berkuncir 1 bingung.


" Costumer waktu kita nyebar brosur,kenapa dia ada disini ?" Tanya gadis bersama Sandra itu kepo.


" Jangan2 dia mau nemuin kamu lagi " Ucap temannya menggoda.


" ah masa sih " kata Sandra pede.


Justin masih menunggu diatas motornya sambil memainkan hape.


" Kenapa Laura belum keluar juga,ini sudah jam 12 " Gumam Justin heran.


Kedua gadis itu sudah sangat kepo,mereka pun mendekati Justin.


" Hay tampan,lagi nunggu siapa ?" Tanya gadis berambut ikal itu memasang wajah cantik.


" Hm kalian kerja dikantor ini ?" Tanya Justin menunjuk bangunan didepan.


" Iya,ada apa ?" tanyanya kepo.


" Apakah sudah waktunya kalian istirahat ?" Tanya Justin tenang.


3 gadis itu melihat Jam ditangan mereka.


" Hm " Jawab mereka mengangguk.


" Kenapa orang2 tidak keluar ?" Tanya Justin.


" Mungkin masih sibuk " Jawab gadis itu tersenyum.


Justin ber Oh ria dan memeriksa hapenya yang berbunyi.


" Aku didepan sayang keluar dulu ya " Kata Justin menerima panggilan.


Deg...


Seketika 2 gadis itu melotot kaget mendengar ucapan pria itu.


Tak lama seorang gadis keluar sambil celingak celinguk.


" Laura !" Gumam 2 gadis itu terbelalak.


" Sini sayang " Panggil Justin melambaikan tangan.


Laura melihat dan tersenyum berlari mendekati Justin.


" Jadi dia pacar mu ?" Tanya gadis berambut ikal menunjuk Laura dengan wajah malasnya.


" Iya,dia calon istri ku " Jawab Justin merangkul pundak Laura.


" apa !" pekik keduanya syok.


" Tap..


" Oh okay " kata gadis ikal menarik temannya menjauh dari sana.


Justin mengangkat bahu acuh dan mengusel kepala Laura.


" Kenapa Kakak ada disini ?" Tanya Laura sedikit menjauh.


" Ayo makan siang bersama " ajak Justin menunjukkan 2 bungkus nasi.


" Hehe,maaf ya untuk sementara ngak bisa ngajak kamu ke restoran " kata Justin menggaruk kepalanya malu.

__ADS_1


" Hehe iya ngak papa,tapi aku masih ada kerjaan " Kata Laura mengkrucut.


" Mau ngapain ?" Tanya Justin.


" Foto kopi " Jawab Laura sedih.


" Didalam ?" tanya Justin.


" Ngak diluar,didalam ngak dikasih sama managernya " Jawab Laura mengkrucut.


" Hm ya udah,ayok aku anterin " Kata Justin menepuk motor barunya.


" Beneran ?" tanya Laura syok.


" Iya,biar bisa romantisan dijalan" Jawab Justin terkekeh.


Laura tersenyum dan kembali masuk mengambil berkas foto copyan.


" Eh La " Panggil teman gadis itu menegur.


Laura yang sedang sibuk dengan map pun menoleh.


" Iya Kak " Jawab Laura sopan.


" lo mau keluar kan ?" Tanya wanita yang sedang main ponsel santai.


" Iya,ada apa ?" tanya Laura.


" Sekalian beli makan buat gue ya,nih duitnya " Titah wanita itu memberi uang 20 ribu.


Laura diam bimbang harus menolong atau tidak.


" Mm kayaknya aku bakal lama deh Kak " Kata Laura tak enak.


" Kan masih jam kerja jangan seenaknya keluar lama2 " Ucap wanita itu tajam.


Laura diam menunduk.


" Ehhh Lauraa " Teriak senior gadis itu kencang.


Laura tak perduli.


" Ayo Kak " Pekik Laura semangat.


Justin mengernyit melihat Laura seperti dikejar seseorang.


Pria itu langsung menghidupkan motornya dan mendekati Laura.


" Lets go " pekik Laura memeluk pinggang lelaki itu.


Justin langsung tancap gas menjauh dari kantor.


" Kita fotocopy dulu ya Kak,baru makan siang " Kata Laura tersenyum.


" Iya " jawab Justin menepuk pelan tangan gadis itu.


Mereka pun mencari fotokopian terdekat.


Justin belum mencari pekerjaan karna pria itu masih sibuk dengan urusan orang tuanya.


Setelah selesai memfoto kopi,mereka berhenti disebuah pohon rindang dengan bangku di tengahnya.


Laura dan Justin duduk disana dengan pemandangan rerumputan yang mulai meninggi.


" Disini ?" tanya Laura melihat kiri kanan.


" Iya biar menyatu dengan alam " Kata Justin terkekeh.


Laura mengangguk dan duduk tenang disana.


Justin mengeluarkan plastik dan memberi Laura nasi bungkus.

__ADS_1


" Maaf ya sayang " kata Justin tak enak.


" Ngak papa,ini aja udah cukup " Kata Laura lembut.


Justin membantu Laura mencuci tangan hingga membuka bungkusan.


Setiap perhatian kecil pria itu diresapi Laura kedalam hatinya,Laura sangat bahagia meski kini Justin tak sekaya dulu.


" Ayo makan " Ajak Justin sudah siap.


Laura mengangguk,2 anak manusia itu pun makan dengan tenang penuh dengan canda ria dari keduanya.


Tanpa mereka sadari seorang wanita melihat aktifitas pasangan itu dari dalam mobilnya.


" Pria bodoh " Cibir perempuan itu tersenyum miring melihat kecerian Justin dan Laura.


" Kau rela menukar harta mu dengan perempuan kampung seperti itu ck,sungguh rendah sekali seleranya " Kata Wanita itu melihat Laura dari ujung kaki hingga kepala.


" Jalan Pak " Kata wanita itu memasang kaca matanya malas melihat Justin dan Laura.


" Siap Non " Jawab supir patuh.


Mobil mahal itu pun berlalu dari sana,tadi Bela tak sengaja melihat Justin berada disebuah kantor temannya,sebelumnya mereka pernah bertemu sekali saat di club,Justin pun pernah merasakan hangatnya tubuh perempuan itu saat dirinya masih nakal.


Tapi Justin mungkin sudah lupa karna pria itu memang terkenal sering bergonta ganti pasangan.


Ditempat lain,orang tua Justin terlihat sudah pasrah saat hartanya benar2 akan meninggalkan mereka..


Mama Justin sudah 2 kali jatuh pingsan karna tak terima semua aset mereka berpindah tangan.


" Saya sudah menawarkan bantuan yang sangat menguntungkan,tapi kalian membuangnya dengan sia2 " Ucap Mama Bela tersenyum miring melihat Orang tua Justin menunduk.


" Sekarang kalian jatuh miskin " Kata wanita itu sombong.


Daddy Justin hanya diam tak menyahut sedangkan sang istri hanya bisa menangis setelah menanda tangani semua berkas penting.


" Kalian masih punya waktu untuk membujuk Justin menikahi Bela " Ujar wanita itu memakai kaca mata hitamnya.


Deg...


Mama dan Daddy Justin kaget langsung melihat wanita kaya raya itu.


" Benarkah ?" tanya Mama Justin sedikit bernafas.


" Ma " Tegur Daddy Justin.


" Hm,Bela tidak mau menggugurkan kandungannya jadi jika Justin menikah dengan Bela semuanya bisa kembali seperti semula " Ucap Mama Bela angkuh.


" Saya akan usahakan,Justin pasti mau bersanding dengan Bela " Ucap Mama Justin yakin.


Daddy Justin diam karna tau Justin tidak akan mau menerima tawaran itu.


" Hm,kalian punya waktu 3 bulan dan selama itu kalian nikmati saja hidup yang sekarang " Ucap Mama Bela.


Mama Justin mengangguk setuju.


Wanita angkuh itu pun berjalan keluar dengan asisten pribadinya.


" Pa kita masih punya kesempatan " kata Mama Justin memegang lengan suaminya.


" Ma,Justin tidak akan mau " Kata Papa Justin lemah.


" Pokoknya Justin harus mau Pa,Mama ngak mau jadi miskin gini " kata Mama Justin kekeh.


" Papa tidak ikut campur " Ujar lelaki itu tegas dan langsung keluar dari ruangan.


" Justin harus menikah dengan Bela,harus " Gumam Wanita itu tajam.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2