Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tamu


__ADS_3

Rumah Cila kedatangan tamu siang ini,genk rusuh tiba2 menerobos rumahnya saat mereka sedang makan siang bersama.


" Waaaaahhhh " Pekik Ana berbinar melihat banyak makanan diruang tamu.


Gadis itu langsung tersenyum cerah melihat David dan Cila.


Cila tersenyum dan melambaikan tangannya kepada gadis itu.


" Selamat datang Suhu " Kata Cila hormat.


Ana tertawa dan mengangguk.


David mengernyit aneh melihat mereka berdua.


" Aku mau makan Kak " Kata Ana semangat.


" Siap Suhu,silahkan duduk,saya ambilkan " Kata Cila hormat.


Mereka semua menatap aneh 2 gadis itu.


Ana duduk tenang dengan senyum mengembang,Cila tak berani memarahi nya karna mereka sudah melakukan perjanjian sebelumnya.


" Kamu apa kabar,makin cantik aja " Goda David menyuapkan ikan bakar kepada gadis itu.


Ana tersenyum malu dan mengunyah pelan ikan yang disuapi David.


" Aku baik Bang hehe " Kata Ana tersipu.


Reno menatap malas anak bungsunya itu,Ana tak pernah lelah menyukai David.


" Ayo makan dulu " Ajak Beni kepada Reno dan Nisa.


" Iya Bang,aku dah lama banget ngak makan pete" Kat Reno tersenyum malu.


" Ayo silahkan " Kata Sintia tersenyum.


Nisa menyenggol pinggang pria itu,Reno cengengesan kepada istrinya.


Padahal sebelumnya mereka sudah makan dari rumah..


" Ini Suhu,silahkan dinikmati " Kata Cila memberi nasi beserta lauk kepada Ana.


Cila hari ini masak banyak dibantu Sintia,meski uang pas2an tapi Cila tak takut jika tak makan besok pagi,yang penting hari ini dia dan suami bisa menjamu keluarganya dengan baik.


" Aku mau ikan bakar tapi Bang David yang harus ngambilin nya buat aku " Pinta Ana tersenyum.


Cila mulai gemas,gadis itu benar2 mencuri kesempatan untuk dekat dengan suaminya.


" Ya udah,kamu mau yang mana ?" Tanya David melepas piringnya kelantai.


" Terserah,yang ngak ada tulangnya " Kata Ana cengengesan.


David mengangguk dan mengambil isi ikan untuk anak itu.


" Kak aku mau juga " Kata Andrew kepada Cila.


Gadis itu tersenyum dan mengambil nasi dan lauk untuk anak pertama Nisa.


" Kak aku mau ikan sambal " Kata Aktam semangat.


" Jangan banyak2 kamu ngak kuat makan pedes " Tegur Nisa.

__ADS_1


" Hehe dikit kok Bunda " Kata Aktam cengengesan.


" Mas,oh astaga " Pekik Nisa kaget melihat Reno menyendokkan banyak sambal ke piring.


" Hehe kuat kok Yank,aku dah bawa obat " Kata Reno ikut cengengesan .


Nisa menghela nafas tak bisa melarang Bapak dan Anak itu.


" Udah Nis,ngak papa kan jarang2 " kata Sintia tertawa.


" Nanti aku yang mereka gaduhi Mba " Kata Nisa mengkrucut.


" Hehe ngak kok Yank,kamu tenang aja " Kata Reno dengan mulut penuh nasi.


" Awas aja kamu minta gosokin aku nanti " Ancam Nisa.


Reno mengangguk cepat dan kembali mencolekkan pete ke sambal lalu memakannya.


" Uh pedes pedes " Kata Aktam dengan wajah memerah.


" Ini minum " Kata Beni memberi anak itu air hangat,agar pedasnya hilang.


" Aaaaaaaaaakhhhh " Pekik Aktam kaget.


Ana langsung menyembur karna tertawa melihat kembarannnya itu.


" Uhuk uhukk " Ana terbatuk2,dengan sabar David mengusap punggung anak itu.


" Makanya kalo makan ngak usah ketawa " Tegur David lembut.


Ana menunduk malu dan mengangguk patuh.


Terlihat Aktam kembali makan dengan semangat meski keringat bercucuran di keningnya,beda hal dengan Andrew yang terlihat santai,mencari aman tak memakan sambal yang pasti akan membuatnya mengulang wc.


" Makasih Bunda " Kata Andrew tersenyum.


Nisa ikut tersenyum dan menyendokkan lagi makanannya.


Ana cuek saja menjaga image didepan David, dengan sabar pria itu melayani Ana dengan mencabut duri ikan.


Beberapa menit kemudian mereka semua langsung tepar,Reno menyandar didinding mengusap perutnya yang sedikit membuncit karna kekenyangan bersama Aktam yang hampir pingsan tak sadar makan sambal sampe piring bersih.


" Bunda " Rengek Aktam memanggil Nisa yang lewat.


Nisa pura2 tak dengar dan berjalan keluar.


Ana cekikikan berasa Andrew yang duduk menghadap kipas angin.


" Kamu sih makannya kebanyakan jadi gini kan jadi nya " Gerutu Reno menyentil kening Aktam yang berbaring dipahanya.


" Papa juga makan banyak tadi " Kata Aktam tak terima.


" Tapi lambung Papa kan kuat ngak kayak kamu makan pedes dikit langsung Ko "


Aktam semakin kesal,Nisa kembali lewat tanpa melihat mereka.


" Tolongi anak tampan mu ini Bundaa " Rengek Aktam dramatis.


" Emang enak dicuekin Bunda " Olok Ana tersenyum menjengkelkan.


" Awas aja kamu ya " Kata Aktam melotot tajam kepada adiknya itu.

__ADS_1


" Ueeekkk " Olok Ana menjulurkan lidahnya.


David tersenyum melihat ketiga anak itu,dan berjalan menghampiri Aktam yang memelas kepada Reno,tapi tetap dicueki pria itu.


" Ayo sama Abang,biar Abang obati " Kata David berjongkok didepan anak itu.


" Asiiik,mau Bang " Kata Aktam langsung duduk semangat.


" Aduh aduh sakit perutt " Kata Ana tiba2 berguling2 dilantai.


2 abangnya melihat kesal acting bocah itu,Reno menggeleng pelan tau akal bulus anaknya.


" Kamu sakit juga ?" Tanya David polos.


" Iya Bang,aduh nyeri "Kata Ana memelas.


Beni dan Sintia terkekeh pelan melihat Ana yang banyak akalnya agar bisa dekat dengan David.


" Untung Cila didapur,kalo ngak bisa ngamuk dia lihat acting Ana ngerayu David " Kata Sintia pelan.


" Iya,biarin aja Ana mau manja2 sama David toh mereka juga jarang ketemu " Kata Beni tersenyum geli.


Sintia mengangguk mereka kembali melihat drama yang dibuat anak2 Nisa itu.


" Udah Bang,jangan dengerin dia,yang sakit perut itu aku bukan Ana " Kata Aktam kesal.


" Aku juga sakit tau " Kata Ana tak mau kalah.


"Ya udah,ke wc aja " Kata Aktam kesal.


" Ngak mau keluar,cuma mau dielus doang " Kata Ana pelan.


David kaget,Reno semakin malas menggaruk kepalanya gatal.


" Ya udah,ayo sini dua2 nya ikut Abang kekamar " Kata David putus.


" Aku juga mau Bang,Aku ngantuk " Kata Andrew cengengesan.


" Iya,ayo " Seru David tersenyum.


Ke3 anak itu langsung bangkit dan berlari masuk kekamar Cila.


Dengan sabar David mengusap perut Aktam dengan minyak angin,bahkan sudah 3 kali bocah itu kentut,hingga membuat Ana dan Andrew emosi tingkat dewa.


" Hehe maaf ya,angin " Kata Aktam cengengesan.


" Kalo kentut itu bilang2 dong jangan pake lepas aja,mabok nih aku " Gerutu Ana kesal,menutup mulutnya dengan baju.


Terlihat Andrew ingin sekali muntah tak sengaja menghirup gas beracun itu.


David menggeleng pelan seraya memijit lembut perut anak itu hingga tertidur.


" Huh,akhirnya 3 kurcaci ini tidur juga " Gumam David menghela nafas.


Pria itu menurunkan lagi baju2 anak itu yang sempat dia singkap untuk memijit mereka.


Ana tertidur tengkurap dengan tangan dan kaki berada di tubuh Andrew.


Terlibat jelas keringat anak2 itu bercucuran,karna panas meski kipas angin sudah berada di no 3.


" Nanti kalo Abang punya rejeki Abang bakal beli Ac agar kalian kalo tidur dirumah Abang,ngak kepanasan lagi " Gumam David pelan membenarkan posisi Ana tidur.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guysss jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2