Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak Sengaja


__ADS_3

Disebuah gubuk seorang wanita parubaya menangis sejadi jadinya.


Cila berhenti disebuah pos ronda yg cukup jauh dari rumah,wanita parubaya itu terlihat melampiaskan isi hatinya disana.


Tak ada siapapun,jalanan pun terlihat sepi tak berpenghuni.


" Kenapa kamu lakukan ini sama Mama Vero huhuhu " Ucap Cila disela tangisnya.


Baru kali ini Cila kabur tak tentu arah bahkan wanita itu tak membawa uang sepeser pun dikantongnya.


Motor Cila juga mogok dijalan karna kehabisan bensin,sungguh malang nasib ibu parubaya tersebut.


Tangis Cila terus berderai mengingat nasibnya yg kurang beruntung.


Hati ibu mana yg tidak terluka dengan kenyataan bahwa anaknya harus mendekam dipenjara dan menikah dengan orang yg menyebabkan hal tersebut.


Cila merasa tak rela,rasa bencinya kepada Hani pun menggelugah padahal dulu gadis itu sudah ia anggap anak sendiri.


" Aku gak akan pulang,aku gak akan bakal balik kerumah itu lagi,mereka semua mengkhianati aku !" Kata Cila serius.


Hening....


Wanita itu kembali duduk dipos ronda yg tak berlampu.


5,10,20 menit berlalu Cila masih termenung.


Pikirannya begitu kalut,ia tak tau harus meluruskan yg mana dulu karna hatinya sedang terluka.


1 jam berlalu,Cila masih diam rasa lapar mulai menggeroti perutnya yg memang belum terisi apa2 dari sore tadi.


" Coba tadi sebelum kabur aku ambil dompet dulu " Gumam Cila pelan.


Rasa menyesalnya mulai menggrogoti kepala wanita tersebut.


Cila merasa lapar tapi ia tak punya uang untuk membeli makanan.


" Ah masa bodoh lah,aku tidur aja biar gak lapar " Ucap Cila menyemangati dirinya.


Wanita itu mulai berbaring,karna pondok tersebut terbuat dari papan,Cila merasa punggungnya terasa sakit saat dibaringkan tanpa alas.


" Uhhh gak papa lah,besok cari lokasi baru " Ucap Cila pelan.


Cila terus berbaring dan memaksa memejamkan matanya.


Jam terus berlalu,rasa dingin mulai menyapu tubuh yg hanya terbungkus daster tersebut.


Saat akan terpejam,tiba2 suara ramai terdengar.


Cila langsung bangun dan mengernyit melihat beberapa orang berjalan dikegelapan.


" Itu siapa ?" Gumam Cila pelan.


Suara kaki terdengar makin dekat hingga Cila kaget melihat seorang ibu2 dan 2 orang anaknya berdiri diambang pondok.


" Ehhh " Pekik Ibu itu ikut kaget.


Cila mundur perlahan mengambil aba2.


" Kamu siapa ?" tanya wanita itu menurunkan sesuatu.


" Kamu siapa ?" tanya Cila balik.


Cila memperhatikan wanita tersebut dari ujung kaki hingga kepala.

__ADS_1


Kedua bocah itu juga melihat Cila dengan wajah aneh hingga salah satu anak menghidupkan senter kecil menghadap wajahnya.


" Aaaaaa " Pekik Cila melonjak kaget.


" Eh jangan " Ucap sang ibu asing kepada bocah tersebut.


" Udah idup Mak,tadi engga " Jwab bocah laki2 itu terlihat girang.


Cila diam melihat kedua bocah beda gendre tersebut.


" Kalian yg punya pondok ini ?" Tanya Cila mencoba tenang.


" kami hanya menginap disini saat malam " Jawab wanita tersebut sopan.


" Menginap ?" Ulang Cila melotot.


" Ya,biasanya ada bapak2 yg jaga disini,tapi malam ini lagi gak jaga " jawab ibu tersebut jujur.


Cila diam,ia juga cukup bingung tadi pas datang karna biasanya pos ronda selalu ada yg menjaga.


" Mak ayo " Ajak bocah lelaki memanggil ibunya.


" Iya naik aja " jawab wanita itu pelan.


Cila memberi jalan bocah itu untuk naik dengan menggeser tubuhnya ke ujung.


Keluarga kecil itu pun berkumpul disana,Cila diam saja terus memperhatikan.


" Kenapa kamu bisa ada disini ?" tanya wanita asing itu penasaran.


" Motor ku mogok " Jawab Cila.


" oh itu motor mu ?" Tanya wanita itu lagi.


" Saya kira tadi motor orang ronda,sempet ragu mau kesini tapi anak2 udah pada ngantuk hehe " Kata ibu itu malu.


Cila diam memperhatikan.


Mereka terlihat seumuran tapi wanita didepannya saat ini terlihat sedikit tua mungkin kurang perawatan pikir Cila.


Kedua bocah itu mulai mencari tempat dan duduk dipojokan.


" Mba udah makan ?" tanya wanita itu melihat Cila lagi.


" Hah belum eh maksudnya sudah " Jawab Cila keceplosan.


" Belum atau sudah ?" tanya wanita itu lagi.


Cila mengangguk pelan seraya menelan ludah kasar.


" Uhh aku sebenarnya sangat lapar tapi melihat makanan mereka yg tak seberapa jadi gak tega " Batin Cila.


" Ini Bi,aku gak habis makan sendirian " Ucap Bocah lelaki itu memberi bungkus nasi kepada Cila.


" Gak usah Nak,kamu makan aja " Kata Cila menolak.


" Aku tau Bibi lapar,apa Bibi gak ada keluarga ?" tanya Bocah itu polos.


Deg...


Cila tersentak mendengar ucapan bocah tengil tersebut.


" Jangan bertanya gitu,gak sopan " Tegur sang ibu kepada anaknya.

__ADS_1


" Maaf Bi " Kata bocah itu merasa bersalah.


" Gak papa " Jawab Cila tersenyum canggung


" Ayo makan sama kita Mba,emang gak seberapa karna hari ini lagi gak banyak dapat uang hehe " Kata Ibu itu tersenyum malu.


" Ya Tuhan,mereka bahkan mau berbagi saat keadaan gak memungkinkan " Batin Cila sedih.


" Ayo Bi,ini cuci tangan dulu " Kata bocah lelaki itu memberi Cila air diplastik.


Cila mengangguk menahan rasa hatinya yg terenyuh.


Gadis satunya diam memperhatikan Cila dengan wajah polos,terlihat gadis itu sedikit takut apalagi dengan wajah Cila yg bisa terbilang sangar.


2 nasi bungkus itu pun dibagi 4,Cila bersama bocah lelaki sedangkan wanita asing bernama Inah tersebut berbagi dengan putrinya.


" Ayo Bi jangan ragu,ini ayamnya " Kata bocah lelaki itu melihat Cila hanya mengambil nasi beberapa butir.


" Iya kamu makan yg banyak " kata Cila tersenyum manis.


Bocah itu mengangguk pelan,mereka semua makan dengan lahap.


Cila tiba2 teringat akan cucunya yg begitu beruntung berada dikeluarga yg serba cukup bedahal dengan 2 bocah malang didepannya saat ini yg harus berjuang demi sesuap nasi.


Setelah selesai,Cila dan Inah duduk santai dengan perut kenyang.


Cila sangat bersyukur Tuhan masih sayang kepadanya dengan cara dipertemukan dengan orang baik.


" Apa mereka anak2 mu ?" tanya Cila pelan.


" Hm bisa dibilang begitu " Jawab Inah sambil menepuk bokong gadis kecilnya yg masih dibawah umur Sofia.


" Maksudnya ?" tanya Cila mengernyit.


" Aku menemukan kedua anak ini dipinggir jalan " Jawab wanita tersebut.


" Apa !" Pekik Cila terbelakak.


" Aku tidak tau mereka dibuang apa bagaimana,saat itu gadis ini masih sangat kecil dan Kakaknya sangat kebingungan " kata Inah menatap langit.


Cila sangat syok dengan apa yg ia dengar.


" Jadi ini Kakaknya ?" tanya Cila menunjuk bocah yg sudah meringkuk dengan bantalan bajunya sendiri.


" Iya,mereka bersaudara,saat itu aku sedang memulung dipinggir kota dan Tuhan mempertemukan aku dengan mereka,karna kasihan aku membawa mereka ke tempat ku hingga pondok kami digusur pemerintah " Kata Inah terkekeh.


" Apa kau mencari orang tuanya ?" Tanya Cila penasaran.


" Aku sempat meminta bantuan kepada pihak kepolisian,tapi hingga detik ini tak ada satupun yg mencari mereka " Jawab Inah.


" Ya Tuhan " Ucap Cila tak percaya.


" Mereka selalu ceria dan aku bahagai bisa hidup dengan mereka " kata Inah tersenyum.


" Mereka beruntung menemukan mu " Balas Cila takjub.


Inah mengangguk dengan senyum ramahnya.


" Aku jadi ingat Hani,dulu gadis itu juga dibuang Bapaknya " Batin Cila tiba2 teringat akan masa lalu gadis yg telah dinikahi sang putra.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2