Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Drama


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit,Vero membawa Sofia kerumah ibunya.


Sesampai disana ternyata Cila tak ada dirumah.


" Nenek kemana Pa ?" tanya Sofia melihat2.


" Mungkin kepasar " Jawab Vero.


" Jadi kita nunggu ya ?" Tanya Sofia lagi.


Vero diam sejenak,lelaki itu turun dari teras mendekati kandang ayam Cila.


" Papa mau kemana ?" tanya Sofia mengernyit.


" Tunggu sebentar " Jawab Vero.


Lelaki itu masuk kandang ayam dan menghilang disana.


Sofia menunggu diteras sambil melihat2.


Halaman rumah Cila begitu luas,gadis itu senang berada disana karna biasanya siang akan banyak anak2 bermain didepan rumah.


Tak lama Vero kembali,lelaki itu tidak dengan tangan kosong lantaran sudah membawa beberapa butir telur ayam dan bebek.


" Papa nyuri !" Pekik Sofia melotot.


" Bukan nyuri,ngambil " Jawab Vero santai.


" Sama aja Pa,kan Nenek gak tau " Kata Sofia melihat kiri kanan.


Vero terkekeh geli,lelaki itu mengambil plastik bekas dan memasukkan telur2 kedalamnya.


" Papa kan anak Nenek,jadi punya Nenek punya Papa juga " kata Vero tenang


" Ya kan tapi kita rumahnya gak disini " Balas Sofia.


" Udah kamu diem aja,ini juga buat kamu "Ucap Vero.


Sofia memilih diam dan duduk lagi.


Tak lama suara motor terdengar,Keduanya berbalik badan dan melihat Cila datang dengan motor penuh


" Waaah ada Kakak kembar !" Pekik Sofia heboh.


Motor terus melaju mendekati rumah.


" Sofiaaa " Pekik seorang gadis melambaikan tangan.


Motor berhenti,Cila yg membonceng terlihat kewalahan sendiri.


" Cepetan turun " Kata Cila kepada 2 ponaannya.


" Iya sabar " Jawab si tua mendengus.


Rania yg duduk paling ujung turun duluan baru disusul adiknya Tania yg berada ditengah.


" Astagaaa,gak kena tilang Ma goncengan penuh muatan gitu ?" Tanya Vero tak percaya.


" Kena tilang pun Papa mereka yg dipenjara " Jawab Cila asal.


" Eehhh " Pekik Tania dan Rania bersamaan.


Vero terkekeh geli begitupun Sofia yg berubah cerah.


" Rania bawaain belanjaan Bibi " Tegur Cila.


" Iyaa " Jawab Rania mendekat.


Gadis manis itu membantu menurunkan kresek2 didepan Cila.


Ternyata Cila memang habis dari pasar terbukti banyaknya bahan makanan disana.


" Kalian berdua ngapain disini ?" Tanya Cila melihat Vero.


" Emang gak boleh ?" tanya Vero ketus.


" Ya tumben aja " Jawab Cila santai sambil mencari kunci rumahnya.


" Sofia sakit,jadi tolong sembuhin " Balas Vero.

__ADS_1


" Lah,sakit itu ke Dokter bukan kesini " kata Tania heran


" Kata Dokter Sofia kurang teman,jadi kalian harus jadi temannya " Balas Vero.


" Emang ada sakit begituan ?" Tanya Tania menggaruk kepala.


Rania yg melihat kebodohan adiknya menggeleng pelan dan masuk kedalam.


" Kalian berdua gak sekolah ?" tanya Vero mengernyit.


" Kita gak rajin sekolah hari libur " Jawab Rania malas.


" Minggu kan besok " kata Vero mengingat.


" Haistt mereka itu kuliah bukan kerja !" Cibir Cila ingin menjitak kepala Vero.


" Oh iya " kata Vero baru ngeh.


Semua orang masuk kedalam rumah,Rania langsung menuju dapur sedangkan Tania menghempaskan diri ke sofa.


Secara kepribadian,anak kembar Denis mudah di kenali lantaran punya sifat yg berbeda.


Jika Tania gadis periang dan mudah bergaul,bedahal dengan Kakaknya yg ketus dan sulit berteman.


Bahkan tidak jarang Rania terkena kasus perkelahian karna gadis itu pantang disentuh sedikit.


Didapur,Cila mulai memberi perintah.


" Tau kan tujuan kamu kesini apa ?" Tanya Cila tegas.


" Huh mau liburan lah bukan disuruh masak " Jawab Rania ketus.


" Oh ya udah,gak usah makan kalo gitu " Balas Cila santai.


Rania diam dengan bibir mengkrucut.


" Ya udah aku harus ngapain nih ?" tanya Rania malas..


" Bersihin sayur,habis itu kamu ke warung dulu beli gorengan buat kita makan " Jawab Cila.


" Kenapa gak berhenti tadi ?" tanya Rania melotot.


" Warungnya rame,mana males juga turun muatan kita banyak " Jawab Cila.


" Ck,gak papa lah kan banyak abang2 juga tadi,sekalian kamu jual diri " Kata Cila terkekeh.


" Eehhh jual diri apaan !" pekik Rania syok.


" Hahaha maksudnya tebar pesona gitu biar cepat laku dan bikin Mama kamu waras dirumah " Balas Cila tertawa ngakak.


" Bibi ihhhh !" kata Rania tak terima.


Cila tertawa lagi membuat gadis sensitif itu kesal bukan main.


" Cepetan minta duitnya " Kata Rania jengah.


" Nih,beliin buat kita semua bukan cuma perut kamu " Kata Cila menyerahkan uang 50 ribu..


" Iya " Kata Rania gemas.


Gadis itu mengambil uang dan pergi dari dapur.


" Bang mau kemana ?" Pekik Rania melihat Vero akan berjalan keluar.


" Pulang " Jawab Vero menoleh.


" Nanti dulu,temenin aku sebentar " Kata Rania berlari.


" Mau kemana ?" tanya Vero mengernyit.


" Beli gorengan didepan " Jawab Rania menunjuk.


" Males ah,beli sendiri aja " Balas Vero.


" Yahh Bang,bentar doang " Kata Rania mengkrucut.


Vero diam,detik kemudian lelaki itu berlari kabur.


" Bangggg Veroooooo " Teriak Rania kesal.

__ADS_1


Vero tertawa sambil terus berlari masuk kemobilnya.


" Sialan !" Umpat Rania kesal.


" Hiks hiks hiks " Tawa terdengar ngik2tan.


Rania menoleh kesamping dan mendapati Tania dan Sofia sedang menahan tawa mereka.


" Kalian ngolokin aku !" Tuduh Rania melotot.


" Hah,gak,kita nnton film ya Sofia " Kata Tania mencolek Sofia.


" Ha em ya " Kata Sofia deg degan.


" Awas ya kalian !" Ancam Rania tajam.


Tania dan Sofia mengangguk ngeri,Rania mendengus keluar dengan emosi meldak2.


Sungguh mood gadis itu naik turun seperti permainan jungkat jungkit.


Rania juga bingung kenapa ia sulit mengontrol diri,bahkan bukan sekali ia berkelahi dengan Miska dirumah,tapi Rania sangat takut kepada Papanya si Denis.


Dengan uring2an Rania pergi sendirian ke warung dengan mengendarai sepeda motor Cila..


" Uhh untung gak ketahuan " Kata Tania menghela nafas lega.


" Iya Kak,kalo Ka Rania tau kita ngetawain dia udah jadi tempe penyek kita " Kata Sofia ngeri.


" Heehe iya,Kak Rania mirip macan " Kata Tania heran.


Sofia mengangguk setuju,kedua gadis itu pun kembali menghadap hape sebelum suara cempreng Cila membunyikan Bel darurat.


Beberapa kali gas an motor,akhirnya Rania sampai diwarung.


Seperti dugaannya tadi,warung masih ramai.


Gadis itu masuk dengan wajah datar menghampiri sang pemilik warung


" Beli gorengan 20 ribu Bu " Kata Rania sambil menyerahkan uang.


" Oh iya,bisa ambil sendiri Neng mana yg mau " Jawab si Ibu tersenyum.


Rania melihat gorengan dan nyesss....


Para tumpukan gorengan tersebut berada tepat didepan abang2 yg sedang duduk mengobrol.


" Mampus " Batin Rania setres.


Beberapa orang melihat ke arah gadis itu membuat Rania makin bingung.


" Bu..." Ucap Rania menggantung saat maniknya melihat si Ibu tadi menghilang sekejab mata.


" Haisstttt !" Kata Rania makin setres.


Sungguh gadis itu merasa sangat malu,biasanya jika ia disuruh ke warung oleh Miska dan banyak anak tongkrongan,gadis itu akan putar balik tanpa panjang pikir,tapi kali ini ia tidak mampu melakukannya karna berhadapan dengan Cila yg pasti akan ngomel2 sepanjang masa dan jika itu terjadi Rania tak tau lagi harus lari kemana untuk mendapat ketenangan.


" Aduuhh gimana ini " Kata Rania menggaruk kepala.


Dengan menelan ludah kasar,gadis itu maju perlahan sambil melihat2 abang2 yg masih mengobrol disana sambil melirik dirinya.


Saat akan mendekat,gadis itu dikejutkan dengan seorang yg mengambil plastik ditangannya.


" Ayo saya bantu " Ucap pria asing dengan senyum kecil.


Rania menoleh dan langsung terdiam melihat lelaki tampan dengan wajah cerah tersebut.


" Hm " Ucap Rania mengangguk kecil.


" Kamu mau apa ?" Tanya pria seumuran dirinya tersebut.


" T terserah " Jawab Rania gugup.


Pria itu mengangguk dan mulai mengambil secara acak.


Rania diam memperhatikan malaikat tanpa sayap tersebut dengan wajah takjub.


Blushhhh....


Setiba tiba,,wajah Rania bersemu merah menatap punggung tegap tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2