Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak sengaja 2


__ADS_3

Hari kian berlalu,perjuangan Hani belum usai.


Beberapa kali ditolak kerja membuat semangat gadis itu luntur,ia merasa hidupnya tak berguna lantaran untuk diri sendiri saja ia lelah menghadapinya,tapi beruntung ada 2 orang pria yg menyemangati hidupnya yg malang.


Yap Reka dan Daniel adalah 2 malaikat yg Tuhan titipkan untuk menjaga dan menyemangati gadis polos tersebut..


Jika tak ada mereka Hani tak tau hidupnya akan menjadi seperti apa.


Hani pun mulai menerima kehadiran Daniel yg terkadang ia bingung pria itu muncul dari mana.


Seperti malam ini,Daniel menganjak Hani berkeliling dengan sepeda mtor antik.


Gadis yg baru selesai mengaji itu sungguh dibuat kelabakan sendiri.


" Jadi dari tadi itu suara mu ?" Tanya Daniel melihat penampilan Hani yg tertutup semua kain putih.


" Kenapa datang magrib ?" tanya Hani sedikit kesal.


" Ini sudah jam 7 " Jawab Daniel melihat jam melingkar ditangannya.


" Ya tapi masih ah sudah lah " kata Hani mengalah.


Daniel tersenyum kecil,pria itu membuka helm dan duduk diteras rumah.


" Ayo cepetan " Ajak Daniel melihat Hani malah mematung


" Iya sabar " Jawab Hani menghentak kakinya.


Daniel mengangkat bahu acuh dan mengeluarkan ponselnya.


Pria itu tak masuk karna tau Hani tinggal sendiri.


Tak lama gadis yg ditunggu keluar,Hani sudah berpenampilan cantik dengan celana kulot dan hoody kebesaran.


Gadis itu terlihat sangat menggemaskan.


" Oh iya aku ada sesuatu " Ucap Daniel teringat.


" Kenapa Kak ?" tanya Hani mengernyit.


Daniel berlari mendekati motornya dan mengambil sesuatu.


" Pakai ini " Ucap Daniel memberi sebuah helm.


" Hah ?" Kata Hani bingung.


" Untuk mu,kita akan melewati lampu merah dan aku tidak mau ditilang polisi " jawab Daniel gemas.


" Hahaha lucu sekali jika itu terjadi " Kata Hani malah tertawa.


Daniel ikut tertawa dan memasangkan helm pink tersebut ke kepala Hani.


" Ini kebesaran " Kata Hani mengangkat helm itu dengan wajah mengkrucut.


" Aku tidak tau ukuran mu,jadi aku mengukurnya dengan kepala seorang bocah " jawab Daniel terkekeh.


" Haistt dasar gila " Cibir Hani memutar mata.


" Sudah,ayo jalan " kata Daniel menyeret gadis itu keluar.


Hani mengangguk,ia pun naik ke motor Daniel dengan senyum mengembang.


" Pegangan ya " Kata Daniel tersenyum.


" Siap Pak " Jawab Hani semangat.


Ngeng......


Motor pun mulai berjalan,baru kali ini Hani digoncengi dan duduk begitu dekat dengan pria yg telah menolongnya itu.


Punggung Daniel begitu lebar dan tinggi,bahkan saking tingginyq Hani sulit melihat kedepan terhalang bahu lelaki dengan tinggi 181 cm tersebut..


" Kita mau kemana Kak ?" Tanya Hani sedikit mengeraskan suaranya.


" Ngikut aja " Jawab Daniel menutup kaca helm gadis tersebut.


Hani mengkrucut,detik berikutnya gadis itu terpental karna Daniel menambah laju.


" Iihh pelan2 nanti aku jatuh " pekik Hani menampar pundak Daniel.


" Makanya pegangan " Kata Daniel gemas.

__ADS_1


" Ihh gak mau " Kata Hani bersedekap dada.


Ngeng....


Gadis itu kembali terpelanting membuatnya kaget sendiri.


" Kakakkkkkk " Pekik Hani kembali menampar lengan Daniel.


" Wahahaha " Tawa Daniel menggelegar.


Lelaki itu memang sengaja menjahili gadis keras kepala dibelakangnya.


" Dah sini tangannya nanti jatuh " Ucap Daniel lembut seraya mengambil tangan Hani.


Gadis itu menurut meski wajahnya mengkrucut.


Lelaki itu menggenggam tangan Hani sejenak dan tersenyum kecil.


Tangan gadis itu terasa hangat dan mungil,sangat kebesaran ditelapak tangan Daniel yg lebar.


" Kau pernah pacaran ?" tanya Daniel menoleh.


" Aku lapar " Jawab Hani memutar mata.


" Kau salah menjawab " Cibir Daniel.


" Aku tak perduli,bawa aku ketempat makanan " Balas Hani.


Daniel mencubit tangan gadis itu membuat Hani terkaget.


" Sakitt " Rengek gadis itu mengusap punggung tangannya.


" Biarin " Balas Daniel gemas.


Hani mencubit pinggang lelaki itu membuat Daniel oleng seketika karna geli.


Keduanya kelabakan saat motor bergoyang ke tengah membuat para pengendara lain mengklakson.


" Duh duh hati2 Kak " Kata Hani ngeri.


" Kamu sih " Kata Daniel ikut ngeri.


Setengah jam kemudian,keduanya sampai disebuah mall.


Hani terperengah melihat besarnya mall ditengah kota tersebut apalagi ia baru melihatnya sekarang.


" Ayo masuk " Ajak Daniel semangat.


" Kakak mau ngapain kesini ?" tanya Hani mengernyit.


" Beli sesuatu " Jawab Daniel tersenyum.


" Aku gak ada uang " kata Hani menggaruk kepalanya.


" Kan aku yg belanja " Balas Daniel mengernyit.


" Oh iya juga ya hahaha " Kata Hani tertawa renyah.


Lengan gadis itu seketika diseret masuk,keduanya berjalan santai menaiki lift yg sudah menunggu..


" Aku belum pernah kesini " Ucap Hani mendongak.


" Aku juga jarang " Balas Daniel menunduk.


Keduanya saling melempar senyum hingga suara ting terdengar tanda lift terbuka..


" Wawww " Ucap Hani terpengarah.


Daniel diam sejenak ikut merasa takjub dengan apa yg ia lihat saat ini.


" Keren juga " Ucap lelaki mendekati kepala 3 tersebut.


" Mau beli apa Kak ?" tanya Hani lagi.


" Kita ke tempat perhiasan " Jawab Daniel.


Hani mengangguk meski merasa bingung.


Diujung sudah terlihat toko perhiasan dengan kerlap kerlip emas dan permata.


" Selamat datang,ada yg bisa dibantu ?" tanya seorang pelayan.

__ADS_1


" Mau cari mutiara " Jawab Daniel tenang.


" Untuk acara apa Kak ? tunangan atau nikahan ?" tanya si pelayan sopan.


Deg...


Manik Hani melotot mendengar ucapan pelayan tersebut.


" Lihat2 dulu " Ucap Daniel tenang.


Pelayan mengangguk,wanita muda itu pun menganjak masuk dan melihat sekilas gadis yg dibawa Daniel..


Hani yg merasa diperhatikan hanya diam menunduk mengintili Daniel yg terus melihat perhiasan.


" Yg mana bagus Han ?" tanya Daniel menoleh.


" Hah ?" Tanya Hani kaget.


" Menurut kamu yg bagus yg mana ?" tanya Daniel lagi.


" Buat siapa Kak ?" Tanya Hani penasaran.


Daniel tidak menjawab,lelaki itu hanya tersenyum kecil saja.


" Yg ini cantik gak ?" Tanya Daniel menunjuk salah satu.


" Hm cantik,tapi kebesaran " Jawab Hani melihat jari manisnya.


Daniel menoleh dan diam sejenak melihat kepolosan gadis tersebut.


" Hm gimana kalo ini aja " Kata Hani mencari yg lain.


" Coba keluarin Mba " Pinta Daniel kepada pelayan.


Wanita muda itu mengangguk dan mengeluarkan permata dari etalase.


Manik Hani berbinar,gadis itu terlihat begitu takjub dengan benda kecil didepannya.


Daniel mengambil benda tersebut dan memasangkan ke jari manis Hani.


" Haniii " Panggil seseorang dari belakang.


Hani menoleh,sketika manik gadis tersebut melotot melihat seorang wanita berdiri diambang pintu masuk.


" Kak Laura " Ucap Hani Melotot.


Yap,wanita yg memanggilnya adalah Laura dan naas wanita disamping Laura juga melihat adegan tak sengaja tersebut.


" Mama " Lanjut Hani pelan.


Laura mendekat begitupun Cila yg terlihat sangat terkejut.


" Kamu disini ?" tanya Laura memegang bahu Hani.


Gadis kecil itu mengangguk pelan.


" Dia siapa Hani ?" Tanya Cila melihat Daniel.


Pria tampan dan tinggi tersebut menunduk memberi hormat kepada Cila dan Laura.


Glek.....


Hani menelan ludah kasar,sungguh ia tak tau harus menjawab apa saat ini.


" Dia...." Ucap Hani menggantung.


" Kau ingin menikah ?" Potong Laura melihat cincin yg baru saja melingkar dijari manis Hani.


Deg...


Manik Hani terbelalak kaget,gadis itu melihat Daniel dan naas lelaki itu memasang wajah super datar tanpa expresi.


" Ya Tuhan " Ucap Cila seketika lesu.


" Ma " Pekik Hani dan Laura bersamaan menahan Cila yg akan jatuh.


" Haniii " Ucap Cila lirih seraya memegang wajah gadis malang tersebut.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2