
Di kantor seorang pria baru selesai dengan semua pekerjaan yg sangat melelahkan.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dimana waktu seperti itu dimanfaatkan untuk tidur oleh sebagian orang.
" Aahhh lelah sekali " ucap Arshad meregangkan otot2 tubuhnya.
Lelaki tampan itu keluar dari ruangan dan mendapat notif pesan.
" Apa ini ?" Gumam Arshad mengernyit.
Lelaki tersebut membuka pesan itu dan melotot.
" Bom bunuh diri ?" Gumam Arshad pelan.
" Kenapa masih ada orang bodoh seperti ini di dunia ?" Lanjut lelaki itu menggeleng pelan.
Arshad berjalan lagi menyusuri lorong yg sedikit redup.
Tak ada rasa takut dihatinya meski hanya ada dirinya seorang digedung besar tersebut.
Pria itu keluar dan langsung masuk kedalam mobil untuk pulang kerumah.
Jalanan masih terlihat ramai lantaran kantor besar Reno berada ditengah kota.
" Kenapa banyak mobil polisi ?" Gumam Arshad melihat kesamping jendela mobil.
Jejeran mobil terlihat berada disekitaran taman kota yg begitu luas.
Lelaki itu memelankan laju kendaraannya meski tak berniat keluar,Arshad melihat dari luar saja.
Ramai orang2 berada dipinggiran jalan melihat para aparat bekerja dengan hati2.
" Apa ini lokasinya ?" gumam Arshad pelan.
Pria itu teringat akan berita yg ia lihat tadi saat dikantor.
" Apa yg mereka pikirkan,apa tidak kasian dengan yg lain yg akan menjadi korban juga " Lanjut Lelaki itu heran.
Laju kendaraan terus berjalan hingga lenggang dan Arshad bisa melaju kencang kerumah.
Ditempat lain,seorang pria dewasa terlihat buru2 akan pergi.
" Pa " Tegur seseorang membuat pria dewasa itu tersentak.
Bara menoleh dan melihat putranya berjalan mendekat.
" mau kemana ?" tanya Juna mengernyit.
" Kerumah Kakek mu " Jawab Bara sambil memakaikan jaket.
" Ngapain ?" Tanya Juna makin mengernyit.
" Hm ada sesuatu yg terjadi " Jawab Bara.
" Ada apa Pa ?" tanya Zaiva ikut bergabung.
Bara diam sejenak melihat anak dan istrinya penasaran.
" Hm anak angkatnya Serkan kecelakaan " Ucap Bara hati2.
" Apa !" Pekik Zaiva kaget.
" Sania ?" Ulang Juna tak kalah kaget.
" Iya,dia jadi korban Bom bunuh diri " Jawab Bara menghela nafas.
" Astagfirullah " Ucap Zaiva terbelalak dan langsung menutup mulut tak percaya.
" Papa becanda ?" Tanya Juna syok.
" Beneran ini Juna,mana mungkin Papa bohong,berita di tv itu benar " kata Bara gemas.
" Papa tau darimana kalo Sania jadi korban ?" Tanya Zaiva heran.
__ADS_1
" Aktam yg kasih tau,sekarang Papa mau kerumah Kakek dulu buat mastiin,Histy juga disana " Kata Bara khawatir.
" Aku ikut Pa " Kata Juna tegas.
" Aku juga "Sahut Zaiva.
" Jangan yank,kamu dirumah aja,bahaya " Kata Bara menggeleng.
" Bahaya kenapa,kalo dirumah sendirian lebih bahaya !" Sahut Zaiva kesal.
Juna dan Bara saling melihat,detik kemudian lelaki itu mengangguk dan mereka pun berlari keluar.
Jantung Juna berdegub kencang,sungguh lelaki itu tak percaya dengan apa yg ia dengar saat ini.
" Sania,semoga kamu baik2 saja " Ucap Juna dalam hati.
Bara berkendara dengan cepat,Zaiva tak mengomel suaminya kali ini karna ia pun merasa ingin cepat sampai.
Rumah besar sudah ramai,Arshad baru sampai begitupun mobil Aktam yg parkir disebelahnya.
" Kenapa Pa ?" tanya Arshad mengernyit.
Aktam tak menjawab,lelaki dewasa itu langsung berlari masuk kedalam.
" Orang2 pada kenapa sih ?" Gumam Arshad heran.
Dengan wajah polosnya,Arshad masuk kedalam dan celingak celinguk.
" Syaddd " Panggil seseorang membuat Arshad berhenti melangkah.
Lelaki itu berbalik badan dan melihat Angel berlari kearahnya.
" Syad kamu udah denger kabar belum ?" Tanya Angel dengan wajah panik.
" Kabar apa ?" Tanya Arshad balik.
" Kamu gak tau ?" Pekik Angel melotot.
" Astaga Syaddd,kamu gak update banget " Cibir Angel.
Arshad memutar mata malas dan kembali berjalan.
" Ehhh Syadd tungguuu " Pekik Angel mengejar.
" Apalagi Njel,aku capekkk tidur sana " Kata Arshad malas.
" Syad kamu emang2 ya gak punya hati banget ! Sania jadi korban Bom loh " Kata Angel kesal.
" Hah " Kata Arshad mengernyit.
" Bom bunuh diri di taman " Ulang Angel mencubit lengan pria itu.
" Apa !" Pekik.Arshad terbelalak.
" Ayo ikut aku " Kata Angel menarik tangan sepupunya tersebut.
Keduanya pun berlari menuju sebuah ruangan besar yg ternyata sudah ramai.
" Lihat,Kak Histy nangis kejer sama Sutar " Kata Angel pelan.
Arshad melihat kakak sepupunya itu dan terdiam seketika.
" Alhamdulillah Nak kamu sudah pulang " Ucap Lulu memeluk anak bujangnya.
" Ma ada apa ?" tanya Arshad lirih.
" Sania Nak,Sania jadi korban keegoisan orang " Jawab Lulu menunduk.
" Jadi itu benar ?" tanya Arshad syok.
Angel dan Lulu mengangguk.
" Hiks hiks Saniaaa huhuhu gimana ini Kek huhu " Histi terus menangis belum mendapat kabar dari suaminya.
__ADS_1
" Kamu udah susul kerumah sakit Tam ?" tanya Reno.
" Udah Pa,tadi sempet ketemu Serkan cuma ya dia kayaknya syok banget " Jawab Aktam
" Huaaaa " Tangis Histy makin pecah.
" Huaaa Kak Saniaa huaaaa " Sutar yg akan tidur pun kembali menangis.
" Cup cup sayang,Kakak kamu gak akan kenapa2 tidur ya " Kata Nisa menenangkan cicitnya.
" Huhuhu Kak Saniaa Nekk " Kata Sutar parau.
Nisa menghela nafas panjang dan menatap suaminya.
" Huhh,kalian balik kamar aja dulu,menunggu seperti ini juga tidak ada gunanya " Kata Reno memutuskan.
" Terus gimana Pa ?" tanya Ana ikut khwatir.
" Prito,kamu telfon kepala rumah sakit dimana dan minta dia untuk tes Dna korban yg mendekati mirip Sania " Ucap Reno tegas.
" Maksud Kakek apa ? tes Dna maksudnya gimana ? Sania belum meninggal Kek !" Kata Histy tak terima.
Deg...
Reno tersentak dengan suara keras Histy.
" Mm maksud Kakek anu His,kita lihat dulu " Kata Reno menciut.
" Sania belum meninggal dan dia akan baik2 saja !" Kata Histy keras.
" Histy !" Tegur Zaiva.
" anak aku belum mati Ma !" Kata Histi makin menggila.
" Histy kamu yg tenang " Ucap Lulu lembut.
" Huaaaaaaaaa " Histy kembali menangis.
Sungguh wanita itu begitu takut suatu hal buruk terjadi kepada anak angkatnya.
Sutar dibawa keluar oleh Aktam,bocah lelaki itu sudah kembali tidur dengan wajah sembab.
" Kembali ke kamar mu dan istirahat " Ucap Lulu kepada Arshad.
Arshad mengangguk pelan dan berjalan keluar.
" Syadd " Panggil Angel.
" Jangan " Larang Lulu saat Angel akan mengerjar putranya.
" Arshad lelah,biarkan dia tenang " Kata Lulu berharap.
Angel menunduk dalam dengan anggukan pelan
" Kamu juga istirahat ya,ini sudah larut " Lanjut Lulu mengusap kepala gadis itu.
" Iya Bi " jawab Angel mengerti
Gadis beranjak dewasa itu pun berlalu keluar dengan wajah lesu.
" Uhhhh semoga semuanya akan baik2 saja " Ucap Lulu merasa iba.
Kini tinggallah Prito,Histy,Bara,Juna dan Reno disana.
" Gimana ini Pa ?" Tanya Bara khawatir.
" Papa gak tau,kalau pun Sania benar menjadi Korban,kita harus apa ? Semua sudah berjalan sesuai takdirnya " Ucap Reno pasrah.
" Hiks hiks " Histy kembali menangis dan mendapat pelukan dari sang adik.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1