
Seharian Vero berada dirumah,lelaki itu mengambil hari libur karna ia merasa tak enak badan.
Yuna sudah pergi dengan temannya,Vero tak mau terlalu mengekang,ia membiarkan saja kemana wanita itu ingin melangkahkan kaki.
" Ver " Panggil Cila didepan tv.
" Iya Ma " Jawab Vero menoleh.
" em kemarin pas diluar kota pernah ketemu Hani gak ?" tanya Cila hati2.
" Hah " Kata Vero terkejut.
" Mama lihat dia di mall,em sama cowok " Ucap Cila menunggu expresi anaknya.
Wajah Vero terlihat kaget tapi detiķ berikutnya mulai tenanv.
" Benarkah ?" tanya Vero.
" Iya,kamu gak pernah lagi em tanya kabar atau komunikasi gitu ?" tanya Cila.
" ya gak lah Ma buat apa ? kan dah nikah juga " Jawab Vero heran.
Cila diam sejenak,memang benar apa yg dikatakan sang anak tapi jawaban Vero sekarang mmebuat Cila kurang suka.
" Dia ngapain ke mall ?" tanya Vero.
" Beli perhiasan " Jawab Cila.
Deg...
Vero tersentak dengan jawaban polos sang Mama.
" Perhiasan ?" Ulang Vero pelan.
" Iya sama cowok itu,em kalo dilihat sih Cowoknya baik,terus kalem sopan,dan ya ganteng aja " jawab Cila mengingat.
Vero kembali diam,Cila terus memperhatikan raut wajah putranya yg mulai terpancing.
" Apa mereka mau nikah juga ya ?" Tanya Cila.
" Ma " Ucap Vero tiba2.
" Bagus kan kalo dia nikah juga,pasti pernikahannya bakal langgeng adem ayem,mertuanya juga pasti umur panjang " Kata Cila mulai menyindir.
Vero yg mulai merasa tersindir memutar mata.
" Hm dia gadis yg baik " Kata Vero tenang.
" Ya saking baik nya disia2an sama orang jelek " Lanjut Cila.
Vero merasa tersindir lagi,pria itu terlihat kesal dengan ucapan Mamanya sendiri.
" Kenapa ? Mama gak sebut nama kan ?" tanya Cila heran.
" Ck akunya disini,ngomong aja langsung " Jawab Vero kesal.
" Lah kamu merasa toh hahaha " Balas Cila tertawa ngakak.
Vero berdecak gemas,wanita itu sangat pintar membuàt dirinya tak berdaya.
" Tapi kali ini Mama serius Ver,Hani itu beneran baik loh " Kata Cila melihat wajah sang Putra.
" Dulu Mama sempet menyesal anggap dia gadis gak bener " lanjut Cila menghela nafas.
" Dah ah gak usah bahas masa lalu " Kata Vero tak menolak.
" Iya,cuma ya masa lalu gak selamanya buruk kan,sesekali boleh lah flashback " Balas Cila santai.
__ADS_1
Vero diam tak menjawab.
Jika mengingat Hani,Vero merasa dirinya sangatlah bodoh dan itù membuat ia kesal sendiri.
" Gak tau ya Ver,Mama berharapnya kamu balik lagi sama Hani " ucap Cila serius.
" Ma !" kata Vero terkejut.
" Ya mama tau itu gak baik untuk kamu,cuma ini firasat aja " kata Cila menghela nafas.
" Aku dan Hani gak mungkin bersama lagi Ma,aku dah ambil keputusan ini dan akan selamanya begini " Kata Vero tegas.
" Mama harap kamu gak nyesel Ver sama keputusan kamu ini,Mama sayang kamu jadi apapun yg kamu lakuin Mama akan menerimanya " Balas Cila tenang.
Vero mengangguk pelan,ia tau cinta Cila begitu besar untuknya.
Vero juga kadang merasa telah banyak mengecewakan orang baik,tapi apa daya ia belum mampu membalas kebaikan mereka satu persatu.
Disebuah bengkel seorang pria duduk melihat seorang pria memeriksa motor istrinya yg mogok tiba2.
David mengenali lelaki itu karna dulu pria muda tersebut sering kerumahnya.
" Kamu sekarang kerja begini ?" Tanya David tenang.
" Gak Om,aku kerja diperusahaan yg tengah kota itu " Jawab Reka tersenyum.
Yap lelaki itu adalah Reka sahabatnya Hani,keduanya bertemu tak sengaja karna David mendorong motor saat melewati tempat ia sering bermain futsal..
Karna tak jauh dari rumah,jadilah Reka membantu David menghidupkan kembali mesin motor tersebut.
Beruntung Reka punya skin perihal bengkel jadi David tak terlalu khawatir saat motor itu mesinnya dibuka bebas.
" Kerja bagian apa ?" tanya David penasaran.
" Gudang Om " Jawab Reka tersenyum.
" Oh iya Om,aku dengar bentar lagi Vero mau jadi Ayah ya ?" tanya Reka terkekeh.
" Iya,gak lama lagi kayaknya " Jawab David tersenyum.
" Bakal punya cucu nih Om " Goda Reka.
" Haha iya " Jawab David tersenyum lagi.
Reka mangut2 dengan helaan nafas panjang.
Lelaki itu teringat akan nasib sahabatnya yg kini masih luntang lantung dikota orang.
Reka tak berani menanyakan Hani kepada David apalagi perihal lelaki itu yg membuat Hani jauh darinya.
Reka yakin David orang baik dan ada sesuatu tersendiri yg David simpan dengan rapi.
Beberapa saat kemudian,motor pun hidup.
David menghela nafas lega,ia awalnya mau minta Reka telfon Vero untuk jemput tapi Reka meyakinkan dirinya bahwa motor butut itu akan segera menyala..
" Ini buat kamu jajan " Kata David memberi uang 100 ribu.
" Gak usah Om,makasih aku tulus kok bantuin " Kata Reka menolak.
" Ambil aja buat beli bensin " Kata David menawar.
" Gak usah Om dan full " Balas Reka terkekeh.
David ikut terkekeh geli..
" Beneran gak mau ?" Tanya David sebelum memasukkan uang kedalam dompet lagi.
__ADS_1
" Beneran Om " jawab Reka yakin.
David mengangguk,lelaki itu pun berpamitan.
Saat menaiki motornya manik pria itu tak sengaja melihat sang menantu berada dalam mobil sedang tertawa bersama temannya.
Dan naas Yuna pun melihat.
" Bukannya itu mertua kamu ?" tanya teman Yuna bernama Rini.
" Hm " Jawab Yuna malas.
" Astaga Yun,bukannya mereka orang kaya,tapi kenapa masih pake motor butut ?" tanya Rini melihat motor Cila yg sudah lusuh.
" Gitu ĺah,terlalu sederhana " jawab Yuna enggan melihat.
" Kamu sering digoncengin Vero naik begituan ?" Tanya Rini menggoda.
" Duh jangan deh,mending bayar taxi mahal daripada naik itu " Jawab Yuna dengan gaya sombongnya.
Rini tertawa ngakak,wanìta itu tau selera Yuna sangatlah tinggi meski punya wajah yg imut menggemaskan.
" Om " Tegur Reka melihat David masih diam dipinggir jalan.
" hah iya " Jawab David tersentak.
" Udah lampu ijo tuh didepan " Jawab Reka menunjuk.
David mengangguk dan mengambil helm sang istri yg berwarna pink cerah.
Tanpa malu dan ragu lelaki gentlemen itu pun melongos pergi setelah mengucapkan banyak terima kasih.
Reka mengangguk dengan senyum gelinya.
" Lihatlah Han,Papa mu sangatlah baik dan dermawan " Ucap Reka terkekeh geli.
Ntah mengapa melihat David dan dengan semua sikap hangatnya membuat Reka senang.
Ia belum pernah bertemu pria seperti itu sebelumnya apalagi David bukan orang sembarangan.
David dan Yuna datang hampir bersamaan.
Wanita hamil itu turun dari mobil dengan kotak pizza ditangannya.
" Papa dah balik ?" Tanya Yuna menegur.
" Iya " Jawab David memasang kaki kotor.
" Ayo masuk " Ajak David tersenyum.
Yuna mengangguk,wanita itu pun melangkah masuk.
Dari dalam rumah,Vero melihat semua adegan.
" Ngintip ?" Tanya David menegur sang anak.
" Dia sama siapa Pa ?" tanya Vero.
" Gak tau,orangnya gak keluar " Jawab David polos.
Vero mengangguk mengerti dan berjalan bersama Papanya.
" Yankkkk,Maaaa " Panggil Yuna sedikit berteriak.
Cila yg sedang menontn drakor menutup telinganya malas mendengar suara sang menantu.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.