
Hani pulang dengan perasaan cukup bahagia,wanita itu senang karna kini ia dan Vero sudah mulai bisa berbaikan.
" Hani " Panggil seseorang.
Hani masih diam dengan lamunan.
" Hani " Tegur pria itu lagi.
" Ah iya " jawab Hani tersentak.
Gadis itu langsung berdiri dan mendapati seorang pria dengan seragam aparat lengkap berdiri disampingnya.
" Kamu sudah lama sampai ?" tanya lelaki itu tenang.
" Lapor,belum Ndan " Jawab Hani tegas.
Pria itu tersenyum dan menyuruh Hani duduk kembali.
" Kalau begitu ayo kita bicarakan masalah mu " Kata lelaki itu tenang.
Hani mengangguk kecil.
" Jadi benar kau ingin berhenti ?"
" Iya Ndan " jawab Hani.
" kenapa ?"
" Siap Ndan,saya ingin menjadi ibu rumah tangga " Jawab Hani tegas.
" Bukankah suami mu sekarang dipenjara ?" tanya pria berpangkat tersebut.
" Iya " Jawab Hani menunduk.
" Tidak usah malu,saya bisa mengerti " Ucap pria tersebut.
Hani mendongak dengan senyum kecilnya.
" Maaf Ndan " Ucap Hani merasa bersalah.
" Jadi dia sudah divonis ?" tanya pria itu lagi.
" Masih melakukan banding " Jawab Hani jujur.
Pria itu mengangguk kecil,tak lama pintu ruangan terbuka.
Hani berbalik kebelakang dan Deg...
Jantungnya mulai memompa melihat pria yg ia kenali tersebut.
" Hani " Ucap lelaki itu sama kagetnya.
" Pak Surya " Ucap Hani pelan.
" Duduklah " Kata petinggi Hani.
Hani memberi jarak dengan senyum canggungnya.
" Kalian datang bersamaan " Ucap Pria branama Pramono tersebut.
" Maaf saya terlambat " Balas Surya merasa bersalah.
Pramono tersenyum kecil.
" Kenapa bapak bisa ada disini ?" tanya Hani penasaran.
" Saya juga sama seperti kamu Hani " Jawab Surya terssnyum.
" Maksud Bapak ?" tanya Hani mengernyit.
" Pak Surya juga akan resign Hani " Jawab Pramono tenang.
" Apa !" Pekik Hani terbelalak.
__ADS_1
" Ya Hani,maaf saya membawa kamu dalam masalah anak saya " Ucap Surya menunduk.
Hani masih melongo dengan rasa terkejutnya yg mendalam.
" Pak Surya resign,sebenarnya masalah bukan hanya dikalian saja,tapi ya sudah itu biar saya dan tim yg menyelesaikan " ucap Pramono tak ingin mmebahas.
Hani diam melihat Surya yg tersenyum kecil kepadanya.
" Selamat atas pernikahan kamu Han,saya turut bahagia " Ucap Surya tulus.
Hani mengangguk kecil.
" Jadi kalian berdua harus memenuhi beberapa peraturan disini " kata Pramono mulai serius.
Hani mengangguk,gadis itu diberi beberapa kertas yg harus di isi dengan benar.
Selama proses,Hani banyak diam.
Berkali2 otaknya mengatakan iya meski hatinya kadang masih ragu tapi apa boleh buat,ia harus memilih salah satu agar kehidupan kedepannya jauh lebih baik.
Hampir 3 jam lamanya akhirnya gadis itu bisa keluar.
Hani belum bisa bernafas dengan lega,masih banyak proses yg harus ia lewati agar terlepas dari kepolisian.
Ditempat lain,seorang gadis kembali dibuli oleh teman2nya.
Sofia tertunduk malu dihadapan kelas setelah beberapa murid mengatai anak pembunuh.
Air mata tak bisa ia bendung,gadis itu menangis sejadi jadiny tanpa ada yg menenangkan karn memang sedang jam istirahat.
" Ngeri ya temenan sama Sofia,kalo dia gak suka sama kita,nanti malah dibunuh " Ucap gadis dengan es teh ditangannya.
" Iya,Grace aja udah gak mau temenan sama dia " Balas teman lain.
" Aku gak gitu,Papa aku orang baik " Kata Sofia membela diri.
" Kalo orang baik kenapa masuk penjara ?? Emangny Papa kamu suruhan bos2 gitu ya ?" Tanya gadis lain penasaran.
" Gakkk,Papa bukan pembunuh,Papa aku itu Bos besar " Jawab Sofia kesal.
Kepala Sofia kembali tertunduk,ia tak tau harus melakukan pembelaan dengan cara apalagi karna memang Vero melakukan kesalahan yg sampai detik ini Sofia tak tau apa penyebabnya.
" Coba deh pulang nanti kamu temuin Papa kamu,minta dia jelasin gitu " Ujar seorang gadis iba kepada Sofia.
" Papa gak pulang " Balas Sofia pelan.
" Ya mana bisa pulang,kan ditahan sama Pk Polisinya " Balas gadis lain ketus.
Sofia mengkrucut,sisa air matanya belum mengering kini sudah mulai mendung lagi.
Para bocil itu terlihat sangat menyudutkan Sofia,Sofia yg tak terima melakukan pembelaan kecil meski terus diserang habis2an.
Disekolahan lain beda cerita karna gadis satu ini bisa dikatakan mak geng dikalangan anak murid lainnya.
Suci ditakuti para siswa karna kebar2annya yg tak kenal takut sama siapapun,bahkan guru MTK nya pun dibuat tak berdaya jika adu mulut dengan gadis tersebut.
" Kamu gak makan Sutar ?" tanya Suci melihat saudaranya terbaring lesu diatas meja.
" Gak ah,aku pusing " Jawab Sutar lesu.
" kenapa ?" tanya Suci heran.
" Aku males habis ini pelajaran olahraga tapi aku lagi mager buat lari " JawB Sutar.
" Kenapa ? Lari itu sehat,bikin jantung deg degan " Balas Suci.
" Iya sih deg degan,tapi nanti aku sesak nafas " Balas Sutar.
" Cihhh cemen banget sih " Cibir Suci memutar mata.
Sutar diam,hari ini mood bocah lelaki itu sedang buruk.
Pagi tadi ia diomeli Histi habis2an karna menaruh handuk sembarangan sampai terkena hujan.
__ADS_1
Bukan hanya Sutar tapi Serkan juga kena omel dan mungkin mood kedua lelaki itu sedang kacau.
" Ya udah deh,kalo gak mau olahraga kamu ke Uks aja " kata Suci mencari ide.
" Pura2 kambuh magh lagi ?" tanya Sutar menebak.
" Iyaa " Jawab Suci terkekeh.
" Ishhh gak ah,ntar kena beneran berabe " kata Sutar ngeri.
" Gak papa,biar bisa bolos pelajaran " Kata Suci terkekeh geli.
Sutar melongo,bocah lelaki itu kadang heran dengan sikap saudarinya yg banyak akal.
Begitulah cara Suci mengakali para guru nya.
Sore hari setelah bel pulang berbunyi,para murid berhamburan keluar.
Suci dan Sutar berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.
Sesampainy disana,manik Sutar membulat melihat seorang wanita yg ia kenali.
" Kak Sania " Ucap Sutar heboh.
" Mana ?" Tanya Suci melihat kiri kanan.
" Kakakakkk " Teriak Sutar langsung berlari menghampiri gadis manis dengan tas selempangnya.
" Sutar " Ucap Sania dengan senyum mengembang.
Grebbbb....
Sutar memeluk Sania dengan erat menyalurkan rasa rindunya yg terdalam.
" Kakak kapan balik ?" tanya Sutar mendongak.
" Baru sampe,kebetulan lewat sini jadi yaa jemput kamu dulu " Jawab Sania lembut.
" Halo Suci " Tegur Sania melihat Suci berdiri melihatnya.
" Halo Kak Nia " Jawab Suci ramah.
" Oh iya,kalian langsung pulang ?" tanya Sania tersenyum.
Suci diam sejenak,,Sutar melihat gadis kecil itu menunggu jawaban.
" Ngga,kita mau ke Mall " Jawab Suci asal.
" Ehh " Pekik Sutar tertahan
" Mall ?" Ulang Sania mengernyit.
" Iya Kak,mau beli es cream " Jawab Suci memasang tampang polos.
" Kamu juga ?" Tanya Sania melihat Sutar.
Sutar diam bingung mau menjawab apa.
" iya Kak " Jawab Sutar setelah mendapat pelototan dari Suci.
" Ya udah kalo gitu ayo Kakak temani " Kata Sania ramah.
" Asikkk,traktir ya kak " Pekik Suci girang
" Hah ?" Ulang Sania syok.
" Ayoo Kak " Ajak Suci menarik tangan Sania.
" Duh Kakak masuk perangkap " Gumam Sutar pelan.
Bocah lelaki itu sudah tau akal bulus Suci,sebelumnya mereka tidak pernah ada rencana ingin ke Mall apalagi tak ada yg menjaga,tapi kedatangan Sania menjadi anugrah tersendiri oleh Suci si gadis dengan akal bulussnya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lypa Vote,Like,Coment ya