
Malam hari saat Justin sedang mengisap barang haramnya tiba2 pintu kamar terbuka,seorang pria tua melotot melihat anak itu begitu pun Justin yang langsung melepaskan alat penghisap tersebut.
" Apa yang kamu lakukan Justin !" Teriak lelaki tua itu murka.
" Daddy " Gumam Justin panik.
Daddy Justin mendekat dan merampas botol itu lalu memecahkan ke dinding.
Seketika botol kaca itu berhamburan.
Art yang mendengar suara pecahan pun langsung berlari dan terkejut melihat keadaan berantakan.
" Keluarlah " Ucap Daddy Justin kepada art anaknya.
Wanita tua itu mengangguk dan langsung berjalan keluar.
Justin diam menatap Daddy yang sangat murka.
" Jadi ini alasan kamu tidak mau pulang ?" Tanya lelaki tua itu garang.
" Sorry Dad " Ucap Justin.
Plakkkkk....
Wajah lelaki itu tertoleh kesamping mendapat tamparan dari orang tuanya.
" Keterlaluan kamu !" Bentak Daddy Justin emosi.
Justin diam tak membalas.
" Mana gadis itu ?" Tanya Abraham emosi.
" Dia sudah pulang " Jawab Justin sendu.
" Pulang ? pulang kemana ?" Tanya Abraham bingung.
" Aku memulangkan kerumah orang tuanya " Ucap Justin.
Abraham kembali terkejut dan menatap anaknya nyalang.
" Setelah kau puas menyakiti dia kau tinggalkan dia begitu saja ?" Tanya Abraham dengan gigi menggelutuk.
" Aku tidak menyakiti nya Dad,tapi dia merasa tersakiti bersama ku " Ucap Justin sedih.
" Karna cara mu salah !" Kata Abraham kesal
" Ya aku tau,dan aku sudah mendapatkan balasannya,aku lumpuh haha " Kata Justin tertawa sumbang.
Daddy Justin menghela nafas dan menatap kaki anaknya yang diselimuti selimut.
" Kau sudah periksa ?" tanya Abraham melemah.
" Dokter bilang aku hampir gila " Jawab Justin santai.
" Bahkan kau memakai nark@ba,kau memang gila " Hujat Abraham.
" Hmm,kepala ku hampir pecah memikirkan hidupku yang semakin berantakan,aku punya banyak uang tapi aku tidak bisa membeli cinta gadis yang aku cintai " Kata Justin menghela nafas.
__ADS_1
" Biarkan dia bahagia bersama keluarganya " Kata Abraham sedikit iba.
" Aku tau aku egois,tapi aku benar2 mencintai Laura Dad,setiap hari aku memikirkannya " Kata Justin mengacak rambutnya kesal.
" Kau harus bangkit dan melanjutkan hidupmu " Kata Abraham tegas.
" Aku ingin Laura Dad,lakukan sesuatu " Kata Justin terlihat frustasi.
" Kau yang melepaskannya Justin !" Bentak Abraham kesal.
" Karna dia akan semakin tak mau menerima ku Dad,jika dia tau aku lumpuh dia akan semakin meninggalkan aku " Kata Justin berkaca kaca.
" Apa yang harus Daddy lakukan Son,Daddy tak bisa memaksa gadis itu untuk menerima mu,lagi pula selama ini kau hidup dengan bebas tanpa terikat dengan gadis mana pun,tapi mengapa sekarang kau terlihat seperti pria bodoh !" Kata Abraham bingung.
" Aku butuh cinta Dad,dan Laura bisa memberikannya kepada ku " kata Justin lemah.
" Jika dia mencintai mu dia tak akan pergi meninggalkan mu saat terpuruk seperti ini "
" Aku mengusirnya " Kata Justin menyesal.
" Kau yang membuat keputusan dan kau harus bertanggung jawab untuk itu " Ucap Abraham tegas.
Justin mengacak rambutnya dan berteriak kesal.
Abraham hanya menghela nafas mencoba menahan anaknya yang kehilangan arah.
Hampir 1 jam Justin ngamuk2 akhirnya pria itu tertidur saat jarum suntik dari artnya menancap dilengan pria itu.
Beruntung sang art meminta obat penenang kepada Dokter yang merawat Justin tempo lalu,jadi saat Justin mulai tak karuan wanita tua itu bisa bertindak cepat.
" Biarkan dia sendiri Bi,saya ingin bicara " Ucap Abraham kepada art anaknya.
Mereka pun mengobrol di dapur,Abraham bertanya banyak hal tentang anaknya kepada wanita itu.
" Setiap malam Tuan Justin sering mengigau dan memanggil nama Laura Tuan " Ucap Art Justin jujur.
" Sejak kapan itu terjadi ?" tanya Abraham menyelisik.
" 2 minggu terkhir yang paling parah biasanya disertai demam tinggi juga,saya sebenarnya sangat takut tapi maaf saya merasa kasihan kepada putra anda,Dokter bilang dia depresi berat dengan sakitnya,ditambah kecanduan alkohol serta obat itu " Jawab Art.
Abraham sangat terkejut tapi pria pintar itu mencoba tenang.
" Apa sebelumnya Bibi pernah melihat Laura disini ?" Tanya Abraham.
" Tidak Tuan,tapi saya pernah melihat gambar gadis itu dinakas sebelum Tuan Justin membakarnya "
" Huuuuuftt baiklah Bi,apa kau sudah digaji bulan ini ?" Tanya Abraham lemah.
" Bulan ini belum Tuan,saya belum berani meminta " Jawab Art menunduk.
" Baiklah,saya yang akan menggaji mu bulan ini kirim nomornya ke hape saya " Ucap Abraham bangkit.
" Baik Tuan " Balas wanita itu sopan
Abraham langsung berjalan menjauh.
Lelaki itu duduk disofa berpikir keras bagaimana cara menyembuhkan anaknya.
__ADS_1
Perusahaan Justin pun makin tak karuan,banyak sekali laporan yang belum di selesaikan hingga proyek2 yang sedang dibangun pria itu harus terhenti sementara.
Lelaki tua itu mulai bergerak menelfon asisten Justin yang bertugas mewakili pria itu saat ini.
" Kirimkan semua laporannya ke email saya saja " Ucap Abraham.
" Tapi Anda tidak masuk dalam daftar perwalian " Ucap Asisten Justin.
" Saya Daddy nya,saya bisa pecat kamu sekarang jika kau tak menurut !" Bentak Abraham kesal.
" Saya akan konfirmasi dulu ke Pak Justin " Ucap lelaki tersebut tenang.
" Hubungi saja dia besok " Ucap Abraham tenang.
Tut..
Panggilan pun terputus,Abraham menyenderkan kepalanya di punggung sofa mencoba mencari jalan keluar.
" Aku tidak mungkin memaksa gadis itu " Gumam Abraham bingung.
" Ya Tuhan kenapa ini terasa sulit " Lanjut Abraham merasa lelah.
Ditempat lain,Laura dan Vero sedang mencuci motor,Kakak beradik itu berencana akan jalan2 sore mengenakan motor king Vero.
Laura mencoba menyemangati Vero yang sedang patah hati.
Hari ini fix Vero kembali jomblo karna sang kekasih memutuskan hubungan mereka.
Vero merasa sedih karna gadis itu yang sangat ia sukai tapi apalah daya gadis itu tidak ingin lagi bersamanya.
" Kakak matiiin air " Kata Vero sambil menyikat ban motor.
" Mamaaaaaaaaaaa " Teriak Laura lantang.
Cila yang sedang melipat baju dirumah pun menggerutu kesal karna dirinya harus bangun duduk gara2 2 anaknya.
" Ma matiin ai...
" Udaaaah " Teriak Cila lantang.
Laura terdiam dan langsung cengengesan.
" Cepetan mandiii jangan main air terus listrik mahal " Teriak Cila kesal.
Vero dan Laura tertawa ngakak dengan sang Mama yang sangat perhitungan.
" Mama mah gitu padahal duit Papa banyak buat bayarin listrik " Cibir Vero heran.
" Kamu ngak tau Mama aja yang hematnya nyekek leher " Sahut Laura sambil menyabuni bok motor Vero.
Cila tak bersuara lagi yang artinya perempuan itu pasti sibuk dibelakang memberi para anak pungutnya makan.
Disela rutinitas kini Cila berternak ayam dan bebek,bukan karna ingin berjualan tapi perempuan itu suka saja merawat mereka semua karna tak punya teman saat Vero kerja waktu ditinggal Laura.
David yang melihat istrinya semangat beternak pun membuatkan kandang besar untuk menampung semua hewan itu dan alhasil sekarang banyak yang tertarik dengan hewan2 peliharaan Cila yang montok2 seperti pemiliknya,bahkan banyak warga kampung memanggil Cila sebagai juragan Ayam karna ayam Cila banyak yang sudah menetas dan Cila jadi bahan lelucon keluarga besarnya,tapi wanita itu tak ambil pusing karna apa pun yang ia lakukan yang penting David masih mencintainya.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya