Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perkara


__ADS_3

Pagi ini Vero berangkat bekerja seperti biasa Cila selalu menyiapkan sarapan apalagi ada cucunya dirumah.


Lelaki itu makan dengan tenang,tak ada percakapan karna dari semalam suasana hatinya memang sedikit tak karuan.


" Nek,coba semalam nenek ikut Via,pasti seru " Ucap Sofia kepada Cila.


" Emang semalam cucu Nenek dibawa kemana ?" Tanya Cila hati2.


" Hm jalan2 Nek,naik motor keliling kota " Jawab Sofia gembira.


Cila melirik Vero,sang anak masih tenang melanjutkan makannya.


" Emangnya Via tau siapa yg bawa Via semalam ?" tanya Cila.


" Gak tau Nek,tapi mereka orang baik,pamannya juga beliin Via makanan " Jawab Sofia tersenyum.


Cila menghela nafas seraya mengusap kepala Cucunya.


Gadis itu sangat pintar,jika Sofia tak pulang semalam Cila tak bisa membayangkan bagaimana paniknya mereka semua.


David datang,pria itu sudah lengkap dengan pakaian kantornya.


" Kakekkk " Pekik Sofia girang.


" Haloo " Sapa David hangat.


" Kek nanti anter aku ke kantor polisi ya " Kata Sofia semangat.


" Hah ngapain ?" Tanya David kaget.


Cila dan Vero juga terkejut mendengar permintaan gadis itu.


" Aku mau ketemu sama Om dan Tante kek " Jawab Sofia memelas.


" Siapa ?" tanya David bingung.


Vero diam mencoba mengingat hingga sekilas tetang semalam bersleweran dikepalanya.


Bersamaan dengan pertanyaan David,Yuna tiba2 masuk.


Terlihat wanita itu baru bangun tidur dengan piyama pendeknya.


" Pagi semua " Sapa wanita itu serak.


" Pagi " Jawab David tersenyum kecil.


" Mama udah bangun ?" Tanya Sofia tersenyum manis.


" Hm " Jawab Yuna mengangguk.


" Ayo duduk disini Ma " Kata Sofia mempersilahkan.


Yuna melihat semua orang,terlihat Cila dan Vero hanya diam menunduk menghabiskan makanan.


" Ma Sofia jadi ikut Mama gak hari ini ?" tanya Sofia teringat.


" Iya " Jawab Yuna pelan.


" Mau kemana ?" tanya Cila membuka suara.


" Gak tau Nek,coba tanya Mama " Jawab Sofia polos.


Cila melihat Yuna,menantunya hanya diam saja melihat sekilas.


" Aku sudah selesai " Ucap Vero tiba2 bangun dari duduknya.


" Kau langsung berangkat ?" tanya David melihat jam.


" Kerumah Kak Laura dulu ambil berkas " Jawab Vero.


David mangut mengerti,Vero mendekati putrinya dan mengecup sekilas kening gadis kecil tersebut .

__ADS_1


" Papa cari uang dulu ya Nak,kamu baik2 ya belajar yg pinter " ucap Vero lembut.


" Siap Pa !" Balas Sofia semangat.


Vero tersenyum,lelaki itu pun menjauh tanpa menegur istrinya.


Setelah Vero berangkat,Yuna juga bangun dari duduknya.


" Masih belum baikan ?" tanya Cila melihat sang menantu


" Vero gak mau negur aku " Jawab Yuna.


" Ya kamu yg tegur dong,kan kamu yg salah " Kata Cila heran.


" Kenapa Mama selalu nyalahin aku,setiap ada masalah selalu aku yg jadi tersangkanya !" kata Yuna kesal.


deg...


Cila terkejut mendengar ucapan sang menantu.


" Kan emang kamu yg salah Yuna " kata Cila tegas.


" Kalo gak salah juga aku yg disalahin " Balas Yuna geram.


Cila mengebrak meja dan menatap nyalang sang menantu.


" Terus kami harus memuji mu begitu ?" tanya Cila menahan emosi.


" Ma sudah " Tegur David.


" Aku tidak mengharapkan pujian kalian,selama ini aku udah banyak nahan hati dengan sikap kritis kalian menganggap aku !" kata Yuna meninggikan suaranya.


" Kalo kamu gak salah gak bakalan ada yg nyalahin kamu,harusnya kamu intropeksi diri bukan malah menambah masalah " kata Cila tak kalah garang.


Sofia menunduk,gadis kecil itu terlihat takut dengan nada tinggi keduanya.


Memang bukan sekali ini Cila marah kepada sang menantu,Yuna sangat pintar menaikkan emosinya.


" Mamaaaa " Panggil Sofia turun dari duduknya.


Gadis itu berlari mendekati Yuna yg berjalan cepat meninggalkan dapur.


" Sudah Ma kasihan Sofia " Ucap David menarik Cila duduk.


" Yuna itu sudah sangat keterlaluan Pa,sudah jelas dia salah masih aja ngelak !" Kata Cila geram.


" Gak papa,mungkin dia khilaf aja " Balas David positif.


" Kamu selalu aja belain menantu tak tau diri itu,kamu sama Vero sama bodohnya mau dibohongin sama dia !" kata Cila kesal.


Wanita itu pun bangkit dari duduknya dan berlalu.


David hanya bisa menghela nafas panjang,sejak kedatangan Yuna rumah terasa panas apalagi jika keduanya sdah bertemu.


" Kasihan sekali cucu ku " Gumam David menggeleng pelan.


Ia merasa kasihan dengan gadis kecil itu lantaran Sofia tak tau apapun masalah orang tuanya..


Dikamar Yuna melampiaskan emosinya dengan melempar berbagai barang yg terpajang dikaca rias..


Beberapa bedak dan parfum berhamburan dilantai..


" Aaaaakhhhhhh sialaaaannnn !" Teriak Yuna meledak2.


" Nenek gayung itu benar2 keterlaluan !" Ucap Yuna mengepalkan tangannya.


" Aku sudah kehabisan sabar menghadapi keluarga ini,ini bagai dineraka !" Lanjut wanita itu dengan wajah memerah.


" Mama " Ucap seseorang dari pojokan.


Yuna menoleh dan mendapati putrinya yg berdiri disana dengan wajah pucat.

__ADS_1


Yuna mendekat,wanita itu memegang bahu anak yg sudah ia lahirkan..


" Kita tidak harus disini lagi,Mama akan membawa mu pergi !" Ucap Yuna tegas.


" Mama mau kemana ?" Tanya Sofia nanar.


" Bertemu Ayah mu " Jawab Yuna tegas.


" Papa ?" Tanya Sofia polos.


" No,bukan Papa Vero " Jawab Yuna.


" Terus Papa yg mana ?" Tanya Sofia bingung.


Yuna diam,wanita itu melihat tajam wajah putrinya yg begitu lugu.


Sekilas gadis itu memang mirip dengan Vero,apalagi disaat ia menampakkan senyum hangat.


Yuna langsung berlalu mengambil hapenya dan menghubungi seseorang.


Sofia masih diam,gadis itu sungguh belum bisa menerka apa yg diucapkan oleh wanita dewasa tersebut..


Yuna mengantar gadis cilik itu pergi sekolah.


Vero sudah berangkat duluan,memang yg tugas mengantar adalah Yuna dan Vero nanti yg akan menjemput.


Sesampai disana,gadis itu berlari masuk.


Yuna menatap lama anaknya dan menghela nafas panjang.


Suara dering berbunyi,wanita itu melihat nama dilayar dan kembali diam.


Sofia mulai berkumpul bersama kawan2nya,para orang tua ada yg mengantar sampai depan ada juga yg masih menunggu seperti Yuna.


" Mamaaaaaaa " Panggil Sofia melambaikan tangan.


Yuna tersenyum dan ikut melambaikan tangan.


Gadis itu terlihat sangat bahagia,Sofia masih tk,rencananya tahun depan gadis itu akan masuk sekolah dasar.


Para guru mulai mengarahkan murid masuk kelas mengikuti pelajaran,Yuna kembali menghela nafas dan tersenyum tegar.


" Jika bukan karna kamu mungkin Mama gak akan sebertahan ini Nak " Ucap Yuna lirih.


" Tapi sekarang,Mama harus melakukannya " Lanjut Yuna pelan.


Wanita itu mulai mundur dan berjalan menjauh..


Dikantor,Vero mulai bekerja seperti biasa.


Meski segudang masalah hidup hinggap dikepalanya tapi lelaki itu masih bisa mengontrol diri.


" Pak Vero,hari ini kita ada meeting di kantor Pak Reno jam 11 siang " ucap sekretaris Vero masuk keruangan.


" Jam 11 ?" Tanya Vero mengernyit.


" Iya Pak,ini meeting penting dan Pak Reno meminta kita tepat waktu " jawab pria itu lagi.


" Jam 11 Sofia pulang sekolah " Batin Vero mengingat.


" Coba hubungi Pak Direktur apa dia....


" Pak Direktur sudah pergi ke lapangan Pak " Potong sang Secretaris.


" Huh ya sudah " kata Vero mengerti.


Secretaris keluar,Vero melihat jam.


" Sudah dekat " Batin lelaki itu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2