
Siang hari seorang pria menunggu didalam mobil sambil melihat kearah sebuah gedung.
Hari ini Daniel ingin menghabiskan waktu bersama Hani,pikirannya sedang kacau.
Ia ingin merelaksasikan tubuh agar bisa berpikir tenang.
Daniel merasa suntuk,Nial dibawa pulang oleh sang mertua,anaknya pun ikut dikenalkan kepada keluarga besar dan itu membuat Daniel sedikit keberatan karna ia merasa itu tidaklah penting dan berbahaya karna bayi kecil itu tidak boleh disentuh sembarangan orang.
Tapi Daniel tak punya kuasa,ia tak berani menentang mertuanya yg punya kuasa lebih banyak.
Salah satu sikap yg kurang disukai lelaki pendiam tersebut karna bagi Daniel cukup mereka saja yg tau dan privasi anaknya harus terjaga dengan baik.
Lama menunggu hingga akhirnya seorang gadis berjalan kearah nya dengan wajah celingak celinguk.
Daniel membunyikan klakson sebagai pemberitahuan.
Hani tersenyum lebar,gadis itu berlari dan masuk kedalam mobil.
" Akhirnya kamu keluar juga " ucap Daniel tersenyum mengusap kepala Hani.
" Iya Kak,maaf nunggunya lama " kata Hani tersenyum.
" Iya gak papa " Kata Daniel mengerti.
" Ini mobil siapa ?" tanya Hani melihat kiri kanan.
" Aku rental " Jawab Daniel.
" Hah kenapa,mobil Kakak mana ?" tanya Hani terkejut.
" Ada dirumah sakit,Kakak emang sengaja pake ini biar gak ada yg tau " Jawab Daniel.
Hani mengangguk paham,sedikit rasa kecewa dihati gadis itu mendengar penuturan Daniel tapi apa boleh buat,hubungan mereka memang terlarang.
" Kamu sudah makan ?" tanya Daniel.
" Hm belum " Jawab Hani.
" Ya udah,kita cari makan ya,mau kemana ?" tanya Daniel.
" Gimana kalo pantai,aku sudah lama gak kesana " Jawab Hani manja.
" Emang gak pernah pergi lagi ?" tanya Daniel lembut.
Hani menggeleng pelan.
" Ya udah,kita makan disana ya " Kata Daniel menurut
" Iya beli nasi padang aja dipinggir jalan " Kata Hani semangat.
" kenapa gak resto ?" tanya Daniel kaget.
" Gak suka nasinya sedikit,aku laper banget " Jawab Hani terkekeh.
" Ih dasar rakus " Kata Daniel menjitak kepala gadis itu.
Hani tertawa,mereka pun langsung tancap gas menuju lokasi.
Hani merasa bahagia karna Daniel kembali lagi,sebenarnya gadis itu juga merasa takut mereka akan ketahuan,tapi melihat Daniel enjoy ia pun merasa tenang apalagi keduanya tak pernah berbuat aneh2.
Seperti permintaan Hani,mereka membeli semua makanan dipinggiran jalan baru nanti makan bersama dipantai.
Daniel tak heran dengan sikap sederhana gadis itu,karna itu salah satu daya tarik Hani yg membuatnya terpikat.
Asik berkendara,tiba2 telfon Daniel berdering.
Pria itu melihat nama dilayar dan diam sejenak.
" Siapa Kak ?" Tanya Hani sambil ngemil snack.
" Pacar kamu " jawab Daniel membiarkan ponselnya berdering.
__ADS_1
" Hah " pekik Hani terkejut
" Siapa ?? Ridho ?" tanya Hani mengingat.
" Hm " jawab Daniel cuek.
Hani terkekeh geli,ia merasa begitu lucu dengan kakak beradik tersebut.
" Angkat aja Kak " Kata Hani mencoba tenang.
" Ogah " Balas Daniel.
" Kenapa siapa tau penting " Kata Hani menahan tawanya.
" Paling minta transfer " Balas Daniel.
" Emang dia gak ada duit ?" Tanya Hani mengrtnyit.
" Gak tau tuh,tapi nanti diganti sama dia gak tau buat apaan " Jawab Daniel.
" Ck pantesan aku disuruh ngutang " Dumel Hani kesal.
" Hah kenapa ?" tanya Daniel tak mendengar dengan jelas.
" Gak papa " Jawab Hani tak mau membahas.
Panggilan mati dan digantikan dengan pesan singkat.
Daniel mendengus gemas dan tak membalas chat sang adik.
Mereka tiba dipantai,Hani mulai girang.
Gadis itu meminta Daniel keluar untuk mengganti baju.
Meski sempat digoda tapi Hani tetep kekeh pendirian membuat Daniel gemas sendiri.
Gadis itu tampil dengan baju biasa,tak ada lagi baju dinas karna ia sudah selesai.
Daniel mencari tempat teduh,tak banyak orang disana karna memang bukan hari libur.
Daniel mengembangkan jaketnya untuk alas duduk,sikap lelaki itu membuat Hani luluh,pria baik itu sungguh membuat Hani ingin egois.
Jika tidak mengingat Daniel punya keluarga mungkin Hani sudah meminta lelaki itu untuk menikah dengannya.
" Kak " Panggil Hani pelan.
" Iya " Jawab Daniel menoleh.
" Em Kakak gini gak sama istri ?" tanya Hani hati2.
" Mennurut kamu ?" Tanya Daniel balik.
Hani mengangguk.
" Aku gak berubah Hani,gak ada yg tau perasaan aku yg sebenarnya,tapi aku berusaha untuk tetap enjoý dan telan sendiri semua rasa gak nyaman " Jawab Daniel.
" Kalo aku jadi istri Kakak mungkin aku akan melakukan yg terbaik " Kata Hani terkekeh.
" Ahh jangan menggombal nanti Kakak terjun ke laut " Kata Daniel ikut terkekeh.
" Ah Kakak gak seru " kata Hani kalah.
Daniel tertawa,pria itu sekilas sangat mirip dengan Ridho.
Keberanian keduanya pun bisa diancungi 4 jempol.
Asik makan dan bercanda,tiba2 sebuah mobil berhenti disamping mobil mereka.
Hani yg sedang makan menoleh kebelakang.
Tak lama sepasang kaki turun ke tanah,Hani terus melihat hingga matanya mmebulat seketika.
__ADS_1
" Vero " Ucap Hani menelan paksa nasi dalam mulut.
Yap,Vero Alexander Praja turun dari mobil bersama seorang wanita berpakaian rapi.
Tak lama mobil lain masuk dan turun beberapa orang.
" Kamu kenal ?" Tanya Daniel melihat Hani diam
" Kenapa dia ada disini ?" tanya Hani bingung.
" Siapa Han ?" Tanya Daniel lagi.
Kaki Vero melangkah,lelaki itu melihat sepasang kekasih makan dibawah batang yg rindang.
" Apa yg mereka lakukan ?" Tanya seorang wanita yg berprofesi sebagai karyawan Vero.
Vero melihat sejenak dan tersenyum miring.
" Restoran disebelah,tapi mereka memilih makan diemperan " Gumam Vero menggeleng pelan.
Pria itu tak mengenali Hani karna gadis tersebut memunggunginya.
" Ayo Pak,yg lain sudah menunggu " Ucap karyawan Vero menegur.
Vero mengangguk,langkah lelaki itu berpindah dan menyusuri jalanan setapak.
" Haaachimmmmmmmmm......" Hani tiba2 bersin karna tak sanggup lagi menahan rasa gatal dihidung.
Semua orang menoleh,bahkan Daniel yg disamping gadis itu terkejut bukan main.
" Kamu gak papa ?" tanya Daniel mengusap punggung gadis tersebut.
" Hani " Ucap Vero terkejut.
Hani yg mendengar namanya disebut langsung melotot.
Vero diam melihat gadis tersebut benar adalah Hani.
Daniel menoleh dan melihat Vero dengan wajah menyelisik.
" Pak " Tegur Karyawan Vero.
" Iya ayo " kata Vero tersadar.
Lelaki itu membalik badannya dan kembali melangkah.
Vero datang kesana bukan tanpa sebab,ia dipercayai Justin untuk menemui koleganya yg kebetulan menginap di daerah pantai tersebut.
Karna suasana yg damai dan menyegarkan jadilah Vero mau pergi sekalian refreshing.
Hani menunduk dalam,tangan gadis itu seketika tremor melihat Vero.
" Hani,kamu gak papa ?" tanya Daniel lembut.
Hani melihat kearah Vero dan diam lama.
" Kamu kenal pria itu ?" tanya Daniel lagi.
Hani mengangguk pelan.
" Dia Vero " Ucap Hani lirih.
" Hah Vero ?" Ulang Daniel kaget.
" Iya,dia pria yg membuat aku tetap hidup " Jawab Hani ingin menangis.
Deg....
Daniel tersentak dan melihat lagi kearah Vero yg sedang berjabat tangan dengan pria berpakaian rapi..
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.