Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak Terduga


__ADS_3

Vero masuk kekamar mengambil handuk,lelaki itu diam saja melihat istrinya menaruh baju dilemari.


" Kamu dari mana ?" tanya Yuna menoleh.


Vero diam tak menjawab.


" Tadi aku ketempet temen buat casting lagi eh diterima " Ucap Yuna bahagia.


Vero menoleh dan melihat istrinya dengan wajah geram.


" Mulai besok aku akan bekerja " Lanjut Yuna tersenyum manis.


" Kau bekerja ? siapa yg mengizinkan mu ?" tanya Vero tenang.


" Memangnya kau tidak mengizinkan ?" tanya Yuna mengernyit.


" Tidak " Jawab Vero tegas.


" Kenapa ? aku butuh kerjaan Ver aku bosan dirumah " Ucap Yuna memelas.


" Aku masih bisa memenuhi kebutuhan mu " kata Vero berdiri tegak melihat wanita itu.


" Ck,tidak cukup Vero,kita bahkan belum menempati rumah baru " Kata Yuna mengkrucut.


" Kan masih dalam perbaikan,tunggulah sebentar lagi " kata Vero tersulut.


" Aku bosan,dirumah aku gak bisa ngapa2in,tiap hari mandangin kandang Ayam terus " kata Yuna memutar mata.


Vero diam sejenak memperhatikan wanita tersebut.


" Aku sudah bilang kau duduk manis saja dirumah karna sedang hamil,atau kau bisa membantu Mama " kata Vero mencoba sabar.


" Huh karna aku sedang hamil saja ? kalau tidak hamil aku harus melakukan itu juga ?? Aku bosan Vero,aku butuh dunia luar " kata Yuna kesal.


" Yuna " panggil Vero melemah.


" Aku bukan tidak menyukai rumah ini,aku rela melepaskan pekerjaan demi kamu sebelumnya,tapi sekarang aku merasa bosan,aku terkurung disini tanpa bisa melakukan apapun " Jelas Yuna.


Vero menghela nafas mengusap lembut kepala wanita itu.


" Aku tau kau punya kehidupan yg bebas,tapi sekarang sudah berbeda,kau menjadi istri ku harusnya kau menuruti perintah ku karna itu yg terbaik untuk kamu dan anak kita " Kata Vero lembut.


Yuna diam menunduk,ia tak bisa melewan jika melihat wajah Vero nanar menatapnya.


" Dia masih lemah kan,kasihan jika kamu kecapean dia pun bakal merasakannya " ucap Vero mengusap perut gendut Yuna yg mulai membuncit.


" Baiklah,aku mau menuruti mu tapi..." Ucap Yuna menggantung


" Apa ?" tanya Vero.


" Aku mau jajan ku ditambah lagi,uang yg kamu kasih itu gak cukup,aku malu kalo keluar sama temen gak bisa kayak mereka " Rengek Yuna manja.


Vero menghela nafas dan mengangguk pelan.


" Baiklah,besok aku tambah,tapi kamu harus nurut kemauan aku ya ?" Kata Yuna tersenyum.


Vero mengangguk setuju,keduanya pun berpelukan hangat.


Vero memejamkan mata sejenak,kepalanya sudah sakit karna lelah mencari anak didik Cila.


Pria itu harus punya stock sabar yg luar biasa dalam menghadapi istrinya apalagi Yuna sedang hamil muda dan moodnya bisa naik atau turun kapan saja.

__ADS_1


Dikamar sebelah,Cila duduk termenung seperti orang kehilangan arah.


David yg selesai mengerjakan pr nya menoleh melihat wanita yg sudah hidup lama dengannya tersebut.


" Kenapa Yank ?" Tanya David melepas kaca mata.


" Gak papa " Jawab Cila lesu.


" Ada apa ? kenapa kamu seperti hidup segan mati tak mau ?" Tanya David terkekeh.


" Aku kangen Hani Pa,ntah apa kabarnya sekarang " Ucap Cila melihat lelaki itu.


" Kenapa inget Hani ?" tanya David mengernyit.


" Ntah lah,aku rasa kangen aja " jawab Cila terkekeh.


" Kita sekarang dah punya menantu,dan menantu kita itu Yuna bukan Hani,jadi kamu harus pandai menghargai dia " Kata David memberi nasehat.


" Ya kamu benar,cuma aku kurang sreg aja sama dia Pa,aku ngerasa kasihan gitu sama Vero nya " Ucap Cila sedih.


" Itu pilihan Vero,dia pasti sudah memilih yg terbaik " Ucap David.


Cila kembali menghela nafas,wanita paru baya itu mengingat cerita tetangganya tadi.


Sedikit banyak Cila merasa iri karna menantunya berbeda dengan orang lain.


" Kamu dimana Hani ?? Mama kangen " Batin Cila sedih.


Ditempat lain,seorang gadis duduk disebuah warung pecelele.


Hani memesan makanan disana karna tak ada waktu lagi untuk masak.


Tak ada teman karna ia benar2 hidup sendirian dikota yg ia pun tak mengerti.


" Huhhh aku merasa sepi disuasana ramai " Gumam Hani nanar.


Ia kadang merasa sangat miris dengan hidupnya,tapi Hani berusaha tetap bersyukur karna ia masih diberi kesempatan hidup dengan layak.


" Mba " tegur seseorang.


Hani yg sedang melamun sontak kaget dan menoleh kesamping.


" Iya Pak ? ada yg bisa saya bantu ?" tanya Hani sopan.


" Apa Mba nya sudah selesai makan ?" Tanya pria itu tak enak hati.


" hah em ya udah Pak,silahkan ditempati " Ucap Hani berdiri.


" Makasih Mba,soalnya anak saya mau duduk disini " Ucap Lelaki itu lagi menunjuk putrinya yg berdiri disamping.


" Ah iya " Kata Hani sopan.


Gadis itu pun berpindah tempat membayar makanan.


Bapak dan anak itu duduk tenang,terlihat si gadis kecil tadi begitu girang dengan wajah semangat berbicara dengan Ayahnya.


Hani ikut tersenyum meski merasa sesak karna ia tak pernah diperlakukan dengan manis oleh Ayahnya sendiri.


" Ini Neng kembaliannya " Ucap seorang ibu2 memberikan sejumlah uang.


" makasih Bu " jawab Hani menerima uang tersebut.

__ADS_1


Hani pun keluar dari warung itu dan mendongak menatap ramainya jalanan.


Beberapa mobil dan motor terparkir rapi dipinggiran warung.


" Motornya yg mana Neng ?" tanya tukang parkir mendekati Hani.


" Maaf Bang saya gak bawa motor " Jawab Hani sopan.


" Ohh naik mobil ya ?" tanya tukang parkir itu lagi.


Hani tersenyum dengan gelengan pelan.


" Saya jalan kaki bang " jawab Hani sopan.


Tukang parkir ber Oh ria meski sempat terkejut.


Biasanya seumuran Hani sedang asik2nya menikmati masa remaja,tapi gadis itu berbeda.


Diumur yg masih sangat muda,ia harus berjuang untuk bertahan hidup.


Hani menyusuri jalan sambil melihat kiri kanan.


Suasana malam sedikit mengasikkan daripada siang,beberapa gedung tinggi menampakkan lampu2 indah yg menyejukkan mata.


" Hmm aku kemana ya ?" Gumam Hani bingung.


Gadis itu ingin jalan2,tapi dengan keterbatasannya ia tak bisa kemanapun walaupun rasa penasarannya membuncah.


Hani terus berjalan melewati berbagai warung,anak tongkrongan dan berakhir tiba dikost annya.


Saat akan memasuki gang,tiba2 sebuah motor melaju kearahnya membuat gadis itu kaget.


" Maaf2 "Ucap seseorang mengerem mendadak.


" Duh duh untung gak kena " ucap Hani mengusap dadanya kaget.


Pria itu turun dari motor dan memegang bahu Hani.


" Kamu gak papa ?" tanya si pria khawatir.


Hani menggeleng pelan dan melepas tangan pria tersebut dari tubuhnya.


" Eh maaf Nona " Ucap si pria tau kesalahannya.


Hani tersenyum kecil dan kembali melangkah.


Pria itu diam melihat Hani yg terus berjalan tanpa menoleh lagi.


" Nonaaa " Panggil si pria turun dari motornya.


Hani berhenti berjalan dan membalik badan.


Pria dengan pakaian serba hitam itu membuka helmnya dan...


" Apa kau tinggal disini ?" Tanya pria itu menunjuk rumah kost Hani..


" Hah " Ucap Hani sedkit bingung.


Pria itu tersenyum melihat wajah Hani yg menggemaskan.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2