
Didalam mobil,Laura terus menangis terisak.
Justin merasa bersalah telah mengabaikan gadis itu tadi,tapi jika Justin tak melakukannya pria itu akan mati penasaran apalagi Laura benar2 menantang dirinya.
Justin bukannya tak perduli,tapi pria itu ingin menunjukkan kepada Laura bahwa itu bukan lah tempat yang baik untuk gadis sepolos dirinya,Justin akui dirinya memang player,tapi melihat gadis seperti Laura,jiwa player Justin seolah mati,pria itu tak mau menghancurkan masa depan Laura.
Tak ada percakapan apapun,yang terdengar hanya isak tangis Laura yang tak berkesudahan,gadis itu memeluk dirinya sendiri.
Justin mengemudi layaknya dikejar hantu,meski jalanan masih cukup ramai pengendara.
Tak lama mereka tiba diapartemen Justin,pria itu langsung keluar dan membuka pintu.
Tanpa bicara sepatah katapun,Justin kembali menggendong Laura tanpa perlawanan.
Gadis itu melingkarkan tangannya dileher Justin,mulut Laura seolah terkunci rapat hanya maniknya yang bisa menjelaskan bagaimana hancur dirinya saat ini.
" Maaf,aku tak bisa membawa kamu pulang dalam keadaan seperti ini " Kata Justin saat mereka berada dilift.
Laura hanya diam menatap manik tajam lelaki itu.
Seketika air matanya kembali menetes deras,jika tak ada Justin disana,Laura tak tau bagaimana nasib kedepannya setelah dilecehkan pria tadi.
Saat mereka sampai di unit apartemen milik Justin,lelaki itu langsung membawa Laura kekamar dan menaruh Laura di bathup kamar mandi.
" Ka am mu mau ngapaian ?" Tanya Laura ketakutan.
Manik Justin menatap tajam.
" Duduk !" Titah Justin setengah membentak.
" Ngak mau,jangan mendekat !" Kata Laura ingin turun dari sana.
Justin menghalau gadis itu dan mendudukkan Laura di bathup.
" Ngak mau,kamu mau ngapain " Teriak Laura histeris.
Justin tak menjawab,lelaki itu mengambil shower yang tergantung dan menyiram Laura dengan air dingin.
" Aaaakhhh dinginnn " Pekik Laura kaget.
Laura berontak ingin turun dari sana,tapi Justin ikut masuk kedalam dan menahan tubuh gadis itu.
" Aaakkkhhh jangan sakiti aku " Teriak Laura mendorong Justin.
" Diaaaaaaaaaaaammmm !!!" Teriak Justin murka.
Laura langsung terdiam kaget,gadis itu kembali menangis.
Justin benar2 mengerikan jika sudah marah.
Melihat Laura sudah diam Justin pun menyiram Laura lagi,bahkan seluruh tubuh gadis itu diguyuri air dingin.
Laura benar2 diam membantu menatap Justin yang mengusap2 badannya dengan kasar.
Pria itu tak mengeluarkan suara lagi,tapi tangannya terus bergerak membasuh tubuh Laura karna bekas pria brengsek tadi.
Hampir 1 jam Laura diguyuri air dingin,wajah gadis itu sudah sangat pucat.
Justin mematikan keran dan membuang shower itu asal.
Nafas pria itu terasa tercekat melihat Laura layaknya mayat hidup.
Tatapan Laura kosong kedepan seolah tak ada lagi kehidupan selanjutnya.
" Bersihkan diri mu !" Kata Justin melemah.
Pria itu keluar dari kamar mandi dengan membanting pintu.
__ADS_1
Brakkk...
Pintu tertutup rapat membuat Laura terkejut.
Gadis itu menatap nanar pintu yang tertutup dan kembali air matanya terjun bebas tak terkenali.
" Aku wanita kotor hiks hiks " Kata Laura menangis terisak.
Gadis itu mengusap2 wajahnya dan menarik rambutnya dengan kasar.
Laura seolah menyesali apa yang ia lakukan tadi,kenapa nasib sial menghampiri dirinya saat ia ingin terlihat biasa saja didepan Justin.
Diluar sana,Justin menegak wine dan melempar gelas itu ke dinding kamar,alhasil gelas pun berhamburan.
" Shitt !" Umpat Justin geram.
Pria bertato itu mendengar tiap teriakan Laura dari dalam kamar mandi.
Emosi Justin naik turun,pria itu tak terima bibir gadis itu di cicipi pria lain.
Apalagi Justin yakin,itu pasti pertama bagi Laura.
" Akhhhh liat saja,lo ngak bakalan lepas dari gue !" Teriak Justin mengepalkan tangannya dengan erat sambil menatap keluar jendela.
Waktu kembali berlalu,Laura belum juga keluar.
Pria itu mulai was2 takut Laura melakukan sesuatu.
Justin pun membuka pintu kamar mandi dengan cepat dan terbelalak,melihat Laura hanya menggunakan bikini saja.
" Aaaaaaaaaaaaa " Teriak Laura histeris menutup dada dan juga pahanya.
" Astaga " Pekik Justin kaget dan menutup pintu dengan cepat.
Pluuuuggg ..
" Uh uh selamat " Gumam Justin menghela nafas lega.
" Dasar mesuuuummm " Teriak Laura kesal setengah mati.
Justin menelan ludah kasar,pria itu menatap miliknya yang masih tertidur damai.
" Pleas,hari ini lo jangan bangun dulu ya,bahaya " Melas Justin kepada si Jack yang sering merasa haus.
Justin menarik nafas pelan agar gairahnya tak naik.
Laura keluar dari kamar mandi dengan wajah kesal.
" Kenapa masih pakai baju tadi ?" Tanya Justin sedikit tenang.
" Aku mau pulang " Kata Laura ketus.
Wajah gadis itu sangat sembab,bahkan maniknya pun seperti telur ayam.
" Pake begituan ?" Tanya Justin bersedekap dada.
Laura melihat penampilannya dan menghela nafas.
" Aku ngak ada baju ganti " Kata Laura geram.
" Hm,tidur lah disini,besok aku antar " Kata Justin membuka lemarinya.
" Kakak gila apa,mana mungkin aku tidur sama Kakak !" Ujar Laura kesal..
" Lihatlah ini sudah jam berapa " Kata Justin santai.
Laura melotot kaget,dirinya baru teringat akan waktu yang terus berjalan.
__ADS_1
Gadis itu merogoh tasnya dan melotot melihat banyak panggilan masuk dan waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.
Glekkk...
Laura menelan ludah kasar.
" Hubungi orang tua mu,kelihatannya mereka khawatir " Kata Justin mengambil 1 baju kemejanya berwarna biru panjang.
" Tapi ini sudah jam 1 " Kata Laura ketakutan.
" Hubungi saja,biar aku yang bicara nanti " Kata Justin santai..
" Hah,Kakak gila apa,bisa dibunuh aku tidur dirumah pria !" Kata Laura geram.
Justin mengangkat bahu acuh dan berjalan kekamar mandi menyegarkan tubuhnya.
Laura berjalan mondar mandir bingung harus menelpon orang tuanya atau tidak.
" Huh telepon ajalah " Kata Laura yakin.
Gadis itu pun langsung memencet tombol Call pada nomor hape Cila.
" Halo Laura,kamu dimana sayang ?" Tanya Cila terdengar panik diseberang.
" Halo Laura,kamu dimana Nak kenapa ngak angkat telepon Papa ?" Suara David ikut nimbrung.
" Hm,maaf Pa,aku em aku ketiduran tadi,aku tidur drumah teman aku,kita bergadang buat laporan besok " Kata Laura terpaksa berbohong.
" Loh kamu udah pulang dari acara teman kamu tadi ?" Tanya David menyelisik.
" Hem udah Pa,em hoam aku ngantuk Pa,kalian tenang aja aku ngak papa kok " Kata Laura gugup.
" Papa jemput ya,Papa ngak tenang kalo belum liat kamu dirumah,tadi Vero sampe ngamuk loh nungguin kamu ngak pulang2 " Kata David sedih.
" Maaf Pa,ini udah mau pagi,em Papa sama Mama tidur aja,besok pagi aku langsung pulang " Kata Laura yakin.
" Kamu ngak lagi bohongin Papa kan ?" Tanya David ragu.
" Ngak Pa,beneran deh " Kata Laura menggigit bibirnya takut.
" Papa mau Vc sama kamu " Kata David tak percaya.
" Waduh gawat ini,gimana ini " Batin Laura panik.
" Em Pa,aku ngantuk banget nih,tangan aku juga pegel,aku lanjut tidur dulu ya,janji besok aku bakal pulang " Kata Laura memelas.
" Ya udah,tidur yang nyeyak ya dan jangan kecewain Papa !" Kata David tegas.
Deg..
Laura terdiam kaget dengan ucapan terakhir lelaki itu.
" Iya Pa " Kata Laura lemah.
Tut pangilan dimatikan.
Laura menghela nafas dan mengacai dirinya didepan cermin..
" Maafin Laura Pa,Laura terpaksa bohongin Papa lagi " Kata Laura sedih..
Justin keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang,membuat Laura terdiam mematung melihat lelaki itu.
" Ganti dulu bajunya,nanti masuk angin " Titah Justin berjalan kearah lemari.
Laura mengangguk lemah dan mengambil kemeja pria itu diranjang.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys terus dukung author ya dengan cara VOTE,LIKE,COMENT YANG BANYAK.