Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kerja


__ADS_3

Beberapa hari diluar negeri,Justin pun kembali pulang kerumahnya dengan membawa hasil kerja kerasnya selama ini.


" Justin,kamu benar2 sudah gila !" Bentak Daddy Justin geram kepada lelaki itu.


" Aku tidak punya pilihan " Balas Justin tenang.


" Kau punya pilihan lebih baik jika menikah dengan Bela !" Celetuk Mama Justin emosi.


" Aku pikir kalian yang harusnya periksa kedokter " Jawab Justin terkekeh.


" Jangan kurang ajar kamu Justin " Bentak Daddy Justin emosi.


" Terserah kalian mau bicara apa,aku tidak mau menikah dengan Bela titik !" Kata Justin tegas dan langsung berlalu dari ruang makan itu.


" Justin !!" Teriak Sandra geram


" Ya Tuhan bagaimana ini Pa,kita bakal jatuh miskin Pa " Kata Sandra mulai panik.


" Aku tidak tau lagi,Justin juga sudah menyerahkan hartanya,mau jadi apa anak itu tanpa uang " Ucap Daddy Justin geram.


" Ini semua gara2 gadis sialan itu,dia benar2 membawa dampak buruk bagi Justin !" Ucap Sandra mengepalkan tangannya.


Daddy Justin menghela nafas lelah,ia juga tak menyangka gadis yang ia mohon2 kemarin akan begitu berpengaruh bagi hidup mereka.


Justin membereskan semua pakaiannya dalam koper,pria itu berencana untuk pergi dari rumah.


Justin masih punya uang lebih untuk membeli rumah kecil hasil dari memjual apartemennya di Amerika.


Apartemen nya yang di kota sudah dijual oleh Sandra untuk membayar utang.


" Tunggu aku Laura " gumam Justin yakin.


Tanpa lelah pria itu pun langsung bergegas keluar.


" Mau kemana kamu hah ?" tanya Sandra melihat anaknya terburu2.


" Aku akan hidup sendiri " Jawab Justin tegas.


" Kamu mau menjadi anak durhaka !" Bentak Sandra emosi.


" Ma please,aku juga punya kehidupan sendiri,aku tidak mau hidup berantakan lagi Ma " Kata Justin meminta pengertian.


" Kamu bisa hidup tenang jika menikah dengan Bela Justin !" Balas Sandra lantang.


" Aku tidak mencintai dia Ma " teriak Justin geram.


" Aku akan menikahi Laura " ucap Justin melemah.


" Jangan sebut Perempuan kampung itu lagi,dia ngak pantas buat kamu !" Bentak Sandra.


Justin mengacak rambutnya kesal dan berjalan menjauh.


" Sampai matipun Mama ngak bakal restuin hubungan kamu sama dia !" Ucap Sandra lantang.


Deg...


Justin berhenti melangkah dan menoleh melihat perempuan itu berapi api.


" Apakah Mama tidak ingin aku bahagia ?" Tanya Justin lemah.


" Dia tidak bisa membuat mu bahagia " Jawab Sandra sombong.


" Sejak aku kenal dengan Laura,aku merasa bahagia dan tenang Ma,dia menarik aku dari lubang gelap selama ini " Kata Justin pelan.


Sandra tersenyum miring masih dengan pendiriannya.


" Silahkan kalau kamu mau menikahi gadis kampung itu,dan anggap kalau Mama mu ini sudah mati karna Mama ngak akan merestui dia menjadi menantu Mama " Ucap Sandra tegas.


Deg....


Justin terbelakak,seketika kakinya melemas mendengar ucapan wanita yang selama ini ia sayangi.


Justin menarik nafas panjang dan mencoba untuk tenang.


Pria itu berada di pilihan tersulit dalam hidupnya memilih antara orang tua dan gadis yang ia cintai.


" Meski Mama tidak merestui kami,tapi aku akan tetap menganggap Mama masih hidup karna Mama orang tua ku " ucap Justin nanar.


" Aku sayang Mama " Kata Justin lemah.

__ADS_1


Pria itu pun kembali menarik kopernya keluar dari rumah besar itu.


Sandra terdiam melihat putranya benar2 pergi dari rumah dan tak memilih dirinya sama sekali.


" Justinnnnnnnnnnnnnnn " Teriak wanita itu keras dan membanting apapun yang ada didekatnya.


" Kurang ajarrrrr " Teriak Sandra emosi.


Justin mengendarai mobilnya melesat jauh keluar dari pekarangan rumah itu.


Justin tak menyangka wanita yang selama ini ia hormati kini membuatnya sangat kecewa.


Dada pria itu naik turun menahan emosi yang meledak ledak.


Saat Justin sedang asik menyetir tiba2 fokusnya terbagi saat maniknya tak sengaja melihat seorang gadis sedang membagi brosur disepanjang jalan.


Pria itu menepi dan melihat dari kejauhan dengan seksama.


" Laura " Gumam Justin terbelalak.


Seorang gadis terlihat bersemangat menyebar brosur bersama temannya,yang membuat Justin lebih terkejut adalah gadis itu mengenakan rok pendek meski mengenakan stoking coklat menutupi kulit kakinya.


" Apa yang Laura lakukan ?" Gumam Justin heran.


Lelaki itu terus melihat hingga gadis2 itu mendekati mobilnya dan mengetuk kaca.


" Ada apa ?" Tanya Justin memasang wajah datar.


" Saya punya barang terbaru dari Pt.Sinar Abadi barang kali Masnya mau beli " Ucap gadis dengan riasan cukup tebal itu.


" Boleh saya lihat ?" Tanya Justin sopan


" Silahkan Mas ganteng " Ucap gadis itu mulai centil.


Justin tersenyum dan melihat barang tersebut.


" Jadi dia jualan ini ?" Batin Justin mulai menebak.


" Gimana Mas,barangnya masih bagus dan segel seperti saya " Ucap Gadis itu menggoda.


Justin terkekeh dan melihat wajah gadis itu sekilas.


" Saya mau beli,tapi saya boleh minta tolong gak ?" Ucap Justin tersenyum menggoda.


" Minta tolong apa ?" Tanya Gadis itu malu.


" Em boleh panggilkan teman mu yang satunya lagi " Ucap Justin menunjuk Laura.


" Yang mana ?" Tanya gadis itu mengernyit


" Yang itu roknya se paha " Ucap Justin tersenyum genit.


Gadis itu menelisik temannya dan mendengus.


" Yang itu ?" Tanya gadis itu menunjuk Laura yang sedang tersenyum membagi brosur.


" Iya yang cantik dan sexy " Ucap Justin tersenyum mesum


Wajah gadis itu langsung berubah drastis yang tadinya tersenyum manis berubah menjadi geram.


" Sialan tuh cewek pake pelet apa dia sampe bikin pria tampan ini menoleh " Gumam gadis itu pelan tapi Justin bisa mendengarnya.


" Bisakah ? saya akan membayar mahal " Ucap Justin dengan sombong mengeluarkan dompetnya.


Gadis itu mengintip sedikit dan terbelalak melihat dompet Justin berisi banyak dolar daripada rupiah.


" Gila ini mah tajir melintir " Batin gadis itu girang.


" Saya tidak punya banyak waktu " Ucap Justin jengah.


" Okey " Ucap gadis itu sepakat.


Justin mengangguk tersenyum,gadis itu pun berjalan mendekati rombongannya dan menepuk pundak Laura yang tersenyum karna orang2 menerima brosurnya dengan sopan.


" Lo dipanggil tuh sama cowok bermobil item " Kata gadis bernama Saras itu sinis.


" kenapa ?" Tanya Laura mengernyit.


" Ngak tau,dah sana awas lo kalo ngak bisa jual ini barang !" Ancam gadis itu tegas.

__ADS_1


Laura menunduk mengerti.


" Dah sana cepetan,jangan lupa minta nomor hapenya tadi gue lupa " ucap Saras.


" Iya " Jawab Laura mengangguk mengerti.


Laura pun mendekati mobil yang memang tak asing baginya.


Tok tok tok...


Pintu kaca diketuk dari luar,Justin terkekeh melihat gadis itu berdehem merapikan bajunya.


" Permisi " Ucap Laura sopan.


Sreeetttt....


Kaca mobil terbuka dan terlihat lah Justin dengan kaca mata hitamnya.


" Kak Justin !" Pekik Laura kaget.


" Hay " sapa Justin terkekeh.


" Kenapa Kakak ada disini ?" Tanya Laura syok.


" Aku udah pulang sayang " Jawab Justin membuka kaca matanya dan tersenyum mengembang.


" Kenapa ngak ngabarin aku ?" Tanya Laura mengkrucut.


" Suprise...." Ucap Justin tertawa.


" ihh nyebelin " Kata Laura kesal.


" Hehe,ayo ikut aku " Ajak Justin.


" Aku lagi kerja " Kata Laura menghela nafas.


" Kenapa kerja panas2an gini sih,nanti kulit kamu item " kata Justin gemas.


" Hehe biar ala2 barat " Kata Laura terkekeh.


" ini mah gosong " Kata Justin tertawa.


Laura mengkrucut ingin menepak mulut pria itu.


" Lauraaaaaa " Teriak Saras kesal menatap anak baru itu malah tertawa dengan pria tampan incarannya.


" Udah dulu ya Kak,aku harus kerja lagi " Kata Laura buru2.


" Eeh tunggu " Kata Justin membuka cepat sabuk pengamannya.


Laura terlihat panik sendiri apalagi semua SPG menatapnya nyalang.


" Nih buat makan siang,nanti sore aku jemput pulang kerja " kata Justin menaruh beberapa uang merah di kantong baju gadis itu.


" Tapi Kak aku...


" Aku ngak suka lihat kamu pake seksi gitu,kamu mirip gadis penggoda " Cibir Justin.


" Apa !" Pekik Laura kaget.


" Ngak usah marah,harus nurut sama suami " kata Justin terkekeh.


" Ih masih calon aja sok2an " kata Laura ikut terkekeh.


Justin mengangkat bahu acuh dan memakaikan lagi kaca matanya.


" Aku pergi dulu sayang dahh " Kata Justin pamit.


Laura mengangguk dan melempar satu barang kedalam mobil.


" Biar ngak dicurigain orang " Kata Laura tersenyum melihat wajah syok Justin.


Gadis itu pun menjauh dengan senyum mengembang.


" Akhh dia sangat menggemaskan " Ucap Justin tersenyum geli.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2