
Diperusahaan besar nan megah dengan ornamen luar biasa seorang pria masuk dengan gagahnya melewati para karyawan yg menunduk dalam memberi hormat kesopanan yg setiap hari menjadi rutinitas.
" Selamat pagi Pak " Sapa seorang karyawan cantik dengan senyum tipis.
" Selamat pagi " Jawab lelaki tersebut mengangguk.
" Apa bapak mau minum kopi atau teh ?" tanya wanita itu lagi.
" Saya sudah minum dirumah " jawab lelaki itu menolak.
" Baiklah Pak,boleh saya bacakan jadwal pagi ini ?" tanya Wanita itu lagi.
" Huftt nanti saja,ini masih pagi jangan membuat otak saya jadi sempit " jawab Reno.
Yap...
Lelaki perkasa itu adalah Reno Salders,sang pemilik perusahaan mega yg tak ada tandingannya.
Bahkan salah satu anak perusahaannya pernah masuk majalah bisnis elit yg tak sembarangan bisa masuk kesana.
" Apa ada yg mencari saya ?" tanya Reno duduk tenang didepan meja receptionist.
" Untuk saat ini belum ada Pak " Jawab wanita itu.
" Uh apa saya udah gak penting lagi ?" tanya Reno mengkrucut.
Wanita itu kaget dan langsung mengulum senyum.
" Bapak selalu penting bagi kami " Kata wanita itu tersenyum.
" Helehhhh,modus aja itu,udah basi " Balas Reno mencibir.
" Hehe maaf Pak " Kata wanita itu ingin tertawa.
" Ya udah,kamu siapin semua berkas kemarin nanti serahin sama Bara " Kata Reno bangkit.
" Yg mana nya Pak ? Banyak berkas yg harus diserahkan kepada Bapak Bara " Ucap wanita itu bingung.
" Yg mana kamu suka aja " Balas Reno santai.
" hah " kata wanita itu syok.
Reno tersenyum dan berjalan menjauh.
Wanita itu melihat Reno dengan wajah kagumnya,Bos besar itu kadang begitu lucu bahkan melawak tanpa kenal waktu.
" Bisa2nya Pak Reno bilang gitu sama aku,yg ada nanti malah aku diomelin Pak Bara kalo kasih berkas sembarangan " Gumam Wanita itu menggeleng pelan.
Tak lama,sebuah mobil pun berhenti,keluarlah 2 orang pria beda usia memasuki pekarangan.
Para karyawan kembali menunduk dalam.
" Selamat pagi Pak " Sapa wanita itu lagi dengan sambutan hangatnya.
" Pagi,apa Papa sudah datang ?" tanya Bara melihat kiri kanan..
" Sudah Pak " Jawab wanita itu sopan.
" Baiklah " Balas Bara mengerti.
" Kamu langsung keruangan Kakek minta kuncinya " Ucap Bara kepada Juna.
" Iya Pa " Jawab Juna mengangguk.
Kedua lelaki itu pun beda jalur,sang wanita tadi melihat keduanya dengan wajah takjub.
" Ya Tuhan,ini kenapa pemilik perusahaannya pada ganteng2 semua sihhhh,mereka makan apa tiap hari sampe sesempurna ini ?" Gumam wanita itu heran.
Wanita berparas cantik itu pun kembali memasuki tempat ia bekerja.
Juna masuk kedalam lift dan bertemu seseorang.
Yap,seorang gadis dengan baju putih hitam berdiri mematung disana.
" Mau kelantai mana ?" tanya Juna menegur saat lift tertutup.
__ADS_1
" Ruang Owner nya dimana ya Kak ?" tanya gadis itu mendongak.
Juna diam sejenak dan memperhatikan penampilan gadis tersebut.
" Untuk apa ?" tanya Juna lagi.
" Minta nilai Kak,aku anak magang disini " Jawab gadis itu menunjukkan map yg ia bawa.
" Oh " Balas Juna paham.
Pria itu memencet no lift yg tertera disana.
Keduanya pun melaju tanpa suara.
Tak lama lift terbuka,,Juna keluar duluan disusul gadis tersebut.
" Kita dimana Kak ?" tanya gadis itu kaget melihat situasi sangat sepi.
" Mau keruang Owner kan ?" tanya Juna.
Gadis itu mengangguk pelan.
" Lewat sini " Ucap Juna kembali berjalan.
Gadis itu mengangguk dan mengikuti langkah Kaki Juna yg jenjang.
Beberapa detik mereka pun sampai,Juna mengetuk pintu dan masuk kedalam.
Seorang pria terlihat santai dengan laptop didepannya.
" Juna " ucap pria itu kaget.
" Kek " Panggil Juna mendekat.
" Kenapa kamu disini ?" tanya Reno mengernyit.
" Kan Kakek yg suruh aku kesini " Jawab Juna malas.
" Hah kapan ?" tanya Reno kaget.
" Masa sih,gak ada deh Kakek suruh kamu,emangnya mau ngapain ?" Tanya Reno lagi.
" Ck,Kakek suruh aku ambil kunci buat buka kandang sing..." Ucap Juna menggantung tersadar dengan perkataannya.
Reno melototkan mata memberi kode keras.
" Kucing " kata Juna asal.
" Ppfttttt " Suara tawa terdengar.
Kedua lelaki itu menoleh kebelakang dan Reno kaget ada seorang gadis sedang menahan tawa.
" Maaf2 " Ucap gadis itu langsung panik sendiri.
" itu siapa ?" Tanya Reno mengernyit.
" Gak tau " Jawab Juna.
" Gak tau kok kamu ajak kesini ? Pacar kamu ya ?" Tuduh Reno tajam.
" Eeh ngakkk " Pekik gadis itu terbelakak.
Juna dan Reno kembali diam,gadis itu melangkah dan menyerahkan amplopnya tanpa basa basi.
" Apa ini ? Pengajuan izin pacaran ?" Tebak Reno.
" Eeeh gak Kek,eh maskudnya gak Pak " Jawab gadis itu salah sebut.
" Pfftttt " Kini Juna yg hampir tertawa.
Reno menatap keduanya dengan wajah datar membuat Juna dan gadis itu diam mengkrucut.
" Jadi ini apa ?" tanya Reno lagi dengan wibawanya.
" Saya mau ngumpulin hasil magang Pak,tapi gak diterima karna belum ada tanda tangan owner " jawab gadis itu takut.
__ADS_1
" Kenapa gak dititip aja sama Receptionist ?" Tanya Reno lagi.
" Soalnya temen saya langsung ketemu sama Ownernya Pak,sekalian saya mau terima kasih karna disini saya makan gratis hehe " Jawab gadis itu dengan wajah gelinya.
Reno mengernyit begitupun Juna yg juga kebingungan..
" Kapan kamu makan gratis ?" tanya Reno.
" Pas makan siang,ibu saya gak repot masak " Jawab gadis itu tersenyum.
Reno kembali diam dan melihat data si gadis.
" Suryani " Ucap Reno membaca identitas.
" Iya Pak " Jawab gadis itu mendekat.
" Hari ini kamu selesai magang kan ?" tanya Reno.
" Iya Pak " Jawab Suryani lagi.
" Itu artinya kamu gak dapat jatah makan siang lagi " Kata Reno memasang wajah kasihan.
Deg...
Gadis itu kaget dan langsung tertawa.
" Iya Pak " Jawab Suryani terkekeh.
" Saya harus tanda tangan dimana ini ?" tanya Reno.
" Disini Pak,sama di cap juga ya Pak nanti guru saya gak percaya " Jawab gadis itu langsung menunjukkan dimana Reno harus membubuhi tanda tangan.
Juna yg berada disana terlihat menganga tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
" Bentar saya cari cap dulu " Kata Reno tak sadar dengan perintah gadis itu.
" Nah terus ini nanti buat bapak dan satunya buat saya " kata gadis itu sangat ceria.
Reno mengangguk mengerti dan mulai menandatangani berkas.
Beberapa menit kemudian semua selesai,Reno mendapat copyan berkas gadis itu meski ia tak tau untuk apa.
" Ya udah Pak,makasih ya,bapak baik banget " Kata Suryani tersenyum manis.
" Iya gak usah lebay " Balas Reno jengah.
" Hehe,saya permisi Pak assalamualaikum " Kata Suryani pamit undur.
" Waalaikumsalam " Jawab Reno dan Juna bersamaan.
Gadis dengan hijab ikat keleher itu pun berjalan riang keluar setelah mendapatkan apa yg ia mau.
Kini tinggallah Reno dan Juna masih dengan wajah lugu mereka.
" Kek " Panggil Juna pelan.
" Hm " Jawab Reno tenang sambil menyimpan kertas yg tak tau gunanya untuk apa.
" Aku gak nyangka ternyata Kakek ramah juga sama orang asing " Kata Juna mengulum senyum.
" hah " kata Reno kaget.
" Gadis tadi,dia hanya magang loh Kek,dan harusnya kan bisa melewati karyawan Kakek buat minta tanda tangan " Kata Juna mengingatkan Reno ttg peraturan perusahaan.
" Oh iya juga ya " Kata Reno tersadar.
" Hahaha " Juna langsung tertawa ngakak.
" eh bener juga kata kamu,panggil lagi bocah itu bisanya2 dia mengelabuhi Kakek " kata Reno bingung sendiri.
Juna terus tertawa,pria itu merasa tergelitik dengan wajah polos sang Kakek.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1