
Selesai ulangan Hani menuju kantin,perutnya sudah merasa lapar.
gadis itu berjalan riang,ujian hari ini tidak terlalu sulit karna mengandalkan pemahaman saja tidak berhitung.
" Hani " Panggil seseorang dari belakang.
Hani menoleh dan mendapati Sandri berlari kearahnya.
" Kamu mau kemana ?" tanya lelaki itu tersenyum.
" Kantin Kak " Jawab Hani sopan.
" Kamu masih panggil Kakak,panggil nama aja " Kata Sandri terkekeh.
Hani mengangguk tersenyum.
Keduanya berjalan beriringan menuju kantin.
" Habis ini kamu mau kemana ?" tanya Sandri.
" Hm kayaknya langsung pulang " Jawab Hani.
" Cepet amat pulangnya,kan masih banyak waktu"
" Iya sih,tapi aku mau pulang aja soalnya Mama dirumah sendirian " Ucap Hani.
" Ya elah Ni,ngak bakal diculik kok Mama kamu " Kata Sandri terkekeh.
Hani tersenyum canggung dan menambah langkah kakinya.
" Hani " Panggil Sandri menahan tangan Hani.
" Kenapa ?" tanya Hani mulai risih.
" Ikut aku pulang ya,nanti aku antar sampe rumah " Jawab lelaki itu memainkan alisnya.
" Gak usah,aku pulang naik angkot aja " Tolak Hani sopan.
" Yah jangan naik angkot dong,masa cewek secakep kamu naik angkot " kata Sandri tertawa miring.
Hani hanya tersenyum dan ingin pergi.
" Han...i..
" Ayo ikut " Ucap seorang pria tiba2 menarik tangan Hani berlari.
Hani sontak kaget dan mengikuti langkah lelaki itu.
" Ngapain Reka nganjak Hani lari ?" Gumam Sandri kesal.
Hani menampar tangan Reka yang terus menyeretnya kearah taman.
" Aduh aduh lepas Reka " Ringis Hani kesakitan.
Reka langsung melepas tangan Hani menatap gadis itu dalam.
" Kamu jangan deket2 sama Sandri !" Kata Reka tegas.
" hah kenapa ?" tanya Hani bingung.
" Pokoknya jangan,dia gak baik buat kamu " Jawab Reka.
" Kamu ngomong apa sih,dia itu baik kok ramah " Kata Hani heran.
" ck pokoknya jangan !" Bentak Reka emosi.
Deg...
Hani langsung mundur mendengar bentakan kuat pria itu.
" Aisshh...sorry maksud gue jangan deket2 " kata Reka menurunkan nada bicaranya.
" Dia cuma nganjak aku pulang bareng tapi aku gak mau " Kata Hani takut2.
" Jangan mau,nanti kamu dibawa ketempat aneh2 " kata Reka menyugar rambutnya.
Hani diam memperhatikan gerak gerik Reka yang terlihat kebingungan.
__ADS_1
" Ya udah,ayo kantin " Kata Hani memutuskan obrolan.
" gue gak ada duit belum gajian " Jawab Reka.
Hani diam menatap Reka dalam.
" Dah sana,bentar lagi masuk " Kata Reka berjalan menjauh.
" Reka " Panggil Hani menarik baju belakang lelaki itu.
Reka menoleh mengernyit melihat Hani menunduk didepannya.
" Aku punya 20 ribu,kita bagi 2 mau ?" Tawar Hani takut.
" Hah " Kata Reka kaget.
" Ayo,lumayan bisa beli somay " Kata Hani terkekeh.
" Tapi itukan uang kamu " Kata Reka tak enak.
" Gak papa,kamu juga sering traktirin aku " Kata Hani tersenyum.
" Tap..
" Ayo cepetan waktu kita gak banyak " Potong Hani menarik tangan Reka.
Pria itu mengangguk pasrah dan menuju kantin bersamaan.
Disana ada Sandri dan genknya sedang makan bakso.
Reka mencari tempat sedangkan Hani memesankan makanan.
" Eh ngapain lo narik2 Hani tadi ?" tanya Sandri berkacak pinggang didepan Reka.
" Gue ada perlu sama dia " jawab Reka santai.
" Lo gak lihat gue lagi ngomong sama dia tadi ?" tanya Sandri geram.
Reka hanya membalas dengan senyuman membuat Sandri naik pitam.
" Reka " Panggil Hani membawa 2 piring somay.
Hani melihat kearah Sandri dan genkny dengan wajah takut.
Keduanya duduk dibangku,Sandri mendekat dan duduk disamping Hani.
Reka menatap Sandri kesal tapi dia tak mau langsung menegur karna itu hak Hani.
" Beli apa Han ?" tanya Sandri mengintip.
" Somay " Jawab Hani mulai menjauh.
" Mau kemana Han ? disini aja " Kata Sandri menarik pinggang Hani mendekat.
" Heh Kak " Kata Hani kaget dan langsung berdiri.
" Kenapa ?" tanya Sandri mengernyit.
" Em gak papa aku ke kelas dulu ya " Pamit Hani buru2.
" Haniii tunggu " Pekik Reka.
Hani menoleh dengan gelengan kecil memberi kode.
Reka mengumpat kesal melihat kearah Sandri yang memasang tampang polos.
" Bentar " Kata Reka berbalik badan mengambil piring.
" Ayo " Ajak lelaki itu tersenyum.
" Mau dibawa kemana ?" tanya Hani bingung.
" Makan didepan kelas aja biar nanti piringnya aku yang antar pas pulang " Jawab Reka.
" Eh kalian gak duduk disini lagi ?" tanya sandri melihat keduanya.
" Gak,lo aja yang dudukin " Jawab reka tenang.
__ADS_1
Sandri menatap Reka nyalang,pria itu tidak terima nada bicara Reka seolah merendahkan dirinya.
Hani membantu Reka membawa minum,keduanya pun berjalan menjauh.
" Sialan tuh Reka! awas aja dia main2 sama gue " Umpat Sandri geram.
Lelaki itu mendekati genknya lagi.
" Udah hajar aja tuh si Reka,mulai membangkang dia " Ucap salah satu teman Sandri mengompori.
" Iya San,masa lo takut sama Reka sih hahaha " Sahut yang lain.
" Iya,Reka mah kecil,masa anak motor takut sama anak bengkel wkwkwk " Olok teman Sandri menertawakan lelaki itu.
Sandri mengepalkan tangan geram dengan mata menyimpit menahan emosi.
Didepan kelas,Reka mengambil sapu dan membersihkan lantai yang akan menjadi tempat mereka duduk.
Hani tersenyum melihat lelaki itu bersikap baik kepadanya.
" duduk sini Han " Ajak Reka tersenyum.
Hani mengangguk dan duduk bersama lelaki itu,mereka menghadap taman yang ditumbuhi kembang merah dan beberapa mawar yang sedang berbunga.
Suasana sedikit sepi karna para siswa rata2 pergi kekantin.
" Ini minum kamu " Kata Hani memberi 1 botol minum.
Reka menerimanya,mereka pun mulai makan.
" Nanti aku ganti ya " kata Reka membuka suara.
" Ngak papa Ka,aku ikhlas kok tadi kebetulan dikasih uang lebih sama Vero " Jawab Hani ramah.
" Kamu masih sama dia ?" tanya Reka menoleh.
" Hm,aku gak bisa jauh dari dia " Jawab Hani tersenyum.
" kenapa ?" Tanya Reka.
" Susah dijelaskan " jawab Hani.
" Kamu udah menyerahkan diri sama dia ?" tanya Reka prontal.
" uhuk uhuk...." Hani langsung terbatuk mendengar celetukan asal lelaki itu.
" Minum2 " kata Reka menyodorkan air.
Hani meminumnya dan berusaha tenang.
" kamu ngomong apaan sih ?" Kata Hani menabok lengan Reka.
" Ya habisnya kamu gak bisa lepas itu maksudnya gimana ? biasanya cewek kalo udh gak bisa lepas pasti udah di obrak abrik sama pacarnya " Jelas Vero.
" Haha ya gak lah,kami gak gitu " Kata Hani tertawa sambil menyendok lagi somaynya.
" Terus gimana ?" tanya Reka penasaran.
" Kisah hidup aku kelam dan Vero penyelamat dalam hidup aku " Jawab Hani menghela nafas.
" Kelam gimana ?" tanya Reka semakin penasaran.
" Pokoknya buruk,aku gak mau bahas itu " Jawab Hani.
Reka diam menatap wajah gadis itu dalam.
" Apa luka diwajah mu juga sebagai saksi bisu ?" tanya Reka menyentuh wajah Hani.
Gadis itu menunduk meraba wajahnya.
Sekejab keduanya saling bertatapan.
Reka mengusap lembut bekas luka Hani yang mencoreng wajah cantik gadis itu.
" Ehmmmmm " Dehem seseorang membuat keduanya tersadar dan langsung menoleh.
" Astaga " Kata Hani langsung menunduk kaget melihat siapa yang menegur mereka.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.