Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Baikan


__ADS_3

Nisa melemah,perempuan itu tak bisa semakin egois karna dirinya juga mempunya 3 anak kembar yang membutuhkannya.


" Aku mohon Nis,jangan pergi " Pinta Reno dengan berjatuhan air mata.


Nisa mengangkat tubuh tegap suaminya dan memeluk pria itu.


" Maafkan aku Mas,maafkan keegoisan aku " Kata Nisa ikut menangis.


Bara ikut memeluk sang Papa dan menangis disana.


" Aku tak akan pergi asalkan kamu jangan pernah mencurigai Bara,dia anak kamu Mas darah daging kamu " Kata Nisa pilu.


" Iya Nis,Bara anak aku dan akan selalu menjadi anak aku " Kata Reno memeluk putranya.


" Papa hiks hiks maafkan Bara Pa,maafkan kesalahan Mama Bara " Kata Bara menangis pilu.


" Iya sayang,Papa sudah memaafkan Mama kamu,Papa akan buktikan sama mereka bahwa kamu benar2 anak Papa " Kata Reno lirih.


Bara mengangguk dan kembali memeluk Papanya.


" Bunda,Papa " Pekik Triplet diambang pintu.


Mereka semua menoleh,Nisa dan Reno dengan cepat mengelap air matanya saat melihat ke3 anaknya berlari kearah mereka.


" Kalian kok peluk2 ngak ajak kita ?" Tanya Ana marah.


" Iya nih,kita kan mau juga iya ngak Bang " Kata Aktam meminta Andrew mengangguk.


" Iya,kepala Andrew masih sakit ini " Kata Andrew pura2.


" Uluh anak Bunda,sini Bunda tiupin mana yang sakit " Kata Nisa langsung menghambur memeluk anak lelaki nya itu.


Andrew tersenyum licik kepada Bara yang menatap mereka kesal.


Triplet langsung menyerbu Nisa dan memeluk perempuan itu.


" Bunda nangis ya ?" Tanya Ana kecil mengusap air mata yang masih menempel di pipi Nisa.


Andrew dan Aktam kaget,langsung melihat Reno dengan tatapan membunuh.


Lelaki itu menelan ludahnya kasar dan meminta bantuan Bara,Bara juga ikut takut saat Aktam menunjukkan tinjunya kepada mereka berdua.


" Andrew ngak suka ya Pa,Papa selalu menyakiti Bunda,nanti Papa Andrew lapor ke kantor polisi,agar Papa dihukum karna menyakiti Bunda kami " Kata bocah itu tegas.


" Iya,aku juga akan membuat laporan yang sama " Kata Ana berapi api.


Reno kaget bukan main,pria itu tak menyangka anak anak nya akan tega mau melaporkan dirinya ke polisi.


" Tapi Papa ngak menyakiti Bunda kalian Nak " Kata Reno membela diri.


" Kalo Bunda ngak sakit,terus siapa yang menyakiti Bunda hmm ?" Tanya Aktam sengit.


Reno melirik Bara,sedangkan Bara memasang wajah pilunya agar dikasihani ke 3 adik nya itu.


" Bang Bara juga di sakiti Papa ya ?" Tanya Ana menarik tangan pria itu kearah mereka.


Bara menggeleng lemah.


Nisa terkekeh pelan melihat Reno terpojok sendirian ulah anak2 gesrek nya.


" Sudah sudah,Bunda ngak papa tadi mata Bunda ngak sengaja kecolok jari Papa makanya perih " Kata Nisa menenangkan.


Ke3 bocah itu kembali kaget dan semakin membuat anak2 itu murka..

__ADS_1


" Papaaaaaaaaaaaa !!! " Pekik triplet seolah menggulung lengan baju nya meski baju itu tak panjang.


" Nis,kamu jangan bikin aku semakin sensara dong " Kata Reno gemas.


Nisa tertawa dan menjulurkan lidahnya kearah pria itu.


Reno pun seketika langsung berlari keluar saat ketiga anaknya menyerbu memberikan bogeman mentah mereka..


" Aaaaaa tolooooonggggg aku dinodaiiii " Pekik Reno berlari terbirit birit.


Ke tiga anak itu mengejar Reno keluar dari kamar,Nisa dan Bara langsung tertawa lucu.


Nisa menghangat melihat Bara kini sudah tersenyum seperti biasa.


" Bunda akan selalu melindungi kamu seperti janji Bunda kepada Mama kamu Nak " Batin Nisa seraya mengusap pucuk kepala Bara.


" Bunda,terima kasih " Kata Bara pelan dan langsung memeluk Nisa..


" Sama2 sayang,kita akan bersama menuntaskan masalah ini,Bunda minta kamu harus percaya sama Bunda dan Papa kedepannya ya " Pinta Nisa.


Bara mengangguk dan mencium pipi Nisa dengan sayang.


Dibawah sana Antoni dan Tomo kaget melihat Reno berlari kesana kemari menghindari kejaran anaknya.


" Loh mereka kenapa ?" Tanya Tomo bingung.


" Seperti nya ketiga anak itu salah paham " Kata Antoni tertawa lucu melihat Reno ketakutan.


" Kamu pasti berumur panjang melihat keseruan ini setiap hari " Kata Tomo tersenyum hangat.


" Iya,aku ingin selalu sehat agar bisa melihat mereka semua tumbuh besar dan mempunyai keluarga sendiri "


" Semoga saja kita masih bisa melihat mereka menikah dan punya anak " Kata Tomo pelan.


Antoni mengangguk,mereka juga melihat Nisa dan Bara tersenyum dari atas tangga.


Sore harinya saat matahari sudah akan terbenam seorang pria terburu buru pulang dari tempat bekerja nya.


" Gue duluan ya " Kata David menghidupkan motornya.


" Iya,hati hati lo jangan ngebut2 " Nasehat Rehan memasangkan helm nya.


David mengangguk tersenyum dan mulai menjalankan motornya.


" Cila masak ngak ya ?" Gumam David.


Pria itu melihat uang disakunya masih tersisa 20 ribu,David menghela nafas dan kembali mempercepat kendaraannya.


Didalam rumah,Cila menepuk tangannya tanda selesai,setelah hampir 1 jam berkutat didapur sederhananya.


Sore ini Cila masak banyak,karna pendapatan nya hari ini melebihi target,awalnya Cila ingin membeli makan diluar,tapi takut David marah jadi dirinya memilih masak sendiri saja.


Tak lupa Cila juga membelikan sepatu baru,dan kemeja baru untuk suami tercintanya itu.


Tak lama David pun pulang dengan wajah ceria nya.


" Cilaaaaa " Panggil David dari luar rumah.


" Iya Maaasss aku didapur "


David berjalan cepat dan masuk kedapur kecil mereka.


" Lagi ngapain ?"

__ADS_1


" Abis masak nih,mau makan ngak ?" Tanya Cila menunduk malu.


" Nanti aja abis magrib " Kata David menarik tangan gadis itu.


" Kenapa Mas ?" Tanya Cila gugup.


" Ngak papa,boleh peluk kamu ngak ?"


" Hah !! " pekik Cila kaget.


" Hehe " David cengengesan malu.


Cila mengangguk dan melingkarkan tangannya di pinggang lelaki itu.


" Aku kangen sama kamu " Lirih David memeluk istrinya dengan lembut.


" Masag sih,kok tumben ?" Tanya Cila bersemu.


" Ngak tau,akhir akhir ini aku sering rindu " Bisik David.


" Ya udah,sekarang kamu mandi dulu gih udah acem ini baunya " Kata Cila pura2 menutup hidungnya.


" Masag sih ?"


Pria itu mengendus endus keteknya sendiri.


" Hehe,aku terlalu bersemangat kayaknya,kamu ngak keracunan kan ?" Tanya David khawatir.


Cila langsung tertawa renyah dan mencium pipi pria itu.


" Ngak sayang,malah aku klepek2 sama bau badan kamu " Kata Cila menggombal.


" Ueeeeekkkk " Kata David pura2 muntah dan mencubit gemas telinga gadis itu.


" Aduhhh sakit tau " Kesal Cila menabok pria itu.


David langsung berlari masuk kamar dengan senyum mengembang nya.


Cila menggeleng pelan merasa lucu dengan sikap suaminya.


" Duhh Mas,kamu bisa aja bikin aku makin terjun kedalam cinta kamu " Gumam Cila malu sendiri.


" Cilaaaaaaaa handukkkkk manaaaaaaa " Teriak David dari dalam kamar.


Cila kaget dan langsung berlari memberikan handuk yang tak pernah David temukan dengan tangannya sendiri..


" Hehe maaf ya Mas,biar kamu makin ngak bisa hidup tanpa aku " Kata Cila cengengesan melihat David berubah kesal.


" Huh,udah sana aku mau mandi " Kata David menyenggol Cila.


Cila menggaruk kepalanya gatal dan mencubit gemas pinggang pria itu.


" Ngak usah sentuh2 nanti nafsu " Tegur David mengusap kulit pinggang nya.


" Lah bukannya kamu ya Mas,nafsuan sama aku,sampe ngak sadar pintu terbuka lebar " Kata Cila polos.


David menelan ludahnya kasar dan berlalu dari sana.


" Mas,jadi ngak malam ini ?" Goda Cila sedikit meninggikan suaranya.


David berlalu begitu saja menutup kupingnya malas mendengar godaan istri mesum nya itu.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guysss selamat pagiiiiiii....


Mana nih suara nya,jangan lupa kasih VOTE,LIKE COMENT kalian yaaaaa biar author semangat Up


__ADS_2