Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Masalah


__ADS_3

Angel dibawa pulang oleh keluarga Daniel sedangkan Nial ditinggal begitu saja setelah membuat keributan.


Wanita itu menghampiri makam putrinya dan menangis terisak disana.


" Maafin Mama Nak,maafin Mama " Ucap Nial begitu pilu.


" Maaf bukan Mama yg baik untuk kamu Nak,Mama pantas menerima semua ini " Lanjut Nial lagi.


Wajah sedihnya terlihat begitu menyayat hati,Nial kehilangan segalanya.


Kasih cinta dan sayang lenyap seketika karna keegoisan dirinya terhadap cinta.


" Apa yg harus Mama lakukan Nak,bagaimana cara Mama menebus ini semua ?" Gumam Nial sedih.


Wanita itu memeluk nisan anaknya dengan penuh rasa penyesalan.


Flashback.


Daniel terpaksa mengeluarkan sedikit tenaganya yg hampir terkuras habis.


Lelaki itu kehilangan keseimbangan saat melihat Angel dianiaya oleh mantan istrinya tersebut.


" Aku sudah tak ingin lagi beurusan dengan mu,pergilah kemana pun kau mau,jangan tampakkan wajah mu dihadapan ku lagi " Ucap Daniel tegas.


" Kau pikir aku akan melepas mu begitu saja ?" tanya Nial tajam.


" Aku tidak perduli jika kau dendam kepada ku,bahkan jika kau ingin membunuh ku,lakukan saja " Kata Daniel tenang.


" Daniel !" Tegur ibu Daniel tegas.


Nial diam menatap mantan suaminya yg bicara serius.


" Jika kau punya pisau atau senjata tajam saat ini,keluarkan lah dan lakukan apapun yg kau mau " Lanjut Daniel.


" Bang !" Bentak Ridho geram.


Nial mengepalkan tangannya keras menahan gejolak emosi yg membara ditubuhnya.


" Anak kita sudah pergi,aku tidak punya pegangan atau semangat hidup lagi " kata Daniel terkekeh.


" Pergi dari sini !" Ucap Ibu Daniel mendorong Nial


" Kau penghancur ! Kau menghancurkan segalanya Nial !" bentak wanita tua itu emosi.


Nial diam tak membalas,tatapan matanya masih mengarah kepada Daniel yg terlihat pasrah.


" Apa yg kau tunggu,cepat lakukan agar aku bisa menyusul Zini " kata Daniel mendekat.


" Om " Ucap Angel berkaca kaca.


Daniel tak perduli,dibawah rintikan hujan gerimis lelaki itu menatap wajah Mantan istrinya dengan sayu.


" Maafkan aku karna ini semua terjadi karna aku yg terlalu egois " kata Daniel bersimpuh.


" Bang "


" Daniel "


Ucap Ridho dan Ibunya bersamaan.


" Om hiks hiks " Angel mulai menangis tak kuasa melihat Daniel begitu pasrah saat ini.


Nial masih diam membatu,terlihat wanita itu masih mengepalkan tangan dengan kuat.


Hening....


Semuanya diam,Daniel terus menunduk menatap tanah merah bekas kuburan putri tercintanya.


" Aaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaa " Teriak Nial histeris.

__ADS_1


Semua orang diam tak menahan wanita itu.


Nial terus berteriak,memukul2 kepala dan wajahnya sendiri.


" Ziniiiiiii " Teriak Nial makin menggila.


Daniel terus menunduk,tak terasa air mata lelaki itu menetes dengan deras.


Hancur sudah hati nya yg selama ini berusaha kuat,Daniel benar2 sudah diambang batas normalnya sendiri.


Nial menggaruk2 tanah seolah akan membongkar kuburan baru tersebut.


" Hentikan Nial !" Bentak Ridho menahan.


" Aku mau anak ku !" teriak Nial histeris.


" Zini sudah pergi,Zini sudah tenang jangan ganggu dia lagi !" Kata Ridho terus menahan.


Nial menggeliat mengamuk tak terkendali.


Daniel mendongak,tetasan hujan membasahi wajah pilu lelaki tampan tersebut.


Ibu Daniel mendekat dan langsung memeluk putranya.


" Kamu yg kuat Nak huhuhu " Ucap wanita itu sedih.


" Zini pergi Bu hiks hiks " ucap Daniel pilu.


Keduanya terus berpelukan hingga suara sirene polisi terdengar.


Beberapa pria berseragam langsung menghampiri mereka dan menangkap Nial yg terus mengamuk.


" Kami akan membawanya segara " ucap salah satu polisi tegas.


" iya Pak,terima kasih " Balas Ridho sopan.


Yap,yg menghubungi polisi adalah Ridho karna lelaki itu sudah emosi melihat Nial menyerang Angel tadi.


" Tolongg sekali saja,aku ingin memeluk anak ku " Ucap Nial saat dirinya akan dimasukkan kedalam mobil.


" Kau tak bisa lari dari kami " Ucap polisi tegas.


" Aku mohon Pak,kasihan anak ku " Ucap Nial berderai air mata.


Para aparat tersebut saling melihat dan mendekati Ridho yg berjalan kearah mereka sambil memegang ibunya.


" Dia ingin memeluk makam anaknya " Ucap aparat tenang.


" Ya lakukan saja " Balas Ridho.


Aparat mengangguk,Nial mengibas tangannya dan langsung berlari kedalam.


Daniel sudah tak perduli,lelaki itu berjalan gontai tanpa menghiraukan Nial yg mungkin akan merobohkan makam anaknya.


" Ayo Njel " Tegur Ridho melihat Angel diam.


Gadis itu mengangguk pelan,semuanya pun pamit undur diri.


Flashback Off.


" Kamu mandi dulu sana " Ucap Daniel kepada Angel yg kembali diam saat memasuki rumah.


" Gak papa Om,aku langsung pulang aja " Balas Angel.


" Jangan,nanti kamu sakit " Larang Daniel.


Angel diam tak membalas,gadis itu melihat manik Daniel yg masih sembab.


" Ayo ikut saya " Kata Daniel tersenyum tipis.

__ADS_1


Angel mengangguk,gadis itu mengikuti langkah Daniel yg menuju kamar.


Rumah terlihat sudah sepi,hidup dikota sangatlah berbeda dengan dikampung.


Tak ada acara masak memasak karna semuanya dianggap selesai setelah pemakaman.


Angel masuk kekamar pria itu dan melihat sekitar.


Terlihat masih sangat rapi,Angel menghela nafas panjang saat melihat sebuah foto terpajang manis disamping nakas dimana itu adalah Foto Zini saat masih aktif dulu.


" Njel " Panggil Daniel lembut.


" Eh iya Om " Balas Angel kaget.


Gadis itu berbalik dan terdiam melihat Daniel mendekatinya dengan membawa kaos hitam.


" Pake ini dulu ya " Kata Daniel tak enak.


" iya Om " Balas Angel.


" Saya keluar dulu,kamu gantilah disini " Ucap Daniel lagi.


Angel mengangguk pelan.


Satu nilai plus yg selalu Angel suka dari lelaki itu adalah sikap manis dan sopannya yg tak bisa ditandingi.


Daniel begitu menghargai privasi seseorang.


Dengan gerakan cepat Angel mengganti baju dan duduk diranjang.


Gadis itu merasa lelah,tapi ia tak ingin berleha leha karna merasa bukan waktunya.


Diluar,Ibu Daniel sudah berada didapur.


Wanita itu terlihat akan memasak sesuatu.


" Ibu gak capek ?" tanya Ridho menegur.


" Gak,Ibu mau masak dulu buat kita makan " Balas wanita itu lembut.


" Ajakin si Angel Bu " kata Ridho teringat.


" jangan,kasihan dia capek dan terluka juga kan "


Kata Wanita itu terkekeh.


Ridho tersenyum smirk,pria itu pun berjalan keluar.


Diruang tamu,Daniel duduk meremas kepalanya yg terasa sakit.


Tak ada yg bisa mendeskripsikan posisi lelaki itu saat ini,semua menjadi satu dan melebur tak terhingga.


" Bang " Panggil Ridho mendekat.


Daniel menoleh dan diam sejenak.


" Gue bakal urus dulu pinjaman kita ke bank,em untuk sekarang mereka belum nagih " Kata Ridho hati2.


" ya,nanti abang cari cara buat bayar " Balas Daniel.


" Rumah ini juga udah gue jual sesuai kemauan Abang,kita diberi waktu 7 hari doang buat doain Zini disini " Lanjut Ridho lagi.


Daniel menarik nafas panjang,lelaki itu tak bisa berpikir jernih saat ini.


" Iya,nanti abang usaha lagi " Kata Daniel tenang.


Ridho mengangguk pelan,tanpa keduanya sadari seseorang mendengar obrolan mereka.


" Om Daniel pinjem uang dibank ?" Gumam angel pelan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2