
Sania tetap menunggu Arshad meski angin kencang terasa menusuk tulang.
Histi tak balik lagi,wanita itu sudah diperkirakan tidur bersama putra putrinya dikamar.
Arshad masih mengawasi tukang pln yg rela datang malam2 membantu permasalahan mereka.
" Gimana Pak,bisa hidup gak sekarang ?" tanya Arshad.
" Maaf Kak,ini putus beneran jadi gak bisa diperbaiki sekarang " jawab tukang.
" Jadi malam ini gelap2an gitu ?" tanya Arshad.
" iya " Jawab tukanv.
Arshad menghela nafas panjang.
" Besok akan diperbaiki Pak,dan sekiranya Bapak berjaga2 disekitaran rumah ini karna tali ini putus bukan sengaja " Ujar tukang serius.
" Ada orang yg sengaja mutus ?" tanya Arshad.
Pria bertopi putih itu mengangguk.
" Baiklah " Jawab Arshad paham.
Sang tukang pun berpamitan pulang dan sempat salpok dengan Sania yg duduk diam diambang pintu.
Arshad mendekati gadis tersebut.
" Ayo masuk " ajak Arshad.
" Bagaimana ?" tanya Sania.
" Besok diperbaiki " Jawab Arshad seraya mendorong kursi roda.
Sania mengangguk paham.
Lelaki itu membawa Sania kekamar.
" Mau pindah ke kasur ?" tanya Arshad hati2.
" Hm " Jawab Sania mengangguk.
Lelaki itu mendekat dan menyelusupkan badannya menggendong Sania dengan penuh hati2.
" Berbaringlah " Ucap Arshad pelan.
Sania menurut dan gadis itu pun berhasil.
Arshad membantu merapikan bantal dan membuat posisi nyaman untuk gadis itu tidur.
Setelah selesai,Arshad berpamitan pergi tapi Sania menahan tangannya.
" Ada apa ?" tanya Arshad berbalik.
" Ingin pulang ?" tanya Sania.
" tidak,aku akan menunggu diluar " Jawab Arshad.
Tangan Sania terlepas,gadis itu menatap Arshad dengan tatapan yg sulit dimengerti.
" Aku akan menghidupkan lilin disini agar terang "
Arshad berjalan keluar dan mencari lilin yg sempat Histi hidupkan.
Setelah lilin menyala,barulah kini wajah Arshad bisa ditatap sempurna oleh Sania.
Manik keabuan itu begitu indah berpadu dengan cahaya lilin kekuningan.
" Kenapa kau melihat ku seperti itu ?" tanya Arshad.
Sania mengalihkan pandangannya.
Lelaki tersebut tersenyum dan menarik selimut untuk Sania.
" Aku tidur diluar,jika terjadi apa2 berteriak saja " Kata Arshad tenang.
Sania mengangguk.
Arshad keluar dan menuntup pintu kamar.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi,pria itu terlihat lelah dan butuh istirahat total ditambah besok ia harus menghadiri meeting penting antar saham.
Tak menunggu waktu lama,Arshad pun tertidur disofa.
__ADS_1
Dikamar,Sania memejamkan juga matanya.
Tadi ia sempat tertidur menunggu lamanya tukang datang,,tapi sekarang maniknya terbuka mengingat sikap hangat Arshad yg sulit ditebak.
Kebesokan paginya,Histi bangun duluan dan melihat Arshad masih tertidur pulas.
Wanita itu menghela nafas panjang,ia merasa takjub sekaligus kasihan dengan saudaranya tersebut.
Arshad begitu bertanggung jawab,tidak heran lelaki itu menjadi pusat perhatian dan ujung tombak perusahaan.
" Kakk " Panggil Sutar berlari.
" eehhh jangan " Tegur Histi.
" Biarin Oom kamu tidur " Kata Histi menahan Sutar.
" Kenapa harus panggil Oom si Ma,Kak Arshad kan masih muda " cibir Sutar.
" ya dia Om kamu Arshad " Jelas Histi..
" Hm ya " Balas Sutar tak ingin memperpanjang.
" Gih sana cek Kakak kamu " Pinta Histi...
" Oke Siap !" balas Sutar mengerti.
Bocah lelaki itu berlari kearah kamar dan melihat Sania sudah bangun.
" Apa kak Arshad sudah bangun ?" tanya Sania cepat.
" Belum " Jawab Sutar menggeleng.
" Dia pasti kelelahan " Batin Sania kasihan.
" Kakak mau sarapan apa ?" Tanya Sutar menatap Sania dengan senyum mengembang.
" Ikut Mama aja " jawab Sania.
" Baiklah,aku bilang mama dulu ya "
Sutar pun berlari keluar menemui Histi yg akan bersiap membuat masakan.
" Sutar " Panggil Arshad terbangun dari tidurnya.
" Iya Kak " Jawab Sutar berhenti berlari.
" Mau ketemu Mama " Jawab Sutar polos.
" Kakak kamu udah bangun ?" Tanya Arshad.
Sutar mengangguk pelan.
Arshad bangkit dari duduknya dan mendekati kamar Sania.
Sania yg akan membuka bajunya terkejut melihat lelaki itu datang.
" Ehhh " Ucap Arshad kaget.
" Maaf " Balas Sania buru2.
" Kau mau apa ?" tanya Arshad lagi.
Sania menggeleng pelan.
" Baiklah,aku akan pulang sekarang " Kata Arshad pamit.
Sania diam melihat lelaki itu.
" Nanti orang Pln nya datang dan kau tidak akan kegelapan lagi " Ujar Arshad tersenyum.
Sania mengangguk dan menyungging senyum yg cukup membuat Arshad senang.
Lelaki itu pun keluar dari kamar dan mendekati Histi.
Dirinya harus pulang karna bekerja,Arshad tak ingin meninggalkan rutinitasnya yg selalu ia lakukan setiap hari.
" Udah mau pulang Syad ?" Tanya Histi menegur.
" iya Kak,mau kerja " Jawab Arshad
" Ga sarapan dulu ?" Tanya Histi lagi.
" Makasih Kak,dirumah aja "
__ADS_1
" ya udah,kamu hati2 ya dan makasih banget udah bantu Kakak "
Arshad mengangguk,lelaki itu pun pulang.
Dirumah besar,Aktam mencari putranya yg tak pulang dari malam tadi.
" Kayaknya Arshad tidur dirumah Kak Histi Om " Ujar Angel mengingat semalam.
" Ngapain ?" tanya Aktam kaget.
" Semalam Kak Histi nelfon minta tolong listriknya mati " Jawab Angel.
" Jadi Arshad gak pake pulang ?" tanya Aktam lagi.
Angel mengangguk.
Gadis itu kurang tau juga jika Arshad tak pulang karna dirinya tidur begitu lelap dikamar Arshad.
Tak berselang lama Reno dan Nisa turun.
Pasangan tersebut mengambil tempat duduk mereka untuk menikmati sarapan pagi.
" Jack mana ?" tanya Nisa tak melihat cicit kesayangannya.
" Tidur dirumah neneknya Bun " jawab Lulu.
" Loh perginya kapan ?" tanya Nisa kaget.
" Sama Ana kemarin " Jawab Lulu.
" kamu ga ikut Njel ?" tanya Nisa lagi.
Angel yg akan menyuapkan nasi kemulut tak jadi dan menatap Nisa dengan senyum malu.
" Aku kerja Nek " Jawab Angel.
" ishh kamu nih,sesekali Nenek itu dikunjungi Njel " tutur Nisa lembut.
" Rumah Nenek jauh,Jack enak sekolah bisa libur lah aku ?" Kata Angel sambil melirik Reno.
Reno yg tau cucunya menyindir berdehem membuat Aktam melirik Angel tajam.
Nisa menggeleng pelan,wanita tua itu tak heran jika mulut Angel begitu berani menyebut Reno terang terangan.
" sudah2 ayo makan " Ajak Nisa mengalihkan.
Semua orang mengangguk,Angel pun mulai makan dengan kekehan kecilnya.
Disela makan mereka,Arshad pulang dan mengambil posisi duduk disamping Lulu.
" Maaf aku terlambat " Ucap Arshad merasa tak enak.
" Ngga papa sayang,ayo makan " Balas Lulu.
Arshad mengangguk,mereka pun makan bersama dengan hikmat.
Setelah selesai,Arshad langsung bersiap dan kembali dihadang Angel.
" Gimana ?" Tanya Angel menunggu didepan pintu.
" Apanya ?" tanya Arshad mengernyit.
" Malam tadi,apa ada yg aneh ?" tanya Angel.
" Ya,sedikit " Jawab Arshad.
" Apa ?" tanya Angel serius.
" Sepertinya ada yg ingin berniat jahat " Jawab Arshad.
" hah apa ?" tanya Angel bingung.
" Aku gak tau apa yg terjadi tapi semalam kabelnya putus " Jawab Arshad.
" Sekitarannya beneran ga mati ?" Tanya Angel.
" Iya,dan orang pln juga bilang itu dissngaja " Jawab Arshad.
" Waahh bahaya nih Shad,Bang Serkan harus tau " Kata Angel ngeri.
" Iya,Kak Histi juga udah nelfon suaminya " Balas Arshad.
Angel mengangguk paham,pria itu pun diberi jalan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.