Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berpisah


__ADS_3

Vero melihat kebelakang ternyata Hani terduduk dipinggiran kolam ikan yang berada dalam mall itu.


Vero menghela nafas lega dan mendekati Hani yang menatapnya sangat dalam.


" Kamu kenap...a " Ucap Vero terpotong saat gadis itu menghambur memeluknya.


" Bawa aku pergi dari sini Tuan " Pinta Hani pelan.


Vero diam menatap wajah memelas gadis itu.


" Apa kau begitu takut ?" Tanya Vero lembut.


Hani mengangguk dan menyelusupkan wajahnya ke dada lelaki itu.


" Baiklah ayo kita pulang " Kata Vero menghela nafas.


Hani mengangguk,lelaki itu pun menarik Hani keluar dari Mall.


Mereka berhenti disupermarket,Vero membeli banyak makanan ringan untuk gadis itu nanti dikamar mengingat Hani akan terkurung diruangan itu seharian.


Saat keluar dari lift,Vero berjalan duluan mengintai orang tuanya sudah kembali atau belum.


" Ayo masuk " Ucap Vero melihat situasi sudah aman.


Hani yang bersembunyi di pintu lift pun langsung berlari mendekati lelaki itu.


Mereka dengan cepat masuk kedalam kamar seperti orang maling.


" Huh aman " kata Vero mengusap dadanya lega.


Hani duduk di sofa menaruh semua belanjaan di nakas.


Vero menetap gadis itu menyelisik,Hani gadis remaja yang baru akan tumbuh dewasa tapi perjalanan hidup Hani begitu memilukan,Hani sebatang kara dengan hidup yang tak menentu.


" Tuan " Tegur Hani.


" Duduk lah " Pinta Vero menggeser bokongnya.


Hani mengangguk dan duduk disamping lelaki itu.


" Ada apa Tuan ?" Tanya Hani pelan.


" Aku akan kembali " Ucap Vero tenang.


Deg...


Hani terkejut mendengar perkataan lelaki itu.


" Pulang kerumah ?" Tanya Hani polos.


" Iya " Jawab Vero.


Hani menunduk dalam membuat Vero mengernyit.


" Kenapa ?" Tanya Vero lembut.


" Aku harus bagaimana ?" tanya Hani berkaca kaca.


" Apakah kita akan berpisah ?" Tanya Hani menatap wajah lelaki itu.


Vero mengangguk pelan.


" Aku punya kehidupan lebih dari ini " Kata Vero tenang.


" Boleh aku ikut dengan mu ?" Tanya Hani berharap.


Deg...


Vero melotot kaget dan langsung menggeleng.


" Aku tidak bisa membawa mu ikut " Kata Vero tenang.


" Kenapa ?" Tanya Hani menahan tangis.


" Kita baru kenal,aku tidak tau asal usul mu " Jawab Vero.


" Aku tidak punya siapa2 lagi " Ucap Hani menitikkan air mata.

__ADS_1


Vero diam menatap wajah sedih gadis itu.


" Aku mohon Tuan jangan tinggalkan aku dikota ini,aku tidak tau harus pergi kemana lagi untuk bersembunyi " Kata Hani memelas.


" Aku tidak bisa membawa mu ikut " kata Vero pelan.


" Apakah aku begitu menjijikan ?" tanya Hani berkaca kaca.


Vero terdiam,menatap manik Hani yang menunjukkan kepasrahannya.


" Kita harus berpisah " kata Vero tegas.


" Tak bisakah kau berbaik hati kepada ku ?" Tanya Hani memohon.


Vero menggeleng,dirinya belum siap menerima Hani lebih dari ini.


" Maafkan aku Hani " kata Vero menunduk.


Hani terduduk lemas,menatap wajah lelaki itu dengan hati terluka.


Vero bangkit berjalan kekamar mandi.


Hani mulai menangis merasa sesak yang luar biasa didadanya.


Hani pikir Vero akan menyelamatkannya hingga akhir tapi ternyata lelaki itu tidak bersedia melakukannya.


Malam harinya Vero mulai bergegas menyiapkan semua baju2nya.


Hani kembali bersembunyi dilemari saat orang tua Vero datang melihat lelaki itu.


" Sudah siap ?" Tanya Cila kepada lelaki itu.


" Hm " Jawab Vero lesu.


" Kenapa wajah mu seperti tape dilempar kedinding ?" Tanya Cila heran.


" Aku ingin tidur Ma " jawab Vero lemah.


" Kau sakit ?" Tanya Cila memeriksa kening Vero.


Vero menggeleng pelan,lelaki itu menaruh kopernya disamping lemari.


" Vero " Tegur Cila mendekat.


" Ya " kata Vero langsung berjalan cepat.


" Pesawatnya pagi,jangan tidur terlambat " Kata Cila lembut mengusap kepala lelaki itu.


" Iya Ma " Jawab Vero patuh.


Cila tersenyum dan berjalan keluar.


Setelah pintu tertutup rapat,Vero terdiam diranjang menatap lemarinya.


Hani belum juga keluar dari sana,ntah mengapa Vero merasa dadanya sedikit sesak.


Lelaki itu membuka lemari dan mendampati Hani sedang menangis memeluk kakinya sendiri.


" Maafkan aku Hani " Kata Vero berkaca kaca.


" Hiks hiks " Hani menangis terisak.


Vero mengangkat tubuh gadis itu dan memeluk Hani dengan erat.


Hani merengkuh Vero sekuat tenaganya seolah tak menerima lelaki itu pergi.


" Aku harap kau bisa bahagia " Ucap Vero lembut.


Hani tak membalas,gadis remaja itu terus menangis terisak.


Lama menangis akhirnya Hani tertidur dipelukan Vero,lelaki itu membawa Hani tidur diranjang bersama dengannya.


Hani tertidur dengan pulas,Vero mengusap sisa air mata Hani menatap wajah itu dengan dalam.


Luka Hani mulai memudar meski meninggalkan bekas yang cukup menyayat hati.


Vero benar2 bimbang,jika ia membawa Hani sekarang Vero pastikan orang tuanya tak bisa menerima apalagi Hani tak jelas asal usul dari mana.

__ADS_1


Vero akui ibunya memang terkenal punya hati yang baik,tapi Cila tetaplah orang tua seperti lainnya tidak akan mau menerima orang asing yang tidak dikenal.


" Maafkan aku Hani,ini untuk kebaikan mu juga " Kata Vero lembut.


Pria itu menarik Hani mendekat dan memeluk gadis itu dengan hangat.


Mereka tertidur saling berpelukan.


Pagi harinya,Vero terbangun saat suara ketukan pintu terdengar nyaring ditelinga.


Lelaki itu membuka mata seraya meraba ke sebelah.


Vero langsung melotot saat tak ada siapapun disebelahnya.


" Hani " Gumam Vero langsung terbangun.


" Hani kemana dia ?" Gumam Vero langsung panik.


Lelaki itu bangkit dengan cepat membuka selimut ,tak ada Hani disana.


Suara pintu semakin terdengar,Vero menduga itu suara Mamanya tapi lelaki itu tidak menghiraukan.


Vero mencari Hani ke kamar mandi tapi tak ada Hani disana.


" Ya Tuhan kemana dia ?" gumam Vero panik.


Vero berlari ke lemari,tapi tetap tak ada siapapun.


" Astaga dia dimana ?" Tanya Vero prustasi.


Karna tak tahan dengan suara ketukan pintu,Vero akhirnya membuka pintu kamar dan benar saja Cila berdiri dengan wajah kesal.


" Astaga kamu baru bangun ?" Tanya Cila syok.


Vero menelan ludah kasar melihat lorong kamar.


" Cari siapa ?" tanya Cila heran.


" Ma ada lihat Hani ngak ?" tanya Vero khawatir.


" Hani ? siapa dia ?" tanya Cila kaget.


Deg...


Vero terdiam dengan mulut kecoplosannya.


" Kamu bawa cewek ?" Tanya Cila tajam.


" Hah em ngak " Kata Vero gugup.


" Astaga,kayaknya kamu ngigo deh,cepetan sana mandi kita mau berangkat kebandara " Titah Cila tegas.


" Ma aku boleh pulang nanti ngak aku masih..


" Ngak bisa,kamu harus pulang sama Mama,Papa kamu harus ke kota C habis ini " Kata Cila tegas.


" Tapi Ma aku...


" Vero " Tegur Cila tajam.


Vero menghela nafas mengangguk pasrah.


" Cepat mandi,kita sarapan di bandara !" Titah Cila.


" Iya " Jawab Vero lesu.


Lelaki itu menutup pintu kamar mengusar rambutnya kesal.


" Hani kamu dimana ? apa kamu beneran pergi ?" Tanya Vero sangat takut.


Ditempat lain,seorang gadis berjalan dengan sembunyi2.


Saat malaikatnya tertidur dengan nyenyak Hani memutuskan pergi meninggalkan lelaki itu karna Hani tidak ingin Vero yang meninggalkannya karna itu akan sangat menyakitkan.


" Ibuuuu,lindungi aku Bu,aku takut " Ucap gadis itu menatap langit yang mulai mendung akan turun hujan.


Bermodal dengan uang 100 ribu pemberian Vero tempo lalu,gadis remaja itu pergi mencari tempat perlindungan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2