
Disebuah rumah seorang wanita terlihat jatuh sakit.
Sudah 2 hari Laura tak ***** makan,perempuan itu sedang menikmati masa kehamilan mudanya.
Justin dan Abraham dibuat pusing oleh tingkah wanita itu.
Selama Laura hamil tiba2 jiwa kerajinan Laura seketika hilang,biasanya Laura anti melihat sampah dirumah kini wanita itu malah menghambur2kan sampah bekas makannya sendiri.
Setiap hari Justin dan Abraham bergantian membersihkan rumah,kedua lelaki itu tiba2 menjadi sangat rajin.
Seperti hari ini Laura bangun terlambat,tak ada menu sarapan ssperti biasa.
" Kak " Panggil Laura berjalan keluar dengan rambut berantakan.
Terlihat Abraham sedang mengepel ruang tamu,beruntung rumah mereka tak terlalu besar jadi tak terlalu lelah jika dibersihkan.
" Kenapa Laura ?" tanya Abraham menyeka keringatnya.
" Kak Justin mana Dad ?" tanya Laura.
" Didapur " Jawab Abraham.
Laura berlalu,Abraham yang melihat kecuekan menantunya mengkrucut.
" Sampai kapan ini berakhir,astaga untung punya anak hanya 1,coba jika banyak,bisa encok aku ladenin menantu modelan gini pas hamil " Gumam Abraham merinding.
Meski Laura tak pernah menyuruhnya mengerjakan pekerjaan rumah tapi Abraham dan Justin tau diri,mereka juga malas melihat rumah kotor dan sialnya kedua pria itu tak bisa marah kepada Laura karna mereka tak ingin wanita itu bersedih dan membuat cabang bayi wanita itu ikut merasakan hal yang sama.
Justin dan Abaham begitu melindungi kandungan Laura karna anak itu nanti yang akan meneruskan mereka.
Laura masuk kedapur dan melihat suaminya sedang berperang didepan kompor.
" Kak " Panggil Laura mendekat.
" Eh udah bangun ?" tanya justin menoleh.
" Hm hehe " jawab Laura cengengesan.
" Mau makan ?" Tanya Justin.
" Iya,aku laper " jawab Laura mengkrucut.
" Mau makan apa ?" tanya Justin.
" Hm martabak manis " Jawab Laura.
" Hah " Kata Justin syok.
" Kenapa ?" tanya Laura.
" Hm,gak ada dimenu sayang hehe " Jawab Justin menggaruk kepala.
Jantung nya mulai deg degan takut2 wanita itu minta aneh2 lagi.
" yaahhh " Balas Laura mengkrucut.
" hehe ini masih pagi Yank,gak ada yang jual mas2 nya juga lagi tidur kecapeaan " kata Justin cari alasan.
" Masa sih ? tapi aku mau" Jawab Laura mengusap perut sedikit buncitnya.
Glek...
Justin menelan ludah kasar,Abraham ingin masuk kedapur tapi melihat wajah tegang anakny dan wajah sedih sang menantu membuat lelaki itu mundur perlahan.
Abraham sudah tau apa yang terjadi tanpa diberitahu.
" Mending aku cari aman aja " Gumam Abraham ngeri.
Lelaki itu langsung berjalan kekamarnya mengambil minum disana.
__ADS_1
Bukan sekali dua kali Laura minta aneh2 kepada 2 lelaki itu,bahkan saat bekerja pun Justin sering ditelfon hanya untuk menghidupkan Ac yang tidak mau nyala,padahal biasanya gadis itu hebat mekanik.
" Duduk dulu dsini,aku ada sesuatu buat kamu " kata Justin menarik kursi untuk Laura.
" Apa ?" Tanya Laura bingung.
Justin berjalan ke kulkas dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
" Taraaaa " Pekik Justin membawa satu loyang cake alpukat ditaburi butiran stobery diatasnya.
Laura menatap datar lelaki itu.
" Kok experesinya gitu ?" Tanya Justin bingung.
" Kenapa kamu beli ini ?" Tanya Laura balik.
" Hah bukannya kamu mau semalam ?" tanya Justin melotot.
" Sekarang udah pagi,aku gak bisa makan itu " Jawab Laura datar.
" Apa !" Pekik Justin terbelakak.
" Ck,ngabisin duit aja kamu Kak,berapa beli ?" Tanya Laura mencomot goreng pisang diatas meja.
" 2 juta " Jawab Justin polos.
" Apa uhuk uhuk !" teriak Laura tersedak.
Justin langsung kelabakan mengmbil air untuk wanita itu.
" 2 2 juta ?" tanya Laura tak percaya.
Justin diam tak menjawab.
" Udah gila apa cake seloyang kecil gitu 2 juta !" Kata Laura menggebrak meja.
Justin terkaget kaget mendengar suara keras Laura.
" Kenapa dibeli !" kata Laura murka.
" Ya kan kamu minta semalam " Balas Justin gemas.
" Ck,aku minta sepotong bukan seloyang !" kata Laura menutup wajahnya.
Justin terdiam,lelaki itu juga sedikit ragu semalam membeli cake mahal tersebut tapi apa daya cinta yang besar untuk Laura membuat lelaki itu membeli banyak berharap istrinya bahagia.
" Terus ini gimana Yank,gak bisa dipulangin lagi " Kata Justin ingin menangis.
" Ck,kamu makan lah,jangan sampe mubazir !" kata Laura tegas.
Deg...
Justin terbelalak.
" Makan ini ? sendirian ?" Tanya Justin merinding.
" Ya siapa lagi,minta bantu Daddy habisin " Jawab Laura ketus.
" Daddy diabetes gak boleh makan begituan " Sahut Abraham masuk dapur tak tahan lagi ingin sarapan.
" Nah makan sendiri kalo gitu " Kata Laura mengambil piring dan nasi untuk mertuanya.
Justin masih terdiam dengan mulut menganga.
" Apa Daddy bilang Justin,kamu ngenyel sih " Kata Abraham ingin tertawa.
" Tapi Dad,maksud aku kan..." Kata Justin tak berani melanjutkan melihat Laura memasang wajah garang.
" Ahh sudah lah,aku akan habiskan " Kata Justin pasrah.
__ADS_1
" Apa yang harus dihabiskan ?" Tanya seseorang tiba2 masuk.
Ketiga nya menoleh dan terkejut melihat ketiga anak kembar Denis berbaris rapi.
" Hay " Sapa mereka serempak.
" Loh kok ada disini ?" Tanya Laura bingung.
" Salam kita gak ada yang jawab makanya langsung masuk " Jawab Miko anak lelaki Denis.
Diangguki 2 kembarannya.
" Sepertinya gue selamat buat ngabisin kue sgini banyaknya" Batin Justin tersenyum cerah melihat wajah lapar ke3 anak itu.
" Waah siapa yang ulang tahun Bang ?" tanya Mika mendekati Justin.
" Wauu bagus ya ada stoberinya " Sahut Mita ikut mengekori.
" Kalian mau ?" tanya Justin.
Kedua gadis dengan wajah sama itu mengangguk cepat.
" Nih makan,Daddy Abang lagi ulang tahun " Ucap Justin asal.
Uhuk uhuk uhuk...
Abraham langsung terbatuk2 mendengar namanya disebut.
Laura menahan tawa dengan menutup mulutnya melihat wajah syok sang mertua.
" beneran Paman ?" tanya Miko kaget.
" Hah em gak " Jawab Abraham gugup.
" Wah selamat paman,moga panjang umur ya " Kata Miko menyalami lelaki tua itu.
Justin tak bisa menahan tawanya melihat Miko merangkul Abraham dengan hangat.
" Selamat ya Paman,aduh ultah keberapa nih ?" tanya Mika kepo.
Abraham melihat Justin,Justin menggeleng tanda lepas tangan.
Laura kembali tertawa dan menyuruh ketiga ponaannya duduk.
" Ck awas kamu ya !" kata Abraham kesal kepada sang anak.
Justin mengangkat bahu acuh puas menjahili orang tuanya.
" Kalian sama siapa kesini ?" tanya Laura sambil memotong kue untuk ketiga remaja itu
" Sama Papa,tapi kami ditinggal " jawab Mita kesal sambil makan.
" Papa kalian kerja ?" Tanya Justin memakan kue hasil potongan istrinya.
" Hm,sekalian mau ke pengadilan soalnya Bang Vero sidang lagi " Jawab Mika tersenyum.
" Iya,hari ini keputusan terakhir " Celetuk Abraham.
" Kasihan Bang Vero Paman,aku gak tega liat dia disana sendirian " Kata Mita sedih.
" Iya,Hani juga pasti sedih gak ada temen " Sahut Mika.
Justin dan Laura menghela nafas,meski sebelumnya kedua gadis itu kurang menyukai Hani,tapi kini keduanya mulai memberi restu apalagi Hani menunjukkan perjuangannya bersama Vero.
" Ya udah,mending sekarang sarapan dulu,Abang kamu udah masak banyak " Kata Laura memutuskan..
Triplet mengangguk cepat karna mereka belum sempat sarapan,kedua orang tuanya sama2 sibuk apalagi saat ini Miska sedang keluar negeri untuk melihat barang baru yang mereka pesan.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.