
Setelah semua selesai,Vero dan Laura pun pulang dengan bergoncengan motor.
Vero terlihat santai berkendara,lelaki itu berusaha hati2 karna stau Vero dia hilang ingatan karna kecelakaan motor.
" Kamu ngak papa Dek ?" Tanya Laura takut.
" Tenang aja,aman " Jawab Vero tersenyum.
" Pelan2 aja ya " Kata Luara ikut tersenyum.
Vero mengangguk,mereka pun melaju dijalanan.
" Mau makan dulu ngak ?" Tanya Vero.
" Boleh,sekalian beli buat Mama " Jawab Laura semangat.
" Oke,kita cari makan apa ?"
" Kamu maunya apa ?" Tanya Laura balik.
" Em terserah " kata Vero cengengesan.
" Makan yang ringan aja ya,Mama dirumah pasti udah masak " Kata Laura teringat akan Cila.
" Oke " Jawab Vero mengerti.
Mereka mencari jajanan ringan untuk menganjal perut.
Setelah selesai mereka langsung pulang karna waktu sudah masuk magrib..
Malam harinya,semua berkumpul diruang tamu menikmati cake yang Laura beli.
" Em enak ya " Kata Cila senang.
" Iya Ma,lembut " Kata Laura tersenyum.
" Kamu beli dimana ?" Tanya Cila penasaran.
" Di toko kue yang terkenal itu Ma,disana mewah2 banget,harganya juga cukup mahal sih sesuai kualitas " Kata Laura mengingat2
" Yang di berseblahan dengan toko roti bukan ?" tanya Cila menebak.
" Iya Ma,Lolita Cake " Kata Laura teringat nama toko.
" Wah,itu terkenal banget Kak,yang endors para selebriti loh " Kata Cila takjub.
" Ngak tau sih Ma aku baru pertama beli " Kata Laura cengengesan.
Vero hanya diam mendengar obrolan 2 wanita beda usia itu..
Mereka makan dengan penuh canda tawa,Vero mulai bisa mengimbangi obrolan Cila dan Laura meski agak canggung.
Hari berlalu dengan tenang,Vero semakin menunjukkan kepada Laura bahwa dirinya beneran serius,Laura yang melihat perjuangan Vero pun kembali bimbang apakan harus menerima lelaki itu atau kembali menolak.
Vero tak pernah memaksa Laura untuk menerima dirinya,Vero begitu sabar menghadapi Laura yang kadang menghindar saat dia dekat.
Siang ini,Cila dan David akan pergi jalan2 menikmati hari libur.
Pasangan itu sudah berpakaian rapi ala anak muda jaman now.
Bahkan Cila mengenakan kaos oblong dan span jins milik Laura agar terlihat lebih muda,perempuan itu seolah menolak tua.
" Gimana keren ngak ?" Tanya Cila dengan kaca mata hitam diatas kepala.
" Mau kemana sih Ma,nyetil banget ?" Tanya Laura terkekeh geli.
" Mau jalan2 lah sama Papa kamu,udah lama ngak romantisan " Kata Cila malu.
" Hm ngak sadar tua " Gumam Laura pelan.
" Iya lah,biar umur tua tapi jiwa Mama masih sangat muda " Kata Cila mengangkat alisnya.
" Hahahaa iya iya " Kata Laura tertawa.
" Pinjem tas juga dong Kak " Mohon Cila cengengesan.
" Tas Mama kan banyak " Kata Laura kaget.
__ADS_1
" Ya itu kan tas emak2,Mama ngak mau lah pake yang itu " Kata Cila mengkrucut.
" Sama aja Ma,ngak bakal ada yang coment kok " Kata Laura menggeleng pelan.
" Ih Kakak mah ngak gaul,cepetan ambil ntar Papa kamu teriak lagi liat Mama belum kelar " Kata Cila maksa.
" Hm ya udah,liat dilemari aja " Kata Laura sambil rebahan.
Cila mengangguk semangat dan langsung membuka lemari Laura.
" Waw,yang mana ya ?" Gumam Cila bingung.
Ada beberapa tas yang tertata rapi di lemari gadis itu dan semuanya merupakan barang jualan Laura sendiri.
" Pinjem yang ini ya Kak " Kata Cila menunjuk tas warna merah.
" Ih jangan,itu terlalu nyentrik Ma,pake yang kalem aja selaras sama baju " Coment Laura tak suka.
" Yang mana dong ? Mama udah lama ngak keluar rumah jadi bingung mau pake gaya gimana " Kata Cila sedih.
Laura menghela nafas,begini lah Cila kalau akan jalan bersama David,wanita itu pasti akan sangat rempong,kadang Laura sedang kuliah pun ditelpon Cila agar bisa membantunya berpenampilan cantik.
" Yang hitam aja " Kata Laura mengambil tas selempangnya.
" Nah gini kan pas,mirip Abg2 remaja " kata Laura memadupadankan tas kecil itu dengan tubuh sang Mama.
" Ah kamu bisa aja,kasihan Papa kamu dong ntar dikira Om2 " Kata Cila terkekeh malu.
Laura menggeleng pelan,saat mereka berbalik alangkah terkejutnya mereka melihat David bersedekap dada didepan pintu.
" Belum kelar juga ?" tanya David tak percaya.
" Eh udah Mas,ini udah selesai " kata Cila kelabakan.
Perempuan itu dengan cepat memasangkan tas ditubuhnya.
" Hampir lahiran aku nungguin kamu " cibir David masuk kedalam.
" Hehe,oek oek dong " Kata Cila tertawa.
David tak menghiraukan,pria itu berkaca didepan cermin lemari Laura.
" Ganteng " Jawab Laura tersenyum.
" Tapi ada kurang Pa " Kata Laura menyelisik.
" Kurang apa,kalau isi dompet mah aman " Kata David tersenyum malu.
" Sombong !" Hujat Cila rada geli.
David tertawa terbahak begitu pun Laura yang tersenyum bahagia melihat pasangan itu.
" Em coba pakein minyak rambut biar Papa lebih keliatan cool " Kata Laura.
" Hah,Papa ngak pernah pake begituan " Kata David langsung menolak.
" Iya,Papa kamu ngak pernah pake gitu,biasanya cuma dibasahin pake air biar klimis " kata Cila memberitau kebiasaan suaminya.
" Hm ya udah deh,gitu aja ganteng kok " Kata Laura paham.
" Ayo Mas,kita weekend " Ajak Cila semangat.
" Hayok " Jawab David tersenyum.
Pasangan itu pun bergandengan tangan keluar dari kamar Laura.
Mereka mengenakan motor king milik Vero dulu biar lebih uwu kata Cila.
" Brom brommm..... " Suara motor David menggelegar.
Vero tertawa melihat sang Papa yang terlihat semangat,Cila memeluk pinggang lelaki itu dengan erat.
" Jaga rumah ya,jangan berantem " Teriak Cila karna suara motor David mengalahkan segalanya.
" Iya " Jawab Laura ikut berteriak
" Lets Gooooo...." Pekik Cila semangat.
__ADS_1
Broooommm....
Motor itu pun melaju meninggalkan rumah mereka.
Laura dan Vero melambaikan tangan melihat pasangan itu sudah menjauh.
Hening....
Aura canggung mulai terjadi diantara mereka.
Laura masuk kedalam rumah,tiba2 tangan gadis itu Vero tahan.
" Kenapa ?" tanya Laura melihat Vero.
" Kamu ngak perlu menghindar kalau kamu memang ngak suka sama aku " kata Vero serius.
Laura menunduk dan menarik pelan tangannya.
" Maafin Kakak Vero " kata Laura lemah.
" Kasih aku kesempatan " Kata Vero memohon.
" Aku akan berusaha membahagiakan kamu " Kata Vero serius.
" Tapi aku ngak ada rasa sama kamu " Kata Laura jujur.
" Kita jalani dulu,kalaupun nanti memang tak bisa maka aku akan mengikhlaskannya " Kata Vero yakin.
Laura terdiam menatap nanar manik adiknya.
" Ya sudah " Kata Laura pasrah.
" Maksudnya ?" Tanya Vero mendongak.
" Ayo kita jalani dulu,tapi aku ngak mau ada paksaan " kata Laura tegas.
" Iya,aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat kamu " kata Vero semangat.
" Hm " Jawab Laura tersenyum.
" Ya udah,masuk yuk aku laper " Ajak Vero menarik tangan Laura.
Gadis itu menurut dan mereka langsung masuk kedapur.
Saat Vero membuka tudung saji pria itu melotot melihat hanya ada roti yang terbaring disana.
" Yahhh Mama ngak masak " Desah Vero lesu.
" Hah beneran ?" Pekik Laura kaget.
" Iya tuh cuma ada roti tawar " kata Vero mengangkat tinggi tudung saji.
" Yahh,Mama mah curang dia enak2an jalan sama Papa,anak2nya malah ngak dikasih makan dirumah " Gerutu Laura kesal.
Pasangan itu saling melihat,detik berikutnya mereka tertawa terbahak.
Cila benar2 sangat semangat untuk jalan2,hingga lupa akan segalanya.
" Ya udah deh dari pada kita mati kelaparan,mending masak indomie aja aku udah laper banget " Kata Vero mengambil jalan pintas.
" Oke,kamu beliin indomienya ya kewarung,aku masak air " Kata Laura membagi tugas.
" Oke " Kata Vero semangat.
Pria itu pun bergegas masuk kekamar mengambil uang untuk belanja kewarung.
Dijalan yang ramai,sang Mama terlihat sangat bahagia bisa berduan dengan suaminya tercinta.
" Mas,kita makan enak ya hari ini,aku lupa masak tadi " Kata Cila rada berteriak.
" Hah,apa !!" Pekik David tak kedengeran.
" Lapaaaaaaaaaarrrrrr " Teriak Cila melengking.
" Oh oke,nasi padang lets goooo " Teriak David tak ngeh dengan permintaan istrinya.
" Yahh nasi padang mulu,sesekali lah makan spageti " Kata Cila mengkrucut.
__ADS_1
Sang suami tak kedengaran lagi,pria itu menambah laju motor mencari warung nasi padang terdekat untuk mengisi tenaga.