Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mendung


__ADS_3

Matahari mulai terbit,seorang pria masih tertidur dibalik selimut tebal.


Ac kamar terasa begitu dingin menambah syahdunya tidur.


Pintu kamar diketuk dari luar,lelaki itu masih tertidur tanpa terganggu sedikit pun.


" Tok tok...


Pintu kamar kembali terdengar,seorang gadis terlihat menunggu didepan pintu sambil menggigit roti tawarnya.


" Syaadddd " Panggil gadis itu nyaring.


Tok tok tok...


Pintu terus digedor,Angel terlihat tak sabaran untuk membuka pintu tersebut.


" Syaaaaddd banggunnnnn " Teriak Angel makin menjadi.


Dibalik selimut,Arshad mulai terganggu.


Pria itu melenguh pelan dan membuka selimutnya.


" Bangunn Syaadd,udah mau jam 8 " Teriak Angel nyaring.


Arshad menoleh kesamping dan terkejut melihat jam alarmny menunjukkan pukul 7.45.


" Astaga " ucap Arshad mengusap wajah kasar.


Pria itu bergegas turun dari membuka pintu kamar.


" Angel " Ucap Arshad ngos2an.


" Astaga kamu baru bangun ?" tanya Angel syok.


" Iya Njel,ketiduran " Jawab Arshad jujur.


" Waduhh,kamu gak kerja ya ?" tanya Angel heran.


" masuk Njel " Jawab Arshad menarik tangan gadis itu.


Angel masuk kedalam kamar dengan gelengan pelan.


" Berantakan banget " Kata Angel melihat sekitar.


" Tolong kamu rapiin dulu,siapin baju kerja aku ya,tolongggh " Kata Arshad memohon.


" Cih ogah,aku bukan istri kamu " kata Angel menolak.


" Pleasee Njel,sekalian kamu belajar jadi istri yg baik kalo dah nikah " Kata Arshad memelas.


Angel diam sejenak,gadis itu melihat saudaranya tersebut dengan wajah menyelisik.


" Ya udah,gih sana cepetan !" kata Angel menerima tawaran.


" Oke makasih " kata Arshad tersenyum dan langsung berlari ke kamar mandi.


Waktu pria itu tak banyak,ia harus segera bergegas karna setengah 9 pagi harus mengadakan meeting.


Angel menghela nafas panjang,dengan menelan semua rotinya gadis itu mulai mengambil satu persatu barang yg berserakan.


" Wah2 Arshad mulai merokok ya ?" Gumam Angel melihat ada putung rokok yg jatuh dilantai.


Gadis itu melihat kiri kanan dan berjalan kearah pintu.


" Kalo ketahuan orang lain bisa gawat nih,bakal rame " gumam Angel ngeri.


Gadis itu menutup pintu kamar dan bergegas kembali membersihkan dan menyiapkan segala perlengkapan.


Karna keduanya tumbuh bersama jadi Angel tak keberatan dan canggung dengan barang2 Arshad.


Bahkan ****** ***** pria itu juga ia siapkan sesuai dengan warna kesukaan Angel.


Tak lama Arshad keluar,pria dengan handuk spinggang itu diam melihat sepupunya masih membersihkan ranjang dan membuka tabir.


" Aku siapin sarapan dulu,roti aja ya " kata Angel melihat Arshad mendekati lemari.


" Iya,makasih Njel " balas Arshad tersenyum.

__ADS_1


Angel mengangguk gadis itu langsung keluar kamar membiarkan Arshad berganti baju.


" uhh untung ada Angel,coba kalo engga duh bisa diomelin sama Kakek " Gumam Arshad bersyukur.


Keduanya memang akur,Arshad jarang mencari masalah dengan gadis tersebut begitupun Angel karna keduanya memang saling membutuhkan.


Setelah selesai mengganti baju,Arshad berlari keluar.


Suasana rumah begitu sepi,tak ada suara tangisan atau teriakan anak2 dirumah.


" Apa mereka udah pergi semua ?" gumam Arshad heran.


" Syad makan dimobil aja " pekik Angel dari bawah tangga.


" iya Njel,aku udah selesai " Jawab Arshad bergegas turun.


Keduanya berjalan keluar,Angel juga sudah siap dengan seragamnya dibalik jaket tipis.


Setelah masuk mobil,Arshad tancap gas.


" Orang2 pada kemana Njel ?" tanya Arshad.


" Udah pergi semua,Mama kamu kerumah sakit " Jawab Angel.


" Hah kenapa ?" tanya Arshad kaget.


" Nenek kamu masuk rumah sakit " jawab Angel lagi.


Arshad diam sejenak,lelaki itu tak tau kabar neneknya sakit.


" Tapi gak papa,aman " balas Angel tersenyum.


" Yg lainya ?" Tanya Arshad lagi.


" Udah pergi,yg cwok langsung berangkat kerja,Mama dan Nenek Nisa pergi kerumahnya Kakek Romi " jawab Angel.


" Jadi cuma kita dirumah ?" Tanya arshad syok.


Angel mengangguk pelan.


Drt drt...


Hape Angel berdering,gadis itu merogoh tas bahunya dan melihat nama dilayar.


"Kenapa Njel ?" tanya Arshad melihat expresi Angel berubah.


" Hm gak papa " jawab Angel.


" Angkat aja "


Angel mengangguk pelan.


" Halo " Sapa Angel mencoba tenang.


" Angel " Panggil seseorang lemah.


Deg deg deg...


Jantung Angel berdebar kencang mendengar suara tersebut.


" Njel " Panggil lelaki itu lagi.


" I iya " Jawab Angel gagu.


" Zini Jel " Kata pria itu gemetar.


" Zini kenapa ?" tanya Angel makin tak karuan.


" Ziniii hiks hiks Zini sayaaangg " Ucap seseorang menangis tersedu.


Jdderrrr....


Bagaikan kilat dipagi hari,Angel mengenali suara tangisan tersebut.


" Zini pergi Njel hiks hiks " Ucap lelaki itu lemah.


" Ya Tuhannn " Ucap Angel menutup mulut tak percaya.

__ADS_1


" Zini kenapa Om ?" tanya Angel gemetar.


" Ada apa Njel ?" tanya Arshad penasaran.


" Saya sendirian Njel hiks hiks " Tangis lelaki itu pecah seketika.


Tes....


Air mata Angel turun tanpa diminta,gadis itu sudah bisa menebak apa yg telah terjadi.


" Nga mungkin Om " kata Angel makin menangis.


" Njel kita sampai " Kata Arshad menegur.


Angel melihat kiri kanan dan benar saja mereka sudah sampai dikantor.


" aku turun duluan ya,mau siap2 " kata Arshad mengambil tas kerjanya.


Angel mengangguk pelan.


Gadis itu enggan turun karna masih syok mendengar kabar tak mengenakkan tersebut.


" Om yg tabah ya " Ucap Angel berusaha menguatkan.


" Bagaimana saya bisa kuat Njel,Zini satu2nya hidup saya " ucap Daniel sedih.


" Om " Ucap Angel terus meneteskan air mata.


" Kami akan pulang Njel,terima kasih sudah menjadi teman baik anak saya " Ucap Daniel tulus.


" Hiks hiks " Angel membalas dengan tangisan pilunya.


" Saya dan keluarga akan berusah kuat dan iklas,saya tutup dulu,assalamualaikum " Ucap Daniel lembut.


" Waalaikumsalam huhuhu "


Tut.


Panggilan terputus,tangis Angel pecah seketika.


" Ziniiiii huaaaa huaaaaaa " Angel terus menangis tersedu sedu didalam mobil.


Sungguh hancur hati gadis itu mendengar kabar duka bahwa gadis kecil yg ia sayang tersebut kini sudah berpulang.


Memang bukan hal mudah untuk mengembalikan Zini kesituasi awal karna begitu berat dan banyak sekali rintangan yg harus diterima.


" Bahagia disana Nakk,surga menanti mu " ucap Angel nanar.


Gadis itu terus menangis melupakan tujuan awalnya untuk bekerja.


Ditempat nan jauh disana,suara tangisan mendalam terdengar begitu pilu.


Seorang gadis kecil terbaring tak berdaya dengan selimut tipis yg kini menutupi seluruh badannya.


" Yg Ikhlas Nil " Ucap Dokter yg menangani Zini.


Daniel diam menatap sayu tubuh mungil tersebut.


Air matanya tak bisa berhenti menetes,tak ada suara karna pria itu kehabisan kata2.


Ibu Daniel terus menangis dipojokan bersama adiknya.


Ridho juga ada disana karna mendengar kondisi Zini yg makin mmeburuk.


" Kita harus ikhlas Bu,Zini pasti bahagia disana " Ucap Ridho menguatkan ibunya.


" Zini masih kecil Do,Zini sendirian " Ucap wanita parubaya itu pilu.


Ridho mendongak menatap langit2 kamar yg terasa menjadi abu2.


Hanya mereka ber3 disana karna memang tak ada keluarga lain.


" Tolong urus pemulangan Zini Bang,dia harus segera menempuh surganya,aku ikhlas karna Tuhan lebih sayang anak ku " Ucap Daniel dengan penuh keretakan dihatinya.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2