Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mall


__ADS_3

Arshad ikut membantu mencarikan baju yg pas untuk Sania di toko online.


Awalnya lelaki itu menolak tapi Juna terus memaksa nya untuk minta bantuan.


" Yg ini bagus " Kata Arshad menunjuk satu gaun yg cukup sexy.


" Yg ini ?" tanya Juna menunjuk.


" Iya " Jawab Arshad terkekeh.


" Ah gila kamu,mana mau Sania pake ginian " Kata Juna tak setuju.


" Ya terus gimana,modelnya pada begitu semua " Jawab Arshad.


Juna menghela nafas,sudah hampur 1 jam mereka mencari cari tapi belum ada yg pas dihati.


" Ya udah deh nanti aja " kata Juna pasrah.


" Cari di mall aja banyak " Balas Arshad.


" Abang malu " Jawab Juna.


" Malu kenapa ?" tanya Arshad aneh.


" Abang gak tau seleranya Sania gimana,apa kita tanya Angel aja ya ?" Kata Juna hati2.


" Tanya Angel siap2 aja di olok habis2an " Balas Arshad.


" Iya juga sih,mana Angel mulutnya ember lagi " Kata Juna ngeri.


Arshad tersenyum kecil,siapa yg tidak tau dengan Angel si biang kerok tukang gosip dan pusat informasi seperti ibunya,bahkan gadis itu tak segan2 menjadi wartawan dadakan jika sedang terdesak.


" ya udah Syad,kamu temenin Abang ke mall yuk " Ajak Juna.


" hah " Kata Arshad terkejut.


" Ayokkk,acara nya lusa besok,Abang gak tau mau cari yg gimana " kata Juna memaksa.


" Tapi Bang,aku juga gak tau " kata Arshad bingung.


" Udah,pergi aja dulu " Balas Juna.


Arshad terpaksa bangun karna tangannya terus ditarik2.


Keduanya pun berjalan keluar dan bertemu Zaiva yg sedang menggendong adiknya.


" Mau kemana ?" tanya Zaiva


" Mau keluar Ma " Jawab Juna.


" Oh sekalian,ajak adik kamu main,dia rewel dirumah " Balas Zaiva menyerahkan anak perempuan tersebut.


" Hah " pekik Juna terbelakak.


" Jaga baik2 ya,itu susu sama botolnya udah Mama siapin " kata Zaiva sambil berjalan.


Juna melongo tak percaya,Arshad juga tak kalah kagetnya dengan aksi sang Bibi.


" Aduhhh Dekkk,kamu sama Mama aja napa ?" kata Juna melihat kesal adik kecilnya.


Gadis itu menatap mata Juna dan mulai berair.


" Oke2 jangan nangis " kata Juna kelabakan.


" Aku mau pulang aja Bang " kata Arshad memilih kabur.


" Eh gak bisa Shadd,kamu harus temenin Abang " Pekik Juna.


Arshad ingin berlari tapi didepan pintu Zaiva sedang berdiri melihat keluar.


" Aduhh gimana ini ?" gumam Arshad bimbang.


" Ayo cepetan " kata Juna menyerahkan tas susu adiknya keleher Arshad


" Tapi Bang...." kata Arshad tak bisa berkata kata.

__ADS_1


" Kalian mau kemana ?" Tanya Angel tiba2 datang dari belakang.


" kamu lagi ngapain Njel ?" tanya Arshad.


" Lagi belajar bikin bunga sama Bibi " Jawab Angel polos.


" Ayo pulang " Ajak Arshad.


" Eh mana bisa,Jack lagi less " Tolak Angel.


" nanti dijemput supir " kata Arshad cepat.


" Iyaa setelah itu ambulance jemput dirumah karna kebotakan massal dijambak Mama " Balas Angel.


Juna tertawa geli,lelaki itu bisa membayangkan bagaimana murkanya Ana nanti jika meninggalkan Jack sendirian tnpa pengawasan.


Untuk saat ini Reno memang menarik semua bodyguardnya yg biasa menjaga anak cucu karna ada yg lebih dipentingkan.


" Cepetan Syaddd " Paksa Juna.


" Mau kemana sih ?" tanya Angel aneh.


" Nemenin nih anak main " Jawab Juna menunjuk adiknya.


" Wahhhh tugas yg berat " kata Angel merinding.


" Belum pergi juga ?" Tegur Zaiva berjalan kearah mereka.


" Ini mau berangkat " Jawab Juna takut.


" Ya bawa main dulu,nanti sebelum magrib harus pulang " Kata Zaiva tegas.


Juna mengangguk pelan,lelaki itu tak bisa menolak ibunya karna takut sang bidadari marah.


Arshad mau tak mau mengikuti langkah Juna meski hatinya tak rela.


Keduanya menaiki mobil mewah Bara yg ada tempat khusus untuk anak kecil tersebut.


Sepanjang jalan,Arshad banyak diam lelaki itu terlihat bad mood.


Gadis yg duduk sendirian dibelakang tersenyum kecil tanpa menjawab.


" Tunggu ya Dek,bentar lagi kita sampe " Kata Juna ramah.


Lelaki itu melirik Arshad dan mendapati Arshad melihat kearah jendela.


15 menit kemudian mereka sampai,Juna bergerak cepat menggendong adik kecilnya.


Lelaki itu nampak seperti Papa muda yg masih fresh.


" Kita kemana Bang ?" tanya Arshad membawa tas susu.


" Cari baju dulu " Jawab Juna.


Arshad mengangguk pelan,keduanya berjalan beriringan.


Para pengunjung mulai memperhatikan kedua pria tampan tersebut,bagaina tidak Juna dan Arshad terlihat begitu Pd meski kenyataannya sangat malu.


" Disana Bang " kata Arshad menunjuk.


Juna mengangguk dan menambah laju langkahnya.


" Wah2 lihat itu " Ucap salah satu wanita heboh.


" iyaa,astaga ganteng banget " Kata teman wanita itu takjub.


" Iyaa bule lagi,apa iya itu anaknya ?" Tanya wanita tersebut penasaran.


" Masa sih tapi kan mereka sama2 lelaki "


" Ck sekarang kan lagi musiman tuh laki sama laki,mungkin aja mereka bayi tabung "


" Bisa jadi juga,aduhhhh mubazirr ya,masa ganteng2 gitu sih.


Cuitan netizen terdengar ramai,Arshad yg diam memperhatikan terlihat kesal.

__ADS_1


" Cuekin aja Syad " Tegur Juna.


" Masa iya kita dikira suami istri sih " kata Arshad emosi.


" Wahahahaha yg ada malah suami2 Syaddd " Balas Juna geli.


Keduanya terus melangkah hingga tiba disalah satu butik ternama.


" Ayo masuk " Ajak Juna


Arshad masuk duluan seraya mengangkat tas susu adik Juna.


" Waaah bagus2 ya " kata Juna terkekeh geli.


" Sepertinya kita salah toko " Ucap Arshad memutar mata.


" ini lebih tepatnya toko bikini " Lanjut Arshad lagi.


" Tapi banner didepan gambarnya dress gitu " Balas Juna.


Arshad menghela nafas dan mendekati salah satu karyawan yg aneh melihat mereka.


" Mba,foto yg didepan mana barangnya ?" Tanya Arshad dengan wajah datar.


" Foto yg mana Mas eh Mba eh KKakk ?" Tanya Penjaga bingung mau panggil apa.


Arshad mengkaget dengan sebutan wanita itu.


" Saya laki2 normal !" kata Arshad tegas.


" Maaf Kak " Ucap wanita itu merasa bersalah.


Arshad mendengus dan keluar dari area tersebut.


" Loh Syaaddd,mau kemana ?" pekik Juna


" Gak ada dsini " jwab Arshad ketus.


Juna ikut berjalan keluar dengan wajah bingungnya.


Kedua pria itu kembali mengitari Mall yg semakin ramai.


Para gadis2 berkeliaran dengan tentengan mereka.


Lirik2an tak terhindari saat Arshad lewat didepan para gadis2 tersebut.


" Apa dia sudah menikah ? Mana istrinya ?" Gumam seorang gadis sambil memegang mangkuk es cream.


Arshad menoleh dan diam menatap gadis itu dengan wajah datarnya.


" Subhanaallah,apa pangeran lagi turun ke bumi ? Kenapa aku baru melihat pria tampan itu sekarang ?" Gumam gadis lain saat Juna lewat sambil mengejar Arshad.


Gadis dalam gendongan Juna terlihat begitu girang,gadis itu tak banyak bunyi dan lebih banyak tertawa seolah merasa lucu dengan kegiatan mereka.


Arshad masuk kesebuah toko yg cukup menarik perhatian.


" Ini bagus " Gumam Arshad pelan saat melihat sebuah gaun hitam dengan sedikit belahan dada.


" Yg mana Syad ?" tanya Juna mendekat.


" Ini " Jawab Arshad menunjuk.


" Wawwww " Gumam Juna terpesona.


" Tapi sepertinya ini terbuka,apa dia punya buah dada ?" tanya Juna mengingat.


Arshad menoleh dengan wajah terkejutnya.


" Jangan mesum !" Hujat lelaki itu kesal.


Juna tertawa geli dan melihat yg lain.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.

__ADS_1


__ADS_2