Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mengejutkan


__ADS_3

Pagi ini Laura terbangun saat mendengar suara muntahan yang cukup nyaring ditelinganya.


Gadis itu terbangun dan langsung terkejut melihat Justin muntah di samping ranjang.


" Astaga apa yang terjadi ?" Tanya Laura panik.


" Uek uek uek..." Lelaki itu terus memuntahkan isi perutnya tanpa menjawab.


Laura langsung mendekati Justin dan mengusap tengkuk pria itu.


" Sepertinya Kakak masuk angin " Kata Laura pelan.


Justin tak menjawab dan menggeleng2kan kepalanya.


" Huh huh huh " Nafas Justin ngos ngosan setelah merasa sedikit tenang.


Laura langsung mengambil minum dinakas.


" Ayo minum dulu " Ucap Laura menyodorkan air putih.


Justin mengangguk dan meminumnya hingga habis.


Lelaki itu kembali berbaring mengurut kepalanya.


" Aku sangat pusing " Ucap Justin serak.


" Iya tunggu bentar ya aku beresin bekas Kakak muntah dulu " Kata Laura berusaha tenang.


Justin mengangguk dan memejamkan matanya.


Laura langsung bergerak berlari kekamar mandi.


Gadis itu antara jijik dan tidak membersihkannya tapi Laura tak punya pilihan selain bergerak karna ia pun tak akan sanggup berdiam disana jika keadaan bau dan kotor.


" Uek uek uek...


Dikamar mandi Laura ikut muntah karna bau yang menyengat.


Justin yang mendengar mualan gadis itu terkekeh pelan.


" Kasihan sekali dia " Gumam Justin merasa lucu.


Tak lama Laura keluar dengan keringat dingin dan wajah basah.


Justin terlihat menggulung seprei dan menaruh dikeranjang baju kotor.


" Kenapa ?" Tanya Laura ambigu.


" Sudah kotor,aku tak suka mencium baunya " Kata Justin tanpa menoleh.


" Ya sudah nanti aku cuci " Kata Laura tenang.


" No2 jangan bekerja berat,kau harus merawat ku hari ini " kata Justin tegas.


" Hah kenapa ?" Tanya Laura kaget.


" Aku tidak enak badan Laura " kata Justin jengah.


" Sepertinya tidak,kau masih kuat melakukannya sendiri " Ucap Laura bersedekap dada.


" Kau melawan ku ?" tanya Justin tajam.


" Tidak juga aku hanya berbicara " Jawab Laura santai.


" Terserah " Kata Justin memutar bola mata malas.


Laura terkekeh dan mendekati lelaki itu.


" Jika kau mau aku urus hari ini,maka menurutlah dan jangan banyak protes !" Kata Laura tajam.


" kenapa begitu ?" tanya Justin mengernyit.

__ADS_1


" Baiklah jika tak mau,urusi saja dirimu sendiri " Ucap Laura santai.


Justin terdiam mencoba mencerna perkataan Laura.


" Oke2,aku terima tawaran mu tapi buat aku merasa nyaman " Kata Justin mengalah.


" Kau selalu mendapatkannya setiap hari " Ucap Laura malas.


" Kau selalu dingin kepada ku Laura " Kata Justin tak terima.


" Karna kau selalu memaksa ku " Ucap Laura tajam.


Justin menghela nafas dan mengurut kepalanya yang semakin pusing.


" Baiklah kau menang " Kata Justin mengalah.


" Yes " Gumam Laura bahagia.


" Baiklah,sekarang kau duduk disofa biarkan aku yang mengurus ranjang " Titah Laura.


Justin mengangguk dan berjalan pelan lalu menidurkan dirinya disana.


" Aku harap mulut mu masih berguna untuk menelpon orang laundry " Sindir Laura.


Justin terkejut dan menoleh tajam.


Laura pura2 tak melihat sambil mengambil seprei dan selimut baru dilemari.


Justin menarik nafas sabar dan kembali berjalan ke nakas mengambil ponselnya.


Lelaki itu menelpon pihak Laundry untuk datang mengambil baju kotor.


Laura mulai sibuk sendiri,Justin kembali merebahkan tubuhnya disofa.


Lama pria itu disana hingga tak terasa Justin ketiduran.


Laura yang sudah selesai memberes kamar tersenyum kecil melihat lelaki arogan itu meringkuk di sofa seperti kucing mungil.


Gadis itu membiarkan Justin tidur disana tanpa menganggunya.


Laura berjalan keluar menyeret keranjang kotor karna pihak laundry sudah datang.


Gadis itu terlihat sangat sibuk,Laura membuat makanan untuk Justin menyiapkan baju kerja lelaki itu meski ia tak tau Justin berangkat atau tidak.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi yang artinya jam kerja lelaki itu akan segera dimulai.


Laura memberanikan diri membangun Justin,tapi saat Laura baru menyentuh tangannya tubuh Justin terasa panas bahkan keringat bercucuran di kening pria itu.


" Ya Tuhan kak Justin demam " Ucap Laura panik.


Laura pun langsung membangunkan Justin,perlahan manik pria itu terbuka.


" Kenapa ?" tanya Justin serak.


" Ayo pindah ke ranjang,Kakak lagi demam " Kata Laura dengan wajah paniknya.


Justin tersenyum mengangguk.


Laura membantu lelaki itu bangun,mereka pun berjalan perlahan menuju ranjang.


" Aku tidak tau bagaimana menelpon dokter dari sini,tapi aku akan meminta bantuan receptionist dibawah " Ucap Laura setelah Justin terbaring.


" Jangan " Larang Justin memegang tangan Laura.


" Kenapa ?" tanya Laura bingung.


" Ini efek obat,aku baik2 saja " Kata Justin tersenyum


" Maksud mu ?" Tanya Laura tersentak.


" Aku hehe " kata Justin tertawa.

__ADS_1


" Apa ?" tanya Laura garang.


" Kau selalu galak pada ku girl " Ucap Justin mengkrucut.


" Kau yang mencari gara2 " Kata Laura kesal.


Justin tersenyum dan mencubit perut gadis itu.


" Dasar gila " Kata Laura berjalan menjauh.


" Laura " Panggil Justin menarik tangan gadis itu.


Laura berhenti dan menghela nafas sabar dengan kekanakan Justin.


" Kenapa ?" tanya Laura malas.


" Jangan tinggalkan aku " Ucap Justin serius.


" Bagaimana aku bisa pergi jika kau terus mengurungku disini dengan semua peralatan mewah mu " Kata Laura kesal.


Justin tersenyum,Lelaki itu bangkit dan memegang kedua tangan Laura.


Mereka saling berhadapan.


" Jangan terkejut " Kata Justin pelan..


" Hm " Jawab Laura malas.


" Aku menghisab ganj@ " Ucap Justin serius.


" Apa !" Pekik Laura kaget.


" Ya aku melakukannya " Kata Justin tersenyum malu.


" Kau gila,kenapa kau lakukan itu Kak !" kata Laura emosi.


" Disini bebas tak seperti dinegara kita " Kata Justin pelan.


" Ya aku tau disini bebas tapi bukan bearti kau bebas menghancurkan hidup mu " Kata Laura garang.


" Aku hanya menikmati nya Laura " Kata Justin lembut.


" Kau benar2 gila aku sungguh tak bisa lagi disini bersama mu " Ucap Laura tegas.


" Tak ada tempat yang bisa kau tuju " kata Justin santai.


" Ya aku tau,tapi setidaknya aku bisa menghirup udara bebas " Kata Laura tajam.


Justin diam menatap wanita itu dalam.


" Aku sangat lelah sayang,kau tak tau apa yang aku kerjakan diluar sana " Kata Justin menghela nafas.


" Tapi bukan seperti ini caranya,kau memilih jalan yang salah Kak " Kata Laura kesal.


" Ya aku tau,kau mungkin akan menolaknya,aku mencoba menahan diri tapi itu sangat sulit apalagi aku tidak bisa menyentuh mu " Ucap Justin lesu..


Laura menghela nafas dan keluar dari kamar itu.


Laura benar2 tak menyangka diam2 Justin semakin menggila membuat dirinya semakin ingin keluar dari lubang besar yang terus menenggelamkan dirinya.


Laura terdiam didapur menenangkan dirinya,Laura sangat takut kepada pria itu apalagi Justin terang terang memberitahu diri yang sesungguhnya.


" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan agar terbebas dari masalah ini,Kak Justin benar2 sudah tidak waras" Gumam Laura mengusap kasar wajahnya.


Didalam kamar Justin termenung mengingat wajah kecewa gadis itu.


Justin tau dirinya salah,tapi pekerjaan yang terus mendesak membuat dirinya harus punya tenaga extra apalagi dia bekerja sendiri membangun perusahaan yang cukup besar.


" Jika tak kuat,bagaimana aku bisa membawa mu kemari Laura " Gumam Justin mengurut pelan kepalanya yang terasa berputar.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2