
Malam harinya semua orang berkumpul dirumah sederhana Cila dan David.
" Ayo Bunda,Ayah kita makan dulu " Kata Cila tiba2 nongol diruang tamu.
Sintia dan Beni mengangguk bangkit dari duduk nya setelah solat magrib.
" Mas,ayo makan dulu " Ajak Cila kepada David yang selesai solat dikamar.
Pria itu masih mengenakan kain sarung dan baju koko hitam,Cila tersenyum hangat dan mendekati pria itu.
" Kamu ganteng banget loh Mas,aku sampe meleleh lihat nya " Goda Cila duduk di pangkuan pria itu.
" Ck,minggir dulu napa,ntar Tuhan ngak mau ngabulin doa aku kalo kamu duduk manja gini " Kata David menjauhkan kepala istrinya itu.
" Emang bisa gitu ya ?" Tanya Cila langsung bangkit.
David mengangguk tersenyum geli.
Pria itu bangkit dan merapikan sajadah.
" Taruh disitu aja ntar aku beresin " Kata Cila tersenyum.
David mengangguk dan membuka sarung nya.
" Wawwww ada yang baru nih ?" Goda Cila kaget.
David pura2 tak dengar dan menyisir rambutnya di kaca besar yang baru beberapa hari ini Cila beli.
Perempuan itu tertawa dan meraba bokong suami nya sensual.
" Jangan pegang2 ih " Kata David menabok tangan perempuan itu.
Cila terkekeh pelan dan memeluk pria itu dari belakang..
" Enak ya kamu dibeliin Bunda bokser baru,aku aja ngak ada dibeliin " Kata Cila pura2 kesal.
" Ya mana aku tau,Bunda yang kasih sore tadi,ada 3 lagi,gambarnya lucu2 ada kepala batmen nya di depan " Kata David tertawa renyah.
Cila tertawa terbahak bahak mendengar suaminya melawak.
" Beneran Mas,coba aku lihat " Kata Cila penasaran.
" Eh jangan,ntar matuk ngak boleh masih ada Ayah sama Bunda " Kata David menutup depannya.
Cila kembali tertawa seraya mencium punggung suami nya.
" Udah yuk keluar,nanti Ayah marah " Kata David merangkul pundak perempuan itu.
Cila mengangguk dan melingkarkan tangannya dipinggang sang suami.
Mereka keluar dari kamar menuju dapur.
" Wah udah makan duluan ya " Kata Cila tersenyum
" Iya,nungguin kalian pacaran bikin Ayah sama Bunda kelaperan " Kata Sintia menyuapkan nasi ke mulut.
Beni mengangguk dan kembali makan.
" Hehe biasa Bun,pengantin baru " Kata Cila malu.
" Ueeekkk " kata Beni dan Sintia barengan pura2 muntah.
David tertawa lirih menggaruk tengkuk nya malu.
" Ayo Mas ku kita mamam " Kata Cila menggoda David.
__ADS_1
Beni hampir tersedak mendengar suara manja anak nya itu.
" Kaya nya kita bakal kalah romantis deh Yah sama mereka " Kata Sintia pelan.
Beni mengangguk dan dengan cepat menegak minum nya.
David menyenggol lengan perempuan itu agar tak banyak bicara.
Cila cuek saja dan mengambil nasi untuk suami nya.
" Loh kok duduknya dibawah ?" Tanya Sintia kaget melihat David lesehan dilantai.
" Ngak papa Bunda,em kursi nya ngak cukup " Kata David canggung.
" Ya tapi kan kalian Tuan rumah nya,duduk diatas aja biar kami duduk dibawah " Kata Sintia bangkit.
" Eeehhh jangan,Bunda sama Ayah duduk diatas aja,David udah biasa kok duduk disini kalo makan " Bohong David.
Pria itu memberi kode istrinya agar ikut ngomong.
" Em iya Bunda,kami udah biasa duduk dilantai,biar lebih romantis " Kata Cila mengerti maksud suaminya.
" Anak2 jaman sekarang aneh ya Yah cara romantisnya " Kata Sintia menggeleng pelan.
" Iya,perasaan kita dulu ngak gitu " Kata Beni menimpali.
David tersenyum canggung dan menunduk tak enak.
" Udah ngak papa " Kata Cila pelan menaruh nasi dan lauk dilantai.
" Maaf ya,aku ngak bisa beli meja makan yang besar " Kata David malu.
Cila tersenyum dan membelai pelan pipi suami nya.
" Ngak papa,nanti kalo uang kita udah terkumpul kita beli yang paling besar,biar bisa nampung orang sekampung " Kata Cila mencoba menenangkan suami nya.
Cila tersenyum dan duduk dengan tenang didepan suami nya.
" Mau bebeb suapi ?" Goda Cila.
David melotot dan melihat kearah mertua nya terlihat Sintia kembali pura2 memuntahkan makanan nya mendengar Cila barusan.
" Hehe ngak papa Beb,kita jangan mau kalah dong sama Bunda dan Ayah " Kata Cila santai dan memasukkan nasi kemulut pria itu.
David menggeleng pelan dengan wajah bersemu malu.
Mereka mulai makan dengan tenang,Beni dan Sintia bangkit duluan karna makanan mereka sudah habis.
Malam semakin larut,Beni mengeluarkan sarungnya sebagai alas Sintia tidur.
" eeehhh kok tidur disitu Yah " Kata David kaget.
" Ya habis mau tidur dmana ?" Tanya Beni bingung.
" Tidur dikamar aja Yah,biar aku tidur diruang tamu " Kata David yakin.
" Ngak papa Ayah dan Bunda tidur disini aja " Kata Beni menolak.
" Jangan Yah,aku ngak mau kalian tidur disini " Kata David kekeh.
Cila keluar dari kamar dengan baju tidurnya.
" Iya Yah,Ayah dan Bunda dikamar aja biar kami disini " Kata Cila berdiri disamping suami nya.
Beni menghela nafas merasa kasihan melihat kehidupan putri dan menantu nya itu.
__ADS_1
" Bun,tidur dikamar gih " Kata Cila lembut membangunkan Sintia yang tidur dikarpet ".
" Hah em iya " Kata Sintia setengah sadar.
David diam saja menatap mertuanya bergantian,hati nya sakit sekali melihat kondisi nya sekarang,bahkan untuk tempat tidur pun,pria itu tak mampu memberi kenyaman untuk mertuanya.
" Maafkan David Yah,nanti David usahakan berikan yang terbaik untuk Ayah dan Bunda " Kata David menunduk sedih.
" Ngak papa,ini aja Ayah udah bersyukur " Kata Beni maklum.
Sintia sudah dibantu Cila kekamar untuk melanjutkan tidurnya.
" Jangan lupa pake obat nyamuk ya " Kata Beni lembut.
David mengangguk patuh dan mengambil obat nyamuk biasa yang mereka pakai.
" Ini kasih dikamar Ayah " Kata David memberikan obat nyamuk bakar itu kepada Cila.
Perempuan itu mengangguk tersenyum.
Cila menutup tabir kamar Ayahnya,David menata kain di ruang tamu untuk alas mereka tidur.
Cila tersenyum menghangat melihat suaminya itu..
" Ayo tiduran sini " Ajak David lembut..
Cila mengangguk dan menghambur berbaring disamping suaminya dengan lengan David sebagai bantalan.
" Maafkan aku ya,aku belum mampu kasih Bunda dan Ayah kenyamanan " Kata David lirih.
Cila mendongak melihat suaminya dan tersenyum manis.
" Ngak papa Beb,Ayah maklumi kita kok " Kata Cila memeluk lelaki itu.
" Aku merasa ngak pantas buat kamu " Kata David berkaca kaca.
" Mas,aku ngak mau kamu ngomong gitu " Kata Cila memegang wajah David.
" Maafkan aku Cila " Kata David memeluk tubuh mungil istrinya.
" Aku menerima kamu Mas,aku ngak papa tidur hanya alas kain gini asalkan selalu bersama kamu,aku bahagia Mas,aku bahagia bisa jadi istri kamu " Kata Cila sungguh2.
" Terima kasih sayang,aku sangat beruntung memiliki istri pengertian kayak kamu " Kata David mengecup pelan kening Cila.
Perempuan itu tersenyum dan mengecup singkat bibir sexy suami nya.
" Em btw kita ngak jadi indihoy dong malam ini ?" Tanya Cila menggoda..
Deg..
David kaget dan langsung tertawa pelan.
" Kita skip dulu ya,takut Ayah dan Bunda denger kamu teriak2 nanti manggil nama aku " Kata David tertawa renyah.
" Cih bukan nya kamu yang selalu kegirangan dan selalu bilang makasih sayang,sekali lagi sayang,uh sayang em apalagi ya " Kata Cila menguruk lelaki itu.
Tawa David semakin kencang melihat Cila yang sangat aktif mengolok nya.
Mereka tertawa renyah saling menggoda,hingga tanpa mereka sadari seorang pria paru baya didalam kamar mereka tersenyum penuh haru mendengar suara tawa mereka berdua.
" Seperti nya aku menitipkan Cila kepada pria yang tepat " Lirih Beni tersenyum kecil.
" Sayang,anak kita kini sudah dewasa dan bisa membahagiakan suaminya,aku beruntung menemukan kalian dulu " Kata Beni pelan kepada Sintia yang tertidur pulas memeluk dirinya.
❤❤❤
__ADS_1
Guysss kok sepi,mana nih VOTE,LIKE,COMENT NYAAAAA,mau lanjuttt ngakkk ???