
Byanca kembali memboncengi Satria,kali ini gadis itu bersikap serius.
Meski dari secara fisik Byanca kalah tapi dari segi omongan gadis itu menang banyak karna Satria tak banyak bunyi.
" Kita langsung pulang ya ?" tanya Byanca menoleh sebentar.
" Iya " Jawab Satria tenang.
" Kok duduknya jauhan ? Gak seimbang nih " kata Byanca melirik di kaca spion.
Satria diam,lelaki itu memang duduk lumayan jauh bahkan sampe ke ujung karna tak mau bersentuhan dengan gadis sengklek tersebut.
" Hei kau ini ngerti bahasa indonesia gak sih ?" tanya Byanca gemas.
" Litle " Jawab Satria singkat.
" Baiklah " balas Byanca paham.
Satria memang tak banyak mengerti bahasa indonesia karna ia lama tinggal diluar,tapi berhubung Bara dan Zaiva sering mengunjungi mereka jadilah Satria belajar banyak apalagi si kembar Bara juga tinggal bersama mereka.
Beberapa tarikan gas akhirnya mereka sampai.
Satria turun dengan cepat dan berdiri melihat Byanca yg masih diatas motor.
" Terima kasih " ucap lelaki itu sopan.
" Sama sama " Balas Byanca.
Satria berbalik badan dan mulai berjalan memasuki rumah.
" eeehhh " Panggil Byanca.
Satria menoleh dan diam.
" Kamu gak ada niatan mau ajak aku masuk ?" Tanya Byanca heran.
" Hah ?" Ulang Satria tak paham.
" Masuk kerumah " Ulang Byanca.
" Bukan rumah saya " Jawab Satria.
Byanca diam mendengar jawaban pria itu.
" Iya juga sih ini bukan rumahnya tapi kan aku udah anter dia kesini " Batin Byanca.
" Mau masuk ?" Tanya Satria.
" Em gak usah deh " Jawab Byanca kalah malu.
" Oke " Jawab Satria tenang.
Byanca menghela nafas,lelaki tampan itu kembali berjalan masuk dengan langkah tenang.
Byanca terus melihat tanpa kedip,ntah apa yg sedang dipikirkan bocah itu.
Didalam,Satria disambut kehadiran Juna yg berlalu lalang
" Baru pulang ?" Tanya Juna kaget.
" Ya Bang " Jawab Satria sopan.
" sama siapa ?" Tanya Juna lagi.
" I dont know " Jawab Satria.
" Kamu gak tau pulang sama siapa ?" tanya Juna heran.
Satria diam,pria itu baru sadar lupa menanyakan nama Byanca tadi.
Juna berjalan keluar dan mengernyit kaget saat maniknya melihat seorang gadis akan bersiap pergi.
" Eeehhh tungguu " Pekik Juna..
Gadis yg akan tancap gas tersebut menoleh dan diam.
__ADS_1
" Itu siapa ?" Gumam Juna tak mengenali.
Byanca yg sudah menutup kaca helm itu diam memperhatikan Juna yg melihatnya dengan wajah aneh.
Satria keluar dan kembali menghela nafas.
Juna mendekati gadis itu dan berdiri menjulang.
" Kamu yg anter Satria ?" Tanya Juna tenang.
Byanca mengangguk kecil tanpa membuka kaca helm.
Gadis itu ingin mengerjai Juna yg terlihat penasaran.
" Oh gak masuk dulu ?" Tawar Juna.
Byanca menggeleng cepat.
" Kamu pacarnya Satria ?" Tanya Juna lagi.
" No !" Sahut Satria cepat.
Byanca yg ingin menggeleng langsung diam melihat jawaban Satria yg begitu lantang.
Juna terkekeh geli,lelaki itu bersedekap dada melihat gadis asing didepannya.
" Saya masuk dulu " Ucap Satria pamit.
Juna mengangguk,Satria pun berjalan lagi meninggalkan mereka berdua.
" Makasih sudah antar Satria pulang " Kata Juna tenang.
Byanca mengangguk kecil,gadis itu menghidpkan lagi motornya dan tancap gas.
" Cewek aneh,emang dia bisu apa gak bisa ngobrol ?" Gumam Juna heran.
" Ck sialan banget sih Satria,belum maju aja udah nolak aku mentah2 " Gerutu Byanca kesal.
Satria menuju kamar yg telah Bara siapkan untuknya.
Ditempat lain,seorang gadis bersiap dengan kopernya..
Angel akan pergi keluar kota untuk beberapa hari.
Gadis itu ingin liburan,ia sangat suntuk terus2an berada dirumah.
" Pokoknya waktu kamu cuma seminggu disana " Kata Ana sambil membantu beres2.
" Iya Ma,udah 3x Mama ulangin itu dan aku bosen !" kata Angel kesal.
" Kalo lewat 1 minggu,kamu tinggal diluar selamanya " Balas Angel tajam.
" Apa sih,Mama itu izinin aku apa ngga ?? Peraturannya banyak amat " Gerutu Angel.
" Kamu itu gak bisa dibebasin gitu aja,nanti liar !" kata Ana menoyor kepala gadis tersebut.
" Ishhh...."
" Dah ah,biar aku aja yg beresin " Kata Angel mulai jengah.
Ana diam,putri sulungnya mulai emosi terlihat dari wajah tak bersahabat Angel.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah Jack dengan baju kutang
" Ma aku mau ikut Kak Angel " Rengek Jack manja.
" Kamu gak nambah2 ya !" kata Angel emosi.
" Jangan,Kak Angel sebentar " kata Ana menenangkan.
" Aku juga bosen Ma dirumah,aku pengen liburan juga " Rengek Jack.
Angel memutar mata,adik lelakinya itu memang sangatlah manja dan tak mau kalah..
__ADS_1
" Iya nanti kita liburan sama2 " Kata Ana tersenyum.
Jack mengkrucut dan menatap kakaknya garang.
" Aku harus pergi segera,bisa gila aku lama2 " Batin Angel..
Ana dan Jack keluar dari kamar,Angel bisa bernafas lega.
Memang keluarga itu kadang harmonis kadang mo nangis dengan tingkah laku masing2.
Prito saja terkadang lelah melerai mereka apalagi jika Angel dan Jack sudah adu kekuatan.
Kebesokan paginya,Angel naik pesawat pagi.
Gadis itu pergi bersama temannya.
" Sudah dibawa semua ?" tanya Prito seraya mengeluarkan koper Angel dari bagasi mobil.
" Udah Pa " Jawab Angel tenang
" Kamu jaga diri disana ya,jangan nakal " Balas Prito.
" Iya Pa " Jawab Angel.
Keduanya berhadapan,Angel menatap lelaki itu dengan wajah manjanya.
" Kamu permata Papa yg sangat berharga Angel " Ucap Prito lembut.
" Papa juga berlian aku yg palinggg mahal " Balas Angel.
Prito tersenyum geli,keduanya pun saling berpelukan erat.
" Angel sayang dan cinta sama Papa " Ucap Angel manja.
" Beneran ??" Goda Prito..
" Iyaa Pa,gak ada lelaki lain dihati aku " Jawab Angel mengulum senyum.
" Ueeekkkkk " Kata Prito mengkual.
" Hahaha Papa ihhh aku serius " kata Angel mencubit lengan Prito..
" Sekarang aja bilangnya sayang,cinta,ntar ketemu cowok ganteng malah berpaling " Cibir Prito.
" Hehe tergantung " Balas Angel terkekeh.
Keduanya saling tertawa,Prito sebenarnya tak terlalu mengizinkan putrinya pergi,tapi melihat keterdiaman Angel hampir 1 bulan ini membuatnya takut sang anak depresi..
Jiwa seorang dokternya mengkhwatirkan kondisi mental Angel.
Prito tak tau kenapa anak gadisnya kini banyak diam dan seolah tak berselera untuk hidup.
" Dah sana pesawat kamu mau terbang " Kata Prito mendengar pembritahuan.
" Iya Pa,jaga Mama ya " Balas Angel tenang
" Iya sayang,kamu juga hati2 ya kalo dah sampe nanti telfon Papa " Balas Prito.
Angel mengangkat jempolnya dan mengecup pipi Prito.
Di kejauhan,teman Angel juga sudah disampai.
Keduanya mendekati gadis bertopi tersebut yg juga diantar Papanya.
" Jaga Angel ya " Kata Prito kepada gadis yg cukup tomboy tersebut.
" Siap Om,kalo Angel aneh2 ntar aku aduin " Jawab gadis bernama Cici tersebut.
Prito mengangguk kecil dengan senyum lebarnya.
Angel dan temannya pun berpamitan masuk keruang cek in..
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,coment ya.
__ADS_1