
Malam tiba,Rania masuk kekamarnya dan berbaring menatap langit2 kamar.
Ucapan adiknya siang tadi menggema dikepala gadis itu.
" Apa jangan2 itu Reka ya ?" Gumam Rania pelan.
" Tapi kalo itu Reka...." Lanjut Rania tertahan.
Hatinya langsung terasa sesak,sungguh Rania tak tau kenapa perasaanya kini makin hari makin tak menentu.
Tok tok...
Pintu kamar diketuk dari luar,Rania melihat kearah pintu dan langsung bangun.
" Rania,ini Papa " Ucap seseorang dari luar.
Rania langsung berlari dan membuka pintu kamar.
" Iya Pa " Ucap Rania saat pintu terbuka dan nampak Denis didepannya.
" Besok ikut kan ?" tanya Denis tersenyum
" Jum'at ya Pa " Kata Rania pelan.
" Iya sayang,kamu gak kangen emang ?" tanya Denis lembut.
Rania menunduk,setiap hari akan jum'at Denis selalu mengunjungi kamarnya untuk menganjak gadis itu kesuatu tempat.
" Pa " Panggil Rania pelan.
" Sayangg,itu udah berlalu dan sudah lama sekali,Papa gak pernah nyalahin kamu dalam insiden itu " Ucap Denis lembut.
Rania terus menunduk dalam,gadis itu merasa sangat bersalah.
" Gak papa Nak,kamu ikut ya,udah 10 bulan kamu gak mau kesana " Kata Denis membujuk.
" Lihat besok ya Pa " Kata Rania pelan
" Iya sayang,oh iya boleh Papa ngobrolin masalah kerjaan kamu ?" Tanya Denis.
" Iya Pa,masuk aja " Jawab Rania mengangguk.
" Ngobrol didepan aja ya,biar Mama dan yg lainya tau juga " Ajak Denis.
Rania kembali mengangguk,keduanya pun keluar dari kamar.
Diluar terlihat ada Miska,Tania dan Baim yg sedang bermain mobil2an.
" Sini Yank " Ajak Miska melambaikan tangan.
Denis duduk disebelah istrinya dan melihat sang putra bermain.
" Rania,Mama dengar Tania mau ambil posisi kamu ya ?" Tanya Miska tenang.
Rania melihat Tania,gadis itu menunduk.
" Iya Ma " Jawab Rania.
" Terus kamu gimana sayang ? Yg ditawarin kan kamu " Ucap Miska bingung.
__ADS_1
" Iya Ma,tapi adek mau kerja disana jadi gak papa,dia aja lagian kita mirip gak ada bedanya " Kata Rania tersenyum tipis.
" Tapi Tania gak sama Ran " Kata Miska menghela nafas.
" Nanti aku arahin " Balas Rania.
Miska melihat Denis,kedua putrinya memang sangat mirip kadang Miska juga bingung mana Rania mana Tania jika keduanya sedang tidur bersama.
" Papa gak larang,hanya saja kalian beda skill,nanti kalau ketahuan bisa bikin kacau " Kata Denis tenang.
" Tania udah tau Pa,malah lebih jagoan dia kan dari aku "
" Kamu juga jago sayang " Kata Miska tau anaknya merendah.
Rania mengangkat bahu acuh.
" Ya udah terserah kalian aja,oh ya Ran satu lagi " Kata Denis menggantung.
" Iya Pa " Kata Rania menoleh.
" Kamu juga pake hijab aja ya kayak Tania,biar adem gitu gak belang,burik " Kata Denis terkekeh.
Rania lagi2 terdiam,gadis itu melirik adiknya dan Tania langsung menunduk.
" Emang gak boleh aku milih sendiri Pa ?" Tanya Rania.
" Bukan gitu Ran,itu baik buat kamu Nak " Jawab Denis.
" Pa " Panggil Rania dengan nada rendah.
" Papa tau kamu bakal komplain dan menganggap Papa selalu bandingin kamu sama Tania,tapi Ran Papa gak gitu sebenarnya,Papa cuma mau yg terbaik untuk anak Papa " Kata Denis tau isi hati putrinya.
Rania tak menjawab,gadis itu langsung bangun dan berjalan menjauh.
" Besok jangan lupa bangun Pagi,kita harus pergi semuanya tanpa terkecuali !" Kata Denis dengan nada tegas.
Rania berhenti melangkah,gadis itu menghela nafas panjang dan kembali berjalan menuju kamarnya.
" Mas " Tegur Miska.
Denis langsung bangun dan meninggalkan mereka semua.
" Ya Tuhan " Ucap Miska mengusap wajah kasar.
" Ma,Papa marah ya ?" tanya Baim mendekat.
" Gak kok,main lagi sana " Jawab Miska.
Baim mengangguk bocah lelaki itu kembali bermain.
" Tan " Panggil Miska.
" Maaf Ma,karna aku Papa dan Kak Rania selalu gini " Kata Tania merasa bersalah.
" Bukan sayang,ini bukan salah siapa2 " Balas Miska lembut.
" Aku ingin berdamai Ma,aku gak mau Kak Rania ada batasan gini sama Papa " Kata Tania ingin menangis.
Miska mengangguk pelan dan mengusap kepala gadis itu.
__ADS_1
Miska juga tak ingin anak dan suaminya selalu tak akur.
Sejak kejadian 10 tahun silam membuat anak dan bapak itu banyak berubah.
Miska mati2an menerima takdir tapi sepertinya rasa bersalah Rania mendarah daging dan Denis pun belum bisa sepenuhnya melepaskan kejadian dulu.
Flashback...
Dulu sebenarnya Miska punya anak kembar 3 dan semuanya perempuan.
Rania,Vinia dan Tania adalah nama putri kesayangan David.
Rania dulu gadis yg ceria dan selalu ingin bersama saudarinya kemana pun ia melangkah.
Keluarga Denis juga begitu harmonis,hingga suatu insiden membuat semuanya kacau hingga sekarang.
Vania anak kedua Denis dinyatakan meninggal dunia setelah keracunan.
Gadis kecil itu tak tertolong oleh Dokter yg menangani.
Dan semua itu terjadi karna kelalaian Denis yg menaruh barang miliknya tak pada tempat semesti.
gadis cilik itu bermain masak2an dengan riang,saat itu Tania tak ada dirumah sedang dibawa David pergi bersama Cila kehotel.
Miska yg saat itu sedang memasak didapur tak tau apa yg dikerjakan kedua anaknya diluar rumah.
Rania melihat sesuatu yg ia kira air putih biasa,karna Vania menangis ingin minum tanpa pikir panjang,Rania mengambil gelas mainannya dan menuangkan air tersebut kesana dan naas Vania menandasnya hingga habis.
Keduanya kembali bermain,hingga Vania tiba2 kejang dan kehidupannya berakhir.
Denis yg baru pulang bekerja syok bukan main dan tak sengaja mendorong Rania hingga terjatuh.
Bukan hanya Denis tapi seluruh keluarga juga terkejut bahkan Miska sempat membenci Rania karna menganggap gadis itu dengan sengaja meracuni Vania.
David yg tak tega,langsung bertindak dan memarahi semua orang yg menyudutkan Rania kecil yg hanya bisa memendam kesedihannya seorang diri,dan hingga kini rasa bersalah itu masih begitu menancap dihatinya dan mungkin tak akan pernah bisa sembuh.
Flashback Off.
Rania merasa sangat terpukul,gadis itu menahan air matanya yg ingin tumpah ruah.
" Tenang Ran,gak boleh cengeng " Ucap Rania menguatkan diri.
Gadis itu menarik nafas menghembus perlahan dan menariknya lagi berulang2.
Meski begitu sakit didada,tapi ia mati2an berusaha kuat.
Ditempat lain,seorang wanita menatap lama gadis kecil yg tertidur dipahanya.
Yap,kini rumah Hani terasa sepi dan senyap.
Kehadiran Vero kemarin sedikit memberi warna indah,tapi saat lelaki itu pergi warna tersebut langsung menghilang.
" Kasihan sekali kamu Sofia,masih kecil tapi ujiannya cukup berat " Ucap Hani lembut.
Belaian demi belaian wanita itu usapkan kewajah Sofia yg sangat menawan.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1