Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jebakan


__ADS_3

Seorang sudah bersiap dengan seragam olahraga basket nya,tubuh yang kokoh terlihat jelas di badan pria itu hingga banyak wanita yang meminta foto bersama nya karna kagum.


David hanya tersenyum kecil di depan kamera mahal para fans nya.


Acara pertandingan sebentar lagi akan di mulai.


" Sudah ya " Kata David mengatupkan tangan nya kepada gadis2 itu.


Mereka mengangguk dan tersenyum kecil


Pertandingan pun dimulai,David memposisikan diri nya menjadi capten di tim nya..


Mereka tau bahwa kali ini tim lawan mereka orang2 yang sudah berbakat,tapi David tak putus asa dan meyakinkan teman2 nya bahwa mereka bisa menang.


suara gemuruh penonton mulai terdengar heboh saat peluit di mainkan.


Dengan lihai David merebut bola dan memainkan bola itu dengan baik seraya mengoper oper bola kepada teman2 nya.


David tau tim lawan itu ingin bermain curang ingin menyandung kaki mereka,tapi tim David sudah membicarakan itu sebelum nya mereka pun berhati hati dalam bermain.


Dirumah besar Reno,seorang gadis menangis tersedu sedu karna tak diizinkan sang Papa menonton pertandingan untuk orang dewasa itu.


" Huhu Papa jahat Ana benci sama Papa " Kata Ana menghentak hentakkan kaki nya kelantai.


Reno bukan nya iba malah meniru bocah itu hingga mengundang tawa Nisa dan anak2 nya yang lain.


" Ana benci sama Papa,tapi ujungnya minta duit jajan sama Papa " Guyon Reno mencebik.


Ana semakin kesal dan bersedekap dada kepada Reno.


" Ana ngak mau lagi temenan sama Papa,kita putus " Kata Ana mengaitkan jemari nya dan penarik kasar.


" Ya udah,putus aja Papa udah punya Bunda uekkk " Olok Reno tak mau kalah.


" Huaaaaa Bundaaa Papa jahattt " Pekik Ana menangis kesal.


Nisa tertawa dan mencubit lengan pria itu.


" Udah ih,kasian tuh sampe meler gitu ingus nya "


" Iiiii gimana cowok ganteng mau dekat dia,bocah nya jorok gini " Kata Reno mengangkat bahu geli.


" Iiii Paaaaaaapaaaaa " Teriak Ana kesal dan mengejar pria itu.


Barra menutup kuping nya,malas mendengar suara cempreng Ana.


" Ayo Dek,kejar Dek hajar " Kata Aktam memprovokasi.


" Lari Pa jangan mau kalah sama singa betinaaa " Pekik Andrew tertawa tawa.


Nisa semakin tertawa lebih memelih pergi dari sana daripada ia juga menjadi bahan amukan sang putri.


Ana tau bahwa David bertanding dari Hanin,ternyata gadis itu juga sama seperti nya tak dikasih Ben untuk melihat pertandingan.


Hanin juga sedang menangis dirumah Ben meminta belas kasih,tapi apa yang terjadi Ben malah mengancam nya dengan hal2 lain,sehingga remaja itu terdiam dan tak berani lagi merengek.


Adelard puas menggoda adik nya yang sedang bersusah hati itu,hingga Adelard mendapat jeweran dari sang Mommy.


Ditempat lain,Cila dipaksa untuk minum minuman berakohol di sebuah hotel.


Mereka merayakan ulangtahun teman kampus nya,karna Cila yang polos gadis itu menurut saat teman2 nya beramai2 ramai meminta dia menegak minuman digelas itu.

__ADS_1


" Lagi Cil,ngak papa kita juga minum kok " Kata perempuan itu menuangkan lagi.


" Udah tenggorokan aku panas " Kata Cila menggeleng.


" Sekali lagi " Kata Perempuan itu memelas.


Bryan dari kejauhan hanya bisa menatap iba mantan kekasihnya itu.


Nesta sangat posesif hingga Bryan tak bisa kemana pun.


Bryan pun tak bisa memilih Cila karna orang tua Bryan sudah menjodohkan dia dengan Nesta saat mereka masih kecil dan perjodohan itu tak bisa di ganggu gugat,karna orang tua Nesta bukan orang sembarangan dan dengan pletikan kuku keluarga Bryan bisa saja gulung tikar,karna perusahaan keluarga Bryan di dana oleh orang tua Nesta.


Bryan pun dengan terpaksa menerima perjodohan bisnis itu karna belum siap jika harus hidup susah lagi.


" Aku ke toilet dulu " Kata Cila memegang kepala nya pusing.


Mereka mengangguk tersenyum dan kembali minum minuman alkohol itu.


Ditempat yang sama David dan teman2 nya di undang makan malam untuk merayakan kemenangan mereka,kali ini mereka dibayari oleh sponsor mereka sendiri.


" Uh kenapa tubuh aku panas gini " Gumam Cila panik.


Gadis itu membasahi wajah dan lengan nya,hingga baju nya pun ikut basah.


Cila keluar dengan tubuh sempoyongan,berbarengan dengan itu seorang lelaki keluar dari toilet dengan berjalan menunduk.


Brug...


Mereka bertabrakan,Cila terduduk dilantai dengan kepala semakin pusing..


" Kamu ngak papa ? Tanya pria itu membantu Cila bangung.


Cila merasakan bulu kduk nya merinding saat tangan hangat itu menyentuh tangan nya yang dingin.


" Kamu kenapa ? Tanya David bingung.


" Panas akh " Kata Cila memegang lengan pria itu.


David terkejut dan melepaskan tangan nya.


" Tolong " Kata Cila lirih dengan manik semakin menggabur,Cila tak mengenali pria itu karna pusing.


" Cila " Pekik seorang wanita menghampiri mereka ber2.


" Mas,tolong bawa temen saya ke kamar Mas " Kata perempuan itu memelas.


" Tapi saya.....


" Tolong Mas,dia lagi sakit "


David melihat lagi Cila yang berpegangan dengan tembok.


" Ya udah " Kata David mengangguk kecil dan membantu Cila berjalan.


gadis itu tersenyum dan berjalan duluan menunjukkan kamar.


Saat David merebahkan Cila di kasur,wanita yang berdiri diambang pintu itu menyeringai dan menutup pintu dengan cepat.


" Woiiiiii brengs*k jangan lari Lo " Kata David tersadar dan dengan cepat berlari.


Wanita itu mengunci pintu dari luar.

__ADS_1


" Uh untuk gue cepet " Gumam gadis itu mengusap dada nya lega.


" Gimana berhasil ? Tanya Seorang perempuan yang baru datang dengan angkuh nya.


" Nih kunci nya,Cctv udah lo matiin ?


" Udah,lo tenang aja " Kata Nesta tersenyum miring.


" Bagus lah,dan mana bayaran gue ??


" Nih,ambil " Kata Nesta melempar cek kearah gadis itu.


" Oke gue terima " Kata Gadis itu tertawa dan pergi dari sana.


" Mampus lo gadis jal*ng,maka nya jangan berani cari masalah sama gue " Kata Nesta tersenyum miring melihat pintu tertutup itu.


" Besok muka loe bakalan hits di kampus " Kata Wanita itu sangat bahagia.


Nesta pun meninggalkan kamar itu dengan gaya sombong nya.


Dibalik pintu,David terus mengumpat kesal karna dirinya merasa di jebak saat ini.


" Brengs*k,siapa mereka " Gumam David kesal menendang pintu itu..


Diatas Ranjang,Cila bergerak tak menentu sambil membuka kancing baju nya.


" Panas " Guma Cila memegang kepala nya pusing.


David menoleh dan panik sendiri melihat Cila membuka bajunya.


" Huh loe ngak boleh tergoda Vid,inget itu anak orang " Gumam David berusaha tenang.


Lelaki itu mendekati Cila dan merogeh tas nya.


" Akh sial hp nya mati lagi " Umpat David kesal melempar hp Cila kedalam tas.


David tak membawa ponsel saat bertanding tadi karna buru buru.


" Apa yang harus gue lakukan sekarang,ngak mungkin gue terusan disini " Gumam David memejamkan mata nya mencari jalan.


" Telepon " Gumam David teringat akan telepon kamar itu.


Saat David ingin menelpon alangkah terkejut nya David melihat tali ponsel itu sudah di cabut dan dihancurkan.


" Seperti nya ini sudah direncanakan " Gumam David yakin.


" Akhhh Panas tolong " Kata Cila lirih.


Jakun David turun naik melihat gadis itu bergerak tak tentu.


Cila turun dari ranjang dengan sempoyongan.


" Tolong Cila " Lirih Cila memegang lengan David.


David menggeleng kepala nya tak sengaja melihat tubuh Cila yang terus menantang nya.


David mendorong gadis itu hingga telentang.


❤❤❤❤


Guysss ayo mana VOTE,LIKE,COMENT NYA mau lanjut ngak nih ???

__ADS_1


__ADS_2