Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Danau


__ADS_3

Sania duduk diantara beberapa pria dan wanita yg jauh diatasnya.


Gadis itu memilih untuk diam tanpa banyak pergerakan apalagi disampingnya ada Arjuna dan Arshad yg membuat gadis itu makin mati kutu.


Memang Arjuna sudah mengenal Sania dari kecil tapi tidak untuk Arshad.


Cucu Reno satu itu lebih dingin dan misterius membuat Sania bingung harus berexpresi seperti apa.


" Kenapa gak dimakan ?" tanya Arjuna menoleh.


" Kenyang Bang " Jawab Sania pelan.


" Makan lagi,jangan malu " Balas Arjuna mengusap kepala gadis itu.


Sania mengangguk kecil dengan wajah malunya.


Arjuna tersenyum kecil dan kembali menghadap kedepan menikmati tenangnya air danau.


" Huh harusnya tadi aku gak usah ikut,kalo dah gini aku harus ngapain coba ?" Batin Sania lesu.


Gadis itu ingin rebahan tapi dirinya bingung untuk mencari space.


" Mau apa ?" Tanya Arshad menoleh.


" Hah ?" Ucap Sania terkejut.


Arshad melihat gadis itu sejenak lalu kembali fokus dengan tangan dihapenya.


" Kaka ngapain ?" tanya Sania membuka suara.


" main game " Jawab Arshad.


" Gak ikut mandi kayak mereka ?" tanya Sania menunjuk teman2 lelaki itu.


" Gak minat " Jawab Arshad cuek.


Sania mengangguk paham dan kembali diam.


Arshad melihat kebelakang dan bangun dari duduknya.


" Mau kemana Syad ?" tanya Juna menoleh.


" Kesana bentar Bang " Jawab Arshad menunjuk tenda.


Juna mengangguk kecil.


" San,kamu disini aja ya,Abang mau nyebur,udah panas nih " Kata Juna siap2 bangun.


" terus aku sama siapa Bang ?" tanya Sania panik.


" Ya sendiri aja,gak bakal hilang kok " Jawab Juna terkekeh.


" Gak mau ah,Sania gak ada temen Bang " kata Sania menggeleng.


" Udah kamu duduk tenang2 disini,abang gak jauh kok " kata Juna bangun.


" Ihh abang mah " Kata Sania mengkrucut.


Juna mengacak rambut Sania dan berlari kedepan.


" Haisssttt Omm Junaaaa " teriak Sania kesal.


Juna tertawa ngakak dan membuka bajunya lalu nyebur ke danau.


Tinggallah Sania sendirian disana,gadis itu bingung harus melakukan apa..


Makanan dan snack tersaji didepannya tapi gadis itu sudah merasa kenyang.


" Aahh mana asik duduk sendirian " Gumam Sania gemas.


Teman2 Juna terlihat nyebur semua ke danau,gadis itu benar2 sendirian apalagi Arshad tadi tak tau pergi kemana.


" Apa aku berbaring aja ya disini ?" Gumam Sania pelan.

__ADS_1


Gadis itu melihat kiri kanan,meski hanya lesehan dengan kain anti air tapi rumput dan tanahnya tak akan membuat sakit badan.


" Ah bodo lah,mending aku tidur aja sambil nungguin mereka selesai " Gumam Sania lelah.


Gadis itu mulai membaringkan tubuhnya,udara begitu sejuk.


Memang cuaca masih panas tapi berkat pohon besar dan rindang disekeliling membuat suasana begitu nyaman dan damai.


" ahhhh enak bangett " Gumam Sania tersenyum kecil.


" Aku berasa sedang dikebun " Lanjut Sania lagi.


Gadis itu melihat keramain di air,adik lelaki Histi terlihat sangat gembira,pria yg dingin itu kini sudah mencair.


Dulu bisa dibilang Juna kurang bergaul,tapi setelah dewasa lelaki tampan yg mirip Zaiva tersebut begitu membaur.


Lama melihat membuat manik gadis remaja itu berat,Sania mulai mengantuk apalagi angin membelai wajahnya dengan lembut.


" Ahh aku tidur aja " Gumam Sania pelan.


Gadis itu memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya sejenak.


Ditenda,seorang lelaki terlihat mulai keringetan.


Suhu didalam tenda itu memanas luar biasa membuat wajahnya keringetan.


" Ahh panas banget " Gumam Arshad pelan.


Permainan gamenya menjadi terganggu padahal tadi ia ingin fokus..


Arshad melepas earpod nya dan keluar dari tenda.


Pria 20 tahun ke atas itu melihat sekeliling.


" Apa aku mandi juga ya ? tapi gak bawa baju ganti " Ucap Arshad pelan.


Ia hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek saja,pria itu pikir nanti ia tak akan tertarik mandi ditempat terbuka.


Lama diam,Arshad dikejutkan dengan dering ponselnya.


" Kenapa Kak Histi nelfon ?" Gumam Arshad bingung.


Dering terus berbunyi seolah memaksa lelaki itu untuk segera mengangkat.


" Halo Kak " Sapa Arshad sopan.


" Kamu dimana ?" tanya Histi diseberang.


" Di luar,kenapa ?" tanya Arshad lagi.


" Ada Juna gak ?" tanya Histi.


" Bang Juna ?"


" Iya Arjuna " Balas Histi gemas.


" Ada,lagi mandi kenapa ?" tanya Arshad tenang.


" Oh Juna bawa Sania gak Shad ?" tanya Histi cepat.


" Sania siapa ?" tanya Arshad bingung


" Itu anak angkatnya Kakak,gadis cantik dirumah " Jawab Histi menglebay.


Arshad diam masih berpikir keras.


" Syad ? ada gak mana Juna,Kakak mau ngomong sama dia " Kata Histi gemas.


" Gak sempet,Bang Juna udah nyelem " Jawab Arshad.


" Astaga,terus tuh anak bawa Sania gak Syad ?" tanya Histi kembali ke topik.


" Remaja ya Kak ?" tanya Arshad melihat sosok gadis berbaring di alas tikar.

__ADS_1


" iya,cakep kayak Kakak " Jawab Histi.


" Oh ada " Balas Arshad terus melihat Sania.


" Mana dia ? Kaka telfon gak diangkat " kata Histi malah curhat


" Tidur " Jawab Arshad singkat.


" Hah maksud kamu ?" tanya Histi kaget


" Dia kekenyangan jadinya tidur " Jawab Arshad asal.


Histi diam sejenak lalu tertawa ngakak.


" Uhh untung lah dia udah makan,tadi Kakak gak nyisain makanan dirumah " Kata Histi disela tawanya.


" Tinggal dirumah Kakak ?" tanya Arshad terkejut.


" Udah dulu ya Syad,jaga Sania ya daaah " Jawab Histi buru2.


" Kak "


" Tut !" Panggilan terputus sepihak.


Pria itu menggigit bibir kesal melihat teleponnya dimatikan dengan secara tidak hormat.


" Dasar Kak Histi !" Cibir Arshad gemas.


Lelaki itu memasukkan lagi hapenya ke saku dan berjalan mendekati Sania.


" Dia benar2 tidur " Gumam Arshad menggeleng pelan.


Pria itu mengambil posisi dulu disebelah Sania,karna Sania tidur miring membuat sebagian wajah gadis itu tertutup rambut.


" Dia manis juga " Gumam Arshad pelan.


Pria itu ingin menepikan rambut Sania tapi Arshad tak berani.


" Apa yg aku lakukan ?" Guman Arshad menarik lgi tangannya.


Sania bergerak perlahan,Arshad diam sedikit menjaga jarak agar dirinya tak bersentuhan dengan gadis itu.


Pria cuek itu kembali bermain game,tak ada suara apapun,Arshad begitu tenang setenang Alm.Papanya.


Beberapa saat kemudian,lelaki itu melotot sempurna saat hapenya menunjukkan baterai kematian.


" Astaga gak bawa cashsan lagi?" gumam Arshad panik.


Gamenya belum selesai dan pria itu dihadapkan dengan situasi genting.


Arjuna dan temanny2 semakin asik didalam air tanpa menghiraukan 2 anak manusia tersebut.


" Ahh udahlah,nyerah aja " Gumam Arshad melepas hapenya di lantai.


Beberapa detik kemudian,hape mahal itu benar2 mati.


Arshad menghela nafas panjang dan mencoba tenang.


Ia menoleh kesamping dan masih seprti tadi Sania tertidur dengan pulas.


" Apa aku tinggal aja ya nih anak ? tapi siapa yg jagian ?" Gumam Arshad bimbang.


Pria itu ingin menyusul teman2nya tapi melihat Sania tidur tanpa penjagaan membuat pria itu tak tega.


" Kalo dia hilang gimana ? duh bisa mati aku kalo Kak Histi ngamuk " Gumam Arshad ngeri.


Perang isi kepala mulai terjadi,lelaki itu bimbang menentukan pilihan.


" Dah lah mending aku ikut dia tidur aja " Ucap Arshad lelah sendiri.


Pria itu mengambil tas temannya untuk dijadikan bantal.


Dengan tubuh lelah Arshad berbaring disamping Sania yg lebih dulu terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2