
Laura sibuk didapur hingga suara orang jatuh terdengar cukup keras.
Laura melotot memadamkan api kompor dan langsung berlari menuju kamar Justin.
Saat pintu terbuka lebar terlihat Justin tersungkur bersama kursi rodanya.
" Kak Justin " pekik Laura terbelalak.
Gadis itu langsung berlari mendekati Justin dan mengangkat tubuh lelaki itu.
" Kakak kenapa ?" tanya Laura setelah Justin duduk diranjang.
Tangan bekas luka pria itu terlihat berdarah membuat Laura sangat panik.
Setelah mengangkat kursi roda Justin,Luara bersimpuh memegang tangan Justin yang terluka.
" Ya Tuhan dimana kotak obatnya ?" Tanya Laura sangat panik.
" Disana " Tunjuk Justin ke sebuah laci.
Laura berjalan cepat dan membongkar laci pria itu.
Justin hanya diam melihat wajah Laura yang sangat ketakutan.
Laura duduk dipinggir ranjang sambil mengambil kain kasa dan kapas,bahkan tangan gadis itu sampai gemeteran memegang gunting.
" Laura hei tenang " Kata Justin memegang tangan Laura.
Laura menunduk dan berhenti bergerak.
" Laura sayang " panggil Justin lembut.
" Kak Justin huaaaaaaaa " Laura langsung menghambur memeluk lelaki itu.
" Tenang lah aku tidak apa2 " Kata Justin tersenyum kecil mengusap punggung bergetar Laura.
" Huhu aku sangat takut " Kata Laura terus menangis.
Justin menghela nafas tersenyum hangat sambil memeluk Laura dengan erat.
" Aku ingin keluar tadi tapi ternyata tenaga ku tak sekuat dulu,aku tergelincir " Kata Justin malu.
Laura melepaskan pelukannya dan menatap lelaki itu dalam.
" Harusnya Kakak panggil aku tadi,jangan melakukannya sendiri,kau akan terluka " kata Laura kesal.
" Ya aku minta maaf,aku hanya tak ingin merepotkan mu " Kata Justin menggaruk kepalanya malu.
" Kau sudah merepotkan ku dari awal,jangan menambah masalah ku lagi "
" Iya maafkan aku " kata Justin mengkrucut.
" Sini aku ganti perban nya " kata Laura sedikit tenang.
Justin menyodorkan tangannya,Laura pun langsung membuka lilitan perban dan mengganti dengan yang baru.
" Lihatlah lukanya membesar " Kata Laura ngeri.
Justin tersenyum tak menjawab,lelaki itu fokus menatap wajah Laura yang sangat polos tanpa bedak dan lipstik..
" Jangan memandangi ku !" Kata Laura melotot tajam.
Justin terkekeh dan mengangguk cepat.
Setelah selesai,gadis itu membantu Justin duduk dikursi roda.
Saat Laura ingin mencuci tangannya dikamar mandi,gadis itu kaget melihat baju Justin bertumpuk.
" Kakak sudah mandi ?" Tanya Laura melihat Justin yang berkaca di cermin.
__ADS_1
" Ya,maaf bajunya tak sempat aku pindahkan " Kata Justin tak enak.
" Bisa mandi sendiri ?" Tanya Laura syok.
" hm,atau kau mau memandikan aku ?" Tanya Justin tersenyum menggoda.
" Ogah " jawab Laura menutup pintu kamar mandi.
Justin tertawa ngakak dan menyudahi acara sisirannya.
Hari ini otak pria itu sedikit fresh,bahkan Justin sudah bisa tertawa renyah seperti biasanya.
Kedatangan Laura benar2 membuat lelaki itu semangat untuk hidup lagi.
" Rasanya aku ingin segera memiliki mu Laura " Gumam Justin melihat pintu kamar mandi.
Hari ini Justin banyak jadwal,pria itu harus periksa terapi dan melihat keadaan perusahaan.
Laura membawa Justin keluar dari kamar,mereka berdua duduk di ruang tamu makan bersama sambil menonton.
" Obat mu dimana ?" tanya Laura saat pria itu sudah selesai menghabiskan semangkuk bubur ayam.
" Aku membuangnya " kata Justin pelan.
" Apa !" Pekik Laura kaget.
" Jangan berteriak " Kata Justin mengusap telinganya.
" Kau benar2 ingin mati ternyata " kata Laura menggeleng tak percaya.
Justin hanya tersenyum.
" Baiklah,sekarang kau tunggu disini aku akan menyapu " Kata Laura bangun.
" Tidak usah " Larang Justin.
" Aku tidak ingin kaki ku hitam saat menginjak lantai rumah ini " Sindir Laura.
" Baiklah " Kata Justin mengalah.
Laura pun berjalan kedapur dan kembali beraktifitas.
Meski diam tapi Justin selalu melihat gerak gerik gadis itu,Justin sangat bersyukur bisa bertemu dengan perempuan seperti Laura yang melebihi ibunya.
Justin sekali pun belum pernah melihat ibunya menyapu lantai bahkan untuk kamar sendiri karna wanita itu selalu mengandalkan jasa pembantu,beda hal dengan Laura yang melakukan semuanya sendiri tanpa pamrih dan Justin yakin dihati gadis itu masih ada cinta untuknya.
Selesai Laura mandi,mereka langsung berangkat kerumah sakit karna Justin harus perawatan.
Meski Laura kurang mengerti bahasa yang dipakai tapi Justin dengan setia menjelaskan semua yang diucapkan dokter.
Seperti saat ini Dokter meminta Laura untuk mengurut kaki Justin agar merangsang syaraf kaki lelaki itu.
Laura mengangguk anggukan kepala tanda mengerti.
Melihat kepolosan Laura,Justin pun terbesit ingin menjahili gadis itu.
" Dokter juga meminta mu untuk memeluk ku setiap malam." Kata Justin pelan.
" Apa !" Pekik Laura kaget.
" Hm,Dokter bilang agar aku tidak kesepian " Kata Justin terkekeh.
" Cih itu hanya akal2an mu saja " Decih Laura tak percaya.
" Tanyakan saja pada Dokternya kalo ngak percaya " kata Justin santai.
Laura terlihat bingung,ia ingin bertanya tapi bahasa inggrisnya sangat berantakan.
Justin mengulum senyum melihat gadis itu tak berani mengeluarkan suara.
__ADS_1
" Oke Tuan Justin,untuk hari ini cukup sampai disini dulu kau harus setiap hari berlatih,berendam air hangat dan minum obat " kata Dokter menjelaskan.
Justin mengangguk paham.
" Dokter " Panggil Justin pelan.
" Ya ?" Jawab Dokter mendekat.
" Apakah aku bisa bercinta dengan kaki seperti ini ?" tanya Justin keluar jalur.
" Dengan gadis ini ?" Tanya Dokter menunjuk Laura.
Laura yang ditunjuk pun terlihat kebingungan dan menatap Justin.
" Ya,dia istri ku " jawab Justin terkekeh.
" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Laura tajam.
" Tidak ada aku hanya bertanya tentang sakit ku " Jawab Justin tenang.
" Mengapa kau menyebut istri ?" Tanya Laura bingung.
" Kau bisa bahasa inggris ?" Tanya Justin menggoda.
" Aku tidak sebodoh itu " Kata Laura kesal.
" Haha ya ya kau pintar sekarang " kata Justin tertawa.
Laura mendengus kesal dan sedikit menjauh.
" Dia gadis yang imut " Puji Dokter Justin.
" Ya dia selalu marah2 tapi aku mencintainya " kata Justin tersenyum.
" Kau bisa bercinta dengan nya tapi saya sarankan harus hati2 karna kaki mu sangat lemah,kau harus menyuruhnya aktif " Saran Dokter.
" Aktif bagaimana ?" tanya Justin sedikit bingung.
" Dia harus berada diatas mu,agar kau tak perlu bergerak lebih,biarkan dia bermain " Jawab Dokter tenang.
Justin tertawa.
" Yang ada malah aku dicekek sama dia " Gumam Justin ngeri.
" Tuan ?" tegur Dokter.
" Ah iya Dok,terima kasih atas sarannya,istri saya sangat berbakat dalam hal itu " Kata Justin asal.
" Waw dia gadis lugu yang sexy " Kata Dokter takjub.
Justin tersenyum,pria itu pun berpamitan pulang.
Selama di lorong rumah sakit Laura terlihat tenang mendorong kursi roda Justin.
" Kita akan kemana lagi ?" Tanya Laura.
" Kau mau kemana ?" tanya Justin balik.
" Sesuai dijadwal kau harus ke perusahaan dulu "
" Tapi aku lapar " Lanjut Laura tak enak.
" Baiklah,kita cari makan dulu " Kata Justin mengerti.
" Terima kasih " Ucap Laura tersenyum bahagia.
Mereka pun keluar dari sana dan langsung disambut anak buah Justin.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.