
Disebuah studio,seorang pria sedang berpose didepan kamera.
cekrak cekrek bunyi kamera dan lampu blitz menyoroti tubuh Justin yang bertelanjang dada.
Pria itu terus bergaya layaknya model terkenal karna memang dulu Justin model majalah dewasa jadi tak heran lelaki itu lihay dalam bergaya meski kini sudah sedikit kaku.
" Fokus Tin " Pekik seorang pria pemilik brand yang dipakai Justin.
Justin mengangguk paham dan menarik nafas dalam.
Justin sedikit tak enak karna dia tidak mengenakan baju apalagi dileher nya masih terlihat kemerahan bekas kecupan Laura sehari yang lalu saat mereka bercinta.
" Okey stop " Kata pria bernama Dimas bertepuk tangan.
Justin menghela nafas lega dan segera mengambil bajunya yang teronggok di kursi.
Dimas menatap Laptopnya yang langsung menyambung ke kamera.
" Gimana ?" tanya Justin sambil memakaikan bajunya.
" Lumayan,tapi gaya loh masih kaku " kata Dimas melihat satu persatu hasil foto.
" Ya maklum kan gue dah lama vakum " Kata Justin terkekeh.
" Its okey,masih bagus ntar ditingkatin lagi " Kata Dimas santai.
" Oke " kata Justin tersenyum lega.
Justin mengambil botol minumnya dan menegak hingga habis.
" Besok lo datang lagi ya,produk2 gue baru selesai semua " kata Dimas menegur.
" Masih sendiri kan ?" tanya Justin gugup.
" Emangnya kenapa ?" tanya Dimas mengernyit.
" Gue ngak mau ntar bini gue salah paham " Jawab Justin.
" Hah lo udah nikah ?" Tanya Dimas kaget.
" Iya " Jawab Justin tenang.
" Kapan ? kok gue ngak tau ?" tanya Dimas melotot.
" Bulan lalu,gue ngak ngadain acara gede " Jawab Justin.
" Buru2 amat loh kawin,cewek lo loss duluan ?" tanya Dimas terkekeh.
" Ya ngak lah enak aja " kata Justin tak terima.
" Ya siapa tau lo kan hoby begituan " Kata Dimas terkekeh.
Mereka berjalan keluar dan duduk diruangan Dimas.
Pria bertato tengkorak di tangan itu menyesap rokoknya dengan sebotol minuman.
Justin hanya diam mengademkan diri.
" Gue kira lo bakal kawin sama Bela " kata Dimas membuka suara.
" Ngak " Balas Justin.
" Bela itu cantik bro tapi ya sayang dia hamil duluan " kata Dimas mengisap rokoknya.
" Ya,kalo dia ngak hamil juga gue ngak mau " Kata Justin terkekeh.
" Heleh,gayaan lo padahal lo dulu ngejer banget bisa tidur sama dia " Cibir Dimas.
" Ya itu masa lalu,gue ngak demen sama sifatnya yang kek ular takut kepatuk gue " kata Justin terkekeh.
" Hahah biasa anak orang kaya emang kebanyakan gitu " Kata Dimas tak heran.
Justin mengangguk setuju karna dirinya juga begitu dulu saat masih jaya.
__ADS_1
" Sekarang kerjaan lo apa setelah bangkrut ?" Tanya Dimas tak canggung.
" Ngak ada,gue juga masih tinggal sama Mertua " Jawab Justin jujur.
" Terus ngasih makan bini lo gimana ?" tanya Dimas kaget.
" Gue masih simpen duit hasil jual apartemen " Jawab Justin.
Dimas mangut2 mengerti,lelaki itu cukup iba kepada Justin karna lelaki itu juga dulu sering menolongnya saat sulit.
" Jadi bini lo ngak tau kalo lo kesini ?" Tanya Dimas.
" Iya " Jawab Justin menghela nafas.
Sesaat lelaki itu merasa bersalah karna membohongi Laura yang khawatir kepadanya.
" Kalo dia tau ntar gimana ?" tanya Dimas ngeri.
" Gue bisa urus,dia nurut sama gue ngak banyak permintaan " kata Justin tersenyum mengingat istri polosnya.
" awas lo biasanya cewek modelan gitu kalo dah kecewa ngak main2 " kata Dimas memperingati.
" Iya " Kata Justin kembali lesu karna teringat akan kekecewaan Laura kepadanya dulu.
Mereka berdua pun mengobrol dengan hangat sebelum melanjutkan foto shut lagi ditempat yang berbeda.
Ditempat lain Laura terlihat suntuk karna akan ditinggal Cila keluar kota ikut David dan Vero.
" Mama dirumah aja ngak usah ikut " Bujuk Laura memelas.
" Ya ngak bisa dong,ntar kalo Papa kamu dilirik cewek lain gimana ?" Kata Cila sambil melipat baju ke kopernya.
" Ya ngak mungkin lah,Papa juga udah tua ngak ada yang mau lirik " kata Laura memutar mata malas.
" Hei diluar sana cewek2 gak sepolos kamu sayang,cewe2 hits diluaran sana sekarang ini incarannya bukan brondong lagi tapi daddy sugar " Kata Cila gemas.
" Sugar Daddy Mama,jangan suka balik2 deh " kata Laura ikut mencubit bibir sexy ibunya.
Laura menghela nafas mengkrucut,jika Cila pergi siapa yang akan menemaninya dirumah saat Justin bekerja.
" Udah kamu tenang aja ntar Mama beliin oleh2 gantung kunci " kata Cila mengusap kepala anakny.
" Ngak mau ah masa iya cuma gantungan kunci,anak SD aja nolak " Gerutu Laura tak terima.
" Hahahaha " Cila tertawa ngakak melihat wajah menggemaskan putrinya.
Perempuan dewasa itu tak lagi berharap akan hadirnya sosok anak perempuan yang akan ia lahirkan karna Laura sudah cukup untuk menemani masa tuanya,mereka sangat akur layaknya teman.
" Udah ah,Mama mau mandi dulu awas cd Mama kamu sembunyiin itu keluaran terbaru " Ancam Cila.
" ihhh siapa yang mau maling cd Mama,punya aku aja banyak masih bagus2 lagi " kata Laura sewot..
Cila terkekeh geli dan menaruh handuk dilehernya.
Wanita itu pun keluar dari kamar sambil bernyanyi ria.
" Huhhhh sehari aja ngak ada Mama bakalan sepi deh rumah " Gumam Laura sedih.
Perempuan itu pun mengangcingi koper ibunya dan berjalan keluar.
Tak lama David pulang menjemput istri tercintanya.
" Mama udah siap ?" tanya David kepada Laura yang bertopang dagu didapur.
" Iya dikamar " Jawab Laura malas.
David tersenyum mengusap lembut kepala putrinya dan berlalu mencari sang istri.
" Hay suami " Sapa Cila saat David membuka pintu.
" Udah siap belum ?" Tanya David.
" Udah dong " Jawab Cila semangat.
__ADS_1
" Pesanan aku udah ?" Tanya David lagi.
" Jelas,itu yang pertama aku siapin " Jawab Cila bangga.
" Hahaha bagus bagus " Kata David tersenyum cerah.
" Ketemu Laura ngak ?" tanya Cila pelan.
" Iya dia galau ya ?" Tanya David kepo.
" Hm,dia minta aku ngak usah ikut kamu,oh mana bisa " Kata Cila sewot sendiri.
" Hahahahahah " David tertawa ngakak dengan tingkah absurd istrinya.
" Biarin mereka berdua dirumah biar lebih romantis " kata David tenang.
" Iya,tapi dasar Lauranya ngak peka " Kata Cila heran.
" Kamu masih punya tugas " kata David serius.
" Apa ?" Tanya Cila mengernyit.
" Vero masih sendiri,cari jodoh kek buat dia kan kamu banyak kenalan gadis2 " Jawab David.
" Haha,Vero urusan nanti biarin aja dia cari jati dirinya dulu " Kata Cila tenang.
" Tapi kasihan lihat dia jomblo sendiri dirumah " kata David sedih..
Cila tertawa ngakak mencubit gemas pipi suaminya.
" Dah ah hayuk berangkat aku dah ngak sabar lihat Laura nangis mehek2 " Kata Cila semangat.
" Jahara banget sih kamu " Kata David gemas.
" Haha kamu juga " Kata Cila membalas.
Keduanya lagi2 tertawa,Cila dan David kombinasi yang pas keduanya selalu terlihat akur.
Mereka pun berpamitan kepada Laura yang menatap mereka kesal.
" Doain Papa ya biar perjalanannya lancar " Kata David menerima salam dari putrinya.
" Jangan lama2 " kata Laura berkaca kaca.
" Iya cuma sebulan sayang " kata Cila terkekeh.
" Aaaa ngak mau,kelamaan " kata Laura kesal.
David tertawa geli dan berjalan duluan membawa koper mereka ke mobil.
" Bae2 dirumah ya,ntar teriakan nya ngak usah ditahan2 ngak ada yang denger " kata Cila pelan.
Deg...
Laura melotot kaget.
" Apa ! Mama denger ?" tanya Laura syok bukan main.
" Dikit hehehe " kata Cila cengengesan.
Blusshhhh.....
Wajah Laura bersemu merah menahan malu,Cila menepuk pundak anaknya dan berlari mengejar suaminya yang sudah siap dimobil.
Vero sudah menunggu dibandara karna tak mau banyak drama.
Laura terdiam melihat mobil orang tuanya melaju pergi meninggalkan rumah.
" Astaga jadi selama ini aku dan Kak Justin.....akhhhhhh " Pekik Laura kesal setengah mati dengan malu yang membludak apalagi saat Laura ingat mereka bermain Justin tak bisa sebentar.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1