Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Penjara


__ADS_3

Selama diperjalanan Sofia banyak diam,gadis itu terlihat tenang menikmati perjalanan kali ini.


" Kamu gak deg degan ?" tanya Cila kepada Hani.


" Hah ?" Kata Hani menoleh.


" Deg degan ketemu suami " Ulang Cila.


" Hm iya Ma " Jawab Hani jujur.


" Hahaha " Cila malah tertawa lucu mendengar jawaban polos menantunya.


" Jangan diolok Ma " Tegur David fokus menyetir.


" Ngak ngolok Pa,cuma ya lucu aja " kata Cila terkekeh.


Hani bersemu,wajar Hani merasa malu apalagi kali ini ia ditemani orang tua Vero langsung beda dengan kemarin2 ia datang sendiri.


" Kamu deg degan gak ?" tanya Cila kepada Sofia yg duduk didepan.


" Siapa Nek ? Aku ?" tanya Sofia.


" iya " Jawab Cila.


" Hm biasa aja,aku udah gak sabar mau ketemu Papa " Kata Sofia semangat.


" Mau bawa pulang ya ?" tanya Cila.


" Iya,mau pergi jalan2 sama Papa,berenang main tenis ah semuanya " jawab Sofia semangat.


" Kalo mau kamu sebanyak itu kayaknya kamu harus sekolah yg rajin " Sahut Cila.


Deg...


Sofia seketika diam mendengar kata sekolah.


" Kenapa diam ? Gak mau sekolah lagi ?" Tanya David disebelah.


Sofia masih diam menunduk.


" Gak papa,sekolah itu penting sayang biar nanti kamu jadi orang sukses " Kata David lembut.


" Tapi aku di bully Kek,aku gak suka " Jawab Sofia.


" Siapa yg berani bully kamu bilang sama Nenek !" Kata Cila garang.


Hani diam tak bersuara,gadis itu merasa Cila dan David bisa menangani cucu mereka.


" Aku mau belajar dirumah aja sama Umi " Kata Sofia hati2.


" Hah ?" Kata Hani syok.


" Ya kalo dirumah kamu memang harus belajar,tapi diluar juga harus belajar sama guru lain " Kata Cila tenang.


Sofia diam,gadis itu seperti enggan ikut sekolah umum lagi.


" Gimana Yank ?" Tanya Cila kepada sang suami.


" Nanti aku bicara dulu sama kepala skolahnya " Putus David


" Nah bagus itu,sama guru2nya juga Yank jangan sampe ada lagi yg ganggu Sofia " Kata Cila tegas.


David mengangguk paham,Hani melihat anak tirinya dengan helaan nafas panjang.


Tak heran jika saat ini Sofia tak ingin sekolah,pasti gadis itu merasa trauma dengan apa yg telah terjadi kepadanya apalagi kemarin Sofia benar2 terlihat terluka..


Beberapa menit kemudian mereka sampai,Sofia turun dengan cepat tak tahan lagi ingin bertemu sang Papa.


Mereka semua masuk kedalam,David melakukan pendaftaran dulu sesuai perintah.


" Ayo Umi kita ketemu Papa " ajak Sofia semangat


" Nanti " Kata Hani merapikan rambutnya.

__ADS_1


" Ayo Umi,nanti Papa kecapean nunggu kita " Rengek Sofia.


" Sabar Sofia,Umi kamu mau dandan dulu " Sahut Cila terkekeh


Hani yg ingin mengambil lipstiknya tak jadi,gadis itu menaruh lagi dan menunduk malu.


" Gak papa,pake aja biar Vero liatnya sseger " Kata Cila menahan senyum.


" Gak jadi Ma " kata Hani malu2.


" Haha pake aja Han,masa iya ketemu suami bibirnya pucat " Cibir Cila.


" Iya Umi,pake yg warnanya merah cabe " Kata Sofia semangat.


" Eehhh " kata Hani terbelalak


Cila kembali tertawa,Sofia kini sudah mulai bisa melawak seperti dirinya..


David datang dan langsung mengarahkan keluarganya menuju lokasi pertemuan.


Didalam sel,seorang sipir mendekati jeruji dan membukanya.


" Kenapa Pak ?" tanya Warga yg terkurung didalamnya


" Vero keluar " Jawab Sipir tersebut.


" Kenapa ?" tanya Vero mengernyit.


" Ada keluarga mu datang " jawab Sipir.


" Wesssss,,,pasti istri lo ya Ver " Ucap salah satu tahanan menggoda.


Senyum Vero menggembang,pria itu merapikan rambutnya dan melihat para tahanan lain.


" Jangan dihabisin Ver,sisain buat tahun depan " Goda salah satu teman 1 sel Vero.


" Haha bisa aja lo " Kata Vero menepuk bahu lelaki itu.


" ayo cepat,waktu mu terbatas " kata Sipir tenang.


" Pagi sekali Hani datang,apa dia sudah kangen sama gue ?" Batin Vero heran.


Vero terus berjalan hingga diujung pintu ia melihat sebuah keluarga berdiri disana.


" Mama " Ucap Vero kaget.


" Papaaaaaa " Pekik Sofia heboh.


Sipir meninggalkan Vero sendirian menemui keluarganya.


Greb....


Vero mendapat pelukan dari sang anak,gadis kecil itu berselayutan manja dikaki sang Papa.


" Via kangen Pa " Ucap Sofia nanar.


Vero menggendong putrinya dan memberikan banyak kecupan.


" Papa juga kangen Sayang " Jawab Vero terharu.


" Gimana keadaan kamu Ver ?" tanya David mendekap hangat anaknya


" Baik Pa,kalian pagi sekali kesini " Jawab Vero.


" Iya,soalnya Papa mau ke kantor siang nanti " Jawab David.


" Kamu gak kangen sama Mama ?" Tanya Cila bersedekap dada


Vero tersenyum,lelaki itu mendekati Cila dan memeluknya hangat.


" Kangen banget Ma,aku kangen sama omelan Mama " Jawab Vero terkekeh.


" Ishh kamu " kata Cila mencubit pinggang lelaki itu.

__ADS_1


" Jangan nakal kamu ya " Kata Cila membalas pelukan putranya.


" Nakal gak nakal juga masuknya ke sini " Jawab Vero.


" Ck dibilangin malah ngeyel !" Kata Cila kesal.


" Haha ampun Ma " Kata Vero keskitan dengan cubitan wanita itu.


Hani diam melihat keluarga kecil itu melepas rindu,tak bisa ia pungkiri Hani merasa senang bisa melihat Vero lagi.


Keduanya saling tatapan hingga Vero membuang muka.


Hani yg tadinya ingin tersenyum kini perlahan memudar melihat respon Vero.


" Oh iya,Han sini " Kata Cila teringat.


Hani mendekat,Sofia turun dari gendongan Vero dan sedikit mundur memberi tempat untuk si Ibu tiri.


" Nah obrolin lah apa yg mau kalian sampaikan " Kata Cila tenanv.


Hani mendongak melihat Vero yg juga melihatnya.


Lelaki itu sedikit tak terurus terlihat dari wajahnya yg sudah berewokan dan kumis yg tak dicukur.


" Apa kabar ?" Tanya Hani menyodorkan tangan.


David dan Cila berjalan keluar membawa Sofia.


Keduanya memberikan waktu untuk pasangan itu melepas rindu.


" Baik " Jawab Vero tanpa menyambut.


Hani diam melihat respon Vero yg enggan menyentuhnya.


" Em maaf aku kesini terlalu pagi,so..."


" Iya tadi sudah Papa jelaskan " Potong Vero.


Hani kembali diam,keduanya pun hening.


" Em maaf atas kejadian kemarin,aku merasa bersalah karna tak menjaga Sofia dengan baik " Kata Hani menunduk.


" Ya terlalu sibuk mengurus orang lain " Sahut Vero.


" Hah maksud mu ?" tanya Hani kaget.


" Tidak usah pura2 bodoh,kau sama saja seperti Yuna !" Jawab Vero geram.


Deg....


Manik Hani seketika melotot mendengar ucapan lelaki itu.


" apa yg kamu bicarakan ?" tanya Hani bingung.


" Enak ya kamu,bebas bisa kesana kesini mentang2 aku dipenjara !" Kata Vero menahan amarah.


" Kamu ngomong apa sih ? aku kenapa ?" tanya Hani makin tak jelas.


Vero diam dengan dadanya yg naik turun menahan emosi.


" Vero " Panggil Hani memegang lengan lelaki itu


" Gak usah sentuh aku !" Kata Vero mengibas tangannya.


Hani tersentak dan menatap manik lelaki tersebut


" Apa aku kembali salah memilih kekasih ?" Tanya Vero menatap nyalang manik sang istri.


Deg...


Hani tersentak mendengar ucapan Vero yg begitu menusuk Hati.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2