
Rania terus bersembunyi dibawah kursi mobil menghindari Denis dan Beni.
Arshad yg sudah duduk santai dan menunggu siomay merasa heran karna gadis bersamanya belum juga keluar.
" Tuh anak ngapain lama2 dimobil ?" Gumam Arshad heran.
" Ini Den " Ucap tukang somay memberi 2 mangkuk diatas meja kayu.
Arshad menerima dan mengucapkan terimakasih.
Lelaki itu bangun dan mendekati mobil lalu membukanya.
" aaa " Pekik Rania kaget.
" Kamu ngapain ?" tanya Arshad syok.
" Shuuutttttt " kata Rania panik.
" Ada apa ?" Tanya Arshad lagi.
" Ada Papa " Jawab Rania.
" Hah,mana ?" Tanya Arshad kaget.
" Dia didepan " Jawab Rania pelan.
Arshad melihat lagi dan maniknya menangkap 2 orang pria sedang duduk dibangku tak jauh dari dirinya duduk tadi.
" Yg satu siapa ?" tanya Arshad.
" Itu Kakek aku " Jawab Rania.
Arshad mangut2,terlihat keduanya saling diam menyantap sebangkok bakso dan es teh.
" Terus kamu bakal ngumpet disni ?" tanya Arshad.
" Aku ga bisa keluar Syad aku ga siap " Jawab Rania.
" Kasihan Somay nya dianggurin " kata Arshad memelas.
" kamu makan aja dulu,nanti aku nyusul " Balas Rania tak enak.
Arshad diam,lelaki itu melihat Rania dengan wajah tenangnya.
" Ran " Panggil Arshad.
" Aku belum siap Syad,tolong " kata Rania seolah tau apa yg akan Arshad katakan.
" ya udah aku tunggu "
Denis terlihat melirik kesana kemari,lelaki itu tak ingin kehilangan moment siapa tau dirinya bisa menemukan sang putri disitu.
" Aku merasa seperti Rania ada disini ?" Batin Denis.
Ia bisa merasakan aura putrinya sangat kuat,insting Denis benar2 bisa tau bahwa sang anak ada disana.
" Kenapa Denis ?" tanya Beni menoleh.
" Hah,em ga ppaa " jawab Denis melihat sang ayah.
Keduanya kembali makan dengan tenang dan pergi dari lapak tersebut.
Arshad yg berada dimobil langsung membenarkan duduknya.
" Mereka udah pergi " kata Arshad melihat Rania yg masih sembunyi dibawah.
" Beneran ?" Tanya Rania mendongak.
Arshad mengangguk,lelaki itu membuka pintu mobilnya agar angin segar masuk.
Berada dibawah kursi membuat Rania kepanasan bahkan berkeringat deras.
Lelaki itu akan keluar tapi tertahan saat 2 orang laki2 dan perempuan berdiri disamping mobilnya dengan wajah syok.
Arshad mengernyit,pria itu merasa heran kepada kedua orang tersebut melihat kearahnya.
" Huhh panas " ucap Rania mengipas baju dan mengelap keringat.
__ADS_1
" Apa yg mereka lakukan ? Apakah mereka...?" Ucap perempuan asing tersebut melihat Rania dan Arshad bergantian.
" Husshh ga usah ikut campur " Balas seorang lelaki.
Arshad melihat Rania,lelaki itu belum ngeh dengan apa yg dipikirkan orang2.
Saat Rania turun dengan senyum lebar membuat Arshad melotot.
" Gila sekali anak jaman sekarang,tidak bisa menahan hawa nafsunya " Ucap wanita asing itu berlalu sambil melihat Rania sinis.
" Ada apa ?" Tanya Rania melihat Arshad bingung.
" Astaga apa yg dipikirkan wanita itu?" Ucap Arshad menepuk jidatnya.
" Kenapa Syadd ?" tanya Rania lagi.
Gadis yg baru keluar dari goa tersebut terlihat masih linglung dengan keadaan sekitar.
" Ga usah dipikirin,ayo makan udah dingin somaynya " kata Arshad menarik lengan baju Rania.
Keduanya pun berjalan mendekati grobak dan mulai makan.
Arshad sudah sangat kelaparan,Rania menghela nafas panjang.
Ia tak tau kenapa terus menghindari Denis padahal hatinya ingin sekali bertemu sang papa.
" Makan pelan2 " Ucap Rania mengambil tisu dan mengelap pinggiran mulut Arshad.
Arshad yg sedang menguyah sontak diam dan melotot.
" Belepotan banget kamu makannya " Kata Rania tidak ngeh dengan apa yg ia lakukan.
Arshad tersenyum,keduanya pun makan kembali.
Setelah beberapa saat dan keduanya kenyang,Arshad menganjak Rania pulang.
Matahari hampir terbenam,pikiran Rania makin tak karuan.
" Kamu ga papa ?" tanya Arshad melirik.
" Hm aku ga papa " jawab Rania
Hape Arshad bergetar,lelaki itu merogoh saku celananya dan melihat nama dilayar ponsel.
" Halo ?" Sapa Arshad.
" Kamu dimana ? Jemput dong " Ucap seseorang diseberang.
" kamu dimana ?" Tanya Arshad.
" Aku ga jauh dari terminal " Jawab Angel.
" Kok bisa disana ?" tanya Arshad mengernyit
" Iya,ini ban mobilnya Om Daniel bocor,dia minta aku pulang duluan " Jawab Angel.
Arshad melirik Rania,gadis disampingnya masih anteng menyender dikaca mobil.
" kita jemput Angel dulu ya " Kata Arshad tenang.
Rania mengangguk tanpa bicara.
Arshad menambah laju kendaraannya menuju lokasi.
Lelaki itu tak bisa membiarkan Angel sendirian karna nanti jika ia pulang,orang2 pasti akan bertanya kepada dirinya.
10 menit akhirnya mereka sampai,Arshad keluar dari mobil dan benar saja Angel sedang duduk melihat Daniel bersama tukang membongkar ban mobilnya.
" Kamu ga papa ?" Tanya Arshad khwatir.
" Hm " Jawab Angel bangun.
Daniel mendekati Arshad dan tersenyum kecil.
" Maaf Syad,harus repotin kamu jemput Angel,ban mobilnya bocor " Kata Daniel tak enak.
" Ga papa Om " Jawab Arshad tenang.
__ADS_1
" Ya udah,kalian langsung pulang ya udah mau magrib " kata Daniel.
" Terus Om gimana ?" tanya Angel khawatir.
" Benerin ini dulu baru pulang " Jawab Daniel.
" Beneran ?" tanya Angel melas.
" Iyaaa " Jawab Daniel terkekeh.
Angel mengangguk pelan,ia mendekati Daniel dan memeluk sebentar.
Arshad cukup terkejut dengan tingkah Angel barusan.
" Udah sana,langsung mandi ya " Ucap Daniel mengusap kepala Angel lembut.
" Iya sayangg " Jawab Angel bersemu.
Daniel seketika melotot membuat pria itu terlihat salah tingkah apalagi disana ada Arshad.
" Hahaha " Angel tertawa geli.
Gadis itu pun menarik Arshad pergi dari sana.
" Njel aku ga salah liat kan ?" tanya Arshad masih syok.
" Nanti aku ceritain " Jawab Angel.
" heh beneran ?" tanya Arshad menarik rambut gadis itu gemas.
" ihh cepetan pulanggg " Jawab Angel tak kalah gemas
Arshad menggeleng pelan.
Angel melihat Rania berada dimobil Arshad cukup terkejut karna Arshad sangat jarang membawa seorang gadis ikut bersamanya.
" Kalian berdua jadian ?" tanya Angel duduk dibelakang.
" Hah " kata Rania dan Arshad terkejut.
" Ga Kak " Jawab Rania.
Arshad diam tak menjawab.
" Beneran ? Syaddddd " Panggil Angel.
" Ga " jawab Arshad.
" Tapi aku liat2 kalian cocok juga " kata Angel menerka.
" Mana mau Arshad sama aku wkwkw " Gumam Rania terkekeh geli.
Arshad menoleh melihat gadis yg sedang menertawai dirinya tersebut.
Angel diam memperhatikan,mobil pun melaju kejalan raya.
Ketiganya tak banyak bicara,Angel cukup lelah hari ini dan memilih bermain ponsel saja.
" Kerumah aja dulu Ran,mau magrib " kata Angel bangkit lagi saat ia merasa rumah mereka tak jauh lagi.
" Hah " kata Rania kaget.
" Kasihan,Arshad juga mau solat mandi " Ujar Angel.
Rania melihat Arshad,lelaki itu hanya diam saja.
" Hm emang ga papa Kak ?" tanya Rania ngeri.
" ya ga papa " jawab Angel santai.
" Nanti kita dikamar aku aja " Lanjut Angel.
Rania menelan ludah kasar,ia belum pernah masuk rumah Arshad yg katanya mirip gedung film ikan terbang.
Dengan rasa tak enak,Rania pun mengangguk setuju.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.