Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Lamaran


__ADS_3

Disebuah kamar Justin terbaring lemah tak bisa melakukan apapun,pria itu sudah dibawa pulang rawat jalan karna luka ditubuhnya sudah sembuh hanya dirinya yang belum bisa berjalan.


Setiap 2 minggu sekali,Justin harus cek up tapi sudah 1 bulan ini pria itu malas ke dokter karna merasa tidak ada gunanya.


" Ayo Tuan dimakan dulu " Ucap pembantu Justin membawakan makanan.


" Saya tidak lapar " Kata Justin dingin.


" Tuan dari malam tadi tidak ada makan " Kata art Justin kasihan.


Justin diam menegak winenya sambil memejamkan mata.


Art Justin menggeleng pelan dan menaruh makanan hangat itu dimeja nakas.


" Akhhhh berengsek " Umpat Justin kesal.


Pria itu melempar gelas kedinding dan berhamburan bersama dengan isi2nya.


Justin menjambak rambutnya kesal,lelaki itu terlihat makin memburuk,bahkan Justin tak masuk kantor sudah 3 hari membuat pekerjaannya menumpuk drastis.


Dirumah Cila,Laura tersenyum hangat sambil mengicau nasi goreng diwajan.


Malam ini gadis itu ingin membuat nasi goreng special kepada keluarga.


David belum pulang bekerja begitu pun Vero yang memberitahu masih dijalan.


" Udah belum,laper nih " Rengek Cila sudah stay di meja makan.


" Bentar lagi Ma " Kata Laura semakin gesit mengicau.


" Perlu bantuan ngak ?" tanya Cila.


" Minta piringnya dong " Pinta Laura cengengesan.


Cila mengangguk dan mengambil piring dirak istimewanya.


Laura menaruh semua masakan disana beserta lauk pauk yang sudah Cila masak sebelumnya.


Mereka akan makan besar malam ini.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dengan lantang dari luar rumah.


" Waalaikumsalam " Jawab Cila dan Laura semangat.


Seseorang melangkah masuk dan mengintip didapur.


" Eh anak Mama udah pulang " Sambut Cila hangat melihat Vero.


" Hehe,iya Ma Papa belum pulang ya ?" Tanya Vero mencomot kerupuk di toples dan langsung mendapat tamparan dari sang Kakak.


" Belum bentar lagi juga pulang " Jawab Cila terkekeh.


Vero mengkrucut melihat Laura menutup toples dan memeluknya.


" Dah sana mandi dulu " Usir Laura.

__ADS_1


" Laper Kak " Kata Vero sedih.


" Iya mandi dulu banyak virus tau " Cibir Laura.


" Dah sana mandi,nanti kena getok sama Kakak kamu " Kata Cila terkekeh.


" Iya iya " Jawab Vero merajuk.


Lelaki itu berjalan mengendap dan mencuri ciuman di pipi Laura yang sedang menaruh wajan di wastafel.


Cup....


" ihhh Veroooo " Teriak Laura kesal.


Vero langsung berlari kalang kabut,Cila tertawa ngakak melihat gadis itu mulai menyemburkan amarahnya.


" Ihh Vero nakal Ma " Rengek Laura.


" Kamu kayak ngak tau Vero aja " kata Cila disela tawanya.


Laura terlihat kesal sambil mencuci piring bekas masaknya.


Setelah David pulang mereka pun berkumpul dimeja makan.


Canda tawa mengiringi makan malam mereka,Vero dan David bercerita bagaimana mereka melewati pekerjaan berat hari ini.


Vero juga bercerita hubungannya dengan sang kekasih yang mulai merenggang karna gadis itu merasa Vero terlalu sibuk dan tak memperdulikan dirinya,meski kenyataan nya Vero memang sibuk bekerja merintis karir sendiri.


Kini hati Laura tak begitu sakit lagi mendengar cerita adiknya yang punya kekasih,gadis itu mulai bisa menerima kenyataan bahwa hùbungan mereka hanya sebatas keluarga,seorang Kakak tak lebih dari itu.


Kebesokan paginya,Laura bersiap siap untuk mencari pekerjaan.


Ruko kemarin sudah diambil alih oleh Cila sendiri,Laura pun merasa tak berhak lagi untuk ikut campur karna ia meninggalkan pekerjaan itu begitu saja.


" Kamu beneran mau cari kerja ?" Tanya Cila duduk diranjang kecil Laura.


" Iya Ma,aku bakal coba lamar di perusahaan " Ucap Laura seraya memakai bajunya.


" Kenapa ngak kerja di pabrik Papa aja ?" Tanya Cila.


" Emang ada lowongan ?" Tanya Laura tersenyum.


" Hm kurang tau sih,coba tanya Papa kamu siapa tau ada " Kata Cila cengengesan.


" Aku ngak mau merebut rejeki orang lain Ma,jangan mentang2 aku anak Papa bisa semudah itu gantiin posisi orang yang emang benar2 butuh dan bagus kerja disana " Ucap Laura lembut.


" Iya juga sih " Balas Cila terkekeh.


" Ngak papa aku cari tempat lain,kalo ngak ketemu juga baru aku balik ke Mama " kata Laura menggaruk telinganya malu.


" Hm " Jawab Cila malas.


Laura tertawa geli dan merapikan penampilannya.


Laura pun kini siap untuk mencari pekerjaan.

__ADS_1


Dengan menggunakan sepeda motor Cila,gadis ceria itu mulai menaruh kertas lamarannya di beberapa tempat perusahaan besar,bahkan perusahaan Reno pun menjadi salah satu tujuan,tapi Laura tak meminta bantuan siapapun,gadis itu ingin mengetes dirinya sendiri apakah mampu bertahan sendiri atau tidak.


Hingga sore hari Laura terus berkendara keluar masuk perusahaan,bahkan gadis itu sudah menyiapkan banyak kertas lamaran agar tak melewati satu tempat pun.


Di sebuah kantor seorang lelaki terbelalak mendengar kabar dari bawahannya bahwa sang anak sedang menderita jauh disana.


" Pesan tiket pesawat malam ini saya akan berangkat saat itu juga " Ucap Daddy Justin tegas kepada asistennya.


" Tapi Anda harus menghadiri pertemuan penting malam ini " Ucap seorang pria menunduk hormat.


" Anak saya lebih penting dari segalanya,jangan beritahu istri saya masalah ini " kata Daddy Justin tegas.


" Baiklah,akan saya laksanakan " Ucap pria itu tegas.


Daddy Justin keluar dari kantor berencana pulang kerumahnya.


Dilantai bawah Laura baru saja mengucapkan terima kasih kepada Receptionist yang menerima surat lamaran.


Saat Laura akan keluar,gadis itu berpapasan dengan Daddy Justin yang juga akan keluar.


Laura mengernyit melihat lelaki tua itu terlihat buru2 diikuti anak buahnya dari belakang.


" Bukannya itu orang tua Justin ya ?" Gumam Laura pelan.


Lelaki itu terus berjalan hingga hilang saat memasuki mobil mewahnya.


" Apa ini perusahaanya Daddy Kak Justin ?" Gumam Laura bingung.


" Permisi Nona,harap jangan berdiri didepan pintu masuk " Ucap seseorang menegur gadis itu.


" Eh i iya Pak,maaf saya ngak sengaja " Kata Laura langsung menyingkir.


Lelaki itu mengangguk dan berjalan cepat ke lift.


Laura berjalan keluar dan mendongak melihat gedung pencakar langit milik orang tua pria itu.


Daddy Justin mempunyai stasiun tv sendiri dan perusahaan yang membimbing banyak para model terkenal,sehingga tak jarang Justin selalu dikelilingi gadis2 cantik dan sexy.


" Hm pantesan Kak Justin punya apartemen dan perusahaan sendiri,lah orang tuanya kaya begini,apalah daya aku yang hanya anak pungut ini " Gumam Laura menggeleng pelan.


Gadis malang itu pun memutuskan untuk pulang karna hari sudah hampir gelap.


Ditempat lain seorang pria harus kembali terbaring dirumah sakit saat kondisinya mulai memburuk.


Justin jatuh pingsan saat akan dibantu ke toilet.


Art Justin ingin menyerah merawat lelaki itu tapi ia masih kasihan melihat Justin yang benar2 sedang membutuhkan pertolongan.


Tubuhnya pun dalam seminggu langsung turun drastis bahkan Justin harus diberi suplemen agar dirinya bisa bertahan.


Dokter bilang bahwa Justin depresi dan itu sangat membahayakan nyawa lelaki tampan tersebut ditambah Justin minum alkohol setiap hari.


Apakah Justin akan bertahan atau akan menyerah dengan hidupnya ?


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2