Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pelukan Hangat


__ADS_3

Apa yang akan kamu lakukan jika kau bisa pergi dengan pengawasan tapi tak ada tempat tujuan,teman,pengetahuan tentang negara lain,handphone dan uang ?


Hanya bisa pasrah bukan ?


Begitulah yang dialami gadis se imut Laura yang terus merasa terkurung dalam sangkar emas.


Justin memang memperlakukannya dengan baik,memberi kebutuhan makan dan hidup layak bahkan pria itu tak memperlakukannya dengan kasar jika Laura tak membangkang.


Laura tak tau lagi bagaimana harus bersikap,semakin ia keras kepada lelaki itu Justin akan menunjukkan sifat iblisnya,hanya dengan melunaklah gadis itu akan aman.


Banyak sifat Justin yang baru Laura ketahui,termasuk lelaki itu suka bermain perempuan diluar sana tapi Laura tak tau menahu apa yang dikerjakan lelaki itu,Justin sering pulang dengan keadaan mabuk,kadang bau parfum wanita menguas dibajunya.


Laura hanya bisa bersabar dan menahan diri agar tak meledak melihat tingkah pria itu.


Meski dalam keadaan mabuk tapi Justin tak pernah melakukan kekerasan kepada Laura,pria itu akan menyendiri ditempat lain agar Laura tak menjadi bahan mangsanya atau Justin akan memulihkan kesadarannya dulu baru mendekati Laura.


Justin bisa bersikap rasional jika sudah berhadapan dengan gadis itu.


Ntah mengapa tapi Justin melakukan itu semua tanpa ia minta.


Walaupun Laura belum menerima dan selalu menolaknya tapi Justin begitu sabar menghadapi gadis itu.


Semua menjadi tanda tanya tersendiri oleh Laura,gadis itu tak tau harus bersyukur atau menderita hidup bersama lelaki itu.


Tapi sampai detik ini Laura masih tetap seperti biasa lengkap tanpa kekurangan sedikit pun,hanya saja hatinya berasa kosong,Laura tak tau apa yang harus ia lakukan agar bebas.


Seperti malam ini,Justin baru pulang nge club jam 2 malam,lelaki itu berjalan sempoyongan memasuki kamar.


Laura yang sedang tertidur pun langsung terbangun saat bunyi grasak grusuk seseorang.


" Astaga Kak Justin " Pekik Laura kaget melihat Justin terduduk dilantai.


Gadis itu langsung bangun dan berlari menolong.


" Akhhh kepala ku sakit,dasar tembok sialan !" Umpat Justin kesal sambil mengusap keningnya.


Laura terkekeh ingin tertawa melihat pria itu kesal sendiri karna kebodohannya,Justin sering menabrak tembok saat mabuk.


" Jangan menertawaiku " Geram Justin.


" Aku tidak tertawa " Kata Laura merubah wajahnya sedatar mungkin.


Justin ingin berbaring tapi Laura langsung menahan tubuh lelaki itu dengan lengannya.


" Jangan tidur dsini " Kata Laura lembut.


Justin diam menatap wajah gadis itu dengan nanar,kesadaran Justin 50 50 tapi lelaki itu masih sadar bahwa yang menahan tubuhnya saat ini merupakan Laura.


" Ayo bangun tidur diranjang " Kata Laura menghela nafas.


" Bersama mu ?" tanya Justin terkekeh.


" Hm,ya tak ada kamar lain lagi " kata Laura memutar mata malas.


" Hehe aku sengaja melakukannya hahaha " kata Justin tertawa bodoh.


" Up to you " Jawab Laura malas.

__ADS_1


" Wah kau pintar bahasa inggris " Kata Justin bertepuk tangan.


Laura berdecak dan meninju wajah lelaki itu pelan.


" Kau KDRT,akan aku laporkan ke ketua Rt " kata Justin seolah teraniaya.


" Berisik,tak ada Rt disini " kata Laura jengah.


Justin ingin kembali mengeluarkan suaranya tapi tangan Laura langsung membekap mulut lelaki itu.


" Hmp hmp hmp " pekik Justin menggelengkan kepalanya.


" Menyusahkan sekali pria tua ini " Gumam Laura kesal..


Gadis itu mengangkat tubuh Justin dan memapahnya.


Laura berjalan tertatih menuju ranjang dan menghempas tubuh lelaki itu disana.


Bug...


Justin terjatuh terbaring telentang.


Laura mengusap keringatnya di kening dengan nafas ngos ngosan.


Walaupun bukan kali ini saja ia begitu tapi Justin benar2 berat dengan otot tubuhnya.


" Haus " Rengek Justin bergerak kesana kemari.


" Iya tunggu sebentar " kata Laura terus menarik nafas.


" Haus " Rengek Justin lagi.


Justin tak perduli dan terus merengek minta air.


Laura berjalan kedapur membuatkan air madu untuk lelaki itu agar kesadarannya cepat kembali.


" Nih minum " kata Laura memberi segelas air kepada Justin.


Justin mencoba bangun dan duduk dengan kepala oleng.


Terkadang Laura merasa lucu saat Justin sudah mabuk,lelaki itu terlihat sangat menggemaskan.


Justin minum dengan cepat dan menandak habis semuanya.


Lelaki itu kembali berbaring menutup mata.


Laura menatap lelaki itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Kau akan kepanasan mengenakan pakaian seperti ini saat tidur " Gumam Laura merasa risih melihat Justin mengenakan kemeja panjang dengan celana bahan bahkan lelaki itu mengenakan sepatu sneakersnya naik ranjang.


Dengan berani Laura membuka kancing kemeja Justin yang tadi sore ia setrika,Justin memang pamit untuk acara temannya tadi tapi ya ujung2nya lelaki itu akan pulang dalam keadaan mabuk..


Laura juga membuka celana panjang Justin karna perempuan itu yakin Justin pasti mengenakan kolor karna ia tukang mencuci baju Tuan muda itu setiap hari..


Dan benar saja kolor kesayangan pria itu kembali ia pakai meski baru kering.


Tak lupa Laura juga membuka sepatu Justin dan menaruhnya di pinggir pintu kamar.

__ADS_1


Perempuan itu terlihat sangat sibuk mengurus lelaki yang telah mengurungnya.


Setelah semua selesai dan Justin terlihat leluasa tidur baru lah Laura menghela nafas lega.


Jam sudah menunjukkan setengah 4 pagi.


Cuaca diluar masih gelap dan dingin ditambah suhu Ac yang tak pernah mati.


Justin sudah tertidur tengkurap dengan tato dipunggungnya bahkan kini bertambah lagi di area tulang rusuknya sebuah kata dengan tulisan menyambung.


Laura menarik selimut menutupi tubuhnya dan menatap lelaki itu dalam.


Justin sangat tenang dan nyaman,lelaki itu punya alis yang tebal dan hampir menyambung dikedua sisinya,dengan hidung tinggi serta bibir berbentuk seperti love ditambah pipi tirùs sedikit berbulu,pagi tadi Justin sudah mencukuri bulu halus diwajahnya hingga membuat lelaki itu terlihat lebih muda dan fresh.


Tanpa Laura sadari tangannya sudah mengusap rambut tebal Justin.


Justin membuka pelan matanya dan terdiam melihat Laura yang juga melihatnya.


Deg...


Laura langsung melotot saat manik hitam lelaki itu menatapnya nanar.


Baru saja Laura ingin menarik kembali tangannya tapi Justin menahan dengan kuat.


" Maa amaf aku ngak sengaja " kata Laura kelabakan.


Justin menggeser tubuhnya dan membuka selimut.


" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Laura bingung.


Justin menarik tubuh Laura menaruh tangan gadis itu ditubuhnya.


" Peluk aku " Pinta Justin serak.


" Hah !" Pekik Laura melotot.


" Aku kedinginan " Kata Justin dengan suara berat.


Laura menelan ludah kasar,lelaki itu menaruh kepalanya dileher Laura dan menghirup bau tubuh gadis itu.


" Kak " panggil Laura mulai tak tenang.


Justin tak menjawab,lelaki itu membelit kaki Laura dan mendempetkan tubuh mereka.


Kini perempuan itu seolah sedang memeluk tubuh tegap Justin.


Laura menarik nafas dan menghembuskannya pelan,Justin sudah memejamkan matanya.


Laura menggeleng pelan dan menarik punggung Justin agar lebih dekat kepadanya.


Laura pun memeluk Justin penuh kehangatan hingga membuat lelaki itu terlihat sangat nyaman.


Ntah apa yang Laura pikir tapi ia merasa ini akan baik2 saja..


Gadis itu pun memejamkan matanya kembali tidur.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2