
Sesampainya disana,pusat perhatian para pengunjung teralihkan.
Fokus utama mereka adalah Arsyad yg membawa dua gadis cantik dengan kelebihan masing2.
Wajah Angel terlihat tenang dan terkesan sangat cuek bedahal dengan Sania yg lebih ke malu2.
" Dimana teman mu Syad ?" tanya Angel melihat kiri kanan.
" Disana " Jawab Arshad menunjuk salah satu grup.
Angel berjalan duluan sambil menyeret tangan Sania.
" Kak aku malu " ucap Sania pelan.
" Udah pura2 gak tau aja " Balas Angel.
Wajah Sania tak bisa menyembunyikan rasa canggung dan pucatnya apalagi disana juga banyak para gadis dan laki2.
Arshad menyapa para temannya dan disambut cukup meriah.
" Wihh ini dia sultan kita udah sampe " Ucap salah satu laki2.
Arshad duduk disamping temannya tersebut.
" Syad kita duduk disana ya " Kata Angel menunjuk meja yg tak terlalu jauh.
" Gabung sini aja " kata Arshad menunjuk kursi kosonh.
" Gak ah,gak bisa gibah " Balas Angel santai.
Arshad kaget dan melototkan matanya.
" Sini aja Njel gabung sama kita " Sahut teman Arshad yg mengenali Angel.
Angel tetap menolak dan menarik tangan Sania lagi.
Sania bingung harus kemana,hati kecilnya ingin duduk disamping bangku Arshad yg belum berpenghuni tapi Angel seolah tak mengerti keinginannya saat ini.
Arshad diam melihat Sania yg mengikuti Angel dengan pasrah.
Keduanya duduk dibangku lain dan mulai memesan makanan.
" Gila Bro,Angel cakep banget " Ucap salah satu teman Arshad menatap Angel dengan wajah kagum.
" Biasa aja " balas Arshad.
" Eh itu cewek satunya lagi,anak pembantu lo ya ?" tanya pria itu menunjuk Sania.
" Hah " Kata Arshad kaget.
" Itu gadis kecil itu " Kata lelaki itu kembali menunjuk Sania.
" Bukan,dia...." Jawab Arshad bingung menjelaskan.
" Dia dari kampung ya Syad ? Penampilannya beda banget sama kalian " Sahut lelaki lain.
" Biasanya sih dari kampung baru masuk kota deh kalo modelan gitu " Sahut seorang gadis yg berkumpul bersama mereka.
Arshad menatap Sania,gadis itu memang terlihat sederhana dengan baju kemeja biru dan celana jins yg warna nya sedikit memudar,bedahal dengan Angel yg memakai pakaian biasa tapi terlibat elegan.
Para teman Arshad kembali mengobrol tanpa mendapatkan jawaban yg pasti.
Tak lama gerombolan para anak2 hitz masuk ke cafe tersebut.
Seperti sebelumnya,penampilan anak kota itu terlihat sangat gaul dan enak dipandang.
" Kamu gak makan ?" Tanya Angel menegur Sania yg diam melamun.
" Hah em makan Kak " jawab Sania menoleh.
Gadis itu melihat2 menu dan kaget dengan harganya.
" Pesen aja aku yg bayar " kata Angel tau keterkejutan gadis itu..
__ADS_1
" Maaf Kak,uang aku gak cukup " Kata Sania jujur.
" Iya gak papa,Kak Histi pelit ya gak kasih kamu jajan banyak ?" tanya Angel terkekeh.
" Kasih Kak,tapi aku juga harus tau diri " Jawab Sania.
Angel tersenyum mengerti,gadis itu paham dengan sifat sederhana Sania yg begitu menghormati Histi dan Serkan apalagi Serkan mau mengkuliahinya hingga selesai.
Keduanya memesan menu mahal,Angel tak khwatir soal uang karna ia baru mendapat transferan dari Prito siang tadi.
Suasana ramai terasa,dimeja Arshad para gadis tertawa ngakak ngikik dengan lelucon mereka.
Seorang gadis duduk disamping Arshad dengan senyum bahagianya.
" Kenapa sih lama banget bales chat aku ?" tanya gadis cantik itu mengkrucut.
" Gak buka hape " Jawab Arshad tenang.
" Terus udah buka hape kenapa gak langsung balas ?" tanya gadis itu lagi.
Arshad diam tak menjawab.
" Oh iya Syad,Bang Juna mana ya katanya mau kesini " Ucap seorang gadis menatap Arshad.
" Gak tau,aku gak janjian " Balas Arshad.
" Pasti diakalin lagi nih " kata Pria itu kesal.
Arshad tersenyum tipis tak menjawab.
Pesanan mereka sampai,manik Arshad melihat meja sebelah yg sedang diduduki oleh Sania dan Angel.
Keduanya terlihat sedang makan sambil Angel menunjukkan hapenya kepada Sania.
Pria itu diam memperhatikan gerak gerik keduanya.
" Aaaa " pekik Sania kaget.
" Uhh sereem Kak,gak mau ah " kata Sania takut.
Angel mengambil lagi hapenya dan melihat sektar.
Gadis itu terdiam saat semua penghuni meja Arshad menatap mereka.
Sania ikut menoleh dan deg...
Gadis itu menelan ludah kasar saat manik2 tajam melihat kearahny.
" Ck,kalo mau teriak2 diluar aja,heboh banget " Cibir salah satu gadis merasa terganggu.
" Iya kalo gak diluar di bioskop,teriak aja sepuasnya " Sahut gadis lain.
Angel melihat Sania,gadis remaja itu menunduk merasa malu dan tak enak hati.
" Gak papa gak usah didenger " Kata Angel menenangkan.
" Maaf Kak aku tadi kaget " Kata Sania menunduk.
" Iya aku juga kaget " kata Angel.tersenyum.
Arshad menggeleng pelan,Sania melihat kearah lelaki itu dan kembali menunduk.
" Bang Arshad pasti malu sama teman2nya karna aku " Batin Sania merasa bersalah.
Lelaki itu membuang muka dan menimbali obrolan temannya.
" Udah ih gak usah dipikirin,gadis2 itu gak pernah liat hantu karna mereka hantunya " Kata Angel menenangkan Sania yg masih baper dengan perkataan teman Arshad.
Sania mengangguk pelan dengan hati yg belum reda.
Keduanya diam sejenak,tak lama seorang pria masuk dengan seorang gadis.
" Bang Juna " Ucap Angel mengenali lelaki yg datang.
__ADS_1
" Wah Bang Juna datang juga " Kata gadis disebelah Arshad kaget.
" Haloo " Sapa Juna hangat.
Semua orang menjawab sapaan
" Angel,Sania kalian disni juga ?" tanya Juna mendekati kedua gadis itu.
" Iya Bang,cari makan " Jawab Angel tersenyum.
" Widihhh ada gadis cantik ini jugaa " Kata Juna mengusap kepala Sania.
Sania mengangguk dengan senyum kecilnya.
" Itu siapa Bang ?" Tanya Angel menunjuk gadis yg Juna bawa.
" Hayo tebak siapa ?" Tanya Juna.
" Gak tau " Jawab Angel polos.
" Ya udah kalo gak tau " Balas Juna santai.
" Ihhhh Abang mahhh " Kata Angel menabok lelaki itu.
Juna tertawa ngakak dan kembali menjahili Angel.
Gadis yg dibawa Juna menatap Sania penuh selidik,membuat Sania merasa aneh dan risih.
" Kakak ini kenapa natap aku segitunya banget " Ucap Sania dalam hati.
" Ayo Bang,kita disana " Ajak gadis seumuran Angel itu kepada Juna.
Juna mengangguk dan mencubit pelan pipi Sania.
" Kita duduk disana ya,kamu hati2 disni " Kata Juna tersenyum manis.
Sania mengangguk pelan.
" Dasar gak waras " Cibir Angel sambil merapikan rambutnya yg sempat diacak2
Juna tertawa geli dan duduk didepan Arshad menutupi lelaki itu melihat meja saudaranya.
" Ck bang Juna ngalangin aja " Batin Arshad gemas.
Mereka kembali bercerita dan bersenda gurau hingga larut malam.
Angel sudah sibuk dengan ponselnya sedangkan Sania diam saja tak berbunyi.
" Kak aku mau ke toilet " Ucap Sania menegur Angel.
" Iya gih sana " Jawab Angel cuek.
Sania mengangguk,gadis itu pun bangun celingak celinguk mencari tanda.
" Oh disana " Ucap Sania menemukan.
Gadis itu bangun dan mulai berjalan.
" Aku keluar dulu " Ucap Arshad kepada gadis disebelahnya.
" Aku ketoilet dulu " Ucap Juna bersamaan.
Deg....
Kedua lelaki itu saling melihat dengan wajah kagetnya.
Arshad bersikap tenang dan tetap bangun melangkah,Juna juga melakukan hal yg sama.
" Kenapa mereka berdua ?" tanya gadis yg kedua pria itu bawa.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1