Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Penjelasan


__ADS_3

Rania duduk ditepi danau dengan berbagai macam snack didepannya.


Gadis itu diam tanpa suara dengan wajah menyimpang rasa kesal dan dendam terdalam.


Hani dan Reka melihat gadis itu dari belakang,disamping mereka berdiri Putra yg ingin kabur tapi tak bisa.


" Gimana ini Rek ?" tanya Hani khwatir.


" Gak papa " jawab Reka tenang.


" dia pasti nuduh kita aneh2 " Kata Hani lagi.


Reka diam,pria itu menatap tajam gadis ingusan yg terlihat begitu garang.


Bukan hanya sekali Reka bermasalah dengan Rania,dulu juga Reka pernah hampir dihajar oleh Papa gadis itu gara2 salah paham.


" Hm permisi " Ucap Putra canggung.


Hani menoleh dan melihat pria cukup tampan tersebut.


" Lo pacarnya ?" tanya Reka tajam.


" Hah ?" Kata Putra terkejut.


" Lo pacar cewek itu ?" tanya Reka lagi.


Putra diam sejenak sambil melirik Hani.


" Iya Bang " jawab Putra pelan.


" Sanggup ?" tanya Reka lagi.


" Maksudnya ?" tanya Putra tak paham.


" Sanggup hadapin wanita kek gitu ?" tanya Reka penasaran.


" Rek " tegur Hani melotot.


" Aku penasaran aja " kata Reka santai.


Putra diam,pria itu melihat Rania dan menghela nafas panjang.


" Walaupun dia galak tapi aslinya baik Bang " Kata Putra tenang.


" Yakin ?" tanya Reka lagi dan mendapat sikutan dari Hani.


" Hm,dia emang gitu anaknya,suka gak percayaan sama orang,tapi kalo udah percaya dia bakal kasih semua kepercayaannya " jawab Putra.


" Itu bodoh namanya " Balas Reka.


" Aduhhh Rek,nanti dia kedengeran " Kata Hani takut.


Reka kembali diam,lelaki itu menarik nafas panjang dan mulai melangkah.


" Bang "


" Rek "


Tegur Hani dan Putra bersamaan.


Reka tak hirau,lelaki itu terus maju dengan seribu keyakinannya.


" Ehm " Dehem Reka cukup kuat.


Rania yg sedang melihat air bergenang pun mendongak.


Blesss.....


Tatapan mata keduanya bertemu,Reka diam melihat gadis itu begitupun Rania.


Seperdetik kemudian,Rania membuang muka begitupun Reka yg berdehem pelan.


Lelaki itu duduk disamping Rania melihat air.

__ADS_1


" Itu Snack kenapa dianggurin ?" tanya Reka basa basi.


Rania berdecih mendengar suara pria tersebut.


" Syalan nih bocah,ditanya malah buang muka " Batin Reka mulai kesal.


" Baiklah,cukup dramanya " kata Reka kembali serius.


Rania masih diam tanpa bicara.


Hani mendekat dan duduk disamping gadis tersebut.


Rania menggeser bokongnya kesamping membuat Reka terkejut.


" Akhh sialan " Umpat Rania kaget


Gadis itu melihat Reka lagi dan menahan nafas saat keduanya begitu dekat.


Gadis itu mundur kebelakang dan melihat Putra yg diam memperhatikan mereka.


" Sini duduk juga " kata Reka menegur.


" Hm,gak usah Bang " kata Putra tersenyum canggung.


Rania mempelototkan matanya kepada sang kekasih mmebuat Putra menciut.


Pria muda itu pun mendekat dan duduk dibelakang Rania.


" Jadi gini " kata Reka membuka suara lagi.


Pria itu melihat Rania membuat gadis itu tak enak.


" Apa ?" tanya Rania ketus.


" Kamu salah paham " jawab Reka.


" Udah jelas2 depan mata masih mau ngeles " Sahut Rania memutar mata.


" Gak gitu Ran " kata Hani memotong.


" Salah paham apa ? Aku gak buta ya !" kata Rania ketus.


" Iya kamu emang gak buta,penglihatan kamu sangat jelas dan jeli !" Sahut Reka.


Rania melihat lelaki itu dan menatap tajam.


" Kenapa ?" tanya Reka gemas.


" Dasar pcundang !" Cibir Rania pelan.


" Ran " Tegur Putra terbelalak.


Reka menahan nafasnya dengan genggaman erat ditangan.


Sungguh jika itu bukan seorang gadis mungkin bogeman sudah melayang saat mereka pertama bertemu dulu.


" Kamu denger dulu napa jangan langsung nyerocos " kata Putra sedikit kesal.


" Apa yg mau didengar coba,mereka udah jelas2 selingkuh dibelakang Abang aku !" Kata Rania emosi.


" Gak Ran,kamu salah " kata Hani tak terima.


" Gak usah mengelak Kak,kakak gak kasihan apa sama Bang Vero,dia dipenjara gara2 Kakak !" Kata Rania keras.


Deg....


Hani tersentak mendengar ucapan gadis tersebut begitupun Reka dan Putra.


" Maksudnya ?" tanya Putra bingung.


" Dia penyebab Bang Vero dipenjara dan sampe bunuh orang,harusnya Kak Hani yg masuk kesana bukan Bang Vero !" Jawab Rania emosi.


Hani menunduk dalam mendengar suara keras gadis tersebut.

__ADS_1


" Jaga bicara mu " kata Reka tegas.


" Apa,kamu gak terima selingkuhan mu aku sebut begitu ?" tanya Rania menantang.


" Reekkkk " teriak Hani heboh melihat Reka mengangkat tangannya.


Rania memejamkan mata dengan jantung berdebar kencang.


" Jangan Bang " kata Putra menarik tubuh Rania mendekat kearahnya.


Rania menciut,gadis itu terlihat takut dengan aura Reka yg begitu ganas.


" Jangan !" tahan Hani berpindah tempat.


" Mulut gadis ini sangat kurang ajar " Kata Reka menahan emosinya..


Rania memeluk Putra,terlihat gadis itu cukup takut.


" Itu gak bener Rania,aku dan pria ini hanya temenan dan kita udah sahabatan lama,Abang kamu juga tau dan Kakak udah minta izin juga tadi " kata Hani menjelaskan.


Rania diam masih dengan rasa takutnya.


Reka bangun dari duduknya dan menghidupkan ssbatang rokok.


Pria itu hampir lepas kendali,Rania begitu memancing emosinya yg selama ini terpendam.


" Aku laporin sama Papa !" kata Rania pelan.


Hani menghela nafas,gadis itu mengambil tangan Rania dan menggenggamnya erat.


" Kakak tau batas kami Ran " kata Hani meyakinkan.


" kalo tau harusnya Kakak gak usah berhubungan lagi dengan orang lain !" kata Rania tajam.


Hani tersenyum miris mendengar ucapan gadis itu.


" Terus siapa yg mau berhubungan dengan Kakak ?" Tanya Hani balik.


" Maksud Kakk ?" tanya Rania mengernyit.


" Kamu pasti tau kan kalo Mamanya Vero juga gak suka sama aku,aku disini sebatang kara,Vero dipenjara dan anaknya engga anggap aku ibu,terus aku harus kemana Ran ? Siapa yg harus aku temui dan mendengarkan isi hati ku ?" tanya Hani dengan senyum ingin menangisnya.


" Sofia belum tau ?" tanya Rania syok.


" Dia belum tau dan aku gak mau kasih tau juga karna dia bilang,ibunya hanya satu gak ada yg lain " Jawab Hani.


" Dia masih anak2,dia akan menerima " Balas Rania.


" Gak semudah itu Ran,kita gak bisa paksa anak kecil untuk percaya " Balas Hani.


Rania terdiam,gadis itu tak tau bahwa Sofia tidak menganggap Hani ibu sambung.


" Jadi kamu gak usah khawatir,lagian Kkak itu udah mau nikah kok jadi dia udah punya pawangnya " Kata Hani menunjuk Reka dengan bibirnya.


Deg...


Reka berbalik badan sedangkan Rania melototkan mata terkejut.


" Kita hanya temenan,gak lebih " lanjut Hani lagi.


Reka dan Rania saling melihat,Putra terkekeh mendengar ucapan Hani yg sedikit menggelitikkan.


" Ya udah " Kata Rania mengangguk.


" Jadi udah impas ?" tanya Hani tersenyum cerah.


" Kakak boleh hubungi aku kalo mau curhat atau apapun itu " Jawab Rania tenang.


" Makasih Ran " Balas Hani bahagia.


Rania mengangguk,gadis beranjak dewasa itu melihat lagi Reka yg kembali menyesap rokoknya.


" Cih si Gorila udah punya pawang,geli sekali kalo dia ngamuk nanti " Batin Rania merinding.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote Like,coment ya.


__ADS_2